Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

538 LKP Dapatkan Sosialisasi Pendataan Online

     Setelah beberapa waktu lalu Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya melatih sebanyak 37 PKBM dalam mengisikan data secara online, kini Dispendik kembali menggelar pelatihan data online kepada 538 Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) se-Surabaya. Acara tersebut berlangsung tadi siang (20/01) di gedung aula SMKN 6 Surabaya.

     Kasi Pendidikan Masyarakat (Penmas) Thussy Apriliyandari SE, menjelaskan status LKP yang sering kali membuat bingung masyarakat dalam memilih sebuah lembaga kursus  profesional serta terakreditasi secara baik membuat Dispendik melahirkan sebuah inovasi pendataan secara online. Dengan demikian masyarakat tidak perlu khawatir lagi terhadap status izin pendirian dan izin operasional yang masih berlaku di tiap-tiap LKP yang tersebar se-Surabaya.

     "Masyarakat dapat mengetahui hal tersebut dengan mengakses dispendik.surabaya.go.id", tuturnya.

       Thussy menambahkan bahwa sesuai Permendikbud no. 81 Tahun 2014 lembaga-lembaga yang tidak beroperasi selama dua tahun berturut-turut dapat ditutup melalui rekomendasi para penilik UPTD BPS. 

        "Selama ini kami tidak langsung menutup begitu saja, sebelum penutupan ada prosedur yang harus dilewati yakni dengan menyampaikan surat pringatan 1 dan 2, dengan demikian para LKP dapat segera mengurus izin pendirian serta izin operasionalnya".

        Ketua Forum Asesor Badan Akreditasi Nasional (BAN) Pendidikan Non Formal (PNF) Jatim Muhammad Aliwafa mengatakan, pendidik kursus mencakup pengajar, pembimbing, pelatih/instruktur, dan penguji. 

        Aliwafa menambahkan, standar kompetensi instruktur kursus dan pelatihan meliputi standar kompetensi paedagogik, standar kompetensi kepribadian, standar kompetensi sosial, dan standar kompetensi profesional sesuai dengan bidang keahlian/keterampilan yang dijarakan.

        "Sesuai dengan PP no. 19 Tahun 2005, pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan pendidikan nasional".

       Galuh Tri staf IT Dispendik menerangkan pendataan online ini bertujuan sebagai pusat informasi kepada masyarakat tentang PKBM di Surabaya. Informasi tersebut meliputi nama lembaga, alamat lembaga, jadwal dan waktu belajar, masa berlaku ijin operasional hingga nantinya status akreditasi.

“Pendataan secara online memiliki banyak manfaat yang dapat diketahui masyarakat dalam memilih LKP, lembaga dapat langsung mengisikan data dengan mengakses dispendik.surabaya.go.id ”.


Sementara itu, Kepala Dispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM ketika menutup kegiatan ini menyampaikan, pendataan ini merupakan penataan LKP guna mewujudkan LKP-LKP Surabaaya yang profesional dan berkualitas.

 

Ikhsan menambahkan, salah satu fungsi penataan ini juga sebagai database  yang telah terintegrasi, sehingga memudahkan masyarakat dalam memberikan informasi terkait LKP-LKP di Surabaya. (Humas Dispendik Surabaya)

Walikota Hadiri Jalan Sehat SMP Barunawati

Minggu (18/01), jarum jam masih menunjukkan  pukul 05.45, namun ribuan anak tampak telah memadati komplek lembaga pendidikan Barunawati Biru Surabaya. Meraka berasal dari kelas V dan VI SD yang hendak mengikuti kegiatan jalan sehat  dalam rangka memperingati HUT ke-39 SMP Barunawati.

Tidak tanggung-tanggung lebih dari 6.000 peserta turut mengikiuti kegiatan jalan sehat. Mereka berasal dari para siswa-siswi se-UPTD Wilayah 5 dan para warga masyarakat sekitar. Acara jalan sehat HUT ke-39 SMP Barunawati  dihadiri juga oleh seluruh pejabat pimpinan Yayasan Barunawati Biru Surabaya, perwakilan Dispendik, dan Ketua Komisi V DPRD kota Surabaya Budi Laksono. Dan yang paling membuat seluruh keluarga besar SMP Barunawati bangga adalah kehadiran Ibu Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

 Dalam sambutannya Risma –panggilan akrab wallikota- mengajak para siswa agar rajin sekolah dan meningkatkan prestasinya, selain itu, beliau berpesan agar anak-anak bisa menjaga diri, jangan sampai kejadian penculikan anak terulang kembali, jangan sampai anak-anak mudah percaya dengan orang yang belum mereka kenal. Selain itu, mantan Kepala Bappeko tersebut juga mengapresiasi panitia karena telah berusaha secara maksimal dalam memajukan pendidikan di kota Surabaya. (Humas Dispendik Surabaya)

 

 

Additional information