Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Dispendik Mulai Sosialisasikan Kenaikan Pangkat Online

Perubahan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) menjadi Sasaran Kerja Pegawai (SKP) bagi guru PNS membuat Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya melakukan sebuah pengembangan program inovasi melalui sistem kenaikan pangkat online.

 

Tadi siang (05/02), bertempat di ruang aula kantor Dispendik, Dispendik mulai selenggarakan sosialisasi kepada para guru senior, petugas IT serta pegawai tata usaha PNS tingkat SMA dan SMK se- Surabaya.

 

 Kepala Bidang Ketenagaan Ir. Yusuf Masruh, MM menerangkan perubahan DP3 menjadi SKP didasari pada pengembangan Penilaian Kinerja Berkelanjutan serta Penilaian Kinerja Guru. Melalui sistem online ini nantinya, guru dapat mengetahui tentang nilai kenaikan pangkat sehingga dapat dipersiapkan sejak awal apa-apa yang dibutuhkan terkait hal tersebut.

 

“ Sistem ini mempermudah bagi guru sekaligus membantu fungsi kontrol Dispendik dalam hal kenaikan pangkat”.

 

Pelaksanaan PK guru disekolah meliputi, penilaian dilakukan oleh kepala sekolah atau wakil kepala sekolah atau guru senior yang kompeten (ditunjuk oleh kepala sekolah) yang telah mengikuti pelatihan penilaian dan memperoleh sertifikat (legalitas), penilaian dilakukan 2 kali dalam satu tahun (penilaian formatif pada awal tahun dan penilaian sumatif pada akhir tahun), hasil penilaian formatif digunakan sebagai dasar penyusunan profil kompetensi dan perencanaan program PKB tahunan bagi guru, serta hasil penilaian sumatif digunakan untuk memberikan nilai prestasi kerja guru (menghitung perolehan angka kredit guru pada tahun tersebut).


Sementara itu, Kasi Tenaga Non Fungsional Verawati, S. Sos menyampaikan formulasi penilaian penetapan angka kredit online terdiri dari unsur utama dan unsur penunjang. Unsur utama meliputi, pendidikan, pembelajaran /bimbingan tugas tertentu, dan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB).

 

“PKB itu sendiri terdiri dari item, yakni melaksanakan pengembangan diri, melaksanakan publikasi ilmiah, dan melaksanakan karya inovatif”.

 

Komponen PK guru diantaranya, komponen paedagogi, komponen kepribadian, dan komponen profesionalitas. (Humas Dispendik Surabaya)

Bersama ITS, Dispendik Sosialisasi SNMPTN 2015

Menjelang kelulusan tingkat SMA dan SMK Sederajat terutama bagi para siswa yang berkeinginan melanjutkan jenjang pendidikan ke perguruan tinggi negeri (PTN) membutuhkan sebuah adanya informasi mengenai  tes masuk perguruan tinggi negeri tersebut.

 

Oleh karena itu, penerimaan calon mahasiswa baru harus memenuhi prinsip adil, akuntabel, transparan, dan tidak diskriminatif. Dalam rangkaintegrasi pendidikan menengah dan pendidikan tinggi sekolah diberi peran dalam proses  SNMPTN dengan asumsi bahwa sekolah sebagai satuan pendidikan dan guru sebagai pendidik selalu menjunjung tinggi kehormatan dan kejujuran sebagai bagian prinsip pendidikan berkarakter. Dengan demikian, sekolah berkewajiban mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) dengan lengkap dan benar serta mendorong dan mendukung siswa dalam proses pendaftaran.

 

Tadi pagi, (05/02) bertempat di gedung aula SMKN 6 Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya melakukan kegiatan sosialisasi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) bersama ITS selaku panselnas SNMPTN 2015.

 

Kasi Kurikulum Dikmenjur Mamik Suparmi, M. Pd menjelaskan kegiatan sosialisasi ini melibatkan seluruh SMA dan SMK baik negeri dan swasta se-Surabaya, dengan harapan dapat menyampaikan informasi secara lengkap bagi para siswa kelas XII yang hendak lulus dan melanjutkan pendidikan ke PTN.

 

Sementara itu, Bekty Cahyo Humas SNMPTN 2015 menjelaskan, pola penerimaan penerimaan mahasiswa baru program sarjana pada PTN  2015 terbagi atas tiga jalur. Jalur pertama yakni SNMPTN berdasarkan hasil penelusuran prestasi dan portofolio akademik, biaya ditanggung pemerintah,  minimal 50% kuota daya tampung setiap prodi di  PTN. Jalur kedua, melalui SBMPTN berdasarkan hasil  ujian tertulis  atau kombinasi hasil ujian tertulis dan ujian keterampilan biaya disubsidi  oleh pemerintahminimal 30% kuota daya tampung setiap prodi di PTN. Serta jalur yang terkakhir yakni, Seleksi Mandiri PTN dilaksanakan sendiri oleh PTN, biaya dibebankan kepada peserta, maksimal 20% daya tampung setiap prodi di PTN.

 

“Informasi terkait SNMPTN dapat diperoleh melalui, Helpdesk (HALO SNMPTN dan Call Center SNMPTN(0804-1-450-450 ), website SNMPTN (http://www.snmptn.ac.id), jejaring sosial : alamat Twitter: http://twitter.com/SekreSNMPTN, alamat FB: http://www.facebook.com/SekreSNMPTN, website Humas PTN : humas.snmptn.ac.id, serta kantor Humas PTN terdekat”.

 

Terakait PDSS, Bekty menambahkan nilai rapor yang dimasukkan dalam PDSS adalah nilai siswa yang duduk di kelas terakhir pada tahun ajaran 2014/2015, untuk semua semester yang telah ditempuh. Sementara itu, jadwal proses seleksi SNMPTN mulai 16 Maret – 8 Mei 2015.

 

“ Peserta dapat mendaftar maksimal 2 PTN, dengan ketentuan jika memilih 2 PTN maka salah satu PTNharus berada di provinsi yang sama dengan asal sekolah siswa.Maksimal 3 prodi, dengan ketentuan 1 PTN maksimal 2 prodi”. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information