Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

SuroHope, Wujudkan Mimpi Jadi Cita-Cita

     Mimpi adalah kunci untuk menaklukkan dunia. Semua hal besar pasti berawal dari sebuah mimpi. Sadar akan hal demikian, Organisasi Pelajar Surabaya (Orpes) bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya selenggarakan "SuroHope", Minggu (07/12) di Taman Jayengrono.

      Ketua panitia kegiatan SuroHope Thussy Apriliyandari, SE menerangkan lewat kegiatan ini, siswa surabaya terutama ketua OSIS dan pengurus OSIS diajak untuk menyuarakan dan membanggakan mimpinya untuk meriah cita-cita serta memberi motivasi untuk bersama meraihnya.

      Sehingga nantinya bisa menjadi kebangggaan kota Surabaya, bahkan bagi Indonesia, sekaligus menjadikan Surabaya sebagai tempat sekolah ramah anak yang dimana mimpi-mimpi besar berawal dari kegiatan ini. SuroHope. merupakan pageleran talenta seni dan kreatifitas pelajar surabaya.

       Thussy menambahkan salah tujuan diadakan kegiatan ini ialah membuka ruang partisipasi pelajar dalam mewujudkan visi Surabaya sebagai Barometer Pendidikan Nasional, meningkatkan rasa percaya diri siswa,  implementasi pendidikan karakter melalui media seni, mengasah bakat dan kreatifitas siswa, serta memotivasi para siswa untuk tidak takut bermimpi dalam meraih cita-cita.

       Berbagai penampilan yang atraktif serta menarik turut mewarnai kegiatan SuroHope di Taman Jayengrono. Mulai dari pertunjukkan tari-tarian yang diabawakan oleh para siswa SMKN 12, seni barongsai dari SMA Sasana Bhakti, hingga operet Mario Bross dari SMPN 1 menyemarakkan suasana SuroHope 2014.

        Kepala Dispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM mengungkapkan kegiatan  SuroHope merupakan sebuah wadah dalam mengembagkan bakat dan potensi siswa di bidang non akademik. Para siswa dapat leluasa mengembangkan segala kreatifitasnya di bidang seni melalui kegiatan ini.

        Potensi serta bakat siswa bilamana di asah secara terus-menerus akan menghasilkan prestasi yang luar biasa. Modal meriah sebuah cita-cita berawal dari sebuah mimpi, untuk itu para siswa dapat mengembangkan segala mimpinya dalam meraih cita-cita kelak. (Humas Dispendik Surabaya)

Apresiasi Siswa Inklusif, Dispendik Gelar Pagelaran Seni

     Sabtu (06/12), ratusan siswa inklusif dari berbagai sekolah merayakan peringatan Hari Disabilitas Internasional yang berlangsung di Taman Flora. Acara tersebut dikemas dengan berbagai lomba dan pertunjukkan seni dari para anak berkebutuhan khusus (ABK).

      Mereka patut berbangga, karena beberapa hari yang lalu kota Surabaya berhasil meraih  Inklusi Awards 2014. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh  Walikota Surabaya Tri Rismaharini dalam Hari Disabilitas Internasional yang berlangsung di Temanggung, Rabu (03/12).

      Tidak hanya itu, perjuangan para guru inklusif yang penuh kasih menuai apresiasi dari Walikota perempuan pertama di Surabaya tersebut. Menurut Risma -panggilan akrab Tri Rismaharini- akan menaikkan insentif guru-guru pendamping khusus (GPK) di sekolah inklusi. Mereka dinilai berjasa.

      Dengan cara berbeda, guru-guru inklusi berusaha mencerdaskan para ABK. Mereka juga rela menularkan pengetahuan kepada wali murid ketika menghadapi ABK. "Saya upayakan untuk menaikkan intensif guru inklusi", tuturnya.

       Risma juga akan memenuhi kebutuhan pendidikan inklusi di surabaya. Mulai dari penyediaan sarana dan prasarana kegiatan pembelajaran yang bermutu sampai pada layanan pendidikan inklusi yang berkualitas.

        Sementara itu, Kepala Dinas Pendididikan Kota (Dispendik) Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM  mengungkapkan banyak hal yang nantinya akan kita kembangkan melalui pendidikan inklusi ini, kedepannya seluruh sekolah di Surabaya dapat memberikan layanan pendidikan inklusi.

      Saat ini Dispendik tengah menyiapkan program belajar keahlian khusus bagi para siswa ABK pada jenjang SMK. Melalui program keahlian khusus ini, para siswa dapat praktek langsung dilapangan.

      "Kedepannya nanti tidak menutup kemungkinan, program keahlian khusus ini  dapat dikembangkan pada jenjang SMP, sehingga mereka mempunyai bekal untuk masa depan kelak".

       Disisi lain, Kabid. Pendidikan Dasar Dra. Eko Prasetyoningsih mengungkapkan Dispendik sangat berterina kasih kepada pada guru dan sekolah inklusi. Berkat kerja keras mereka Surabaya berhasil meraih Inclusive Education Awards 2014. "Pemkot memberikan perhatian serius akan prestasi dan perkembangan ABK di Surabaya", tandasnya. (Humas Dispendik Surabaya)

        

Additional information