Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Lakukan Rapat Koordinasi Guna Tampung Aspirasi Masyarakat

     Selama beberapa hari, yakni mulai tanggal 1-2 November Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya adakan rapat koordinasi bersama komite sekolah. Acara tersebut berlangsung di lima wilayah yang berbeda. Wilayah surabaya utara berlangsung di SMPN 11, surabaya pusat berlangsung di TLC Pawiyatan, surabaya selatan berlangsung di aula kantor Dispendik Surabaya, surabaya barat di SMKN 2, dan surabaya timur di SMKN 5.

       Kepala Dispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM menjelaskan rapat koordinasi bersama komite sekolah bertujuan untuk mensosialisasikan program Dewan Pendidikan Kota Surabaya (DPS), membangun sinergi, sekaligus menjaring aspirasi masyarakat guna mewujudkan pendidikan surabaya menjadi lebih baik.

        Martadi, ketua DPS menjelaskan salah satu peran DPS dalam membangun pendidikan surabaya menjdai lebih yakni, sebagai pemberi pertimbangan dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan, Pendukung (supporting agency), baik yang berwujud financial, pemikiran maupun tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan, Pengontrol (controlling agency) dalam rangka transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan dan keluaran pendidikan, Mediator antara pemerintah (eksekutif) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (legislatif) dengan masyarakat.

        Martadi menambahkan bahwa badan ini bersifat mandiri, tidak mempunyai hubungan hierarkis dengan lembaga pemerintahan daerah. Sementara itu, Edi Kuntjoro anggota DPS yang lainnya menambahkan, fungsi DPS yakni mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu; Melakukan kerjasama dengan masyarakat (perorangan/organisasi), pemerintah, dan DPRD berkenan dengan penyelenggaraan pendidikan yang bermutu; Menampung dan menganalisis aspirasi, ide, tuntutan, dan berbagai kebutuhan pendidikan yang diajukan oleh masyarakat; Memberikan masukan, pertimbangan, dan rekomendasi kepada pemerintah daerah/DPRD mengenai: kebijakan dan program pendidikan, kriteria tenaga daerah dalam bidang pendidikan, kriteria tenaga kependidikan, khususnya guru/tutor dan kepala satuan pendidikan,kriteria fasilitas pendidikan; dan hal-hal lain yang terkait dengan pendidikan.

        Selain itu, DPS juga dapat berfungsi endorong orangtua dan masyarakat berpartisipasi dalam pendidikan guna mendukung peningkatan mutu dan pemerataan pendidikan, melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap kebijakan, program, penyelenggaraan, dan keluaran pendidikan. (Humas Dispendik Surabaya)

Lewat Kegiatan Dialogis,Tampung Apsirasi Guru SMKN 2

     Kegiatan dialogis merupakan sebuah wadah dalam menangkap berbagai aspirasi masyarakat, khususnya para guru dalam rangka mencapai tujuan bersama, yakni mewujudkan pendidikan di surabaya menjadi lebih.

     Sabtu (01/11) bertempat di ruang aula SMKN 2, Dinas Pendidikan Kota (Dipendik) Surabaya gelar pembinaan sekaligus kegiatan dialogis bersama para guru-guru SMKN 2. Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Dispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM bersama Kepala Bidang Dikmenjur Drs. Sudarminto, M. Pd, anggota Dewan Pendidikan Kota Surabaya Drs. Noor Shodiq dan Kepala SMKN 2 

      Pada kesempatan ini, Ikhsan mengungkapkan kegiatan ini merupakan sebagai ajang silaturahmi sekaligus sebagai wadah dalam menampung aspirasi para guru-guru guna menjadikan pendidikan di surabaya menjadi lebih baik dan menyiapkan generasi emas Indonesia 2045 mendatang.

      Berbagai aspirasi dituangkan oleh para guru-guru dalam forum pertemuan ini, salah satunya diungkapkan oleh Nugroho. Guru di SMKN 2 tersebut mengungkapkan bahwa pengigsian rapor online membutuhkan waktu yang lama, menurutnya dibutuhkan waktu 1,5 jam untuk mengisi rapor online siswa satu kelas.

      Ikhsan menjelaskan, program rapor online filosofinya berawal dari kejadian kebakaran yang pernah menimpa salah satu sekolah, sehingga kehilangan seluruh data-data siswa sehingga dibutuhkan sebuah data base. Selanjutnya, dalam kurikulum 2013 para guru harus menuliskan deskripsi penilaian siswa ke dalam rapor sehingga lebih banyak lagi membutuhkan waktu dalam memberikan penilaian hasil belajar siswa. Oleh karena itu, guna membantu meringankan beban guru dalam memberikan penilaian hasil belajar siswa yang disesuaikan dengan rapor online Dispendik meluncurkan program rapor online ini.

       "Rapor on line merupakan salah satu bentuk inovasi pelayanan publik yang telah diakui oleh pemerintah pusat sebagai salah satu cara dalam menangani permasalahan implementasi kurikulum 2013 di lapangan". Ikhsan menambahkan banyak kunjungan dari berbagai daerah yang ingin mengadopsi rapor online sebagai sarana dalam pengimplementasian kurikulum 2013. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information