Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Matangkan Program Tantangan Membaca, Dispendik Adakan Koordinasi

Membaca merupakan salah satu fungsi yang paling penting dalam hidup, semua proses belajar didasarkan pada kemampuan membaca. Tidak hanya itu, membaca juga merupakan sebuah ketrampilan. Oleh karena itu, untuk menguasainya dibutuhkan latihan yang terus menerus dengan tingkatan kesulitan yang bertahap.


Mutu pendidikan kita (dalam test uji mutu pendidikan internasional seperti PISA, PIRLS, TIMMS, dll ) selalu jeblok jika dibandingkan dengan mutu pendidikan bangsa lain.Hasil PISA 2012 menempatkan siswa Indonesia pada posisi kedua terburuk atau posisi 64 dari 65 negara.


Menurut OECD budaya membaca masyarakat Indonesia menempati peringkat paling rendah di antara 52 negara di Asia Timur (Kompas, 2009).


Tantangan membaca (Reading Challenge) adalah sebuah upaya untuk mendorong siswa sekolah untuk membaca buku sejumlah tertentu dalam jangka waktu tertentu. Tantangan membaca upaya untuk mengatasi masalah rendahnya kemampuan membaca siswa di Surabaya dengan mengajak siswa Surabaya melakukan kegiatan membaca sebagai kebiasaan sehari-hari (daily habit) agar menjadi pembaca sepanjang hayat (a reader for life) serta merupakan pengembangan program Surabaya Inspiring School (SIS) 2015.


Tadi siang (11/03), bertempat di gedung aula atas kantor Dinas Pedidikan Kota (Dispendik) Surabaya, Dispendik gelar rapat koordinasi bersama Barpus Surabaya, perguruan tinggi, serta para pegiat literasi guna mensukseskan program tantangan membaca bagi para pelajar.


Kepala Dispendik Dr. Ikshsan, S. Psi, MM mengungkap merupakan sebuah progam bersama dalam mewujudkan Surabaya sebagai Kota Literasi.


Para mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi yang memiliki latar belakang tentang literasi akan mendampingi siswa untuk memberikan semangat serta pendampingan terkait mensuksuskan budaya literasi. Tidak hanya itu, tim yang akan dibentuk ini juga bertugas memilihkan buku-buku referensi bacaan yang relevan dibaca para pelajar.


Ikhsan menambahkan para pemenang lomba tantangan membaca akan mendapatkan sertifikat serta hasil karya mereka disebar luaskan melalui website.


“Kita getarkan budaya literasi Indonesia dari Surabaya".


Pegiat literasi Satria Darma menjelaskan, tujuan program ini adalah agar dapat membudayakan kegiatan membaca pada siswa, yaitu siswa Surabaya yang suka membaca dan melakukan kegiatan membaca sebagai kegiatan sehari-hari. Agar mereka menjadi Pembaca Seumur Hidup (Reader for Life) dan akhirnya menjadi warganegara yang cerdas dan berguna bagi bangsa dan negara.


Tantangan membaca Surabaya 2015 ditujukan bagi siswa semua jenjang dengan ketentuan yakni, untuk siswa SD/MI membaca 20 – 30 buku,  SMP/MTs 15 buku dan SMA/SMK/MA  10 buku.


“Setelah membaca para siswa membuat resume dari bacaan yang dibacanya nanti”.

Mekanismenya meliputi, siswa harus memilih  judul buku yang akan dibacanya selama mengikuti Tantangan Membaca Surabaya 2015  berdasarkan daftar yang telah disusun oleh oleh Tim penyelenggara Tantangan Membaca Siswa Surabaya 2015. Formulir Pendaftaran untuk mengikuti  Tantangan Membaca Surabaya 2015 harus sudah masuk sebelum program TMS 2015 dimulai.Siswa bisa meminjam buku yang dipilihnya untuk dibaca selama Tantangan Membaca  Surabaya 2015 dari perpustakaan kelas, perpustakaan sekolah,perpustakaan daerah, taman-taman bacaan, atau pun membeli sendiri di toko buku.Siswa bisa membaca buku yang telah dipilihnya di sekolah mau pun di rumah.Siswa melaporkan rencana daftar bacaannya, dan hasil membacanya  pada Tim Penyelenggara Tantangan Membaca Surabaya 2015 di sekolah masing-masing. Siswa melaporkan kapan ia mulai membaca dan akan melaporkan kapan ia menyelesaikan membaca buku tersebut.

Ada pun target yang hendak dicapai oleh program Tantangan Membaca  Surabaya 2015, jumlah sekolah peserta Tantangan Membaca Surabaya 2015 sebanyak 400 (empat ratus) sekolah/madrasah yang terdiri dari, SD/MI sebanyak 200 sekolah , SMP/MTs sebanyak 125 sekolah, SMA/SMK/MA sebanyak 75 sekolah. Jumlah siswa peserta TANTANGAN MEMBACA SURABAYA 2015 sebanyak 100.000 (seratus ribu) siswa Jumlah buku yang akan dibaca oleh siswa selama Tantangan Membaca Surabaya 2015  sebanyak 1.000.000 (sejuta) buku.  (Humas Dispendik Surabaya)

Ajari Adik Kelas, dengan Pemanfaatan Bahan Daur Ulang

Pengolahan limbah bekas sangat berguna, karena dengan memanfaatkan limbah bekas ini secara tidak langsung kita mengurangi sampah. Sampah adalah masalah yang sangat sulit untuk di pecahkan karna dalam kehidupan sehari-hari kita selalu membuang sampah. Salah satu contoh usaha untuk mengurangi sampah adalah dengan manfaatkan limbah kardus bekas menjadi tempat untuk tissue. Selain sebagai tempat untuk meletakkan tisu, kita dapat memanfaatkan tempat tisu yang dibuat dari kardus bekas menjadi hiasan yang dapat memperindah meja ruang tamu.


Selasa (10/3), tim kader lingkungan mengajak adik – adik mereka SDS AL-IKHLAS Semampir yang berada satu komplek dengan SMP PGRI 6 Surabaya  untuk memanfaatkan  pengolahan limbah barang bekas yaitu dari kardus.


 Kardus   bekas  kemudian dijadikan tempat tisu di meja ruang tamu.  Banu Atmoko , S.Pd Kepala Spegrinam mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini  adalah agar siswa / siswi SDS AL-IKHLAS Semampir bisa memanfaatkan barang – barang  bekas yang tidak berguna untuk dimanfaatkan  seperti pembuatan tissue dari kardos bekas tersebut , disamping itu tim kader lingkungan Spegrinam juga ingin mengenalkan lebih jauh tentang lingkungan kepada siswa / siswi SDS  AL-IKHLAS  Semampir.


Rahayu Tri Novitasari siswi kelas 5 SDS  AL-IKHLAS mengaku bangga mendapatkan pelatihan tentang pemanfaatan kardus berkas tak terpakai diubuah menjadi sebuah barang bermanfaat yakni, tempat tissue. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information