Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Sempurnakan Kebijakan Pendidikan, Balitbang Sebar Angket Kepada Pengawas dan Komite Sekolah

     Dalam rangka menyempurnakan serta mengembangkan kebijakan pendidikan di tataran tingkat nasional, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) melakukan penyebaran instrumen peneltian kepada pengawas dan komite sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya.

     Acara tersebut berlangsung tadi pagi (18/07) di auala atas kantor Dispendik Surabaya. Didampingi Kasubag Umum dan Kepegawaian Retnowati, S. Sos, pihak dari Balitbang yang dalam hal ini diwakili oleh Widayatmoko, SE mengutarakan pentingnya pengisian instrumen penelitian ini bertujuan untuk memberikan masukan kepada pemerintah pusat terhadap pengembangan pendidikan, terutama di Surabaya.

     Instrumen penelitian tersebut secara garis besar berisi tentang ketersediaan pelayanan pendidikan untuk masyarakat, keterjangkauan pelayanan pendidikan untuk masyarakat, kualitas pelayan pendidikan, ketersediaan layanan pendidikan, dan keterjaminan memperoleh layanan pendidikan.

    Widyatmoko menambahkan, sebagai kota yang dianggap berhasil dalam mengembangkan pendidikan, Surabaya telah memberikan layanan terbaiknya dalam dunia pendidikan, terutama dalam menyediakan layanan pendidikan gratis mulai dari jenjang SD hingga SMA. (Humas Dispendik Surabaya)

Wakasek Kurikulum SMA/SMAK Swasta Dapatkan Pembinaan Kurikulum 2013

     Dalam rangka mensukseskan implementasi kurikulum 2013, khususnya menyambut tahun ajaran baru 2014/2015. Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya melakukan pembinaan kepada wakasek kurikulum SMA/SMK Swasta se- Surabaya.

     Pembinaan kurikulum 2013 tersebut di buka langsung oleh Kepala Bidang Dikmenjur Drs. Surdarminto, M. Pd di aula belakang kantor Dispendik Surabaya. Menurut Sudarminto, di dalam dunia pendidikan terutama di sekolah, kurikulum merupakan jantung sekolah yang memiliki fungsi yang sangat penting dalam keberlangsungan kegiatan pembelajaran.

     Untuk itu, melalui pembinaan ini diharapkan  wakasek kurikulum menyimak secara seksama penjelasan tentang pengisian dokumen I yang terdapat dalam kurikulum 2013. Sudarminto menambahkan dalam penyusunan dokumen I harus benar-benar efektif, sehingga dalam validasi tujuan sekolah dapat benar-benar tercapai sesuai visi pendidikan Surabaya, yakni sebagai barometer pendidikan nasional.

     Sementara itu, Drs. Wachid narasumber dalam kegiatan ini mengutarakan dalam pengisian instrumen validasi/verifikasi dokumen kurikulum 2013 sekolah harus memperhatikan komponen KTSP/ indikator yang terdapat di dalamnya.

      Komponen validasi tersebut secara garis  besar berisi tentang cover/halaman judul, lembar pengesaha, pendahuluan, latar belakang, dsb. "Untuk itu sekolah harus benar-benar memperhatikan pengisian ini", ungkapnya. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information