Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Perwosi Surabaya Gelar Pertandingan Voli Antar Kecamatan

Dalam rangka memperingati HUT Kota Surabaya ke-722, Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Surabaya gelar pertandingan bola voli antar ranting kecamatan. Pembukaan lomba bola voli dibuka secara resmi oleh Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Jatim , Dra. Hj. Ummu Fatma Saifullah Yusuf.


Dalam sambutannya, Fatma memberi apresiasi kepada Perwosi Surabayakarena Perwosi Surabaya memiliki keinginan yang kuat dan bergerak cepat untuk memajukan olahraga wanita, khususnya di Kota Surabaya.


“Saya salut dengan Perwosi Surabaya, terutama ketuanya, Ibu Khusnul Ismiati Hendro Gunawan yang baru dilantik akhir tahun 2014 kemarin. Semangatnya untuk memajukan olahraga wanita sungguh luar biasa, baru dilantik tapi sudah langsung menyelenggarakan pertandingan voli antar kecamatan. Ibaratnya, rohnya Perwosi sudah masuk kepada beliau”.


Demikian yang disampaikan Fatma Saifullah saat membuka Pertandingan Bola Voli Antar Ranting Kecamatan Perwosi se-Kota Surabaya dalam rangka menyambut HUT Sby ke-722 di halaman Kantor Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Jl. Jagir Surabaya, Rabu (08/04).


Fatma Saifullah mengatakan, Perwosi Surabaya telah membuat permulaan yang baik dengan menyelenggarakan pertandingan bola voli antar kecamatan. “Ini awal yang bagus, Perwosi Surabaya peduli dan cerdas membaca keinginan para atlet dan pecinta bola voli. Saya harap semangat menggelorakan olahraga wanita ini terus berlanjut di event lain” katanya.


Menurutnya, Surabaya adalah gudangnya atlet. Hal ini dibuktikan dengan prestasi-prestasi di bidang olahraga yang telah diukir para atlet asal Surabaya. Fatma Saifullah mencontohkan, pada 2013 yang lalu, Perwosi Jatim menyelenggarakan pertandingan bola voli putri usia 11-15 tahun se-Jatim yang dimenangkan oleh Kota Surabaya.


“Pada 2014 kami juga menyelenggarakan pertandingan tenis meja putri usia 35 tahun keatas yang juga dimenangkan oleh Kota Surabaya. Kedepan, saya harap Perwosi Surabaya juga mengadakan kegiatan olahraga lainnya, seperti tenis, bulutangkis, dan lainnya. Dengan begitu, akan muncul bibit-bibit potensial atlet masa depan Indonesia dari Surabaya” pesannya.


Selain itu, Fatma Saifullah juga memuji Perwosi Surabaya karena telah menggunakan jasa wasit-wasit putri lulusan pelatihan wasit tingkat provinsi yang diadakan Pengprov Perwosi Jatim.


“Kami berterima kasih karena Perwosi Surabaya menggunakan jasa mereka, jadi mereka ilmunya bisa diterapkan dan diimplementasikan. Semakin sering mereka ditampilkan, mereka akan makin percaya diri, terampil dan bukan tidak mungkin kedepan bisa menjadi wasit putri di ajang olahrgaa putri di tingkat nasional” katanya.


Kepada para peserta, Fatma Saifullah berpesan bahwa tujuan pertandingan ini bukan hanya sebagai ajang kompetisi untuk mencari juara, tetapi lebih dari itu, untuk mengedepankan persahabatan dan menjalin tali silaturahmi antara pengurus ranting Perwosi di tingkat kecamatan.


“Jadi ini sebagai ajang silaturahmi sekaligus mengasah bakat bermain voli. Selamat bertanding secara sehat, jujur, dan sportif. Sekali lagi, saya senang dengan semangat Perwosi Surabaya. Semoga Perwosi Surabaya bisa terus bersinergi dengan Perwosi Jatim untuk memajukan olahraga wanita” pungkasnya.


Ketua Perwosi Surabaya, Ibu Khusnul Ismiati Hendro Gunawan, SH. mengatakan, kegiatan  ini sebagai penyemangat bagi wanita Surabaya untuk membangkitkan Perwosi Surabaya. “Kami akan membangkitkan semangat olahraga wanita di Surabaya, kami optimis Perwosi Surabaya makin jaya” ujarnya.


Pertandingan bola voli tersebut diikuti sebanyak 200 peserta dari 19 kecamatan se-Kota Surabaya. Hadir pada kesempatan itu,  Sekda Kota surabaya, Hendro gunawan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Dr. Ikhsan, S,Psi MM, serta Kadispora Surabaya, Afgani. (Humas Dispendik Surabaya)

Guru Ngaji dan Sekolah Minggu Dapatkan Kenaikan Transport

Hari ini (07/04) bertempat di gedung Convention Hall, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pendidikan menaikkan tunjangan transport kepada 12.000 guru ngaji dan guru sekolah minggu se-Surabaya. Jika tahun lalu para guru mendapatkan tunjangan sebesar Rp. 100.000,- perbulan, maka tahun 2015 ini mendapatkan Rp. 250.000,- perbulan.


Kepala Dispendik Surabaya Dr. Ikhsan menyampaikan bahwa mulai tahun 2011 Pemkot Surabaya telah memberikan tunjangan transport kepada guru ngaji dan guru sekolah minggu. Ikhsan merinci, di Surabaya terdapat 10.877 guru ngaji, 713 guru sekolah minggu agama Kristen, 319 guru sekolah minggu agama Khatolik, dan 73 guru sekolah minggu agama Hindu.


“Jadi total ada sekitar 12.000 guru yang mendapatkan kenaikan tunjangan transport, pemkot sendiri mengalokasikan annggaran sebesar 36 Milyar untuk hal tersebut”.


Nantinya pembayaran akan dilakukan secara transfer melalui rekening dengan melengkapi persyaratan yakni, TPQ dan Kelas Minggu yang sudah mempunyai Nomor Induk /Registrasi dari Departemen Agama Kota Surabaya (Depag) TPQ dan kelas minggu telah melakukan registrasi ulang ke Depag jumlah peserta didik setiap lembaga minimal 10 anak, setiap guru minimal mengajar 10 anak didiksetiap guru hanya berhak mendapatkan bantuan transpot dari 1 lembaga, dan setiap guru wajib melampirkan fotocopy KSK sebanyak 1 lembar.


Sedangkan mekanisme pendataan dan pencairan meliputi, lembaga TPQ dan sekolah minggu melakukan registrasi (Lembaga, Pendidik, dan Murid) ke Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya, kantor kementerian Agama memverifikasi data usulan pendidik dari lembaga TPQ dan sekolah minggu, kantor Kementerian Agama mengusulkan data penerima transport yang sudah terverifikasi ke Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Dispendik mengajukan SPM (Surat Perintah membayar) ke Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan (DPPK) Kota Surabaya berdasarkan data pendidik yang telah diverifikasi Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya baru DPPK menerbitkan SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana) yang selanjutnya melalui bank Jatim mentransfer ke rekening masing-masing lembaga.


Diila salah seorang pengajar dari TPQ Al-Mustajabah tidak menyangka adanya kenaikan tunjangan transport kepada guru ngaji. Ia sangat bersyukur terhadap perhatian pemkot Surabaya yang telah beruapaya meningkatkan kesejahteraan para guru ngaji dan guru sekolah minggu.


Sementara itu, Safii pengajar dari TPQ Al Huda mengungkapkan selama ini dalam memberikan pendidikan agama  terutama untuk belajar ngaji pihaknya tidak pernah memaksa kepada siswa untuk membayar infaq, oleh karena itu dengan adanya kenaikan ini diharapkan lebih dapat meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan agama.


Kepala Kemenag Kota Surabaya Drs. Saefullah Ansari, mengimbau kepada para guru agar dengan adanya kenaikan tunjangan transport dapat meningkatkan pelayanan kepada anak didik dalam belajar tentang pendidikan agama, dengan demikan diharapkan kualitas pembelajaran semakin meningkat.


Acara ditutup dengan tausyiah agama yang disampaikan langsung oleh Kra. Omda Sidi Miftahul Luthfi Muhammad Al-Mutawakkil (Gus Luthfi, Red). Dalam tausyiahnya Gus Luthfi berpesan agar para guru harus lebih banyak mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT sehingga dapat melahirkan para calon-calon pemimpin bangsa yang memiliki berakhlak mulia. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information