Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Jelang Usek, 7.000 Siswa Ikuti Dzikir Akbar

Dzikir dan doa ratusan siswa kelas VI SD yang akan mengikuti ujian sekolah pertengahan Mei mendatang bergema di Masjid Al-Akbar Surabaya, Sabtu (04/04). Kegiatan tersebut merupakan Salah satu upaya untuk memasrahkan diri kepada Allah SWT.


Serangkaian acara diawali dengan sholat Dhuha. Agar mendapatkan apa yang diharapkan, peserta melakukan sholat hajat secara berjamaah. Sholat hajat untuk menyatukan hati memohon kepada Allah para siswa SD diberi kemudahan, diberi keselamatan hingga akhir dan mendapat nilai yang maksimal. 


Ribuan peserta dzikir mengumandangkan kebesaran Allah swt. Para peserta dzikir juga mendengarkan secara khidmat lantunan Alquran yang dibawakan Zainul Fahmi. Dzikir bersama dipimpin oleh Qomarul Huda.


Dalam sambutannya Sukarni, ketua I KKG PAI mengatakan, mengucapkan terima kasih kepada walikota Surabaya yang telah konsisten memfasilitasi kegiatan KKG PAI. Seperti peringatan satu Muharram yang telah mengerahkan 7.000 peserta. Memberikan dukungan moril yang saleh dan salihah diharapkan menjadi pemimpin yang jujur, sukses dan amanah. (Humas Dispendik Surabaya)

Berbagi Pengalaman Setelah Ke Australia

     Kedatangan 30 siswa SMAN 5 dari Australia beberapa hari lalu, menuai berbagai pengalaman, lewat kolaborasi lima tarian yang dijadikan satu mampu memukau puluhan siswa Trandby Clollage yang hadir pada waktu pementasan. Tarian kolaborasi tersebut terdiri dari tari sajojo, tari remo, tari serampang 12, tari gambyong, dan tari jaipong.

      Kolaborasi lima tarian tersebut kembali ditampilkan dihadapan Kepala Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM dan para wali murid yang datang dalam acara penyambutan, 

      Obit, salah satu siswa SMAN 5 yang turut menarikan tarian tersebut mengaku bangga akan berbagai budaya Indonesia yang diakui dunia. Obit menceritakan, bahwa pembelajaran di Australia mewajibkan para siswanya untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler seperti, dance, drama dan inquiry.

     Selama disana, masing-masing siswa SMAN 5 bebas memilih pelajaran yang disukai. "Jadi pembelajaran yang kami dapatkan sangat mengesenkan karena kami bebas melakukan moving class".

    Obit menceritakan, ketika malam hari penggunaan listrik hanya terbatas untuk menyalakan lampu belajar dan menonton televisi bersama keluarga asuh (family time). "Untuk menghargai house fam kami rela tidak menggunakan HP ketika dinner", pungkasnya.

    Rhino, siswa SMAN 5 lainnya mengungkapkan bahwa kesadaran dan saling menghargai masyarkat australia dalam berlalu lintas sangat di junjung tinggi, terutama bagi para pejalan kaki.

   "Karena rasa displin yang tinggi, untuk antri saja warga sana harus sesuai dengan garis yang dibuat".

     Sementara itu, Kadispendik Ikhsan mengutarakan bahwa berbagai pengalaman yang diadapat, dapat dijadikan sebuah motivasi untuk meraih  kesuksesan. (Humas Dispendik Surabaya).

Additional information