Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Lewat Mural, Arahkan Anak Jauhi Narkoba

Pengembangan bakat dan potensi pada diri anak melalui beragam kegiatan yang didasari oleh peningkatan kreativitas dapat menghasilkan sesuatu yang baru, sekaligus merupakan sebuah uapaya dalam mengarahkan anak dari hal-hal yang bersifat negatif seperti, penyalahgunaan narkoba serta tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan norma-norma agama, kemanusiaan, serta masyarakat.


Dalam rangka mencegah penyalahgunaan narkoba yang semakin marak di kalangan pelajar. SMP PGRI 6 (Spegrinam) Surabaya mengajak para siwanya melalui untuk mengembangkan bakat dan kreativitas beliau dalam melukis.


Kepala Spegrinam Banu Atmoko, menuturkan bahwa seni lukis yang dikembangkannya yaitu jenis seni lukis mural,  dimana para siswa dapat memanfaatkan salah satu sudut dinding sekolah digunakan untuk menggambar.


 “Tujuan menggambar ini adalah untuk menyalurkan bakat minat serta mengajak seluruh siswa Spegrinam Surabaya untuk memerangi Narkoba , karena Spegrinam adalah sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan yang bebas dari Narkoba”.


Sebelum menggambar para siswa, terlebih dahulu menyiapkan konsep sketsa gambar untuk kemudian dilakuan pelukisan di dinding tembok.

“Dengan adanya kegiatan ini dapat bermanfaat dalam pengembangan bakat siswa”, tutur Ari Prasetyo siswa Spegrinam.


Sementara itu, Istiqomah , S.E guru Seni Budaya yang turut serta mendampingi para siswa mengaku bangga kepada para siswa yang dapat memanfaatkan sebuah kreativitas di bidang seni menjadi sebuah hal yang positif.


“Kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat anak dalam menggali potensi yang dimilikinya”. (Humas Dispendik Surabaya)

Berikan Tambahan Pengetahuan Tentang Nuklir, BATAN dan IAEA Gelar Workshop Internasional

Perkembangan suatu bangsa ditentukan oleh penguasaan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Iptek nuklir merupakan bagaian yang tidak terpisahkan dari hal tersebut. Dewasa ini, pengembangan Iptek nuklir mengalami perubahan dan lebih diarahkan untuk maksud-maksud damai. Iptek nuklir juga memiliki peran penting dalam memajukan ilmu-ilmu lainnya, seperti bidang kesehatan industri, pertanian dan energi.


Di bidang peternakan para peneliti Indonesia berhasil menggunakan isotop radioaktif untuk mendayagunakan pakan sehingga dengan jumlah pakan yang sama akan dapat dikomsumsi oleh lebih banyak ternak. Namanya adalah Urea Molasses Multinutrient Block (UMMB) yang telah digunakan oleh para peternak di Jabar, Jateng, dan kawasan timur Indonesia, khususnya Nusa Tenggara Barat. 

 

Pada bidang pertanian aplikasi isotop dan radiasi (PAIR) telah menghasilkan sejumlah varietas unggul yang baru dengan cara mutasi oleh imbas radiasi, seperti varietas padi untuk dataran rendah dan dataran tinggi, kedelai, dan kacang hijau. Bidang pertambangan, Tritium radioaktif dan cobalt 60 digunakan untuk merunut alur-alur minyak bawah tanah dan kemudian menentukan srategi yang paling baik untuk menyuntikkan air ke dalam sumur-sumur. Hal ini akan memaksa keluar minyak yang tersisa di dalam kantung-kantung yang sebelumnya belum terangkat. Berjuta-juta barrel tambahan minyak mentah telah diperoleh dengan cara ini. Serta di bidang kedokteran, radiasi dari isotop radioaktif cobalt pada dosis tertentu digunakan untuk membunuh sel-sel kanker, sel-sel ini akan mati, sedangkan sel-sel normal tidak begitu terpengaruh selama pengobatan. Selain itu untuk mendiagnosa penyakit pasien tanpa harus melakukan pembedahan, para dokter biasanya menggunakan sinar-X.

 

Tadi pagi (13/02), bertempat di SMAN 7 Batan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dan International Atomic Energy Agency (IAEA) selenggarakan workshop Internasional kepada para guru-guru SMA yang tergabung didalam MGMP Biologi, Fisika dan Kimia.


Ir. Ruslan dari Biro Hukum dan Kerjasama BATAN menerangkan, salah satu upaya dalam memberikan sebuah edukasi kepada masyarakat terutama bagi guru science, yakni melalui kegiatan workshop seperti ini. Dipilihnya SMAN 7 sebagai tempat pelatihan, karena sejak tahun 2009 SMAN 7 telah memiliki laboratorium nuklir, satu-satunya di Jawa Timur.


Dalam workshop ini, dihadirkan para expert dari negara Jepang dan Australia. Para guru juga dibekali pengetahuan tentang kurikulum yang memuat materi tentang nuklir oleh Puskurbuk Kemdikbud.


Acara yang berlangsung selama tiga hari yakni 13-15 Februari secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Kejuruan Dispendik Drs. Sudarminto, M. Pd. Dalam sambutannya Sudarminto mengungkapkan kerjasama yang telah terjalin dengan baik bersama BATAN telah menghasilkan sebuah manfaat yakni didirikannya laboratorium nuklir di SMAN 7. Pemanfaatan  laboratorium nuklir dapat dipergunakan sebaik mungkin oleh para guru dan siswa dalam upaya meningkatkan keilmuan tentang nuklir.


Sudarminto menghimbau, para guru diharapkan dapat menyerap sebanyak mungkin beragam pengalaman dan pengatahuan yang disampaikan oleh para expert nantinya.


Takeshi IImoto, expert nucleur dari Universitas of Tokyo menyampaikan, di dalam tubuh manusia juga terdapat bahan radioaktif alami yang berasal dari makanan sehari-hari.  Bahan-bahan tersebut berasal Potassium-40 sebesar 4.000 Bq, Carbon-14 2.500 Bq, Rubidium-87  500 Bq, dan Lead-210 dan Polonium-210 sebesar 20 Bq. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information