Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Salurkan Balapan Liar, Lewat Motor Racing

     Maraknya kasus kecelakaan serta banyaknya kegiatan yang sering meresahkan ketentraman masyarakat akibat balapan liar, membuat Pemerintah Kota (pemkot) Surabaya dalam hal ini Dinas Pendididkan (Dispendik) untuk segera turun tangan mengambil sebuah langkah dalam mebuatkkan saluran terhadap bakat kreatifitas tersebut.

     "Mayoritas mereka  yang mengikuti balapan liar tersebut berasal dari kalangan pelajar, untuk itu kita harus membuat saluran bakat mereka", tutur Ikhsan Kadispendik Surabaya.

     Saluran tersebut nantinya akan berupa kegiatan balap motor  resmi (motor racing) yang rencananya akan berlangsung di sirkuit Kenjeran dan akan berlangsung bertepatan dengan  Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan. 

     Untuk itu, hari ini (09/10) Dispendik berkoordinasi dengan Polrestabes, Dispora, guna membahas bentuk kegiatan motor racing sebagai bentuk penanggulangan kasus balapan liar yang sering terjadi di Surabaya.

     Dalam rapat bersama ini, Kanit Dikyasa AKP Tirto yang mewakili Kasatlantas Polrestabes Surabaya  menuturkan pihaknya mengapresiasi upaya Dispendik dalam menyalurkan bakat balapan liar ini melalui sebuah bentuk kegiatan yang lebih bermanfaat.

      Tirto menambahkan, pihaknya akan melakukan kajian terlebih dahulu sebelum acara ini terselenggara, agar ketika penyelenggaraan acara tersebut dapat menimalisir dampak-dampak yang tidak diinginkan  bersama. "Untuk itu perlu kajian yang matang". tuturnya.

      Ikhsan menambahkan dalam kegiatan motor racing , tidak hanya balapan saja, melainkan juga ada penyuluhan tentang keselamatan berlalu lintas dari Polrestabes dan sebagai wadah para siswa SMK dari jurusan permesinan dan otomotif untuk mengaplikasikan pengetahuan yang didapat di sekolah dengan kegiatan di lapangan. "Rencananya kami akan menggelar rapat lanjutan bersama IMI dan pihak dari sirkuit pantai Ria Kenjeran". (Humas Dispendik Surabaya)

Mantapkan Materi Pelatihan, Guru BK Ikuti TOT

     Sebanyak 120 guru BK perwakilan masing-masing SMP, SMA dan SMK se- Surabaya tadi pagi (09/10), mengikuti Training of Tarainer (TOT) di aula belakang kantor Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari ektrakurikuler konselor sebaya yang kini telah berlangsung di sekolah-sekolah surabaya.

      Pelatihan TOT ini berlangsung selama dua hari, yakni 9-10 Oktober 2014. Dalam pelatihan yang mengusung tema "BK Sahabat Siswa" para guru BK medapatkan materi 4, 5, 6, dan 7 dari 1o modul yang telah dipersiapkan. Modul yang dilatihakan tersebut terkait materi tentang Anak Konvensi Hak Anak, Keterampalin Hubungan Antar Individu, Keterampilan Anak Masa Kini, dan Keterampilan Menghadapi Masalah. "Sebelumnya para guru telah dilatih tentang modul 1, 2, dan 3 pada kegiatan sosialisasi ekstrakurikuler konselor tahap I", tutur Didiek YRP instruktur TOT dari Genta.

     Kepala Dispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM menuturkan sebagai bentuk solusi terhadap penanganan permasalahan anak yang kerap terjadi di surabaya, Dispendik selama dua tahun ini telah merintis konselor sebaya yang kini berkembang menjadi ekstrakurikuler konselor sebaya.

     Banyak para siswa yang ternyata merasa nyaman menyalurkan keluh kesahnya kepada para pendamping ketika mereka mengalami suatu permasalahan, untuk itu kita ingin menjadikan guru BK sebagai sahabat siswa, tidak lagi sebagai polisi di sekolah.

     TOT yang diberikan kepada guru BK ini, untuk melatih mereka sebagai instruktur dalam kegiatan pelatihan dan pendampingan ekstrakonselor sebaya tahap II nanti. Mereka yang dilatih akan melakukan pendampingan kepada guru BK lainnya.

     Bentuk pelatihan dan pendampingan nantinya biasa disebut Blending, yakni merupakan percampuran antara guru BK, wakasek kesiswaan dan para pendamping. Dengan demikian melalui ekstrakurikuler konselor sebaya dapat membantu guru BK dalam meminimalisir permasalahan remaja serta dapat membentuk jiwa keteladanan siswa. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information