Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Lewat Cross Culture, Lestarikan Budaya Bangsa

     Kekayaan budaya bangsa yang dimiliki oleh bangsa ini, menjadi sebuah magnet bagi negara-negara lain untuk mempelajarinya. Sebuah keharusan bagi para generasi muda, terutama para pelajar Surabaya untuk terus dapat mengembangkan dan melestarikan budaya yang kita miliki ini.

    Tadi pagi, bertempat di SMAN 15 Surabaya puluhan siswa-siswi dengan mengenakan berbagai macam pakaian adat daerah, menyambut kedatangan siswa-siswi Australia yang tergabung lewat pertukaran pelajar BRIDGE (Building Relationship Intercultural Dialogue and Growing Engagement).

    Kepala SMAN 15 Drs. Abu Djauhari, mengungkapkan kerjasama pertukaran pelajar melalui BRIDGE telah di gagas selama tiga tahun. Lewat pertukaran pelajar ini, para siswa dapat saling bertukar kebudayaan antar bangsa.

    Cathrine, koordinator Communi Colage Asutralia mengaku senang dengan cara penyambutan yang dilakukan oleh para siswa-siswi SMAN 15. Ia pun berharap melalui BRIDGE ini, dapat terus mengembangkan pendidikan secara bersama-sama antar dua negara.

    Sementara itu, Kasi Kesiswaan Dikmenjur Aries Hilmi menerangkan bahwa kegiatan ini bukan saja sebagai pertukaran budaya antar bangsa, tetapi harus lebih menitik beratkan pada pengembangan kemampuan bakat serta intelektual siswa di kemudian hari. Sehingga kedepannya, para siswa banyak memperoleh pengalaman yang dapat digunakan dalam berbagai kesempatan.

    Tak mau ketinggalan dengan siswa-siswi SMAN 15 yang memperagakan pakaian adat daerah di hadapan tamu undangan. Beberapa siswa dari Australiapun dengan mengenakan pakaian batik turut memperagakan busana juga dihadapan tamu undangan. (Humas Dispendik Surabaya)

742 Guru Honorer K2, Lakukan Pemberkasan

     Selama beberapa hari, Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya bersama Badan Diklat dan Kepegawaian (BKD) lakukan pemberkasan kepada 742 guru honorer dan tenaga administrasi sekolah (TU) kategori dua yang telah dinyatakan lolos dalam tes seleksi K2 beberapa bulan lalu.

    Kasi Tenaga Non Fungsional Verawati, S.Sos mengungkapkan dari 1.090 pegawai honorer K2 yang lolos seleksi, sebagian beasar berasal dari guru. Untuk itu pihaknya bersama BKD segera melakukan pemberkasan kepada para guru dan tenaga administrasi  sekolah agar bisa ditempatkan sesuai dengan keahliannya.

    Tidak hanya itu, dalam pemberkasan ini,  para guru honorer dan tenaga administrasi K2 harus melengkapi  beberapa persyaratan administrasi yang telah ditentukan. Persyaratan tersebut meliputi surat lamaran, pas foto hitam putih 3 x 4 dan 4 x 6 (masing-nasing 6 lembar), foto copy ijazah dan transkrip nilai, surat keterangan sehat, kartu pencari kerja (kartu kuning), SKCK, surat keterangan bebas NAPZA, surat pernyataan tugas secara terus menerus serta memiliki disiplin dan dedikasi serta integritas yang tinggi, surat pernyataan tanggung jawab mutlak, surat pernyataan penempatan, foto KTP dan KK yang telah dilegalisir. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information