Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Pelatihan Kurikulum 2013 : Bukan Ajang Contek, Namun Bersama Berbagi Pengetahuan

     Pelatihan dan pendampingan yang diberikan kepada para guru, khususnya dalam memahami dan mendalami kurikulum 2013 merupakan sebuah ajang untuk bertukar pengalaman dan keilmuan yang berorientasi kepada keberhasilan guru dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 di lapangan.

     Saling bertukar wawasan dan pengalaman dalam pelatihan merupakan hal yang wajar, karena di dalam pelatihan ini guru-guru belajar memaknai hakikat dari kurikulum 2013 yang tengah berjalan.

     Jumat (17/10), Kepala Bidang Dikmenjur Dispendik Surabaya Drs. Sudarminto, M. Pd meninjau langsung pelatihan dan pendampingan kurikulum 2013 yang tengah berlangsung di SMAN 16. Pelatihan tersebut merupakan kerjasama antara P4TK Kemdikbud dengan Dispendik Surabaya dalam menuntaskan para guru yang belum mendapatkan pelatihan kurikulum 2013.

     Dalam kesempatan ini, Sudarminto mengungkapkan bahwa  para guru dapat saling berbagi wawaasan dan keilmuan, baik dengan teman sebaya ataupun dengan para instrukutur untuk bersama-sama mensukseskan jalannya kurikulum 2013 di Surabaya. "Pelatihan bukan sebagai ajang mencontek, namun saling berbagi pengalaman", tuturnya.

     Mantan kepala SMAN 16 tersebut, menambahkan bahwa saat ini Dispendik Surabaya telah memfasilitasi para guru yang belum mengerti tentang kurikulum 2013 dengan klinik kurikulum 2013 serta akan membuka ruang konsultasi bagi para guru yang benar-benar belum paham tentang kurikulum 2013. "Manfaatkan sarana yang ada dalam memahami kurikulum 2013, karena saat ini surabaya telah menjadi barometer pendidikan nasional".

     Sementara itu, Avin salang seorang instruktur nasional (IN) pada mata pelajaran (mapel)  Biologi menuturkan sebelum para guru membuat sebuah RPP yang jadwalnya berlangsung hari ini, (18/10) mereka terlebih dahulu harus paham tentang elemen-elemen dan operasional kurikulum 2013. Dalam pemahaman ini mereka saling bertukar pendapat, baik dengan IN ataupun teman sebayanya. Nah, dari sinilah mereka akan belajar dalam pembuatan RPP.

     Senada dengan Alvin, Mukhlis Khoriyah, S. Pd salah seorang IN dari Jombang mengungkapkan para guru disini dilatih untuk dapat paham dan mengerti tentang apa sejatinya kurikulum 2013. Mereka belajar mulai dari rasional dan elemen perubahan kurikulum, SKL, KI, dan KD dan strategi impelemntasi kurikulum 2013, pendekatan, model-model dan penilaian pembelejaran pada kurikulum 2013, analisis buku guru dan siswa, penerapan pendekatan saintifik, perencangan penilaian pembelajaran, pelaporan hasil penilaian pembelajaran dalam rapor, analisis video pembelajara, nah baru penyusunan RPP. (Humas Dispendik Surabaya)

SMK Kini Miliki MGMP Bahasa Daerah

     Sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) no. 19/2014 yang memuat tentang muatan lokal wajib untuk SD, SMP, SMA dan SMK se- Jawa Timur adalah Bahasa Daerah, maka bahasa daerah yang digunakan ialah bahasa jawa. Hal tersebut merupakan ketetapan silabus yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

     Tadi pagi (16/10) Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya menggelar pelatihan kurikulum 2013 bahasa daerah di SMKN 6 dan sekaligus meresmikan MGMP SMK Mulok Bahasa Daerah di SMKN 10.

      Kasi Kurikulum Dikmenjur Mamik Suparmi menjelaskan tujuan diadakannya pelatihan kurikulum 2013 kepada para guru bahasa daerah ini ialah karena bahasa daerah merupakan salah satu bagian dari pendidikan karakter yang didalamnya terdapat pendidikan tata krama sekaligus melestarikan seni tradisional (permaianan gamelan, tari-tarian, dan geguritan).

      Sementara itu, Kepala Bidang Dikmenjur Sudarminto ketika meresmikan MGMP SMK Mulok Bahasa Daerah menjelaskan bahwa melalui wadah MGMP ini para guru dapat melakukan sharing/komunikasi berbagai pengalaman, terutama tentang implementasi kurikulum 2013 di lapangan.

      Peresmian MGMP SMK Mulok Bahasa Daerah di meriahkan dengan pertunjukkan wayang kulit yang merupakan hasil kolaborasi antara para siswa SMKN 10 dengan SMKN 12. "Pagelaran wayang kulit tersebut merupakan salah satu bentuk implementasi kurikulum 2013 pada KD tengah semester tentang pendalangan", ungkap Anisa Kepala SMKN 10/. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information