Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

547 Tenaga Keamanan Dispendik Dapatkan Kesejahteraan

     Suasana sore hari kemarin (15/01) kantor Dinas Pendidikan Kota Surabaya (Dispendik) tampak penuh dipadati para tenaga kontrak petugas keamanan yang bertugas di SD, SMA, dan SMK negeri Surabaya. Kedatangan mereka untuk menerima SK perpanjangan kontrak dan pembinaan dari Dispendik. Sebanyak 547 petugas keamanan memenuhi aula atas dan aula bawah kantor Dispendik.

     Sekretaris Dispendik Drs. Aston Tambunan M. Si menyampaikan bahwa Dispendik akan melakukan perpanjangan kontrak para tenaga keamanan tersebut. Tidak hanya itu, Pemerintah Kota (pemkot) Surabaya juga  menaikkan gaji teanaga keamanan tersebut sesuai dengan UMK 2015 yakni, 2,7 juta.

     "Kesejahteraan tenaga keamanan sekolah merupakan salah satu bagian peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di Surabaya".

       Sementara itu, Arif Handoko staf Dispendik menyampaikan para tenaga keamanan  nantinya akan mendapatkan BPJS. Bagi yang telah memiliki dapat melaporkan langsung ke Dispendik untuk dilkukan pendataan yang kemudian  biaya iuran ditanggung oleh Pemkot Surabaya.

     Hafidz, tenaga keamanan dari SDN Bubutan merasa bersyukur dengan adanya kenaikan gaji tahun ini. Jika pada tahun lalu gaji yang ia terima sebesar Rp 2,2 juta perbulan maka tahun ini mendapat Rp 2,7 juta.

    "Usaha kami tidak sia-sia, bersama guru dan kepala sekolah bekerja keras meningkatkan kualitas pendidikan di Surabaya sebagai barometer pendidikan nasional". (Humas Dispendik Surabaya)

Kaji Kota Layak Anak, 34 Guru SMA dan SMK Deli Serdang Kunjungi Dispendik

     Sebagai kota layak, Surabaya tentunya memiliki inovasi dalam pengembangan program pendidikan guna meningkatkan mutu dan kualitasnya. Hal tersebut ternyata menjadi daya tarik tersendiri bagi para guru-guru SMA dan SMK Kabupeten Deli Serdang, Sumut untuk mengkaji lebih dalam program-program kota layak anak di bidang pendidikan.

     Kemarin (15/01), sebanyak 34 guru SMA dan SMK se-Kabupaten Deli Serdang mengunjungi Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Dispendik Drs. Aston Tambunan, M. Si didampingi Kepala SMAN 1 Johanes Mardijono, Kepala SMAN 7 Drs. R.A Djunaidi, Kepala SMKN 5 Hj. Tatik Kustini dan Kepala SMAN 16 Drs. Hari Sutanto.

    Pada kesempatan ini Aston mengungkapkan, selain pengembangan program kota layak anak Dispendik juga telah melahirkan berbagai inovasi program pendidikan. Tercatat ada sepuluh inovasi program yang menghantarkan Surabaya mewujudkan barometer nasional. 

    Kesepuluh program tersebut yakni  profil sekolah, Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Sekolah (SIPKS), seleksi kepala sekolah, jurnal online, surabaya belajar, multimedia pembelajaran, rapor online, try out online, PPDB online, media centre, dan klinik kurikulum 2013.

    Sekretaris Dinas Pendidian Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kab. Deli Serdang Drs. H. Idris, M. Pd menjelaskan kedatangannya bersama para guru-guru dan staf Dikpora ingin melihat langsung penerapan program kota layak anak di surabaya. Selain itu, pihanya juga ingin mendalami berbagai keberhasilan inovasi program pendidikan yang telah dikembangkan Surabaya.

    Kepala Dispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM yang hadir disela-sela pemaparan program pendidikan menjelaskan sebagai kota layak anak Surabaya telah menjadika sekolah tersebut sebagai sekolah ramah anak. Menurutnya, sekolah ramah tercipta dari program perubahan paradigma pendidikan yang dimana sekolah tidak hanya mengembangan potensi akademik saja namun non akademik juga menjadi bagian terpenting dalam meningatkan mutu dan kualitas siswa-siswa surabaya.

     "Sekolahnya manusia, diajar oleh gurunya manusia dan di kepalai oleh kepala sekolah manusia juga", ungkapnya.

    Sementara itu, Djunaedi Kepsek SMAN 7 menyampaikan bahwa pendidikan gratis di surabaya sampai 12 tahun. Hal tersebut tidak lepas adanya dukungan dari pemkot Surabaya melalui bantuan BOPDA serta pemenuhan  sarana dan prasarana pendidikan yang memadai. 

     Acara diakhiri dengan kunjungan para guru-guru SMA dan SMK Deli Serdang ke SMAN 16, SMAN 7, SMKN 5, dan SMAN 1 guna melihat langsung implementasi program-program pendidikan di Surabaya. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information