Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Ka. UPTD se-Deli Serdang Kunjungi Dispendik

     Setelah kepala SMP, SMA, dan SMK se- Deli Serdang mengunjungi Dinas Pendidikan (Dispendik) dan beberapa sekolah di Surabaya, kini rombongan terakhir yang beranggota para Kepala UTPD dan Kepala SD se-Deli Serdang kembali mengunjungi Dispendik Surabaya.

     Rombongan yang berjumlah 21 Kepala UPTD dan 23 Kepala SD dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dikpora Kab. Deli Serdang Pardo Sahita diterima langsung oleh Sekretaris Dispendik Drs. Aston Tambunan, M. Si didampingi Kasi Kurikulum Pendidikan Dasar  Munaiyah, M. Pd dan Kepala UPTD BPS Wilayah III Endang Pujiastini.

     Pardo mengungkapkan, kunjungan tersebut bertujuan untuk mengkaji lebih dalam tentang implementasi kota ramah anak dan inovasi pengembangan program pendidikan yang telah berhasil dikembangkan oleh surabaya.

     Pada kesempatan ini Aston mengungkapkan, selain pengembangan program kota ramah anak Dispendik juga telah melahirkan berbagai inovasi program pendidikan. Tercatat ada sepuluh inovasi program yang menghantarkan Surabaya mewujudkan barometer nasional. 

    Kesepuluh program tersebut yakni  profil sekolah, Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Sekolah (SIPKS), seleksi kepala sekolah, jurnal online, surabaya belajar, multimedia pembelajaran, rapor online, try out online, PPDB online, media centre, dan klinik kurikulum 2013.

    Aston  menambahkan sebagai kota ramahk anak Surabaya telah pengembangan program pendidikan melalui kegiatan konselor sebaya, organisasi pelajar surabaya (orpes) serta kongres pelajar nusantara yang telah berlangsung tahun lalu.

     Sementara itu, Munaiyah menyampaikan sebagai upaya menyiapkan para guru dalam melakukan implementasi kurikulum 2013, Dispendik telah menggelar pelatihan dan pendampingan secara menyuluruh kepada para guru di Surabaya.

     "Selain pelatihan dan pendampingan Dispendik juga menyediakan klinik kurikulum 2013, baik secara online maupun tatap muka langsung".

     Acara diakhiri dengan kunjungan ke beberapa SD di Surabaya. SD-SD yang mendapat kunjungan tersebut diantaranya SDN Baratajaya, SDN Klampis Ngasem, SDN Ngagel Rejo II, dan UPTD BPS Wilayah III Surabaya. (Humas Dispendik Surabaya) 

Bahas Pengembangan Grand Design Pendidikan Surabaya, Bapeda Kudus Kunjungi Dispendik

Memasuki abad ke-21, pergaulan antar bangsa telah berkembang menjadi dunia tanpa batas (borderless world), sehingga baik batas geografis, politis, ekonomis maupun batas sosial budaya semakin kabur. Tidak satu pun negara, baik di belahan utara yang lebih maju, maupun di belahan selatan yang tertinggal, tanpa saling berhubungan. Hubungan itu bersifat timbal balik satu sama lain (reciprocal relationship).  Namun dalam hubungan seperti itu seringkali terjadi, siapa yang lebih siap dan lebih kuat akan menang, dan baik secara langsung mau pun tidak langsung pihak yang kuat ikut menentukan nasib dan masa depan negara yang kurang siap dan lemah.

Grand Design Pendidikan harus sesuai dengan kondisi demografis, geografis, geostrategis serta kultur sosial budaya yang dominan.  Oleh karena itu penyusunan Grand Design itu harus memperhatikan aspirasi seluruh lapisan masyarakat.  Di samping itu, Grand Design Pendidikan Kota Surabaya merupakan terjemahan kebijakan nasional tentang kependidikan, visi, misi pengembangan dan searah dengan kebijakan umum pengembangan dan pembangunan Kota Surabaya ke masa depan.

Berbicara tentang pengembangan grand design pendidikan surabaya, tadi pagi (29/01) Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) menerima kunjungan dari Bapeda dan Dinas Pendidikan Kabupaten Kudus. Rombongan tersebut diterima langsung oleh Kasubag Umum dan Kepegawaian Retnowati, S. Sos didampingi Kasi Kesiswaan Dikmenjur Aries Hilmi, S. STP di ruang aula atas kantor Dispendik Surabaya.

Amalia, SH dari Bapeda Kab.Kudus mengaku kagum akan konsep pengembangan pendidikan ke depan, mulai dari pengembangan IT hingga pada peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di Surabaya.

”Melalui kunjungan ini diharapkan dapat menyerap berbagai informasi dan pengalaman yang telah dilakukan oleh Surabaya dalam mengembangkan grand design pendidikannya”.

Sementara itu, Aries Hilmi menerangkan konsep pengembangan pendidikan yang kini dilakukan oleh surabaya yakni mengarah kepada peningkatan mutu pendidikan, karena melanjutkan konsep pengembangan yang lalu yakni pemerataan pendidikan.

”Konsep ini yang mengacu pada pembuatan renstra  kedepan”.

Galuh staf IT Dispendik menambahkan sebagai upaya mewujudkan Surabaya menjadi barometer pendidikan nasional, Dispendik telah melakukan inovasi pengembangan program pendidikan.

Inovasi tersebut yakni  profil sekolah, Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Sekolah (SIPKS), seleksi kepala sekolah, jurnal online, surabaya belajar, multimedia pembelajaran, rapor online, try out online, PPDB online, media centre, dan klinik kurikulum 2013. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information