Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Ultah ke 721, Surabaya Raih Adipura dan Adiwiyata Mandiri

Keberhasilan Surabaya kembali meraih Adipura Kencana kategori kota Metropolitan, ditandai dengan penyerahan penghargaan Piala Adipura Kencana 2014 dan penghargaan Adiwiyata Mandiri 2014 olehPresiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono dan diterima Walikota Surabaya, Tri Rismaharini di Istana Negara, Kamis (5/6).

Penegasan tersebut disampaikan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini ketika acara penyerahan Piala Adipura Kencana 2014 kepada DPRD Surabaya di halaman Taman Surya, Jumat (6/6).

Selain walikota, acara tersebut dihadiri Wakil Walikota Surabaya, Wisnu Sakti Buana, Ketua DPRD Surabaya, Mochamad Machmud dan Wakil Ketua DPRD Surabaya, Armudji, serta jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Surabaya. Termasuk Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkot Surabaya , fasilitator lingkungan, tokoh masyarakat dan para pelajar.

Walikota perempuan pertama dalam sejarah pemerintahan Kota Surabaya ini menjelaskan, penilaian untuk Adipura Kencana yang dilakukan Kementrian Lingkungan Hidup dan Dewan Pertimbangan Adipura sangat menyeluruh. Selain TPA, yang menjadi sorotan penilaian adalah lingkungan perumahan, kantor pemkot/kecamatan, puskesmas,  sekolah, pasar, stasiun, dan juga taman-taman di Surabaya. “Jadi semuanya dinilai, bukan hanya lingkungan yang di jalan-jalan saja,” jelas walikota.

 

Untuk tahun ini, hanya satu sekolah di Surabaya yang berhasil meraihnya, yakni SMK Katolik Mater Amabilis.  Karenanya, walikota berharap, untuk tahun depan, ada lebih banyak lagi sekolah di Surabaya yang bisa meraih Adiwiyata Mandiri. “Sebenarnya di lapangan, sekolah kita tidak jelek. Kita malah lebih bagus dari daerah lain, tapi laporannya yang kurang bagus. Jadi harus belajar lagi, mungkin nanti bisa ke BLH (Badan Lingkungan Hidup) sebelum membuat laporan,” kata walikota.


“Penghargaan ini milik kita bersama, bukan hanya pemkot yang bekerja tapi seluruh warga Surabaya. Dan yang penting, bagaimana warga Surabaya bisa jadi lebih sehat. Yang penting bagaimana kesehatan Surabaya bisa jadi lebih baik. Sehingga warga Surabaya bisa nyaman tinggal di kotanya sendiri,” ungkap Risma.


Sementara Ketua DPRD Surabaya, Mochamad Machmud mengatakan, untuk ajang Adipura Kencana, sudah tidak ada lagi kota di Indonesia yan menjadi lawan sepadan bagi Surabaya. Karenanya, dia menyarankan kepada walikota agar Surabaya mengikuti perlombaan kebersihan kota tingkat internasional. “Saya sampaikan kepada walikota agar Surabaya ikut perlombaan kota terbersih di dunia,” ujarnya.


Wakil DPRD Surabaya, Armudji menambahkan, bila semua elemen warga Surabaya bekerja sama dengan Pemkot Surabaya, dia optimistis Surabaya akan bisa meraih Adipura Utama di tahun depan. “Kalau kita semua bekerja sama, tidak ada yang tidak mungkin. Insya Allah tahun depan kita bisa merebut Adipura Utama,” ujar Armudji. (Humas Dispendik Surabaya)

Jelang PPDB, Dispendik Gelar Konferensi Pers

     Persiapan demi persiapan dalam rangka mensukseskan penyelenggaraan penerimaan peserta didik baru (PPDB) online telah dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya, mulai dari penyusunan aturan, jadwal, hingga kepada sosialisasi-sosialisasi di beberapa kecamatan telah dilakukan. 

     Tadi pagi (05/06), bertempat di gedung aula belakang Dispendik. Dispendik lakukan konferensi pers kepada para awak media baik cetak maupun elektronik. Acara tersebut bertujuan untuk menyebarkan informasi terkini melalui media tentang PPDB online 2014 kepada masyarakat.

     Kepala Dispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM menerangkan bahwa secara garis besar aturan PPDB hampir sama seperti tahun lalu, hanya  sedikit  ada perbedaan. Jika pada tahun lalu peserta bisa mendaftar lebih dari dua sekolah didalam/diluar sub rayon, kini peserta hanya bisa mendaftar maksimal dua sekolah. Satu sekolah didalam/diluar sub rayon wilayah, satu sekolah didalam sub rayon wilayah.

     Tidak hanya itu, waktu pendaftaran PPDB online juga mengalami. Jika tahun lalu pendaftaran dibuka pukul 08.000 dan di hari terakhir ditutup pukul 16.00, kini pendaftaran dimulai pukul 00.00 dan di hari terakhir ditutup  pukul 23.59.

     Agar mempermudah masyarakat dalam memahami aturan-aturan terkait PPDB, Dispendik telah menyiapkan video sketsa yang berisi tentang petunjuk teknis PPDB. "Nantinya video tesebut akan di sebarkan ke sekolah-sekolah guna disosialisasikan kepada masyarakat".

     Sementara itu, terkait tes potensi akademik (TPA) yang menjadi salah satu prasyarat peserta dalam masuk ke sekolah kawasan. Dekan Fakultas Psikologi Unair Seger Handoyo mengungkapkan konsep TPA sama seperti tahun lalu, tapi soalnya akan berbeda dalam tahun ini.

      Seger menambahkan, saat ini soal-soal TPA tengah mulai disusun. Penyusunan soal-soal TPA setidaknya melibatkan 15 dosen dari Fakultas Psikologi Unair.

      Terkait kendala teknis yang muncul pada saat hari terakhir PPDB tahun lalu, pihak ITS selaku mitra pendukung IT Dispendik dalam PPDB online angkat bicara. Menurutnya, salah satu faktor masalah tersebut timbul, yakni banyaknya orang tua yang menggunakan gadget  dalam memantau perkembangan peringkat anaknya. 

       Sehingga para peserta lain yang ingin mendaftar menjadi kesulitan. Ini karena gadget-gadget tersebut memiliki sever sendiri yang kurang bisa terpantau pergerakan traiffick-nya. Untuk mengantisipasi hal tersebut, ITS telah melakukan pembenahan sistem yang kini telah siap digunakan dalam PPDB online nantinya.

       Acara konferensi pers tekait sosialisasi PPDB online 2014 dihadiri juga oleh pihak dari  Ombudsman Jawa Timur, Telkom, Radnet, Fakultas Psikologi Unair, Dewan Pendidikan, dan para awak media. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information