Setelah melewati perjuang yang sangat berat dalam meraih prestasi tebaik di dalam lomba IT di bidang majalah digital,  game digital, serta animasi digital yang digelar Dinkominfo bersama Dispendik Surabaya melalui Semanggi Suroboyo (Semarak Majalah Animasi, Games Digital dan Animation Capture Dance Team Suroboyo), kemarin Selasa (31/05) diumumkan para pemenangnya.

Juara pertama majalah digital diraih oleh SMKN 1 produknya yang berjudul “Cyber Magazine”, kedua diraih oleh SMK Dr. Soetomo “Dr. Soetomo Magazine”, ketiga SMK Wijaya Putera “Know Magazine”. Di bidang Animasi, juara pertama diraih oleh SMKN 12 melalui animasi “Marshmallow Nice to Meet You”, juara kedua SMKN 1 “Bebas Macet”, juara ketiga SMK Wachid Hasyim “Cak Doel”. Sedangkan untuk kategori Animation Capture Dance Team, juara pertama diraih oleh SMAN 20 dengan hasil karyanya “Solah Ketingan”, juara kedua SMAN 20 “Cunduk Menur”, serta juara ketiga SMK Trisila “HipHop”. Dan untuk game animasi, juara pertama diraih oleh SMKN 1 melalui game animasi “Suroboyo Jump”, kedua SMK Muhammadiya 2, dan ketiga SMK Wachid Hasyim 2 melalui game “Mobil Budi”.

“Kegiatan Semanggi Suroboyo bertujuan mempersiapkan generasi muda menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean dan peringatan Hari Jadi Kota Surabaya ke-723”, tutur Antiek Sugiharti Kepala Dinkominfo, Selasa (31/05) di Blauran Golden Junction Lt. 2.

Penutupan lomba yang turut dihadiri oleh Kadispendik Surabaya Ikhsan melibatkan 86 tim dari SMA dan SMK di seluruh Surabaya.

“Ini merupakan sebuah wadah dalam mencetak para generasi emas bangsa yang memiliki daya saing tinggi terurama di bidang IT, kemampuan mereka nantinya dapat menjadi bekal dalam meraih masa depan yang gemilang”, tutur Ikhsan.

 

Sementara itu, Fathullah Auzan Setyo Laksono, kelas 10 Sman 6 Surabaya mengaku senang dengan digelarnya Semanggi Suroboyo. Menurutnya, melalui event tersebut timnya bisa menunjukkan ke orang-orang bahwa semakin banyak anak muda tertarik dan mengembangkan bakat di dunia Desain Komunikasi Visual dan tak kalah bersaing dengan anak-anak di luar negeri. (Humas Dispendik Surabaya)

Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) masih menjadi fokus utama Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini di usia Kota Surabaya yang sudah memasuki 723 tahun. Wali Kota berharap, warga Surabaya mau dan mampu untuk meningkatkan kualitas hidupnya di bidang apa saja. Harapan tersebut disampaikan Wali Kota Tri Rismaharini seusai upacara Hari Jadi Kota Surabaya ke-723 tahun di Taman Surya, Selasa (31/5) pagi.

“Fokus nya masih di SDM. Harapan saya, tahun ini kita bisa mulai dan harus bisa tingkatkan kapasitas kita. Kita mau dan mampu mengubah kehidupan kita di bidang apa saja. Saya tidak mau, kita menyerah, pasrah dan bilang ini sudah takdir Tuhan. Masyarakat bisa berupaya meningkatkan pendapatannya. Para siswa yang selama ini prestasinya biasa saja, harus berusaha untuk jadi juara kelas,” ujar wali kota.

Dikatakan wali kota, pembenahan SDM berbeda dengan misalnya pembenahan infrastruktur. Bila pembenahan infrastruktur, tiap tahun tetap menjadi concern dan bila ditender maka selesai. Namun, untuk pembenahan SDM, butuh momentum kebersamaan. “Infrastruktur itu tiap tahun ada. Tapi untuk pembenahan SDM, itu harus ada kebulatan tekad. Nggak bisa saya sendiri. Ini harus melibatkan semua” sambung wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya ini. 

Fokus pembenahan pada SDm itu juga beberapa kali disebut wali kota dalam sambutannya pada upacara peringatan Hari Jadi Kota Surabaya ke-723. Disampaikan wali kota, SDM Surabaya haruslah lebih siap. Utamanya dalam menghadapi tantangan era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Disampaikan wali kota, MEA merupakan ‘pertarungan’ sesungguhnya di bidang ekonomi dan jika kalah, maka warga Surabaya hanya akan mengalami “penjajahan” kembali. Hanya akan menjadi penonton atau bahkan pelayan di kota nya sendiri. Karenanya, kualitas pendidikan yang diiringi dengan kerja keras dan disiplin, diharapkan dapat menjadi jembatan emas peningkatan daya saing SDM dalam MEA.

“Kota Pahlawan mengembang misi bersejarah menjadi pemenang dalam MEA. Apakah makna kemerdekaan yang diperjuangkan dengan darah dan nyawa para pahlawan jika kita bukanlah tuan dan nyonya di kota sendiri?” tegas wali kota.

Disampaikan wali kota, dalam beberapa tahun terakhir, kualitas SDM di Surabaya terus meningkat. Peningkatan kualitas SDM itu dapat tercermin dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Mulai tahun 2010, Surabaya menjadi salah satu kota dengan shortfall (kecepatan perkembangan) IPM yang tertinggi di Indonesia. Bahkan, indeks pertumbuhan harapan hidup, melek huruf, rata-rata lama sekolah, daya beli makin menyebar di mana jumlah kecamatan dengan IPM di atas 78,43 semakin banyak.

Jumlah anak-anak berprestasi di Surabaya juga meningkat pesat. Jika pada 2012, sejumlah 1943 anak, maka di 2015 terdapat 5334 anak. Dan di tahun 2016, hingga bulan Mei ini, sudah ada 3494 siswa yang telah meraih prestasi di tingkat lokal, nasional, regional dan internasional.

Pemkot Surabaya juga menyiapkan beasiswa untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu agar bisa cepat bekerja melalui pendidikan vokasi/diploma keperawatan, perhotelan, pelayaran, perkapalan, pramugari dan pilot. Pemkot juga akan memulai memberikan beasiswa menjadi dokter. Diharapkan, dari setiap kelurahan Surabaya, akan muncul dokter-dokter baru yang akan melayani masyarakat Indonesia.

 

“Tahun ini juga sudah dimulai ikatan dinas teknisi pesawat terbang bekerja sama dengan Garuda Indonesia. Serta beasiswa dan sertifikasi internasional las dan teknisi minyak dan gas bekerja sama dengan kementrian ESDM,” jelas wali kota.   

 

Upacara Semarak dengan Nuansa Suroboyo-an

Sesi upacara HJKS ke-723 berlangsung semarak dengan nuansa khas Suroboyo-an. Mulai dari baju khas Suroboyo, yang dikenakan oleh jajaran SKPD Pemkot Surabaya mulai dari lurah. Mereka mengenakan kostum cak dan ning Suroboyo. Tak terkecuali wali kota Risma yang memakai kebaya putih dibalut kerudung putih dan bawahan merah muda. Dan, tiap pergantian sesi acara upacara, diiringi dengan gamelan khas ludruk Suroboyo. 

Upacara dibuka dengan pembacaan sejarah singkat Kota Surabaya. Diakhir acara, ada pemotongan tumpeng berdiameter dua meter oleh wali kota. Potongan tumpeng itu diberikan kepada Ketua Legiun Veteran Surabaya Hartoyik atas jasa yang diberikan oleh para pahlawan. Berikutnya, wali kota memberikan penghargaan kepada masyarakat yang dianggap mendukung perkembangan Kota Surabaya. Juga media massa yang dipandang berkontribusi terhadap upaya memajukan Surabaya.

Semarak upacara HJKS diawali dengan penampilan paduan suara oleh 1.200 siswa yang membawakan lagu daerah dan diakhiri dengan penampilan tari remo sebanyak 723 siswa-siswi tingkat PAUD (pendidikan anak usia dini), TK (taman kanak-kanak), dan SD (sekolah dasar). Lantas, di akhir acara, wali kota melangkah menuju Taman Surya untuk ikut menikmati pesta rakyat. Berbagai makanan khas Surabaya tersaji dalam pesta rakyat itu. Ada Soto Ayam, Gado-gado dan beberapa makanan khas lainnya. Wali kota lalu menyajikan Soto Ayam kepada beberapa warga, termasuk wartawan. (Humas Dispendik Surabaya)

Keberhasilan Surabaya dalam menerapkan pendidikan gratis sampai 12 Tahun menarik perhatian banyak pihak, tak terkecuali dari DPRD Kab. Karangasem Bali yang ingin belajar lebih banyak terkait implementasi penyelenggaran wajib (wajar)  belajar sampai 12 tahun tersebut.

 

Kemarin, Senin (30/05) bersama Kepala Dinas Pendidikan Karangasem, DPRD Kab. Karangasem lakukan kunjungan kerja ke kantor Dispendik. Rombongan diterima langsung oleh Sekretaris Dispendik Drs. Aston Tambunan di ruang kerjanya.

 

Ketua DPRD Kab. Karangasem I Nengah Sumardi mengatakan, tujuan kunjungannya ke surabaya ialah ingin melihat serta mengetahui secara langsung penerapan pendidikan wajar 12 tahun, menurutnya surabaya dinilai berhasil tidak hanya dalam mengawal wajar 12 tahun saja, namun sampai pendidikan gratis.

 

Pada kesempatan ini, Aston Aston bercerita  salah satu program pendidikan di surabaya yang telah berhasil dikembangkan yakni pendidikan gratis di semua jenjang mulai dari tingkat SD hingga SMA. Pembiayaan pendidikan di Surabaya telah di-cover melalui anggaran pendidikan yang mencapai hampir 31 % dari APBD kota Surabaya.

 

 “Selain BOS dari pusat Surabaya juga memiliki BOPDA untuk kegiatan operasional sekolah”.

 

 Bantuan pendidikan tersebut diwujudkan melalui pemberian BOPDA serta penyediaan sarana dan prasarana kebutuhan siswa yang memadai. Selain itu, peningkatan mutu guru juga menjadi perhatian tersendiri dari Pemkot Surabaya, mulai dari berbagai pelatihan, pengiriman guru ke luar negeri, beasiswa, hingga tunjangan kinerja telah menjadi salah satu program peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di Surabaya.

 

“Besaran BOPDA yang  diberikan, yakni untuk siswa SD sebesar Rp. 29.000,-/siswa/bulan, siswa SMP Rp. 80.426-/siswa/bulan, dan siswa SMA/SMK sebesar Rp. 152.000/siswa/bulan”.

 

 Dispendik juga telah berhasil mengembangkan 17 inovasi program pendidikan melalui aplikasi online. Tujuh belas inovasi program pendidikan di Surabaya, diantaranya Profil Sekolah, Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Sekolah (SIPKS),  Seleksi Calon Kepala Sekolah, Jurnal Online, Surabaya Belajar, Multimedia Pembelajaran, Rapor Online, Try Out Online, PPDB Online, Sahabat Dispendik,  Klinik Kurikulum, Kenaikan Pangkat Online, Tantangan Membaca 2015, P2KGS, Profil LKP dan PKBM,  Aplikasi Gaji Online, dan UNBK 100 persen. (Humas Dispendik Surabaya)

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan