Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Sambut Konselor Sebaya, Lakukan Pemantapan Dengan Berbagai Pihak

     Upaya penanganan permasalahan anak di kota Surabaya terus dilakukan dari tahun ke tahun oleh Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya melalui konselor sebaya.

     Konselor sebaya merupakan program Dispendik dalam upaya meminimalisir permasalahan pada remaja (pelajar) di kota Surabaya, dengan cara melatih 15.000 siswa menjadi konselor atau teman curhat yang baik untuk teman sebayanya.

     Kepala Dispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM mengungkapkan pada tahun ini siswa-siswa yang telah dilatih menjadi konselor sebaya, akan dibekali pendalaman materi dan dijadikan ekstrakurikuler di seluruh sekolah surabaya, hal tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi dengan stakeholder  terkait, sore (15/08).

      Kasi Pendidikan Masyarakat Thussy Apriliyandari, SE menerangkan kegiatan konselor sebaya tahun ini akan diikuti oleh 6.530 siswa kelas 8 dan 9 serta 11 dan 12 dan nantinya akan dilaksanakan secara serentak di surabaya pada September mendatang. "Tidak hanya para siswa, guru BK pun akan mendapatkan pelatihan yang sama".

     Sementara itu, rencananya materi konselor sebaya akan diisi dengan modul-modul ektrakurikuler konsleor sebaya. "Setidaknya ada 10 modul yang telah kami siapkan", ungkap Thussy. (Humas Dispendik Surabaya)

Jelang Akreditasi Sekolah, Dispendik Lakukan Pembinaan

      Menyambut akreditasi sekolah yang akan berlangsung beberapa pekan ke depan. Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya lakukan pembinaan kepada sekolah, khususnya jenjang SD.

      Tadi pagi (15/08), pembinaan tersebut dilaksanakan. Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dra. Eko Prasetyoningsih, M. Pd menuturkan bertujuan mempersiapkan sekolah dalam menyambut akreditasi oleh Badan Akreditasi Provinsi - Sekolah/ Madrasah (BAP-S/M).

      Menurutnya persiapan tersebut meliputi pembentukan tim pengembang sekolah/madarah yang kemudian bertugas meyiapkan dokumen/bukti-bukti fisik yang dimiliki sekolah sesuai instrumen akreditasi serta mengkoordinasikan hasil kerja di bidang masing-masing sesuai dengan tuntutan SNP.

      Eko melanjutkan, tim pengembang selanjutnya menyusun rencana kerja/kegiatan akreditasi. Tim pengembang tersebut terdiri dari unsur penyelenggara pendidikan, unsur kepala sekolah, unsur pendidik dan tenaga kependidikan serta pengurus komite sekolah.

      Pembinaan akreditasi dilakukan oleh Drs. Soeparno, MM yang juga selaku BAP-S/M. Menurutnya hasil akreditasi ini nantinya akan dijadikan sebagai dasar kebijakan dalam penyelenggaraan unas, penandatangan ijazah, mutasi siwa, sekolah, pertimbangan penerimaan mahasiswa baru, pertimbangan pemberian bantuan pendidikan, serta pertimbangan dalam pemberian beasiswa. "Semua mengacu kepada 8 SNP yang telah ditetapkan.

      Sementara itu, Dr. Ruddy Winarko, MBA, salah seorang akademisi menambahkan akreditasi merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan mutu dan layanan pendidikan di sekolah. Melalui akreditasi ini, sekolah diharapkan dapat menuju kepada pencapaian mutu 8 SNP atau melampauinya. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information