Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Lepas Siswa, SMPN 31 Gelar Pameran IT

     Perayaan kelulusan, terutama pada siswa kelas IX yang baru lulus tak selalu identik dengan liburan ke luar kota yang dapat membahayakan keselamatan jiwa. Hal tersebut dapat diisi dengan kegiatan yang bermakna yang dapat meningkatkan bakat serta potensi siswa.

     Seperti yang dilakukan para siswa SMPN 31 kemarin (15/06), dalam rangka merayakan kelulusan sekaligus melepas  siswa kelas IX untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi mereka menggelar kegiatan pentas seni sekaligus pameran IT di sekolah tersebut.

     Kepala SMPN 31 Mustohir menerangkan bahwa sekolah yang terletak di wilayah utara tersebut kini memiliki jaringan internet yang mempunyai kecepatan tinggi di wilayah tersebut. Oleh karena itu, pihaknya ingin memanfaatkan potensi yang ada dengan mengoptimalkan kemampuan bakat dan potensi siswa di bidang IT.

     Melalui pameran IT yang memuat hasil produk karya siswa, masyarakat dapat lebih mengetahui tentang bakat dan potensi siswa pada bidang IT di sekolah masing-masing, "Kami harap sekolah-sekolah lain juga dapat menyelenggarakan sebuah kegiatan yang bermanfaat dalam melepas para siswanya". (Humas Dispendik Surabaya)

 

Lewat Kurikulum 2013, Tingkatkan Kompetensi Guru

     Wujud nyata keberhasilan Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya dalam menerapkan implementasi kurikulum 2013 menjadi daya tarik tersendiri bagi para mahasiswa pascasarjana pendidikan olah raga UNESA untuk mengetahui lebih dalam bagaimana penerapan kurikulum 2013 di Surabaya.

     Melalui seminar yang bertema "Implementasi Kurikulum 2013 dan IPTEK pada Pendidikan Jasmani dan Olahraga" para mahasiswa dan dosen mendapatkan pengarahan langsung oleh Kepada Dispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM tentang penerapan kurikulum 2013, Sabtu (15/06).

     Bertempat di gedung K 10 lantai 3 Pascasarja Unesa, Ikhsan menerangkan bahwa sebelum kurikulum 2013 di terapkan, pihaknya terlebih dahulu melakukan perubahan paradigma mengajar bagi guru-guru surabaya. Dengan perubahan paradigma mengajar tersebut guru dituntut untuk membuat suasana pembelajaran yang nyaman bagi siswa.

    Setelah itu, baru pengembangan IPTEK mulai dari pembuatan dan pengembangan bahan ajar multimedia hingga jurnal online telah dilakukan oleh guru-guru Surabaya. Ketika kurikulum 2013 diterapkan para guru sudah siap untuk menerimanya, karena telah dilatih terlebih dahulu.

    Untuk kemudian membantu kerja guru dalam membuat laporan tentang hasil belajar siswa yang diwujudkan melalui rapor, Dispendik kemudian meluncurkan sebuah inovasi yakni rapor onlie,

    Melalui rapor online ini, para guru tidak perlu susah-susah lagi menuliskan deskripsi perkembangan hasil belajar anak. Tidak hanya itu, pengunaan rapor online ini telah disesuaikan dengan produk kurikulum 2013. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information