Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Dispendik Gelar Pelatihan Manajemen Implementasi Kurikulum 2013

     Selama dua hari yakni 13-14 Oktober 2014, Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya selenggarakan pelatihan manajemen implementasi kurikulum 2013 kepada para kepala SD baik negeri dan swasta se- Surabaya.

      Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dra. Eko Prasetyoningsih, M. Pd menerangkan pelatihan ini bertujuan untuk melatih keterampilan dan kemampuan kepala sekolah dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 di lapangan. Eko menambahkan, bahwa pelaksanan pelatihan manajemen tersebut berlangsung di lima wilayah yang berbeda.

      Surabaya pusat pelatihan dipusatkan pada SDN Pakis V, surabaya utara berlangsung di SMP Barunawati,  surabaya selatan kegiatan tersebut berlansgsung UPTD BPS Surabaya I, surabaya timur di SD Vita, dan untuk wilayah surabaya barat beralangsung di SMPN 28.

      Dalam pelatihan manjemen ini para kepala sekolah saling berbagi pengetahuan tentang berbagai bentuk kegiatan pembelajaran sekaligus penerapan kurikulum 2013. Seperti halnya yang disampaikan Riwuk Kepala SDN Dukuh Menanggal III yang menyampaikan materi tentang supervisi pembelajaran.

       Menurutnya, ada tiga tahap yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam melakukan supervisi pembelajaran, tahap pertemuan awal, tahap pengamatan dan tahap pertemuan balikan.

       Tahap pertemuan awal meliputi analisis rencana pembelajaran serta menetapkan aspek-aspek yang akan diamati dalam pembelajaran. Tahap pengamatan yakni, mencatat secara obyektif dan selektif peristiwa selama pembalajaran. Dan untuk tahap pertemuan balikan, kegiatan yang dilakukan yakni menganalisis hasil observasi bersama guru, menginterpretasi hasil analisis, serta menetapkan aspek-aspek yang harus dilakukan untuk membantu meningkatkan perilaku pembelajaran selanjutnya. (Humas Dispendik Surabaya)

Siswa SMPN 1 Juarai Robotika Nasional

prestasi nasional. Dua tim dari SMP Negeri 1 berhasil membawa pulang dua piala dari ajang Kontes Robotika Nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) di Jakarta, Sabtu (11/10).


Dua tim Spensabaya III adalah siswa dari kelas VIII SMP Negeri 1 Surabaya yakni Bagus Adji Dwi Hendrarto, Al-Husain Azhar dan Ara’af Ario meraih juara 2. Sedangkan Gading Indrayana, Achmad Rafil dan Rizvi Ramadhika yang tergabung dalam Emerald Team juga meraih posisi Juara Harapan I.


Dalam kompetisi tersebut, seluruh kontestan yang semuanya berstatus pelajar sekolah menengah pertama diharuskan menciptakan robot line tracer. Artinya, jenis robot yang dimaksud bergerak mengikuti jalur lintasan. Sedangkan tema lomba yaitu agrikultur. Area diluar garis lintasan diumpamakan hamparan sawah, sementara jalur lintasan adalah pematang sawahnya. Penilaian juri didasarkan pada perolehan poin, waktu dan presentasi. Akumulasi ketiga kriteria itulah yang menentukan pemenang Kontes Robotika Nasional tahun ini.


Kendati sukses menyabet Juara II, namun seluruh anggota tim Spensabaya III sepakat keberhasilan tersebut bukanlah sesuatu yang mudah. Azhar menambahkan, tim-nya harus menjalani persiapan jauh-jauh hari sebelumnya. Intensitas kegiatan makin meningkat pada dua hingga tiga minggu sebelum lomba.


Sementara itu, pelatih Ekstrakulikuler Robotika SMP Negeri 1, M. Syaiful Azis mengatakan, ketentuan kompetisi yang diikuti kali ini agak berbeda dari sebelum-sebelumnya. Biasanya, siswa hanya diminta mempertontonkan kinerja hasil karya robotnya saja. Namun, dalam Kontes Robotika Nasional Kemenristek ini, para peserta juga diharuskan melakukan presentasi di hadapan para dosen dan pakar dari Institut Pertanian Bogor (IPB).


Tak hanya itu, hasil karya juga harus sepenuhnya buatan tangan (handmade). Komponen dibeli secara terpisah kemudian dirakit dan diprogram sendiri. Setelah jadi, robot dibawa ke venue lomba di Jakarta. Tantangan tidak berhenti sampai di situ. Semua peserta datang ke lokasi lomba masih dalam kondisi tidak tahu bentuk lintasan karena memang masih dirahasiakan. Panitia baru memberitahukan bentuk lintasan beberapa saat jelang lomba. 


Meski terdengar cukup sulit, namun Azis sedari awal yakin anak didiknya mampu mengatasi setiap tantangan. Pasalnya, selama masa persiapan dirinya selalu menekankan pentingnya faktor percaya diri dan memahami kualitas lawan. Sebelum berangkat, Azis berserta tim didikannya berlatih simulasi seolah mengikuti lomba sebenarnya untuk membiasakan diri. 


Kepala SMP Negeri 1 Surabaya, Titik Sudarti menuturkan, ekskul robotika sudah lebih kurang 5 tahun digeluti para pelajar di sekolahnya. Antusiasme siswa pun tergolong cukup tinggi. Setidaknya ada 100-an pelajar yang rutin mengikuti kegiatan ini setiap Sabtu pagi. Untuk mengarahkan potensi di bidang robotika, sekolah menugaskan seorang pelatih dengan didampingi empat asisten dalam setiap pertemuan.

Kepsek kelahiran Magelang ini menilai, ekskul robotika sangat cocok untuk memupuk jiwa kompetitif dan kreasi inovatif. Apalagi, dalam hitungan bulan, Indonesia bakal memasuki era perdagangan bebas Asia Tenggara (AFTA). Untuk itu, generasi muda harus siap berkompetisi melalui karya-karyanya.


Selanjutnya, Titik mengungkapkan, pihaknya membidik kompetisi robot di Johor Bahru, Malaysia pada 24-26 Desember mendatang. Ia berharap dukungan untuk tim yang akan berpartisipasi agar dapat mengharumkan nama Surabaya di ajang Internasional. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information