Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Saling Beri Masukan, Wujudkan Pendidikan Surabaya Lebih Baik

 

     Salah satu program jangka pendek Dewan Pendidikan Kota Surabaya yakni melakukan konsolidasi dan melakukan diskusi terkait kebijakan pendidikan yang tengah berlangsung di Surabaya.

     Siang tadi (06/10), anggota Dewan Pendidikan Kota Surabaya melakukan konsolidasi dan berdiskusi bersama pakar pendidikan dan Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Hadir dalam kesempatan ini mantan rektor Unesa Prof. Dr. Mukhlas Samani, dan Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. Zainuddin Maliki.

     Ketua Dewan Pendidikan Kota Surabaya Martadi, kegiatan konsolidasi ini bertujuan untuk menambah pengetahuan serta wawasan dewan pendidikan dalam mengembangkan pendidikan Surabaya menjadi lebih baik.

     Pada kesempatan ini, Mukhlas Samani mengungkapkan dalam memberikan rekomendasi ataupun masukan-masukan, hendaknya dewan pendidikan terlebih dahulu melakukan kajian-kajian terhadap program-program pendidikan yang tengah berjalan. Sehingga, nantinya hasil rekomendasi terebut dapat membantu meningkatkan mutu serta kualitas pendidikan di Surabaya.

     Sementara itu, Kepala Dispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM menyampaikan beberapa program pendidikan yang talah dilaksanakan oleh Dispendik Surabaya. Ikhsan menuturkan sebagai boremeter pendidikan nasional yang telah dicanangkan beberapa waktu lalu, ada empat prgram mendasar dalam menjadikan pendidikan surabaya lebih baik.

      Keempat program tersebut meliputi, penigkatan kompetensi guru, peningkatan kompetensi siswa, ketersediaan layanan pendidikan yang bermutu dan berkualitas, serta peningkatan kualitas sekolah. Selain itu, ada sepuluh  inovasi pengembangan pendidikan di surabaya. Kesepuluh program tersebut yakni, pengembangan sistem online tersebut diantaranya, Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Sekolah (SIPKS), seleksi kepala sekolah,  seleksi kepala sekolah, jurnal online, surabaya belajar, multimedia pembelajaran, PPDB online, rapor online, try out online, media centre, dan klinik kurikulum 2013. 

       Ikhsan berharap melalui kegiatan konsolidasi dan koordinasi dapat memberikan masukan terhadap pengembangan program pendidikan ke depan, terutama dalam meningkatan mutu serta kualitas pendidikan para siswa. "Bulan depan Dispendik akan menggelar kongres pelajar nusantara yang diikuti oleh perwakilan setiap daerah, untuk itu dibutuhkan peran serta dewan pendidikan dalam mensukseskan kegiatan tersebut". (Humas Dispendik Surabaya)

Gelar TOT, Siapkan Pendampingan Lima Titik

     Rapor online merupakan salah satu inovasi pengembangan pendidikan Surabaya yang telah masuk 15 besar sistem inovasi pelayanan publik (sinovik), tentunya merupakan sebuah program yang harus dikuasi oleh para guru Surabaya dalam meningkatkan mutu serta kualitas pendidikan di Surabaya.

      Guna mensukseskan pemahaman guru tentang tata cara pengisian rapor online, Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya gelar training of trainer (TOT) yang diikuti oleh 15 pengawas, 3 kepala sekolah, 28 guru SMP/SMA/SMK. "Total ada 46 instruktur yang terlibat dalam pendampingan nanti", tutur Mamik Suparmi Kasi Kurikulum Dikmenjur,

      Kepala Bidang Dikmenjur Drs. Sudarminto, M. Pd menerangkan pendampingan dan pelatihan pengisian rapor online kepada para guru SMP/SMA/SMK akan dilakukan di lima titik yang berbeda mulai besok (07/10). Lima titik tersebut bertempat di SMPN 22, SMPN 17, SMP Barunawati, SMPN 1, dan SMPN 26.

       Mamik menambahkan, bahwa tujuan dilakukan TOT ini ialah untuk meberikan pemahaman kepada para intstruktur dalam pengisian aplikasi rapor online serta menyamakan persepsi terhadap pelaksanaan penilaian kurikulum 2013 dalam implementasinya di aplikasi rapor online.

       Peserta pelatihan untuk SMP terdiri dari dua orang guru yang kompeten di mapel yang berbeda serta satu orang petugas IT. Sedangkan untuk jenjang SMA/SMK peserta tediri dari tiga orang guru yang kompeten dari mapel yang berbeda dan satu petugas IT.

       Sementara itu, Koordinator Pengawas Drs. Bambang Soegijanto, MBA, mengungkapkan tugas para instruktur nantinya meliputi menyampaikan secara teknis tentang pengisian rapor online, memandu teknis pengisian rapor online yang benar sesuai dengan filosofi penilaian otentik kurikulum 2013, menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar teknis pengisian rapor online, dan membantu peserta dalam melakukan pengisian secara online. "Untuk itu diperlukan pemahaman persepsi yang sama sebelum melakukan pendampingan". (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information