Setelah beberapa waktu lalu sosialisasi kepada para kepala SMP sempat tertunda karena pelaksanaan UNBK tingkat SMP, Hari ini, Selasa (25/05) Dinas Pendidikan Kota Surabaya (Dispendik) lakukan sosialisasi 431 kepala SMP negeri dan swasta. Acara yang berlangsung di gedung wanita juga diikuti oleh Waka Humas dari masing-masing sekolah.

 

Dalam sambutannya, Ketua PPDB Kota Surabaya Ir. Yusuf Masruh mengutarakan, PPDB 2016 terdapat tiga jalur, yakni jalur prestasi, jalur sekolah kawasan, serta jalur umum. Jalur prestasi terbagi menjadi akademis dan non akademis, olahraga, pendaftaran mulai 1 Juni, indikatornya yakni kedekatan rumah, dicarikan yang dekat rumahnya, misalnya juara tinju di daerah rungkut, ya dicarikan di rungkut. Nilai juga harus memenuhi misal di sekolah kawasan akan tetap jadi ketentuan.  Dan tempat latihan seperti rumah rungkut, latihan tinju di benowo maka di carikan wilayah barat, setelah latihan bisa kembali ke sekolah.

 

“Kalau ke rumah kan kejauhan”, pungkas Yusuf.

 

 Untuk pemenuhan pagu, Yusuf menjelaskan pengisian pemenuhan pagu Calon Peserta Didik Jalur Umum dan Jalur Kawasan ditentukan berdasarkan bagi calon peserta yang sudah diterima pada pilihan 1, tidak diikutkan dalam perankingan pemenuhan pagu, sedangkan bagi peserta yang diterima di pilihan 2 akan diranking ulang pada pilihan 1 sesuai dengan pilihan sekolahnya.

 

 Bagi calon peserta yang tidak diterima pada pilihan 1 dan 2 akan diranking ulang untuk pemenuhan pagu pada pilihan 1 dan 2 sesuai dengan pilihannya. Perankingan mengabaikan wilayah (sekolah asal untuk kategori dalam kota & domisili untuk kategori luar kota) sesuai dengan pendaftarannya.

 

 Khusus Jalur Kawasan , Yusuf mengungkapkan jika pemenuhan pagu kurang dari satu rombel maka dipenuhi dari calon peserta didik baru dengan nilai urutan dibawah passing grade berdasarkan ranking pada masing-masing sekolah dan jika pemenuhan pagu lebih atau sama dengan satu rombel maka dipenuhi dari calon peserta didik baru melalui Jalur Umum.

 

 Terkait pemenuhan pagu Calon Peserta Didik melalui Jalur Mitra Warga diambil dari Calon Peserta Didik Baru Mitra Warga dibawah peringkat yang telah ditetapkan berdasarkan peringkat dalam satu sekolah dan wilayah sesuai pilihannya.

 

 Calon Peserta didik yang diterima untuk pemenuhan pagu pada pilihan pertama, dari pilihan kedua yang diterima dan telah melakukan daftar ulang, maka tidak perlu melakukan pendaftaran ulang pada pilihan pertama dan secara langsung terdaftar sebagai Calon Peserta Didik Baru pada pilihan pertama.

 

 Calon Peserta didik yang sudah diterima pada pilihan kedua, berhak untuk menolak/mengikuti proses pemenuhan pagu dengan cara menandatangani surat pernyataan pada saat proses daftar ulang, dan selanjutnya yang menolak tidak akan diikutkan dalam proses perankingan pemenuhan pagu.

 

 

Pada kesempatan ini, Sekretaris Dispendik Drs. Aston Tambunan, menekankan agar semua peraturan didalam juknis untuk dipatuhi, bila ada permasalahan diluar apa yang terdapat di dalam juknis harap melakukan koordinasi dengan Dispendik, tujuannya ialah supaya cepat dicarikan solusi atau jalan keluar. (Humas Dispendik Surabaya)

Sebanyak 25 calon orang tua angkat telah siap menerima kunjungan para delegasi pelajar Busan yang rencananya akan datang pada tanggal 29 Juni mendatang. Rumah mereka  sedianya menjadi tempat tinggal sementara (homestay)  bagi  ke dua belas pelajar asal Busan, Korea Selatan selama kurang lebih satu minggu.

 

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya (Dispendik) Dr. Ikhsan, S. Psi, MM mengutarkan bahwa jalinan kerjasama Pemkot Surabaya dengan pemerintah kota Busan sudah berjalan erat melalui berbagai macam program petukaran kebudayaan, pendidikan, serta peningkatan kualitas pembangunan SDM.

 

“Sejak tiga tahun lalu tidak kurang 800 guru dan kepala sekolah yang telah di berangkatkan ke negeri gingseng tersebut”, tutur Ikhsan dihadapan 25 calon orang tua angkat, tadi siang (25/05).

 

Ikhsan juga menceritakan bahwa dirinya pernah menjadi orang tua asuh dari pelajar Busan tersebut, menurutnya orang korea lebih terbuka dan lebih familiar. Hal tersebut juga dapat dimanfaatkan para orang tua asuh untuk saling bertukar kebudayaan serta hal-hal positif yang dapat menambah wawasan pengetahuan serta jalinan komunikasi yang luas.

 

“Mereka biasanya tidak suka makanan pedas, namun lebih suka nasi goreng”.

 

Senada dengan Ikhsan, Yuni salah satu orang tua siswa yang berasal dari SMU Muhammadiyah 5 mengaku pernah menerima para delegasi pelajar Busan tersebut pada tahun lalu. Dirinya menyarankan kepada para calon orang tua angkat untuk menghindari menyajikan makanan petis serta sambal-sambalan, menurutnya mereka sangat sensitif dalam hal makanan.

 

“Jadi apapun bentuk makanannya tetap mereka kemana-mana mencari nasi goreng”.

 

Sementara itu, Rahma dari Bagian Kerjasama Pemkot Surabaya menuturkan pada tanggal 30 Mei nanti kedua belas pelajar asal Busan tersebut akan diterima Pemkot Surabaya melalui acara wellcom dinner. Selanjutnya, diadakan pertemuan awal dengan para calon orang tua angkat, baru nantinya pada hari Jumatnya (03/06) para pelajar korea tersebut menginap dengan orang tua angkat masing-masing. (Humas Dispendik Surabaya)

Selama dua hari yakni, 23-24 Mei 2016 Dinas Pendidikan Kota Surabaya (Dispendik) melatih ratusan siswa SMP dengan pelatihan jurnalistik. Acara yang berlangsung di lima titik tersebut bertujuan memberikan pembekalan kepada para siswa terkait dasar-dasar jurnalistik agar dapat dikembangkan menjadi sebuah bekal kemampuan di bidang non akademik.

 

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dra. Eko Prasetyoningsih, M. Pd mengemukakan selain melatih siswa mengasah potensi dan bakat mereka di bidang jurnalistik, pelatihan ini bertujuan pula untuk meningkatkan kemampuan membaca serta menulis siswa agar ketika waktu liburan dapat dimanfaatkan untuk mencari sebuah kegiatan yang bermanfaat.

 

“Kami ingin mengembangkan potensi siswa di bidang lainnya, seperti kegiatan jurnalitik ini”.

 

Eko menambahkan pelatihan yang digelar di SMPN 3, SMPN 17, SMP Barunawati, SMPN 21, serta SMPN 26 tersebut melibatkan para jurnalis-jurnalis profesional di bidangnya.

 

“Materi diisi oleh narasumber yang memiliki latar belakang seperti, wartawan, fotografer, desain web sampai penulis buku”.

 

Di SMPN 17, Achmad Syahroni kepala SMPN 17 menuturkan, kegiatan ini memberikan dampak positif dalam pengembangan bakat siswa pada dunia jurnilistik. Menurutnya sekolah-sekolah telah memiliki saluran tersendiri seperti majalah dinding, web sekolah, sampai majalah sekolah.

 

“Kami harap pelatihan-pelatihan semacam ini terus di gelar agar para siswa mendapatkan bekal yang lebih untuk meraih sebuah keberhasilan”.

 

Siona Kristiani Mulya, mengaku senang mendapatkan pelatihan semacam ini, meskipun sampai sore dirinya merasa enjoy dengan materi-materi yang disajikan oleh para narasumber. Siswi kelas VIII SMPN 23 tersebut akan lebih mendalami kemampuannya di bidang jurnalistik untuk meningkatkan lebih banyak meng-explore apa yang terdapat di lingkungan sekolahnya ke masyarakat luas melalui berbagai media.

 

Sementara itu, Oky Yanu Handoko, S.Kom salah seorang pengajar design layout mengatakan bahwa sebuah karya agar nyaman dibaca seorang layouter harus memperhatikan font typography.  Tipografi sendiri ialah teknik memilih dan menata huruf dengan pengaturan penyebarannya pada ruang yang tersedia, untuk menciptakan kesan tertentu, guna kenyamanan membaca semaksimal mungkin.

 

“Untuk membuat sebuah majalah banyak orang yang bekerja di belakangnya, seperti, fotografer, penulis, sampai layouter”, pungkas Oky. (Humas Dispendik Surabaya)

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan