Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Tertarik Rapor Online, Peserta Diklat Pim. IV LAN Kunjungi Dispendik

     Tadi pagi (12/08) sebanyak sepuluh orang peserta Diklat Kepemimpinan (diklat pim) IV angkatan II LAN kunjungi kantor Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya Jalan Jagir Wonokromo 354-356 Surabaya. Kedatangan rombongan peserta diklatpim IV tersebut bertujuan untuk melakukan pencarian dan pengumpulan data berdasarkan unggulan dan prestasi SKPD.

      Salah satu unggulan program Dispendik Surabaya yakni rapor online. Rombongan peserta diklat pim IV LAN diterima oleh Sekretaris Dispendik Surabaya Drs. Aston Tambunan, M. Si didampingi Kasubag Umum dan Kepegawaian Retnowati, S. Sos, dan Kasi Kesiswaan Pendidikan Dasar (Pendas) Tri Aji N, S. Kom.

       Tidak hanya rapor online, try out online pun menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta rombongan. Pada kesempatan ini, Aston mengungkapkan bahwa pengembangan program pendidikan melalui rapor dan try out online merupakan salah satu upaya dalam mempermudah akses masyarakat yang membutuhkan informasi tentang hasil belajar siswa dan kemudahan dalam mempelajari soal-soal try out.

        Di sisi yang lain, Tri Aji menerangkan bahwa awal mula terbentuknya rapor online ini berdasarkan data yang terhimpun dalam profil sekolah. Melalui profil sekolah ini masyarakat dapat mengetahui tentang informasi keadaan sekolah. Mulai dari prasarananya hingga pada prestasi sekolah tersebut.

        Tidak hanya itu, dispendik juga telah mengembangkan sepuluh program pendidikan yang baru di Surabaya diantaranya,  pengembangan sistem online tersebut diantaranya, Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Sekolah (SIPKS), seleksi kepala sekolah,  seleksi kepala sekolah, jurnal online, surabaya belajar, multimedia pembelajaran, PPDB online, media centre, dan klinik kurikulum 2013.  (Humas Dispendik Surabaya)

 

Melalui SMBD, Selaraskan Dunia Pendidikan dengan Dunia Kerja

     Salah satu unsur keberhasilan membangun pendidikan dan dunia ketenagakerjaan yakni menghasilkan para lulusan-lulusan kompeten yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. 

      Pagi tadi (08/12) Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Kemdikbud menggelar workshop "Penyiapan Surabaya sebagai kota peyelarasan pendidikan dengan dunia kerja serta pengisian SMBD". Acara terebut dihadiri oleh para kepala SMK dan perwakilan lembaga kursus yang terdapat di Surabaya.

      Direktur Pembinaan Kursus dan Pelatihan Muslikh, SH menerangkan dewasa ini banyak lulusan dari para siswa SMK maupun lembaga kursus yang jenis perkerjaannya kurang sesuai dengan kompetensi di dunia kerja yang dibutuhkan. "Seperti lulusan SMK teknik listrik menjadi penjual sebuah produk atau, dsb".

      Pada kesmpatan ini, Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan mencoba untuk membuat sebuah sistem yang dinamakan sistem menajemen berbasis data (SMBD). Sistem tersebut nantinya sebagai bentuk penyelarasan dunia pendidikan dengan dunia kerja. 

       Melalui sistem tersebut, data setiap siswa, kompetensi sekolah  akan dijadikan acuan dalam melakukan penyelerasan dengan dunia kerja yang membutuhkan, sehingga nantinya dapat tepat sasaran

      Muslikh menambahkan, kedepannya nanti kompetensi lulusan  yang digunakan dihasilkan sesuai dengan  kebutuhan dunia kerja, sehingga tidak lagi salah sasaran. Begitu sebaliknya, dunia kerja harus seluas mungkin memberikan informasi yang dibutuhkan oleh para pencari kerja, terutama pada lulusan SMK ataupun lembaga kursus. 

       Kepala Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM dalam paparannya menyampaikan upaya menyiapkan para lulusan dalam menghadapi tantangan dunia kerja kedepan telah dipersiapkan melalui berbagai program, mulai dari program pendidikan lifeskill, ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai, hingga pada pengembangan mutu dan kualitas pendidikan telah dilakukan. 

       Senada dengan Ikhsan, Kepala Bappeko Surabaya Agus Sonhaji menambahkan penyediaan sarana prasarana bagi para pelaku dunia usaha tengah dikembangkan mulai dari pengurusan ijin usaha yang tidak berbelit-belit hingga pada kemudahan akses perdagangan, seperti pembangunan pelabuhan teluk lamong hingga pada akan dibangunnya moda transposai massa (monorail). "Dengan begitu, diharapkan banyak investor yang masuk dan dapat lebih banyak meyerap tenaga kerja, terutama pada lulusan SMA/SMK". (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information