Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Latih Siswa Belajar Pemrograman Aplikasi Komputer Lewat Pendidikan Life Skill

     Selama 20-25 Januari 2014, Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia (LP3I) Surabaya mengadakan kegiatan pelatihan pendidikan kecakapan hidup (life skill) kepada para siswa SMA/SMK Surabaya.

     Pelatihan tersebut meliputi tentang pemrograman aplikasi komputer/bisnis online. Kasi Kesiswaan Dikmenjur Dispendik Surabaya M. Aries Hilmi mengungkapkan pada hari pertama pelatihan aplikasi komputer di LP3I ini, diikuti oleh lima SMA negeri/swasta.

     Sekolah yang mengikuti pelatihan pendidikan kecakapan hidup (life skill) bersama LP3I yakni, SMA GIKI 2 SMAN 10, SMA Muhammadiyah 2, SMA Hang Tuah 4 dan SMAN 8.

     Di LP3I, para siswa diajari tentang penggunaan program computer office  yang saat ini banyak dipergunakan dalam dunia kerja. Aries berharap melalui pendidikan kecakapan hidup (life skill) yang diadakan oleh Dispendik bersama para lembaga-lembaga kursus dan pelatihan di Surabaya. Para siswa dapat memperoleh bekal di kemudian hari kelak untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengan bidang dan kemampuan siswa masin-masing. (Humas Dispendik Surabaya)

Lewat Tugas Tambahan, Tingkatkan Kinerja Pengawas

    Upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Surabaya, serta sekaligus mewujudkan Surabaya menjadi barometer pendidikan nasional merupakan tugas bersama semua pihak untuk turut mensukseskan serta memajukan pendidikan di Surabaya pada khususnya.

    Tidak tinggal diam, guna mewujudkan hal tersebut tadi pagi bertempat di aula atas kantor Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya para pengawas pendidikan menengah (Dikmen) serta pengawas TK/SD mengadakan rapat koordinasi guna membahas program-program ke depan dalam memajukan mutu serta kualitas pendidikan di Surabaya.

   Koordinator pengawas Dikmen Drs. Bambang Sugijanto, MBA mengungkapkan melalui tugas tambahan yang akan dilakukan para pengawas ini, merupakan sebuah upaya dari para pengawas untuk bersama-sama memajukan mutu serta kualitas pendidikan Surabaya ke depan.

   Sementara itu, pengawas Dikmen lainnya, Nanik Yohanna menuturkan tugas tambahan para pengawas itu nantinya akan meliputi supervisi pengelolaan administrasi sekolah dan akademis, melakukan evaluasi secara berkala pada kegiatan ekstrakurikuler dan intrakurikuler di sekolah, memantau pelaksanaan program remidi/pengayaan, memantau penanganan dan pelaksanaan  bimbingan konseling, memantau pelaksanaan kegiatan penghijauan (Eco School, Adiwiyata) di sekolah.

   Serta tidak kalah pentingnya yakni, memantau kegiatan konselor sebaya yang bertujuan menghindarkan para siswa dari perilaku negatif yang diakibatkan oleh berbabagi macam pergaulan siswa yang salah arah (traficking, pergaulan bebas, narkoba, dsb).

   Oleh karena itu, saat ini para pengawas tengah menyusun instrumen penilaian kerja yang nantinya menjadi acuan pelaksanaan program tambahan pengawas di sekolah, ungkap Wachid, pengawas dikmen yang turut hadir pada rapat koordinasi antar pengawas tersebut. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information