Kamis,28 April 2016 pukul 18.00 – 21.00 telah digelar dzikir dan istiqozah kubro  di SMPN 43. Kegiatan ini, dilaksanakan untuk mempersiapkan siswa kelas IX yang akan menghadapi UNBK tanggal 9 Mei 2016 besuk lusa. Istiqozah ini dihadiri semua siswa kelas IX, orang tua wali murid,guru,dan karyawan kurang lebih  650  personil.Dengan harapan UNBK tahun ini bisa lancar dan sukses.

 

       Kesuksesan UNBK merupakan impian setiap siswa, khususnya siswa SMP N 43 Surabaya. Tetapi kesuksesan itu membutuhkan persiapan yang matang,kesabaran hati,dan kerja keras dalam belajar. Bapak Drs.Moh.Sulisiyohadi selaku kurikulum sudah mempersiapkan sejak awal tahun ajaran baru,seperti memberi  tambahan materi pelajaran di luar jam pelajaran atau UPM  (Upaya Peningkatan Mutu).Untuk meningkatkan kwalitas belajar siswa ini, perlu dukungan dari orang tua wali murid.

 

      Memberi tambahan materi pelajaran belumlah cukup”, tutur Imam Ashari S.Ag guru agama Islam yang memimpin jalannya Istigozah.

 

Menurutnya, selain usaha secara dhohir yaitu dengan jalan mengadakan dzikir dan istiqozah kubro siswa juga diahrapkan untuk lebih giat belajar dalam menyiapak ujian nasional.

 

       Isak tangis mewarnai acara tersebut ,karena Bapak Ustad Abdul Malik Al Hadad memberikan tauziah yang bisa menyentuh hati nurani. Dalam tauziahnya dia mengatakan kalau mau sukses dunia akhirat maka kamu “Jangan Lupa Akan Dirimu”. Dalam hal ini Pak Ustad Menayangkan film ,bagaimana proses pembentukan anak mulai dari alam kandungan,kemudian di lahirkan ke alam dunia sampai ke alam barzak.

 

         Semoga dengan kegiatan ini, siswa SMPN 43 Surabaya bisa menyadari atas kesalahan yang dia perbuat,bisa lebih tawadhuk terhadap orang tua dan gurunya,serta menamba keimanan dalam menjalani ajaran agama islam, sehinggah harapan kita terwujud yaitu “Menjemput Hidayah Allah Membeningkan Suara Hati”  Amin . (Humas Dispendik Surabaya)

 

Pelayanan publik dari instansi pemerintah adalah pelayanan yang sifatnya pengabdian pada bangsa dan negara. Visi dan harapan pemerintah yang selalu ingin memberikan pelayan publik yang nyaman, aman, tepat waktu, berkualitas dan yang memudahkan masyarakat, haruslah diimplementasikan di lapangan oleh para staf yang diberikan wewenang dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.

 

Diperlukan tiga aspek dasar untuk dapat memberikan pelayanan publik yang berkualitas, yaitu: aspek teknis pelayanan, aspek manajemen pelayanan, dan aspek integritas pribadi untuk pelayanan berkualitas. Ketiga aspek tersebut wajib dijalankan dengan menegakkan kebijakan dan prosedur sesuai dengan janji dan visi layanan di masing-masing instansi pemerintah. Sebuah pelayanan publik yang baik dikontribusikan dari sikap dan perilaku pelayanan yang sopan dan tulus.

 

Oleh karena itu, dengan menjunjung tinggi semangat sebagai Barometer Pendidikan nasional Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Kota Surabaya berupaya terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

 

“Nantinya kami ingin standar kualitas pelayanan lebih berkualitas sehingga dapat melayani masyakarat sebaik mungkin”, tutur Kadispendik Surabaya Ikhsan ketika kegiatan gathering bersama Bank Jatim tadi (29/04) di gedung aula Dispendik.

 

Mantan Kepala Bapemas Kota Surabaya tersebut juga berujar, bersama Bank Jatim akan membentuk sebuah pelatihan pelayanan dengan menggunakan kelas-kelas kecil. Kelas-kelas kecil tersebut dan akan diisi oleh 10-15 orang yang berasal dari para staf Dispendik.

 

Ikhsan menambahkan setalah diberikan pelatihan diharapkan para staf lebih dapat meningkatkan mutu serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

 

“Kita ingin pendidikan Surabaya lebih ramah dan nyaman untuk semuanya”.

 

Sementara itu, Kepala KCP Bank Jatim PJTKI Kristin menyampaikan bahwa gahtering  yang diadakan bersama para seluruh staf Dispendik ialah merupakan sebuah wujud apresiasi Bank Jatim karena telah menggunakan berbagai produk layanan seperti SimPeda, ataupun tabungan haji.

 

 

Gathering yang diadakan Dispendik bersama Bank Jatim diawali dengan kegiatan senam pagi bersama, kemudian dilanjutkan sarapan pagi dan pembagian doorprize, serta ditutup dengan hiburan musik. (Humas Dispendik Surabaya)

Setelah kemarin (27/04), 700 ketua OSIS tingkat SMP/MTS dapatkan pembekalan, hari ini Kamis (28/04) Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya kembali membekali  500 ketua OSIS dari berbagai SMA, SMK dan MA se-Surabaya. Acara yang berlangsung di Gedung Wanita tersebut menutup rangkaian pembekalan LOS 2016.

 

Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Kejuruan Drs. Sudarminto, M. Pd menuturkan, secara garis besar LOS intinya harus bisa memberikan arahan yang baik kepada para siswa baru bagaimana menciptakan suasana joyfull learningketika kegiatan LOS. Tujuannya ialah, agar para siswa baru tersebut tidak tertekan, dan kegiatan-kegiatan bersifat menyenangkan serta mendidik.

 

“LOS harus memiliki makna edukatif”, tutur Sudarminto.

 

Di tempat yang sama Didik YRP dari LSM Genta menyampaikan ada lima hal yang harus dijauhi para siswa karena lima hal tersebut dapat merusak para generasi muda masa kini, ke lima hal tersebut ialah game online, pronografi, narkoba, pergaulan bebas, serta kenakalan remaja.

 

“Ke lima hal tersebut sampai saat ini belum ada rehabnya di Indonesia”.

 

Sementara itu, praktisi pendidikan yang juga ketua  Dewan Pendidikan Surabaya Martadi, M. Sn berujar bahwa siswa Surabaya harus mengetahui akan sejarah serta budaya kota Surabaya.  Selain itu, melalui  LOS para siswa juga harus mampu memahami keragaman kearifan budaya Surabaya, memiliki kesadaran untuk berkontribusi dalam pembangunan kota Surabaya, dan mampu menyampaikan materi kearifan budaya Surabaya dalam LOS 2016. (Humas Dispendik Surabaya)

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan