Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Sambut Juri Adiwiyata dengan Berbagai Program Lingkungan

Rabu (26/11), SMP PGRI 6 atau yang lebih dikenal dengan Spegrinam Surabaya kedatangan tim penilai adiwiyata 2014 mereka terdiri dari bank sampah , UNAIR , SAIMS dan dari BLH Kota Surabaya.


 Kedatangan tim penilai adiwiyata 2014 disambut oleh kepala Spegrinam Banu Atmoko ,S.Pd. Menurutnya, sebagai sekolah yang memiliki wawasan serta kepedulian terhadap lingkungan, banyak program yang telah dilakukan.


Salah satunya, yakni lewat pembuatan lubang biopori disekitar sekolah dan kegiatan grebek pasar. Melalui kegiatan grebek pasar, para siswa mengumpulkan sampah organik pasar yang tidak digunakan untuk kemudian diolah kedalam komposter untuk menjadi penyubur tanaman (pupuk).


Tim kader lingkungan Spegrinam yang diwakili oleh  Lutfia Turfa , Fransiska Nur Syahfitri menjelaskan tentang kompos dan keranjang  Takakura kepada juri Adiwiyata 2014. Menurutnya komposter digunakan sebagai tempat penyimpanan sampah organik yang tidak terpakai yang nantinya sampah tersebut akan diolah menjadi pupuk.


Sedangkan, pembuatan  lubang resapan biopori dibuat untuk mencegah datangnya banjir di musim penghujan. Setelah menjelaskan kepada tim penilai adiwiyata para kader lingkungan Spegrinam mengajak juri untuk melihat kerajinan tangan dari barang-barang bekas. Barang-barang bekas tersebut disulap menjadi origami yang dapat menarik perhatian. (Humas Dispendik Surabaya)

 

Perlunya Menanam Pohon Demi Konservasi Air

Dalam rangka menggerakkan program konservasi air, SMPN 23 Surabaya mengadakan aksi tanam 60 aneka pohon. Kegiatan yang dimotori oleh Tunas Hijau dengan didukung oleh PJB PT PLN, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Pemkot Surabaya itu digelar bersama-sama dengan seluruh warga sekolah pada Kamis pagi (27/11) di halaman dalam SMPN 23.

Hadir pada acara tanam pohon tersebut antara lain Ir. Chalid Buhari, Kepala DKP, Mochamad Zamroni dari Tunas Hijau, Mrs. Michaela Newnham dari Consulat Jenderal AS di Surabaya, Perwakilan dari PT PJB, Drs. Ridwan Mubarun, M.Si., Camat Rungkut, dan Rully Prasetya Negara, S.STP, M.Si., Lurah Kedung Baruk.

Ir. Chalid Buhari, Kepala DKP, dalam sambutannya melontarkan pertanyaan kepada para siswa, “Mengapa perlu menanam pohon?” Berbagai jawaban para siswa yang duduk “lesehan” di halaman dalam dapat disimpulkan bahwa fungsi pohon merupakan komponen terpenting dalam sebuah ekosistem, di samping juga memegang peran penting dalam keselamatan lingkungan suatu alam. Dalam hal lain bisa dikatakan bahwa pohon merupakan sebuah perusahaan yang memproduksi oksigen dengan mekanisme  yang rumit dan dilakukan secara berurut-urutan tanpa tanda celah. Kerena begitu pentingnya dan rumitnya mekanisme produksi yang dilakukan pohon, maka tidak ada satu pun alasan mengapa tidak boleh menebang sebuah pohon.

Di sisi lain, pohon dapat mengikat dan menahan debit air.Di saat hujan turun, akar pohonlah yang berperan penting untuk menyerap air hujan di sekitarnya sehingga air hujan tidak mengalir secara sia-sia. Selain itu juga. akar pohon dapat mencegah terjadinya erosi yang berasal dari air hujan, sedangkan batang pohon berfungsi sebagai tempat cadangan air di musim kemarau, sehingga ketersediaan air tanah secara berkesinambungan tetap terjaga dan menjadikan debit mata air, sungai dan danau tetap besar, serta tidak terjadi kekeringan pada musim kemarau dan pada musim penghujan bencana banjir tidak terjadi.

Sedangkan Mochamad Zamroni, Sang Suhu Tunas Hijau, menyinggung tentang keberadaan air bagi kehidupan. Air adalah sumberdaya alam yang dinamik yang memberikan manfaat untuk mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia.

 Pemanfaatan air dalam segala bidang kehidupan, sehingga memberikan implikasi yang relatif pelik dan khas dalam upaya pengelolaan dan pemanfaatannya. Untuk menghadapi ketidakseimbangan antara ketersediaan air yang cenderung menurun dan kebutuhan air yang semakin meningkat, sumber daya air wajib dikelola dengan memperhatikan fungsi sosial, lingkungan hidup dan ekonomi secara selaras, imbuhnya.

“Hello, apa kabar, Kalian?”, sapa Mrs. Michaela Newnham, peduli lingkungan dari Consulat Jenderal AS di Surabaya, dengan ucapan kalimat yang cukup fasih kepada para siswa.

“Baiiikkk....”, jawaban serentak ratusan siswa yang memadati lapangan sambil memberikan tepuk tangan sebagai tanda sambutan meriah. Pada akhir kunjungannya, Michaela menuliskan pesan pada kanvas, “What a great job you are doing with all your environmental activities. I love your Taman Baca DPR. I think it’s great that you have already adopted 5 SD and 53 families to join your Eco-School Program. Continue your good work please, and help keep our world beautiful.”

­­Mengawali acara penanaman pohon, para tamu disambut dengan Senam UKS yang dibawakan oleh para siswa. Dra. Elly Dwi Pudjiastuti, M.Pd., Kepala Sekolah SMPN 23, mengajak serta Mrs. Michaela untuk turun kelapangan, turut serta Senam UKS bersama-sama para siswa. Gerakan rancak semua peserta mengikuti iringan musik tampak kompak, serasi dan apik. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information