Ketersediaan dan kemudahan layanan pendidikan di Surabaya merupakan sebuah penunjang dalam meningkatkan prestasi siswa baik di bidang akademik maupun non akamedik. Oleh karena itu, kesempatan tersebut janganlah disia-siakan.

 

“Kalian harus banyak bersyukur, karena masih ada siswa di luar Surabaya yang bersekolah saja harus menempuh jarak puluhan kilo dari rumahnya”, tutur Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ketika memberikan pembekalan konselor sebaya, tadi pagi Kamis (29/09) di SMKN 5 Surabaya.

 

Orang nomor satu di jajaran Pemkot Surabaya tersebut berujar Era sekarang, lanjut Wali Kota Risma, tantangan bagi generasi muda semakin besar. Mulai dari narkoba hingga pergaulan bebas. Persaingan juga semakin berat karena tidak hanya bersaing dengan pelajar di Indonesia saja, namun sudah secara global.

 

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota yang masuk dalam jajaran tokoh berpengaruh dunia tersebut mengimbau agar selalu berdoa dan bersyukur kepada Tuhan dan orang tua.

 

“Kalian semua berhak untuk berhasil, asalkan kalian semua terus belajar dan berusaha semuanya bukan tidak mungkin untuk kalian sukses” pungkasnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Ikhsan menyampaikan sudah empat tahun kegiatan konselor sebaya berjalan kemudian berkembang menjadi ekstrakurikuler konselor sebaya yang juga melibatkan para guru BK dan Wakasek kesiswaan didalamnya.

 

“Tujuannya ialah tidak lain untuk melindungi para siswa Surabaya dari hal-hal negatif, karena merekalah nantinya para penerus perjuangan bangsa”.

 

Mantan Kepala Bapemas dan KB Kota Surabaya mengungkapkan konselor sebaya para siswa yang telah dilatih dapat membantu teman-teman yang sedih,  galau, serta baper (terbawa perasaan) untuk mau curhat sehingga masalah mereka terpecahkan dan tidak sampai salah jalan.

 

Konselor sebaya sendiri merupakan kegiatan yang digagas oleh Pemkot Surabaya yang didasari oleh beragamnya masalah remaja dan kebutuhan teman bercerita bagi mereka. Kegiatan yang telah berlangsung selama 4 tahun terakhir ini memberikan pembekalan bagi pelajar agar mereka mampu menjadi teman bercerita dan meringankan masalah teman sebayanya. (Humas Dispendik Surabaya)

 

 

Selama beberapa pekan bersama BNN Kota Surabaya, Dinas Pendidikan (Dispendik) melatih para guru perwakilan dari berbagai sekolah guna melakukan upaya Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

 

Mereka yang telah dilatih merupakan tim inti yang nantinya mengimbaskan pengalaman dan pengetahuan baik kepada guru, siswa, ataupun masyarakat sekitar sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan masuknya narkoba di lingkungan sekolah.

 

“Yang ada di ruangan ini nantinya bisa menularkan ke guru-guru lainnya”, tutur Kadispendik Ikhsan ketika membuka pelatihan P4GN tadi pagi (28/09) di ruang Wahidin Sudirohusodo.

 

Ikhsan mengungkapkan peredaran dan penggunaan narkoba dewasa ini tidak hanya dilakukan oleh orang-orang dewasa saja namun telah merambah ke siswa, oleh karena itu pihaknya mengajak baik guru, orang tua, dan masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi lingkungan sekitar.

 

“Dibutuhkan kepedulian kita bersama dalam menjaga anak-anak dari narkoba”.

 

Mantan Kepala Bapemas dan KB Kota Surabaya tersebut juga akan melombakan film pendek untuk mengedukasi bagaimana bahaya narkoba tersebut.

 

“Nanti kita akan membuat sebuah lomba film pendek dari karya siswa”.

 

Sementara itu, Kepala BNN Kota Surabaya AKBP Suparti menuturkan narkoba merupakan musuh besar bangsa, menurutnya mengapa narkoba saat ini menyasar para generasi muda karena agar bisa hidup dan berkembang selama-lamanya. Suparti menambahkan, bahwa partisipasi aktif dalam P4GN diharapkan tidak sampai berhenti di sini saja namun juga berjejaring.

 

“Pengetahuan guru yang didapat juga dapat diimbaskan ke lingkungan masyarakat”.

 

Perwira menengah dengan melati dua di pundak tersebut berujar saat ini BNN juga akan membuat gerakan relawan melawan narkoba, nah guru-guru dapat berpartisipasi didalamnya sehingga ilmu yang didapat dapat bermanfaat dari lingkungan sekitar. (Humas Dispendik Surabaya)

 

  

Kepedulian pelajar dalam memberikan pemahaman Disleksia kepada masyarakat dituangkan melalui film pendek patut untuk kita apresiasi bersama. Disleksia merupakan salah satu bentuk gangguan belajar yang paling sering ditemui diantara gangguan belajar lainnya.

 

Bersma Dyslexia Parents Support Group (DPSG) dan Inafis, Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya menggelar lomba dan workshop film pendek yang dimulai hari ini, Rabu (28/09) di aula Bung Tomo.

 

Pada kesempatan ini, Kadispendik Ikhsan mengungkapkan animo para pelajar SMA dan SMK mengikuti workshop film pendek di luar dugaan, dari 50 peserta yang kami targetkan melonjak menjadi 255 peserta.

 

“Ini merupakan wadah dalam mengembangkan bakat dan potensi siswa di bidang perfilman, jadi manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik mungkin”.

 

Ikhsan menambahkan selain sebagai wadah lomba dan workshop film pendek, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk membantu sosialisasi kepada masyarakat. Menurutnya, film-film pendek terbaik karya pelajar Surabaya akan dijadikan bahan sosialisasi di berbagai media televisi.

 

Ketua DWP Kota Surabaya Iis Hendro Gunawan menyampaikan melalui karya film yang mereka buat diharapkan menjadi sebuah kepeloporan bagi para pelajar lainnya tidak hanya di Surabaya namun juga di Indonesia.

 

“Mereka sebagai pemuda penopang pundak wajah Indonesia ini ke depan, jadi harus lebih kreatif”.

 

Iis menambahkan, sebelum dilakukan lomba para siswa dikenalkan terlebih dahulu apa itu disleksia? Dengan tujuan mereka paham konsep tentang film pendek yang mereka buat nanti.

 

Sementara itu, Fauzan Abdillah dari Inafis menjelaskan durasi film pendek Disleksia yang para siswa buat hanya berkisar 7 menit namun dengan waktu sependek itu mereka harus bisa menampilkan semua konten yang terkandung didalamnya.

 

“Idealnya dalam waktu 5 detik pertama film hrus mampu menarik simpati orang”.

 

Alif siswa asal SMK Dharma Bahari berujar sebelum membuat film pendek disleksia ia bersama timnya terlebih dahulu mematangkan konsep sembari mencari talent untuk dijadikan model film.

 

“Kebetulan ada tetangga  dari anggota tim kami yang mau dijadikan talent”, pungkasnya. (Humas Dispendik Surabaya)

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan