Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Lewat Kurikulum 2013, Tingkatkan Kompetensi Guru

     Wujud nyata keberhasilan Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya dalam menerapkan implementasi kurikulum 2013 menjadi daya tarik tersendiri bagi para mahasiswa pascasarjana pendidikan olah raga UNESA untuk mengetahui lebih dalam bagaimana penerapan kurikulum 2013 di Surabaya.

     Melalui seminar yang bertema "Implementasi Kurikulum 2013 dan IPTEK pada Pendidikan Jasmani dan Olahraga" para mahasiswa dan dosen mendapatkan pengarahan langsung oleh Kepada Dispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM tentang penerapan kurikulum 2013, Sabtu (15/06).

     Bertempat di gedung K 10 lantai 3 Pascasarja Unesa, Ikhsan menerangkan bahwa sebelum kurikulum 2013 di terapkan, pihaknya terlebih dahulu melakukan perubahan paradigma mengajar bagi guru-guru surabaya. Dengan perubahan paradigma mengajar tersebut guru dituntut untuk membuat suasana pembelajaran yang nyaman bagi siswa.

    Setelah itu, baru pengembangan IPTEK mulai dari pembuatan dan pengembangan bahan ajar multimedia hingga jurnal online telah dilakukan oleh guru-guru Surabaya. Ketika kurikulum 2013 diterapkan para guru sudah siap untuk menerimanya, karena telah dilatih terlebih dahulu.

    Untuk kemudian membantu kerja guru dalam membuat laporan tentang hasil belajar siswa yang diwujudkan melalui rapor, Dispendik kemudian meluncurkan sebuah inovasi yakni rapor onlie,

    Melalui rapor online ini, para guru tidak perlu susah-susah lagi menuliskan deskripsi perkembangan hasil belajar anak. Tidak hanya itu, pengunaan rapor online ini telah disesuaikan dengan produk kurikulum 2013. (Humas Dispendik Surabaya)

Tingkatkan Minat Baca Lewat Kurikulum Wajib Baca

     Sebagai Kota Literasi yang telah dicanangkan beberapa waktu lalu yang bertepatan dengan hari pendidikan, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) dan Badan Arsip dan Perpustakaan (Baprus) tak henti-hentinya meningkatkan minat baca kepada masyakat, terutama pada siswa.

     Melalui kurikulum wajib baca yang telah diterapkan di sekolah-sekolah, diharapkan dapat merangsang minat baca sejak dini. Tidak hanya itu, guna mendukung peningkatan minat baca di kalangan pelajar, Dispendik akan membuat sebuah program tantangan membaca kepada para siswa.

     Hal tersebut di sampaikan Kepala Dispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM dihadapan para undangan seminar nasional perpustakan untuk pendidik di STIE Perbanas, Sabtu (13/06)

     Menurut Ikhsan, dalam program tantangan membaca, para siswa yang berhasil menyelesaikan tentangan tersebut akan mendapatkan setifikat dari Walikota atau dari Kadispendik.

      Dalam program tantangan membaca ini, siswa yang mengikuti program tersebut harus dapat menyelesaikan tantangan membaca minimal 10 buku bacaan sastra dalam satu tahun serta membuat resumenya. "Referensi buku-bukunya sedang kami siapkan".

      Melalui program tantangan membaca ini, diharapkan para siswa dapat meningkatkan pengetahuannya di berbagai macam bidang, yang nantinya dapat menjadi bekal bagi masa depannya kelak. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information