Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Suasana Ceria Warnai Konselor Sebaya 2014

     Suasana ceria tampak mewarnai jalannya pelaksanaan konselor sebaya 2014 yang di selenggarakan Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya di berbagai tempat yang berbeda.

     Para siswa yang merupakan perwakilan dari tiap-tiap SMP dan SMA yang tersebar di Surabaya mengikuti dengan semangat materi-materi tentang  implementasi konselor sebaya dalam ekstrakurikuler 2014, fungsi dan peran guru BK, standarisasi guru BK, dasar konseling, kesehatan reproduksi remaja, pelajar pelopor internet sehat, perkembangan manusia, siapa aku ?, keterampilan hubungan individu, serta anak dan konvensi hak anak yang dibawakan oleh para narasumber.

      Tidak hanya dalam pemberian materi, narasumber juga menyisipkan beraneka macam jenis permainan yang mendorong kekompakkan serta kreatifitas siswa yang terbagi menjadi beberapa kelompok.

      Seperti yang dilakukan salah satu kelompok di SMKN 6 tadi pagi (09/09), mereka diajak berdiskusi tentang berbagai upaya dalam mengatasi permasalahan anak sekaligus juga membuat yel-yel tiap-tiap kelompok.

     Didik Ranu, salah seorang relawan dari LSM Genta yang turut andil dalam kegiatan konselor sebaya 2014 menerangkan, bahwa dengan disisipkannya model-model permainan, para siswa akan lebih mengerti dan tidak mudah jenuh dalam mengikuti proses pemberian materi oleh para narasumber. (Humas Dispendik Surabaya)

Kembangkan Materi Pengayaan Biologi, Matematika, Kimia, dan Fisika, Dispendik Adakan Pembinaan

     Selama dua hari, yakni 8-9 September. Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya adakan pembinaan sekaligus pelatihan kepada para guru biologi, matematika, kimia dan fisika SMA dalam rangka pengembangan pengayaan implementasi kurikulum 2013.

     Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Kejuruan Drs. Sudarminto, M. Pd mengungkapkan pelatihan kepada para guru tersebut dilaksanakan di tiga tempat yang berbeda. Untuk guru biologi bertempat di SMAN 16, guru matematika di SMKN 1, guru kimia di SMAN 9, sedangkan guru fisika juga di SMKN 1.

      Dalam pengembangan pengayaan keempat mapel tersebut, dibina langsung oleh tenaga pakar ahli dari UNESA. Seperti di SMAN 16, Dr. Sifak Indana, M. Pd menjabarkan sesuai dengan permendikbud no. 65/2013, prinsip pembelajaran yang digunakan oleh para guru dalam mengajar yakni mengajarkan para peserta didik untuk lebih kreatif dalam mencari tahu suatu kebenaran ilmiah. Pendekatan tekstual digunakan dalam proses penguatan penggunaan pendekatan ilmiah.

      Peran guru dalam melakukan pendekatan saintifik terletak pada penekanan proses pencarian pengetahuan dari pada transfer pengetahuan, siswa dipandang sebagai subjek belajar yang perlu dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran. Guru hanya sebagai fasilitator dan mengkoordinasikan kegiatan belajar siswa. "Jadi sebelum masuk ke dalam materi inti, kita terlebih dahulu merefresh kembali tentang pendekatan saintifik". (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information