Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Peringati Harkitnas, Siswa SD Kunjungi Tempat Sejarah

     Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang jatuh setiap tanggal 20 Mei, dimaknai berbeda oleh puluhan siswa dari SDN Bulak Rukem 1. Mereka memperingati dengan mengunjungi beberapa tempat sejarah yang berada di kota Surabaya. Salah satunya makam Dr. Soetomo yang terletak di Jalan Bubutan.

      Kepala SDN Bulak Rukem I Ruddy Prayitno menuturkan selain mereka dapat mempelajari sejarah tentang para pahlawan, kegiatan ini sekaligus sebagai bentuk implementasi pembelajaran berbasis karakter yang diterapkan di sekolah tersebut.

     Selain itu, para siswa juga dapat mengetahui tentang perbedaan pahlawan nasional yang berasal dari Surabaya, yakni Dr. Soetomo yang terkenal sebagai pendiri organisasi modern kali itu, yang bernama Budi Utomo serta Bung Tomo  yang berhasil mempertahankan kemerdekaan Indonesia di Surabaya melalui pertempuran sengit pada 10 November 1945.

      Ruddy menambahkan para siswa yang ikut dalam kunjungan ke beberapa tempat bersejarah tersebut merupakan siswa berprestasi yang berasal dari sekolahnya. "Kegiatan ini juga merupakan sebuah bentuk apresiasi para siswa berprestasi di sekolah kami", tuturnya.

      Dengan didampingi para guru, para siswa tampak antusias menyimak penjelasan dari keturunan Dr. Soetomo yang menjelaskan tentang sejarah Dr. Soetomo dalam melakukan pergerakan perhimpunan para pemuda Indonesia  sehingga terbentuknya kongres pemuda untuk yang pertama kali pada 1908.

       Dari kongres pemuda tersebut, maka lahirlah hari sumpah pemuda yang merupakan cikal bakal kemerdekaan bangsa Indonsesia. (Humas Dispendik Surabaya)

150 Siswa Ikuti Penyuluhan Penanggulan Narkoba dan HIV AIDS

    "Suroboyo...Suroboyo areke oke, Arek suroboyo anti tawuran, sifate cinta lingkungan, jiwane jiwa pahlawan, pokoké dadi panutan,  We are...We are Suroboyo!!!.

     Yel-yel pelajar Surabaya kembali terdengar di gedung Wanita Surabaya dalam rangka pembukaan penyuluhan penanggulangan narkoba dan penyakit seksual bagi anak dan remaja yang diadakan oleh Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Provinsi Jawa Timur.

     Pada kesempatan ini, Veri Rusli siswa dari SMA Bina Taruna tampak semangat mengomandoi para pelajar lainnya untuk mengumandangkan yel-yel pelajar Surabaya secara bersama-sama.

     Tak mau ketinggalan, Kepala Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM  yang turut membuka acara tersebut juga larut dalam alunan yel-yel pelajar Surabaya.

     Pada kesempatan ini, Ikhsan menuturkan bahwa dalam rangka melakukan penanggulangan terhadap bahaya narkoba dan pergaulan bebas yang banyak menjerumuskan para pelajar, Dispendik telah mengantasipasi hal tersbut melalui program konsleor sebaya. "Konsleor sebaya ini setiap tahunnya diikuti tidak kurang dari 15.000 lebih pelajar Surabaya".

     Mereka terdiri dari perwakilan ketua OSIS dan ketua kelas yang nantinya setelah dilatih oleh para konselor berpengalaman dapat menjadi konselor bagi temannya sendiri, sehingga penyimpangan perilaku para siswa dapat diantisipasi sedini mungkin. "Kalau mau curhat bisa ke temannya sendiri"

     Ikhsan menambahkan  konselor sebaya nantinya akan masuk dalam kegiatan ekstrakulikuler (ekskul) di sekolah. "Rencananya mulai  awal tahun ajaran baru ekskul konselor sebaya mulai di laksanakan dan modulnya tengah disiapkan".

     Ekskul konselor sebaya akan melibatkan para guru BK, wakasek kesiswaan, guru IPA, serta guru PPKN. Mereka nanti akan dilatih dalam ekskul konselor sebaya ini.

     Dalam modul ekskul konselor sebaya ini nanti terdapat materi tentang konselor, narkoba, penanggulangan HIV AIDS dan kesehatan reproduksi. "Semuanya sudah ada, tinggal pelaksanaannya".

     Ekskul konsleor sebaya merupakan sebuah program sinergi bersama yang meilbatkan instansi-intansi terkait. "BKKBN bisa masuk lewat PIKRR,  perlindungan anak lewat pemberdayaan masyakaratnya, dan untuk kesehatan reproduksi bisa lewat dinkes". (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information