Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Raih Prestasi Lewat Bakat Bermain Gitar

     Keberhasilan atau sebuah prestasi tidak hanya didapat melalui pengembangan bidang akademik saja, hal tersebut ditunjukkan oleh Ratna Mutu Manikam. Siswi kelas XII SMKN 12 tersebut telah berhasil menyabet the best player guitar dalam kegiatan tahunan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) yang diselenggarakan 1-7 Juni lalu di Semarang Jawa Tengah.

     Siswi yang kerap disapa Monic tersebut berhasil menyisihkan 34 anggota band dari seluruh Indonesia. "Sebenarnya kami mewakili Jawa Timur dalam format band, bukan individual", terangnya.

    Dalam FLS2N itu, grupnya membawakan tiga buah lagu. Pertama lagu bebas dengan judul "Gemilang". Kedua musik instrumen Riufang dan ketiga lagu wajib dengan judul Kehidupan karya God Bless.

    Prestasi akan kegemaran serta sekaligus kepiwaian dalam bermain gitar tidak hanya berhenti sampai di situ, siswi kelas XII jurusan seni musik sering kali tampil dalam acara musik yang diselenggarakan oleh beberapa stasiun televisi nasional.

    Bukan hanya itu, bahkan mulai tahun ini Monic juga dikontrak oleh Republik Cinta Manajemen (RCM) milik musisi kondang Ahmad Dhani. "Saya dikontrak selama tiga tahun oleh RCM berkat ikut audisi".

    Perempuan yang belajar main gitar sejak kelas IV SD ini mengaku kunci suksesnya dalam meraih prestasi yakni semangat, niat untuk belajar, serta disiplin dalam berlatih. namun, selain berlatih gitar Monic juga konsentrasi dalam pelajaran lainnya. "Selama menggeluti dunia musik ini, saya tidak pernah lupa dalam mengerjakan tugas yang diberikan kepada bapak/ibu guru di sekolah", tuturnya.

    Sementara itu, Kepala Dispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S. Spsi, MM mengungkapkan pengembangan bakat serta potensi siswa di Surabaya tidak hanya dilakukan pada bidang akademik saja, namun pengembangan bidang non akademik juga menjadai perhatian penting dalam peningkatan mutu serta kualitas pendidikan di Surabaya.

     "Sekolah merupakan sebuah laboratorium bagi para siswa", untuk itu para siswa dapat memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan dalam mengembangkan bakat serta potensi yang dimiliki dengan sebaik mungkin untuk meraih prestasi. (Humas Dispendik Surabaya)

Tertarik Pengembangan Rapor Online, Humas Kemdikbud Kunjungi Dispendik

     Manfaat yang terkandung dalam penggunaan rapor online bagi para guru, siswa, maupun orang tua menjadi daya tarik tersendiri bagi Humas Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk mengkaji lebih dalam pemanfaatan rapor online di lingkungan pendidikan Surabaya.

      Tadi pagi, (23/06) dua staf Humas Kemdikbud Priyoko dan Arifah mendatangi kantor Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya Jalan Jagir Wonokromo 354-356 Surabaya. Mereka mendapatkan penjelasan langsung terkait rapor online oleh Martadi salah satu konsultan kurikulum dari Unesa dan Drs. Chairul instruktur rapor online.

      Menurut Martadi sebagai barometer pendidikan nasional, Surabaya terus melakukan inovasi-inovasi dalam bidang pendidikan salah satunya yakni melalui rapor online.

      Rapor online merupakan sebuah jawaban dalam penerapan kurikulum 2013 karena dinilai banyak membantu guru dalam menerjemahkan berbagai bentuk deskripsi hasil belajar siswa. Selain itu, para orang tua dapat mengetahui langsung hasil belajar siswa secara online yang dapat dilihat melalui rapor online tersebut.

      Sementara itu, Chaerul menambahkan awal diberlakukannya rapor online bukan tidak ada kendala sama sekali, para guru dengan bersusah payah dan penuh semangat melakukan perubahan paradigma pengisian rapor, dari semula menggunakan rapor manual kemudian menuju ke pengisian era digital.

      "Kegiatan soisalisasi ke guru-guru juga telah dilakukan, kini mereka sudah terbiasa dengan mengisi hasil belajar siswa melalui rapor online", ungkap Chairul dihadapan Humas Kemdikbud tersebut. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information