Selama kurang lebih sepekan Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya menggelar pelatihan pengisian Data Pokok Kependidikan (Dapodik) dan Profil PAUD. Acara yang berlangsung di ruang Ki Hadjar dan Bung Tomo diikuti oleh para operator lembaga, Rabu (24/08).

 

Kasi TK dan PAUD Hari Joko Susilo mengemukakan pengisian Aplikasi Manajemen Dapodik PAUD adalah salah satu dari paket Aplikasi Data Pokok Pendidikan PAUD-Dikmas.

 

 Aplikasi ini berfungsi sebagai pelayanan informasi bagi setiap stakeholder PAUD yang bermanfaat untuk para pimpinan, dinas pendidikan, dan lembaga dalam menganalisis berbagai bentuk rekapitulasi mengenai Satuan Pendidikan, Sarana Prasarana, Peserta Didik, Guru dan Tenaga Kependidikan secara nasional dan berjenjang sampai level satuan pendidikan.

 

“Selain Dapodik PAUD lembaga juga sekalin mengisi profil PAUD yang telah disediakan Dispendik”.

 

Laila Rufida, salah seorang instruktur pengisian Dapodik PAUD menjelaskan ada beberapa target awal yang diharapkan selama pelatihan ini, pertama mereka hrus terlebih dahulu melakukan registrasi selanjutnya barulah login, setelah login data-data diisi baik dapodik maupun profil PAUD.

 

“Mulai tahun ini, NISN akan diberikan pada jenjang TK bukan SD lagi”.

 

Laila menambahan ada beberapa tahapan setelah mengisi data, pertama harus mengetahui status data lembaga telah diterima atau harus melengkapi pengisian kembali kemudian barulah melakukan sinkronisasi.

 

“Jika status masih berwarna merah berarti ada data yang kurang, jika biru berarti sudah lengkap”.

 

Dapodik PAUD berfungsi   untuk perhitungan BOP PAUD, tunjangan profesi guru PAUD, dan pemberian NISN untuk TK-A dan TK-B. (Humas Dispendik Surabaya)

Guna menjaring para atlit berprestasi terutama pada cabang olahraga sepak takraw, Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) menggelar seleksi pertandingan sepak takraw jenjang SD dan SMP se-Surabaya.

 

Acara yang berlangsung di gedung olahraga Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, pagi tadi Selasa (23/08) diikuti oleh perwakilan setiap kecamatan yang telah lolos seleksi sebelumnya.

 

Sekretaris Dispendik Drs. Aston Tambunan, M. Si ketika membuka kegiatan ini berpesan agar para siswa dapat bermain secara sportif dan menjunjung tinggi kejujuran, selain itu mantan Sekretaris Inspektorat Kota Surabaya tersebut juga mengungkapkan bahwa melalui seleksi ini mampu melahirkan bibit-bibit atlit sepak takraw  berprestasi baik di tingkat provinsi ataupun tingkat nasional nantinya.

 

“Ini merupakan wadah untuk para siswa dalam mengukir prestasi, jadi manfaatkan dengan sebaik mungkin”.

 

Kasi Kesenian dan Olahraga Damaris Padmiasaih berujar bahwa para siswa yang mengikuti seleksi sepak takraw tigkat kota ini merupakan siswa-siswa pilihan dari 31 kecamatan yang tersebar di Surabaya.

 

“Tim yang lolos seleksi akan diikutkan pada kejuaraan selanjutnya mewakili Surabaya”.

 

Sementara itu, koordinator sepak takraw Edy Santoso menyampaikan pembibitan potensi siswa di bidang takraw harus dilakukan sejak dini, pertama untuk melatih skill dan mental sejak awal dan memiliki kompetensi yang baik di bidangnya.

 

Teknik dasar bermain sepak takraw, diantaranya  sepak sila. Sepak sila adalah menyepak bola dengan menggunakan kaki bagian dalam gunanya untuk menerima dan menimang bola, mengumpan dan menyelamatkan serangan lawan. Selanjutnya ada Sepak Kuda (Sepak Kura). Sepak kuda atau sepak kura adalah sepakan dengan menggunakan kura kaki atau dengan punggung kaki. Digunakan untuk menyelamatkan bola dari serangan lawan, memainkan bola dengan usaha menyelamatkan bola dan mengambil bola yang rendah serta sepak cungkil.

 

Sepak cungkil adalah menyepak bola dengan menggunakan kaki (jari kaki). Digunakan untuk mengambil bola yang jauh, rendah dan bola-bola yang liar pantulan dari bloking dan beberapa teknik bermain takraw lainnya. (Humas Dispendik Surabaya)

Keberhasilan Surabaya dalam mengembangkan budaya literasi serta meningkatkan mutu dan kualitas Satuan PAUD Sejenis (SPS) menjadi daya tarik bagi daerah lain melakuan sebuah kajian dalam bentuk study banding.

 

Tadi pagi (22/08) sebanyak 22 orang para pengurus PAUD dan GOPTKI Kab. Serdang Bedagai mengunjungi kantor Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya. Rombongan yang dipimpin oleh Kadispendik Serdang Bedagai  Drs. Joni Walker Manik dan Istri Bupati Serdang Bedagai yang juga Bunda PAUD Hj. Marliah Soekirman diterima Kadispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM dan Ketua DWP Kota Surabaya Iis Hendro Gunawan di ruang Kartini.

 

Joni Walker menuturkan bahwa kunjungannya ke Surabaya ialah tidak lain untuk belajar mengenai dua hal yakni pengembengan budaya literasi dan peningkatan pendidikan PAUD.

 

Menurutnya saat ini di Kab. Serdang Bedaga tengah mengembangkan budaya baca hening, selain itu juga telah menerapkan 15 menit membaca sebelum masuk jam pelajaran.

 

“Kami berharap banyak menimba pengetahuan yang telah terlebih dahulu menerapkan budaya literasi”.

 

Pada kesempatan ini, Kadispendik Ikhsan mengutarakan bahwa budaya literasi diawali dengan menulis cerpen. Ketika libur sekolah anak-anak menuliskan pengalamannya bersama keluarga kemudian tulisan tersebut dilombakan anatar sekolah, 30 cerpen terbaik kemudian dicetak dan dibagikan ke sekolah-sekolah.

 

“Dari menulis cerpen kemudian dikembangkan menjadi Tantangan Membaca Surabaya yang sampai akhir Desember 2015 siswa Surabaya telah membaca 1.579.333 judul buku”.

 

Sementara itu, Iis Hendro Gunawan menyampaikan bahwa keberhasilan kemajuan pendidikan PAUD di butuhkan adanya semangat dan kerja bersama, sehingga saat ini angka partisipasinya diatas 100 persen.

 

“Kuncinya yakni bekerja ikhlas, bekerja cerdas, dan saling mendukung”.

 

Hendro menambahkan guna meningkatkan kualitas SDM, para bunda dibekali pelatihan secara berjenjang mulai dari pelatihan tingkat dasar yang dilakukan selama 5 hari, menengah 8 hari, dan nantinya pelatihan tingkat mahir selama 12 hari. (Humas Dispendik Surabaya)

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan