Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Tingkatkan Perlindungan Anak, Dispendik Latih Guru BK

     Anak merupakan aset bangsa yang harus kita jaga dan kembangkan bersama, karena mereka  yang nantinya akan menjadi agen perubahan bagi kemajuan negara ini. Undang-undang Perlindungan Anak (UUPA) no.26 Tahun 2002 mengisyaratkan bahwa perlindungan terhadap anak mengikat bagi semua warga negara.

     Oleh karena itu, dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada para siswa sekaligus menanggulangi berbagai bentuk permasalahan anak yang terjadi di kota Surabaya, Dinas Pendidikan (Dispendik) mengadakan kegiatan konselor guru BK tahap II yang berlangsung di lima tempat yang berbeda.

      Pelatihan konselor tersebut berlangsung di Gedung TLC Pawiyatan, SMKN 2, SMKN 5, SMKN 6, dan SMPN 11 dan berlangsung selama dua hari (14-15/10). Kepala Dispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM menerangkan pelatihan konselor BK tahap II merupakan tindak lanjut dari pelatihan konselor sebelumnya yang membahas modul 1, 2 dan 3. "Ada 10 modul yang kami persiapkan dalam pelatihan konselor ini".

       Ikhsan menambahkan pelatihan konselor BK tahap II ini membahas modul 4, 5, 6, dan 7 yang berisi materi tentang Anak Konvensi Hak Anak, Keterampalin Hubungan Antar Individu, Keterampilan Anak Masa Kini, dan Keterampilan Menghadapi Masalah. 

       Pelatihan konselor guru BK ini mempunyai tiga tujuan utama, yakni menyamakan persepsi yang sama tentang hak anak dan perlindungannya, sebagai bentuk solusi terhadap permasalahan anak di Surabaya dan setelah dilatih para guru BK tersebut dapat mengimbaskan pengetahuan dan pengalamannya kepada guru BK lainnya yang belum mendapatakan pelatihan.

      Para instruktur berasal dari  guru BK yang telah menjalani TOT beberapa waktu lalu dan didampingi oleh para konseling yang telah berpengalaman. Setidaknya 828 guru BK SMP dan 702 guru BK SMA/SMK turut terlibat dalam pelatihan konselor BK tahap II ini. (Humas Dispendik Surabaya)

Dispendik Gelar Pelatihan Manajemen Implementasi Kurikulum 2013

     Selama dua hari yakni 13-14 Oktober 2014, Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya selenggarakan pelatihan manajemen implementasi kurikulum 2013 kepada para kepala SD baik negeri dan swasta se- Surabaya.

      Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dra. Eko Prasetyoningsih, M. Pd menerangkan pelatihan ini bertujuan untuk melatih keterampilan dan kemampuan kepala sekolah dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 di lapangan. Eko menambahkan, bahwa pelaksanan pelatihan manajemen tersebut berlangsung di lima wilayah yang berbeda.

      Surabaya pusat pelatihan dipusatkan pada SDN Pakis V, surabaya utara berlangsung di SMP Barunawati,  surabaya selatan kegiatan tersebut berlansgsung UPTD BPS Surabaya I, surabaya timur di SD Vita, dan untuk wilayah surabaya barat beralangsung di SMPN 28.

      Dalam pelatihan manjemen ini para kepala sekolah saling berbagi pengetahuan tentang berbagai bentuk kegiatan pembelajaran sekaligus penerapan kurikulum 2013. Seperti halnya yang disampaikan Riwuk Kepala SDN Dukuh Menanggal III yang menyampaikan materi tentang supervisi pembelajaran.

       Menurutnya, ada tiga tahap yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam melakukan supervisi pembelajaran, tahap pertemuan awal, tahap pengamatan dan tahap pertemuan balikan.

       Tahap pertemuan awal meliputi analisis rencana pembelajaran serta menetapkan aspek-aspek yang akan diamati dalam pembelajaran. Tahap pengamatan yakni, mencatat secara obyektif dan selektif peristiwa selama pembalajaran. Dan untuk tahap pertemuan balikan, kegiatan yang dilakukan yakni menganalisis hasil observasi bersama guru, menginterpretasi hasil analisis, serta menetapkan aspek-aspek yang harus dilakukan untuk membantu meningkatkan perilaku pembelajaran selanjutnya. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information