Tadi sore (28/08), bertempat di gedung aula Lt. 5 Gedung Bank Indonesia Jl. Pahlawan Surabaya, sebanyak 42 sekolah turut ambil bagian dalam lomba cerdas cermat yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Tiap-tiap sekolah mengirimkan tiga siswanya untuk mengikuti lomba tersebut.

 

Humas Bank Indonesia Wiayah Jawa Timur Zulmi Randy menuturkan, lomba cerdas cermat ini terselenggara atas sebagai bentuk edukasi Bank Indonesia kepada masyarakat, khususnya pelajar SMA, terkait dengan tugas, fungsi dan wewenang Bank Indonesia. Materi cerdas cermat berupa materi yang dikemas tentang Kebanksentralan serta beberapa program-program yang dikampanyekan oleh Bank Indonesia, seperti GNNT.

 

Selain itu, sebagai upaya untuk lebih mendekatkan diri di kalangan pelajar agar ke depan semakin banyak lapisan masyarakat yang semakin memahami keberadaan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter, stabilitas keuangan dan sistem pembayaran.

 

Acara semakin meriah dengan hadirnya Kepala Dispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM bersama Kepala Bidang Dikmenjur Drs. Sudarminto. Kedatangan Ikhsan bersama rombongan mampu memotivasi puluhan pelajar yang turut serta mengikuti kegiatan lomba cerdas cermat.

 

Dengan mengajak para siswa serta pendukung suporter tiap-tiap sekolah meneriakkan yel-yel pelajar Surabaya membawa semangat baru bagi para siswa untuk mengikuti lomba cerdas pada babak final.

 

Tibalah saatnya puncak final lomba cerdas cermat BI berlangsung, sebanyak 17 bertanding adu cepat menjawab pertanyaan para juri. Ketujuh belas sekolah diantaranya, SMAN 1, SMAN 2, SMAN 5, SMAN 10, SMAN 21, SMAN 7, SMAN 20, SMAN 21, SMK St. Louis I, SMA Gloria, SMK Kr Petra 3, SMA Kr Petra 1, SMA Santa Maria, SMAN 11, serta SMA AL-Hikmah. (Humas Dispendik Surabaya)

 

 

 

Pengelolaan keuangan sekolah yang semakin modern dengan menggunakan sistem online serta terintegrasi antara satu dengan yang lainnya terutama menyangkut pengelolaan Bantuan Operasional Daerah (BOSDA) atau yang lebih dikenal di Surabaya dengan istilah BOPDA menarik perhatian daerah lain untuk lebih dalam mengkaji serta mempelajarinya.

 

Tadi siang (28/08) bertempat di ruang Kartini Kantor Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dra. Eko Prasetyoningsih, M. Pd menerima kunjungan Dinas Pendidikan Kota Samarinda.

 

Pada kesempatan ini, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Disdik Kota Samarinda M. Wahiddah menerangkan kunjungannya ke Surabaya ialah untuk mempelajari tata kelola BOSDA, menurutnya Surabaya dianggap mampu melakukan pengelolaan anggaran sekolah secara tertib administrasi melalui pengelolaan sistem online.

 

Sementara itu, Eko menuturkan bahwa dalam perancangan RAPBS sekolah-sekolah sudah menggunakan sistem online tersebut, dimadidalamnya mulai pengajuan anggaran, penentuan standard harga sudah tercantum dalam sistem tersebut. Setelah itu, jika ada revisi maka tim penyelia dispendik akan melakukan terhadap rencana penggunaan anggaran sekolah tersebut.

 

“Selain BOS dari pusat Surabaya juga memiliki BOPDA untuk kegiatan operasional sekolah”.

 

Eko juga menambahkan,   salah satu program pendidikan di surabaya yang telah berhasil dikembangkan yakni pendidikan gratis di semua jenjang mulai dari tingkat SD hingga SMA. Pembiayaan pendidikan di Surabaya telah di-cover melalui anggaran pendidikan yang mencapai 30 % dari APBD kota Surabaya.

 

 Bantuan pendidikan tersebut diwujudkan melalui pemberian BOPDA serta penyediaan sarana dan prasarana kebutuhan siswa yang memadai. Selain itu, peningkatan mutu guru juga menjadi perhatian tersendiri dari Pemkot Surabaya, mulai dari berbagai pelatihan, pengiriman guru ke luar negeri, beasiswa, hingga tunjangan kinerja telah menjadi salah satu program peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di Surabaya.

 

 Selain itu, manajemen pengeloaan keuangan sekolah telah dilakukan secara online oleh sekolah-sekolah melalui, Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Sekolah (SIPKS).

 

 “Melalui sistem tersebut Dispendik dapat memantau penggunaan anggaran sekolah”.

 

 Terkait inovasi pengembangan program pendidikan, ada 14 inovasi  pengembangan program  pendidikan di Surabaya. Empat belas inovasi program pendidikan di Surabaya, diantaranya Profil Sekolah, Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Sekolah (SIPKS), Seleksi Kepala Sekolah, Jurnal Online, Surabaya Belajar, Multimedia Pembelajaran, Rapor Online, Try Out Online, PPDB Online, Sahabat Dispendik,  Klinik Kurikulum, Kenaikan Pangkat Online, Tantangan Membaca 2015, dan Aplikasi Gaji Online. (Humas Dispendik Surabaya)

 

Setelah beberapa minggu yang lalu Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya selenggarakan lomba siswa prestasi tingkat SD, maka sekarang Dispendik gelar lomba siswa prestasi tingkat SMP. Kegiatan seleksi tersebut berlangsung dua hari yakni 27-28 Agustus.

 

 Kepala Bidang Pendidikan Dasar Eko Prasetyoningsih, M. Pd mengungkapkan pelaksanaan lomba siswa prestasi  ini dalam rangka mengembangkan semangat kompetisi serta mendorong semangat bersaing sekaligus meningkatkan kemampuan siswa dan akhirnya meningkatkan mutu pendidikan, maka salah satu wahana menuju hal tersebut dilaksanakan berbagai lomba untuk para siswa.

 

Tidak hanya itu, Eko menambahkan bahwa pelaksanaan lomba siswa prestasi ini dilatarbelakangi oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menetapkan bahwa pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa dan bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

 

 Kasi Kesiswaan Pendidikan Dasar Tri Aji Nugroho menturkan pelaksanaan siswa prestasi tingkat SD tersebut diikuti perwakilan tiap-tiap kecamatan, masing-masing kecamatan mengirimkan dua orang wakilnya.

 

“Total lomba prestasi tingkat SMP diikuti oleh 81 siswa”.

 

Sementara itu, Aryo Seno Bagaskoro pelajar SMPN 6 tampak bersemengat ketika mengikuti tes wawancara yang berlangsung di ruang Ki Hajar Dewantara tadi (28/08). Menurutnya sebagai seorang pelajar harus memiliki wawasan luas serta mampu berperan aktif dalam berbagai kegiatan positif.

 

Mereka yang lolos seleksi tingkat kota akan mewakili Surabaya dalam lomba siswa prestasi SMP tingkat provinsi. (Humas Dispendik Surabaya)

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan