Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Terapkan Prinsip Kehati-Hatian Dalam Proses Pembayaran Buku Kurikulum 2013

     Prinsip kehati-hatian benar-benar diterapkan oleh Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya dalam melakukan proses pembayaran kepada penerbit buku kurikulum 2013 yang melakukan distribusi buku kurikulum 2013 ke sekolah-sekolah.

     Tadi pagi (29/12), bertempat di semua ruang aula kantor Dispendik Surabaya, sekolah penerima buku kurikulum 2013 melakukan verifikasi pencocokan data terhadap buku-buku kurikulum 2013 yang telah dikirim.

     Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dra. Eko Prasetyoningsih, M. Pd menjelaskan prinsip kehati-hatian yang diterapkan oleh Dispendik Surabaya dalam melakukan pembayaran buku kurikulum 2013 telah  melawati beberapa proses, yakni dengan melakukan verifikasi data buku kurikulum 2013, melakukan pemeriksaan berita acara serah terima (BAST) dengan pihak percetakan, memeriksa surat pernyataan hasil pemeriksaan buku kurikulum 2013 serta juga pemeriksaan surat jalan.

     "Kegiatan verifikasi ini merupakan sebagai dasar pembayaran, untuk itu kami betul-betul menerapkan prinsip kehati-hatian agar jumlah buku yang dibayarkan sesuai dengan jumlah buku yang diterima oleh sekolah-sekolah, sehingga tidak ada lagi sekolah yang mengalami kekurangan buku".

     Sementara itu, Sekretaris Dispendik Drs. Aston Tambunan, M. Si , menghimbau kepada sekolah penerima buku kurikulum 2013 untuk menuliskan jumlah buku yang diterima sesuai dengan jumlah buku yang dikirim oleh percetakan, sehingga apabila terjadi kekurangan buku kurikulum 2013 dapat segera dipenuhi sebelum dilakukan pembayaran.

     "Melalui proses ini, Dispendik tidak gegabah dalam melakukan pembayaran, sehingga kebutuhan buku-buku kurikulum 2013 di semua sekolah Surabaya dapat terpenuhi sebelum dilakukan proses pembayaran". (Humas Dispendik Surabaya)

Sukseskan Gerakan Penanaman Pohon, Puluhan Siswa Tanam Mangrove

     Meski masih memasuki hari libur sekolah, namun tak menyurutkan semangat para siswa surabaya untuk tetap peduli dalam menjaga dan melestarikan lingkungan dengan mengikuti  penanaman pohon mangrove di Mangrove Information Centre (MIC) Wonorejo, tadi pagi (24/12).

     Acara penanaman pohon mangrove bersama SKPD-SKPD Pemkot Surabaya merupakan program Gerakan Penanaman 1 Milyar yang telah dicanangkan oleh pemerintah pusat.

     Sekitar 82.500 pohon mangrove telah di tanam di beberapa wilayan surabaya. Kelurahan Kalisari telah dilakukan penanaman sebanyak 19.000 pohon, Kelurahan Keputih 42.900 pohon, Kelurahan Medokan Ayu sebanyak 6.600 pohon dan Kelurahan Wonorejo sebanyak 13.200 pohon.

     Acara yang melibatkan sedikitnya 150 siswa dari berbagai sekolah wilayah Kecamatan Rungkut tersebut dibuka oleh Asisten Kesejahteraan Pemkot Surabaya Drs. Eko Haryanto, MM.

     Dalam sembutannya Eko menekankan akan pentingnya menanamkan kesadaran dalam menjaga dan kelestarian sejak dini. Menurutnya dengan menanam pohon mangrove banyak manfaat yang diperoleh, seperti mengurangi pemanasan global, mengurangi kadar gas CO2, abrasi pantai, dan banjir.

    Kasi Kesenian dan Olahraga Dispendik Damaris Padmiasih mengungkapkan gerakan penanaman pohon mangrove yang melibatkan para siswa merupakan sebuah kegiatan yang positif untuk menanamkan kesadaran dan kepedulian para pelajar sejak dini.

    Bersama para SKPD-SKPD Pemkot Surabaya, puluhan siswa SMP dan SMA yang berasal dari SMAN 16, SMAN 14, SMPN 23, SMPN 35, dan SMTsN menuju tempat penanaman pohon mangrove. Mereka dengan semangat melakukan penanaman pohon manrove meski harus berjibaku dengan lumpur yang terdapat di areal hutan mangrove Wonorejo. (Humas Dispendik Surabaya)=

Additional information