Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Sembilan Pelajar Jepang Kunjungi SMAN 10

     Pagi tadi (11/08), sebanyak sembilan pelajar jepang yang berasal dari Neyagawa High  School Osaka Jepang kunjungi SMAN 10. Kedatangan mereka disambut tari gandrung yang dibawakan oleh para siswa-siswi SMAN 10.

     Meski mengaku lelah karena penerbangan yang tertunda akibat badai, rombongan yang terdiri dari 9 orang siswa, 1 orang guru pendamping dan 2 perwakilan Pemerintah Perfektur Osaka tersebut merasa senang dan antusias dengan sambutan yang diberikan siswa-siswi SMA N 10 Surabaya.

Nakamura Masaya, Ketua Delegasi sekaligus perwakilan Pemerintah Perfektur Osaka mengatakan, kunjungan kali ini bertujuan utuk mempererat kerjasama pendidikan yang telah terjalin selama 30 tahun. Ia berharap kedepannya kerjasama akan semakin erat dan meliputi semua bidang.

Kedatangan rombongan pelajar asal Osaka diterima oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya Drs. Aston Tambunan, M. Si. Aston berharap kerjasama pertukaran  pelajar antara surabaya dengan Oska, Jepang dapat terjalin dengan baik, seperti dengan Busan Korea Selatan.

Chihiro Uchida, salah satu pelajar mengungkapkan, ia bersama teman-temannya mempersiapkan begitu matang untuk kunjungan kali ini. Salah satunya dengan mengunjungi Konsulat Jenderal  Indonesia di Jepang untuk mempelajari  lebih dalam tentang Indonesia. Kesan siswa kelas 12 saat pertama tiba di Surabaya adalah panas, namun hal tersebut tidak mengurangi kekagumannya akan keindahan bunga-bunga yang menghiasi tiap sudut kota.

Uchida mengungkapkan akan membagi pengalamannya selama di Indonesia, Surabaya khususnya, untuk dibagikan kepada teman-temannya sesama pelajar di Osaka. Ia berharap, kedepan adik-adik kelasnya dapat memiliki kesempatan untuk dapat mengunjungi Surabaya.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan singkat tetang SMAN 10 Surabaya, Budaya Jepang, Kota Osaka, serta tarian Kawachi Ondo dari para pelajar Osaka. (Humas Dispendik Surabaya)

Jaga Kesehatan Reproduksi, Ratusan Siswa Ikuti Konseling

     Maraknya berbagai macam kasus pergaulan bebas, hingga mengarah pada tindak aborsi kerap kali menimpa kalangan pelajar saat ini, terutama di kota-kota besar. Untuk itu diperlukan adanya pengenalan sejak dini bagaimana menjaga kesehatan reproduksi serta mencegah dari tindakan-tindakan yang tidak semestinya dilakukan oleh pelajar. 

      Sabtu (09/08), lebih dari 100 siswa SMA/K dari berbagai sekolah mengikuti konseling tentang menjaga kesehatan reproduksi sejak usia remaja. Acara tersebut terselenggara atas kerjasama klinik andrologi rumah sakit Dr. Soetomo dengan Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya.

      Kepala RSUD Dr. Soetomo dr. Dodo Anondo, MPH menerangkan pendidikan kesehatan reproduksi penting diberikan kepada anak usia remaja. Melalui konseling ini diharapkan para siswa yang hadir dapat menjadi pionir di sekolahnya untuk menularkan pengetahuan yang didapat kepada teman sebayanya.

     dr. Bayu dari klinik andrologi menyampaikan perubahan fisik ataupun mental terhadap organ reproduksi baik secara anatomi maupun fisiolgi perlu diketahui oleh para siswa guna mereka dapat menjaga kesehatan organ reproduksi tersebut.

     Terkait perilaku seksual sehat yang perlu diperhatikan oleh remaja usia sekolah, dr. Dyan Pramesti, Sp.And menerangkan bahwa resiko perilaku seksual remaja yang tidak sehat dapat berdampak pada hal-hal negatif yang sering kali tidak diinginkan, seperti menularnya penyakit kelamin, HIV/AIDS, hingga pada tindakan aborsi. 

       Sementara itu, Kepala Dispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM menanggapi berbagai macam permasalahan anak yang terdapat di Surabaya, pihaknya telah beupaya memberikan konseling kepada siswa melalui kegiatan konselor sebaya.

       Selain itu, itu dalam waktu dekat ini dispendik akan mensosialisasikan program baru yakni ekstrakurikuler konselor sebaya yang dapat diikuti oleh para siswa di sekolah, 'Modul telah dipersiapkan, tinggal menunggu pelaksanaan", ucanya. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information