Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

726 Guru Ikuti Pemotretan Kartu Tanda Pegawai

     Selama tiga hari yakni, 20-22 Oktober Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Surabaya melakukan kegiatan pemotretan kepada 726 guru di gedung Lt. 2 kantor Dispendik Surabaya Jalan Jagir Wonokromo 354-356 Surabaya.

      Kasi Tenaga Fungsional, Dra. Titik Eko menjelaskan pemtotretan ini bertujuan untuk membuat kartu tanda pegawai di lingkungan pemerintah kota (pemkot) Surabaya. "Mereka silih berganti mengikuti kegiatan pemotretan, karena banyaknya guru dilingkungan Dispendik maka kita berikan waktu tiga hari untuk melakukan pemotretan".

       Sutikno, petugas dari Dispendik menambahkan pemotretan setiap harinya berlangsung mulai pukul 08.00 - 15.00. Untuk hari pertama diikuti sebanyak 180 guru, hari kedua diikuti 249, dan hari ketiga rencananya diikuti sebanyak 297 guru. "Kami menghimbau para guru yang telah terdaftar dalam jadwal pengumuman untuk segera melakukan pemotretan sesuai hari yang telah ditentukan".

      Dwi Rinto, salah seorang guru olahraga SMAN 22 mengaku telah mendapatkan informasi pemotretan ini melalui pengumuman di website http//www.dispendik.surabaya.go.id, untuk itu ia bersama teman-temanya segera bergegas menuju Dispendik guna mengikuti kegiatan pemotretan. "Kami ingin cepat selesai, dan segera kembali ke sekolah untuk mengerjakan tugas yang lainnya".

      Sebelum dilakukan pemotretan para guru ini terlebih dahulu mengisi biodata yang telah disediakan. Pengisian biodata tersebut bertujuan mencocokkan data foto dengan identitas kartu tanda pegawai yang akan dicetak. Kartu tanda pegawai merupakan sebuah identitas PNS di lingkungan pemkot surabaya. (Humas Dispendik Surabaya)

Tak Sabet Juara I, Tetap Semangat

     Meskipun tak meraih juara I dalam lomba "Widya Pakerti Nugraha 2014", yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur pada (20/10), SMAN 16 tetap bersemangat menanamkan pendidikan karakter dalam upaya melestarikan pendidikan budi pekerti kepada para siswanya, meskipun hanya meraih  juara Harapan II Widya Pakerti Nugraha 2014 se-Jawa Timur.  

     Pendidikan karakter salah satu fungsinya yakni menekankan budi pekerti, perilaku sopan santun, saling menghargai dan menghormati antar sesama. Setidaknya hal tersebut harus ditanamkan guru dalam memberikan bekal pendidikan kepada siswa agar memiliki karakter pendidikan yang kuat.

     Melalui pendidikan karakter diharupkan guru mampu mengimplementasikan pendidikan karakter dengan memadukan metode pembelajaran sekaligus memasukkan budi pekerti. Pendidikan karakter atau yang leboh sering kita kenal dengan budi pekerti bisa diajarkan pada pembelajaran umum seperti pada matematika, ilmu sosial, dan semua mata pelajaran yang ada.

      Kepala SMAN 16, Drs. Hari Sutanto, M. Pd mengungkapkan, walaupun sekolahnya hanya meriah juara Harapan II, namun upaya dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan lewat pendidikan karakter terus ditingkatkan, salah satunya akan berdampak kepada penilaian siswa dalam kurikulum 2013. "Perilaku sopan santu, saling menghargai, baik antara siswa dengan guru atupun siswa dengan siswa lainnya tetap kita tekankan, karena hal tersebut nantinya dapat membentuk karakter siswa yang berkualitas.

       Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM menyampaikan melalui pendidikan karakter yang ditanamkan di sekolah-sekolah dapat menjadi benteng yang kuat dalam menghadapi pengaruh negatif yang sering ditimbulkan oleh kemajuan pada era globalisasi saat ini.

       Ikhsan menambahkan bahwa trafiking, pergaulan bebas, serta narkoba merupakan dampak negatif yang ditimbulkan oleh kemajuan era globalisasi. Oleh karena itu, pendidikan karakter dan budi pekerti sangat diperlukan para siswa dalam menghadapi pengaruh serta dampak negatif yang ditimbulkan oleh kemajuan zaman. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information