Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Ratusan Bendahara dan IT Sekolah Dapatkan Pelatihan Manajemen

     Selama empat hari berturut-turut, yakni mulai tanggal 2-5 Februari Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya bersama Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Wilayah I Jatim gelar sosialisasi manajemen sekolah kepada ratusan bendahara dan IT Sekolah. Acara tersebut berlangsung di beberapa lokasi kantor DJP I Wilayah I Jatim.

      Dalam sosialisasi ini, ratusan bendahara dan IT sekolah mendapatkan materi tentang perpajakan, kebijakan BOS 2015, SIPKS, aplikasi BOS, dan BPJS.

      Terkait perpajakan, Kasi Pengawasan dan Konsultasi DJP Budi Hariyanto menuturkan saat ini pelaporan tahunan setiap wajibk pajak menggunakan sistem e-filing. Keuntungan laporan SPT dengan e-filing yakni cepat, aman, dan kapan saja, murah tidak dikenakan biaya pada saat pelaporan SPT, penghitungan secara tepat karena menggunakan sistem computerized, kemudahan mengisi SPT, ramah lingkungan, serta dokumen tidak perlu dikirim lagi kecuali diminta oleh KPP.

      Sebelum  menggunakan e-filing, terlebih wajib pajak dahulu mendapatkan e-FIN (Electronic Filing Identification Number). e-Fin merupakan identitas digital yang digunakan untuk mendaftarkan diri sebagai wajib pajak.

       Cara mendapatkan e-Fin yakni dengan datang ke KPP terdekat dengan membawa mengisi permohonan e-Fin, identitas wajib pajak (NPWP), identitas orang pribadi (KTP), surat kuasa (bila dikuasakan).

       Terkait aturan BOS 2015, Sekretaris Dispendik Drs. Aston Tambunan, M. Si menerangkan, tujuan umum BOS yakni meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan serta berperan dalam mempercepat pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada sekolah-sekolah yang belum memenuhi SPM  dan pencapaian SNP pada sekolah-sekolah yang sudah memenuhi SPM.

       Aston menambahkan, ketentuan bagi penerima BOS yakni harus memberitahukan secara tertulis kepada orang tua peserta didik, sampai membebaskan iuran/pungutan dari orang tua siswa.

       "Semua sekolah negeri dilarang melakukan pungutan kepada orang tua/wali murid serta peserta didik".

        Sementara itu, Galuh Tri staf IT Dispendik menjelaskan dalam sosialisasi ini juga dilakukan sosialisasi tentang pengisian sistem informasi pengelolaan keuangan sekolah (SIPKS). 

        "Bendahara dan IT langsung dapat mempraktekkan pengisan SIPKS yang mencakup SSH, belanja modal, revisi anggaran, serta verifikasi belanja pegawai". (Humas Dispendik Surabaya)

Melalui UKS, Tanamkan Perilaku Hidup Sehat Sejak Dini

     Pentingnya menanamkan  perilaku (attitude) hidup bersih dan sehat sejak dini kepada siswa merupakan salah satu fungsi TRIAS UKS. TRIAS UKS tersebut meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, serta pembinaan lingkungan sekolah sehat.

      Tadi pagi (02/02), sebanyak 125 siswa SD yang merupakan kader Bhakti Wiyata Husada (Tiwisada) mengikuti pelatihan UKS yang diselenggaraan oleh Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya di aula PLS lantai 2.

      Kasi Kesenian dan Olahraga Damaris Padmiasih menuturkan pelatihan para kader Tiwisada ini merupakan perwujudan dari delapan golongan UKS yang bertujuan mencipatakan generasi muda sehat, cerdas, berkualitas, terbebas dari bahaya rokok, kenakalan remaja, narkoba, HIV/AIDS, kehamilan pra nikah/pergaulan bebas, cacingan, anemia, serta terbebas dari hepatitis B.

      Damaris menambahkan  selain para siswa diberi bekal pelatihan UKS, mereka juga akan diajak melihat langsung manfaat dari tanaman toga.

       "Rencananya para siswa akan kami ajak ke Taman Flora besok (03/02), mereka disana akan mengidentifikasi jenis dan manfaat dari tanaman toga sebagai bentuk pelaporan".

       Sementara itu, Eyang Santo pembina TP UKS Provinsi Jatim mengemukakan bahwa saat ini yang paling penting ialah menanamkan perilaku/kebiasaan hidup bersih dan sehat kepada siswa. Melalui pembentukan  perilaku tersebut anak akan menjadi  tahu pentingya menjaga kesehatan dirinya sendiri. 

       Salah satunya perilaku hidup sehat, aktifitas selama satu hari ditentukan oleh gizi yang kita makan, setidaknya dibutuhkan 2.200 Kalori dalam satu hari. Oleh karena itu Santo menekankan bahwa sebelum guru mengajar dan siswa berangkat ke sekolah sedianya terlebih dahulu sarapan (makan pagi).

        "Tubuhmu adalah apa yang engkau makan".

      Maureen peserta pelatihan UKS yang berasal dari  SDN Pacarkeling 7 mengaku senang dengan diadakannya kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini menambah wawasan dan ilmu pengetahuan tentang pola hidup bersih dan sehat.

       "Kami disini diajari tentang merawat siswa sakit di UKS, pemeriksaan gigi, telinga, kulit dan rambut serta timbang badan", ungkapnya. (Humas Dispendik Surabaya)


Additional information