Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Pentingnya Surat Izin Operasional Sekolah

     Pentingnya memiliki surat izin operasional sekolah yang masih berlaku bagi sekolah swasta untuk menyelenggarakan kegiatan pendidikan, merupakan awal perwujudan yang nyata dalam mewujudkan tertib  administrasi pengelolaan sekolah.

      Hal tersebut berdampak juga bagi sekolah swasta penerima bantuan operasional sekolah (BOS). Dalam penutupan kegiatan sosialisasi BOS online 2014 di aula SMKN 6, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya Drs. Aston Tambunan, M. Si menekankan bagi sekolah yang izin operasionalnya sudah tidak berlaku, diharapkan secepatnya melakukan pengurusan.

      "Salah satu syarat lembaga/sekolah swasta penerima BOS yakni izin operasional sekolahnya masih berlaku. Jika sudah tidak berlaku maka sekolah tersebut dilarang menggunakan dana tersebut dan harus mengembalikan ke kas daerah".

      Aston menambahkan sekolah yang izin operasionalnya telah terblokir, pengurusannya sperti mengurus izin sekolah baru. "Kami akan perlakukan sama seperti mereka  mengurus izin sekolah baru", tandasnya. 

     Retnowati, Kasubag Umum dan Kepegawaian menambahkan semua sekolah SD/SLB negeri dan SMP/SMPLB/SMPT negeri wajib menerima BOS, sedangkan sekolah swasta yang menolak BOS harus melalui persetujuan orang tua peserta didik melalui komite sekolah. "Semua sudah diatur dalam Permendikbud No. 101 tahun 2013". 

      Prioritas utama penggunaan BOS yakni untuk kegiatan operasional sekolah. Sementara itu, Jumali salah satu tim teknis BOS online yang turut hadir dalam acara sosialisasi ini menjelaskan pelaporan penggunaan BOS saat ini via online. Sekolah dapat mengakes melalui bos.kemdikbud.go.id/lapor.bos.kemdikbud.go.id. Dalam pelaporan ini sekolah cukup memasukkan kode registrasi yang telah diberikan serta NPSN, selanjutnya sekolah siap untuk dapat memasukkan laporan BOSnya kedalam sistem ini. (Humas Dispendik Surabaya)

Kelas Inspirasi Surabaya Kunjungi Dispendik

Kamis siang (21/8) 5 (lima) orang anggota rombongan Penggiat Kelas Inspirasi Surabaya yang dimotori oleh Nadia Chrisanti bertamu ke Dinas Pendidikan Kota Surabaya dalam rangka persiapan menggelar Hari Inspirasi Ke-3 Kelas Inspirasi Surabaya pada Senin, 29 September 2014 mendatang.

Pada kesempatan itu Nadia mengemukakan, kegiatan ini bermula dari teman-teman Indonesia Mengajar dan beberapa teman profesional yang ingin berkontribusi dan peduli pada pendidikan di Indonesia, lahirlah konsep Kelas Inspirasi. Kelas Inspirasi adalah kegiatan yang mewadahi para relawan profesional dari berbagai sektor untuk ikut serta berkontribusi dan peduli pada pendidikan. Melalui program ini, para relawan panitia, relawan profesional pengajar dan relawan foto-videografer dari berbagai latar belakang rela untuk cuti 1 (satu) hari kerja secara serentak untuk mengunjungi dan beraktivitas di Sekolah Dasar Negeri, yaitu pada Hari Inspirasi.

Pada Hari Inspirasi tersebut para relawan profesional menceritakan pengalaman dan liku-liku mengenai profesinya. Harapannya, para siswa akan terinspirasi sehingga mereka memiliki lebih banyak pilihan cita-cita serta menjadi lebih termotivasi untuk memiliki mimpi yang besar. Sedangkan bagi para relawan profesional pengajar, Kelas Inspirasi dapat memberi pengalaman mengajar di depan kelas sebagai bentuk kontribusi nyata dan aktif terhadap masa depan bangsa. Interaksi antara para relawan dengan para siswa dan guru SD diharapkan dapat berkembang menjadi bentuk komunikasi aktif dan membuka pintu interaksi positif pasca Hari Inspirasi tersebut yang nantinya membuahkan lebih banyak gagasan dan kegiatan yang melibatkan kontribusi para relawan. Partisipasi para relawan tersebut merupakan partisipasi berbasiskan individu, bukan institusi. Hal ini menunjukkan bahwa kepedulian dan kesadaran pribadi sebagian anggota masyarakat terhadap pendidikan anak bangsa dan tumbuhnya generasi emas mendatang masih tinggi, tambah Nadia.

Kepala Dispendik Kota Surabaya, Dr. Ikhsan, S. Psi, M.M., dalam sambutannya mengemukakan bahwa Dispendik akan membantu memfasilitasi dengan menunjuk SD Negeri Surabaya yang akan menjadi tujuan pengimbasan inspirasi profesional. Sekolah yang ditunjuk bukan saja sekolah marjinal, tetapi sekolah-sekolah yang baik pun anak-anak perlu mendapatkan inspirasi profesi sehingga mereka mendapatkan wawasan untuk meraih cita-cita profesinya di masa akan datang, tambah Ikhsan.

Sebagai kelanjutan dari Kelas Inspirasi pertama yang dilaksanakan di Jakarta, pada  20 Februari 2013 Surabaya telah mengadakan Kelas Inspirasi Ke-1 yang diikuti 124 orang relawan profesional dari berbagai profesi dan 70 fotografer yang terbagi dalam 34 sekolah dasar di Surabaya. Sedangkan Jawa Timur, yang dimotori Kelas Inspirasi Surabaya, serentak telah mengadakan Kelas Inspirasi Jawa Timur Ke-1 di 14 kabupaten/kota pada 11 November 2013, melibatkan sekitar 1300 relawan, baik relawan panitia, relawan profesional pengajar dan relawan foto-videografer.

Pada 29 September 2014 mendatang Gawe Besar Kelas Inspirasi Surabaya bersama 26 kabupaten/kota se-Jawa Timur serentak mengadakan Hari Inspirasi Kelas Inspirasi Jawa Timur Kedua. Sampai kini, khusus Kelas Inspirasi Surabaya telah menjaring sekitar 200 lebih relawan yang akan diterjunkan ke sekitar 20 sampai dengan 30 SD Negeri di Kota Surabaya.

Pada kesepatan bertamu itu pula, Kelas Inspirasi Surabaya menyerahkan 1 (satu) album foto dokumentasi atas kehadiran Dr. Ikhsan, S. Psi, M.M. dalam rangka memberikan support pada kegiatan Kelas Inspirasi Surabaya. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information