Jumat (03/07) Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SD dibuka, pendaftaran tersebut berlangsung mulai pukul 08.00 – pukul 16.00 setiap harinya. PPDB untuk jalur SD tersebut dibuka mulai tanggal 3 Juli – 8 Juli dan dapat dilakukan pendafatran melalui website sd.ppdbsurabaya.net atau ke SD terdekat.

 

Ketua PPDB Surabaya Ir Yusuf Masruh menjelaskan calon peserta didik yang mendaftar disusun berdasarkan total penjumlahan skor usia dengan skor domisili dan selanjutnya jumlah calon peserta didik yang diterima maksimal sama dengan jumlah pagu kelas 1 (satu) SDN yang bersangkutan dengan ketentuan penyekoran.

 

Untuk usia 7 tahun keatas menduduki skor paling tinggi yakni 10, 6 tahun 7 bulan sampai 6 tahun 11 bulan memiliki skor 8, usia enam tahun sampai enam tahun lebih enam bulan memiliki skor 6 sedangkan untuk usia 5 tahun 6 bulan dan 5 tahun lebih sebelas bulan mimiliki skor 4.

Faktor domisili juga menjadi penentu dalam PPDB SD ini, untuk lingkup satu RT menduduki skor paling atas yakni 10, satu RW skor 8, satu Kelurahan skor 6, satu Kecamatan skor 5, luar Kecamatan skor 3 dan luar kota/propinsi skor 2.

 

Yusuf menambahkan persyaratan calon peserta didik kelas 1 (satu) SDN adalah telah berusia 7 (tujuh) sampai dengan 12 (dua belas) tahun wajib diterima, sedangkan berusia 6 (enam) tahun dapat diterima, apabila kelas masih belum terpenuhi, anak berusia 5 ½ (lima setengah) tahun dapat diterima dengan mendapatkan rekomendasi tertulis dari psikolog dan tidak boleh diadakan tes yang bersifat akademis dan hanya berdasarkan kedekatan lokasi sekolah dan usia calon peserta didik.

 

Kriteria calon peserta didik baru dikategorikan sebagai berikut calon Peserta Didik Kategori Dalam Kota merupakan calon peserta didik yang berasal dari sekolah di Wilayah Kota Surabaya dan merupakan warga Surabaya yang dibuktikan dengan Kartu Keluarga (KK). calon peserta didik yang berasal dari sekolah di Wilayah Kota Surabaya dan bukan warga Surabaya yang orang tuanya dipindahtugaskan karena perintah jabatan di Surabaya meliputi Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), Anggota Kepolisian Republik Indonesia (POLRI), Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Pusat, Karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan dilampirkan Surat Keputusan Pindah Tugas atau dokumen lain yang sejenis, serta memiliki surat keterangan domisili di wilayah Kota Surabaya yang dikeluarkan oleh Kecamatan maksimal setelah 6 (enam) bulan penempatannya di Surabaya.

 

Sedangkan, calon Peserta Didik Kategori Mutasi merupakan calon peserta didik yang berasal dari sekolah di luar Wilayah Kota Surabaya dan merupakan warga Surabaya yang dibuktikan dengan Kartu Keluarga (KK). Calon peserta didik yang berasal dari sekolah di luar Wilayah Kota Surabaya yang orang tuanya dipindahtugaskan karena perintah jabatan di Surabaya meliputi Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), Anggota Kepolisian Republik Indonesia (POLRI), Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Pusat, Karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan dilampirkan Surat Keputusan Pindah Tugas atau dokumen lain yang sejenis, serta memiliki surat keterangan domisili di wilayah Kota Surabaya yang dikeluarkan oleh Kecamatan maksimal setelah 6 (enam) bulan penempatannya di Surabaya.

 

Calon Peserta Didik Kategori Rekomendasi Dalam Kota merupakan calon peserta didik yang berasal dari sekolah di Wilayah Kota Surabaya tetapi bukan warga Surabaya. Pagu yang tersedia adalah 1% dengan pembulatan ke atas baik dari pagu kota maupun pagu sekolah.

 

Calon Peserta Didik Kategori Luar Kota merupakan calon peserta didik yang berasal dari sekolah di luar Wilayah Kota Surabaya dan bukan warga Surabaya. Pagu yang tersedia adalah 1% dengan pembulatan ke atas baik dari pagu kota maupun pagu sekolah.

 

Kartu Keluarga yang diakui sebagai dasar pendaftaran dan penerimaan calon peserta didik adalah Kartu Keluarga yang diterbitkan paling lambat 1 Januari 2012 apabila calon peserta didik tidak menjadi satu dengan orang tua kandung. (Humas Dispendik Surabaya)

Kemarin (01/07) bertempat ruang aula Bung Tomo, Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya lakukan verifikasi data calon peserta didik baru melalui jalur Mitra Warga. Jalur Mitra Warga ini diperuntukkan bagi warga Surabaya yang kurang mampu yang mendapatkan hak pendidikan di sekolah-sekolah negeri Surabaya.

 

Ketua PPDB Surabaya Ir. Yusuf Masruh menerangkan verifikasi ini bertujuan untuk mencocokkan data antara hasil survey yang dilakukan oleh tim dari sekolah ataupun oleh Pemerintah Kota Surbaya dengan sistem database PPDB online Surabaya.

 

Yusuf menambahkan, persyaratan calon peserta didik mitra warga selain harus memenuhi persyaratan umum calon peserta didik, juga harus melampirkan fotocopy Data Keluarga Miskin Pemerintah Kota Surabaya / Surat Keterangan Miskin (SKM) yang masih berlaku dengan menunjukkan aslinya, fotocopy Kartu Keluarga Penduduk Kota Surabaya dengan menunjukkan aslinya, kemudian data dalam poin a dan b selanjutnya akan diverifikasi dengan data yang tercatat dalam database Pemerintah Kota Surabaya dan atau dilakukan verifikasi lapangan oleh pihak sekolah atau Tim Verifikasi Pemerintah Kota Surabaya.

 

“Pengumuman Jalur Mitra Warga telah diumumkan mulai kemarin sore (01/07) melalui website ppdbsurabaya.net”

 

Calon peserta didik baru Mitra Warga dinyatakan dapat diterima sebagai peserta didik baru apabila telah dinyatakan diterima melalui pengumuman di masing-masing sekolah negeri dimana yang bersangkutan mendaftar dan telah disahkan oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya dan telah melakukan daftar ulang sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

 

Yusuf menegasan, pendaftaran dan daftar ulang bagi peserta didik baru jalur khusus mitra warga di sekolah yang dituju tanpa dibebani biaya apapun. (Humas Dispendik Surabaya)

Pengalaman-pengalaman berharga akan lebih bermanfaat jika dituangkan kedalam sebuah bentuk tulisan.   Melalui cerpen (cerita pendek) kumpulan pengalaman-pengalaman tersebut menjadi sebuah karya sastra yang bernilai tinggi.

 

Hal tersebut kemudian menginspirasi Annisa Putri, Diah Ayu Lestari, Ellys Seftian, Hany Ray Prianika, dan Intan Kusuma untuk menuangkan pengalaman mereka kedalam bentuk cerpen. Cerpen yang berjudul “Ginjal Untuk Unas” tersebut merupakan sebuah karya sastra dari para siswa-siswi SMK Satya Widya.

 

Kemarin (01/07) dengan Kepala Sekolah dan Guru pembimbing para siswa SMK Satya Widya tersebut menyerahkan kumpulan Cerpen yang telah dicetak menjadi buku kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya Dr. IKhsan, S. Psi, MM di ruang kerja beliau.

 

Kepala SMK Satya Widya Yusuf M. Pd menjelaskan, karya sastra dalam bentuk cerpen itu merupakan murni ide dari para siswa-siswi, sekaligus sebagai upaya mensukseskan program Tantangan Membaca Surabaya (TMS) 2015 yang kini tengah berlangsung.

 

Menurutnya, impian mendongkrak minat baca masyarakat bukanlah perkara yang mudah, hal tersebut juga tidak hanya bergantung pada program-program pemerintah saja. Dengan mendorong guru untuk cinta menulis dan membaca maka lambat laun budaya kelitarasian akan tertanam dalam diri guru dan siswa.

 

Sementara itu, Kadispendik Ikhsan mengapresiasi hasil karya siswa dalam bentuk buku cerpen tersebut. Ikhsan berujar, bahwa proses mewujudkan gerakan keliterasian di surabaya tidaklah mudah hal tesebut dapat diawali dengan kemauan dan para siswa untuk terus meningkatkan budaya membaca dan menulis sekolah, oleh karena itu dalam mendukung keliterasian tersebut Dispendik menyiapkan program TMS 2015.

 

“Target yang diharapkan sampai akhir Desember yakni siswa Surabaya telah membaca 1.000.000 buku”.

 

Mantan Kepala Bapemas dan KB tersebut menambahkan mekanisme program TMS ini ialah siswa bisa meminjam buku yang dipilihnya untuk dibaca selama TMS 2015 baik di perpustakaan kelas, perpustakaan sekolah,perpustakaan daerah, taman-taman bacaan, atau pun membeli sendiri di toko buku.Siswa bisa membaca buku yang telah dipilihnya di sekolah mau pun di rumah.Siswa melaporkan rencana daftar bacaannya, dan hasil membacanya  pada Tim Penyelenggara TMS  di sekolah masing-masing. Siswa melaporkan kapan ia mulai membaca dan akan melaporkan kapan ia menyelesaikan membaca buku tersebut.

 

Ada pun target yang hendak dicapai oleh program Tantangan Membaca  Surabaya 2015, jumlah sekolah peserta Tantangan Membaca Surabaya 2015 sebanyak 400 (empat ratus) sekolah/madrasah yang terdiri dari, SD/MI sebanyak 200 sekolah ,SMP/MTs sebanyak 125 sekolahSMA/SMK/MA sebanyak 75 sekolah. Jumlah siswa peserta TMS diharapkan mencapai lebih dari 100.000 (seratus ribu) siswa. (Humas Dispendik Surabaya)

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan