Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Berteman Buku Kita Banyak Tahu

 

Ayo kita buka buku ... buku

Ayo kita baca buku ... buku

Buku cakrawala ilmu ... ilmu

Buku adalah guru bijaksana

                                                     .............................................

Demikian cuplikan bait awal dari Mars Baca Buku yang dibawakan dengan merdu dan penuh semangat oleh tim Paduan Suara SMP Negeri 23 Surabaya pada saat menyambut kehadiran  Tim  Juri Lomba Perpustakaan Tingkat SLTP se Jawa Timur 2014 yang diselenggarakan oleh Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur. Berbagai atraksi turut pula memeriahkan acara penyambutan, di antaranya atraksi tim Pencak Silat, tim Yel-yel Baca Buku, Kader Perpustakaan, Kader UKS, dan Gugus Pramuka. Mereka tampak masih tetap semangat walaupun harus menunggu sejak pagi hari. Rombongan tim juri yang terdiri atas  3 (tiga) orang semula dijadwalkan hadir  di SMP Negeri 23 pada pukul 08.00, namum tim juri baru hadir pada pukul 17.00, hari Jumat (12/9).

Drs. Ramlan Manampak Purba, Kasubid SDM Perpustakaan Provinsi Jawa Timur, selaku Ketua Tim Juri, dalam sambutanya mengemukakan bahwa dengan lomba ini dimaksudkan sebagai bahan pembinaan dan evaluasi terhadap pengelolaan dan pemanfaatan perpustakaan di sekolah. Dengan demikian mutu penyelenggaraan perpustakaan dapat dimanfaatkan untuk mendorong dalam meningkatkan budaya membaca dan menulis bagi setiap warga sekolah. Sesuai dengan motto “Perpustakaan Sebagai Jantung Pendidikan”, maka keberadaannya diharapkan dapat mendukung mata pelajaran, sebagai pusat studi atau telaah ilmiah, sebagai pusat informasi, dan bahkan sebagai tempat rekreasi, tambah Purba.

Beberapa jajaran pejabat setempat yang terkait turut pula hadir menyambut Tim Juri Lomba, di antaranya Kepala Barpus Kota Surabaya, Dra. Arini Pakistyaningsih, S.H., M.M.; Kasubid Pembinaan Perpustakaan Kota Surabaya, Drs. Elok Susilo W., M.M.; Kabid PLS Dispendik Kota Surabaya, Drs. Dakah Wahyudi, M.Pd.; Pengurus Komite Sekolah, Drs. Ec. Erwin Tjahyuadi, M.Si., yang sekaligus sebagai anggota DPRD Kota Surabaya; Muspika Kecamatan Rungkut; dan Lurah Kedung Baruk, Rully Prasetya Negara, S.STP, M.Si.

Drs. Elok Susilo W., M.M., Kasubid Pembinaan Perpustakaan Kota Surabaya, mengememukakan harapannya dengan optimis bahwa SMP Negeri 23 sebagai wakil dari Kota Surabaya akan mampu meraih gelar Juara I. Komitmen untuk maju sudah kuat, jalin semua lini untuk bergerak, Standar Nasional Perpustakaan sudah terpenuhi, bahkan anggaran 15% telah mampu terlewati. Tahun 2013 lalu SMA Petra II sebagai Juara II, dan SMP Al Hikmah sebagai Juara II, sedangkan tahun 2014 ini SMA 5 meraih Juara Harapan I, dan semoga SMP Negeri 23 mampu meraih Juara I. Berupaya maksimal sudah kita lakukan, maka tinggal berdoa saja, tambah Elok.

Sebelum penilaian secara fisik dilakukan oleh tim juri, Dra. Elly Dwi Pudjiastuti, M.Pd., selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 23, memaparkan bahwa sejak tahun Pelajaran 2012/2013 SMP Negeri 23 telah mengadakan kegiatan “Jumat Bersih, Sehat, dan Cerdas”. Yang dimaksud dengan Jumat Cerdas yaitu para siswa secara bergiliran tingkat kelas diwajibkan membaca buku dan membuat resume dari apa yang telah mereka baca. Ketika Walikota Surabaya meluncurkan Program Kota Surabaya Sebagai Kota Literasi pada Hardiknas 2 Mei 2014, dilanjutkan dengan Kebijakan Kadispendik Kota Surabaya agar setelah berdoa pada awal pelajaran diteruskan dengan kegiatan membaca Al Quran selama 10 menit dan membaca buku selama 15 menit. SMP Negeri 23 dengan menambah waktu untuk membaca literasi dan menulis resume selama 20 menit, tambah Elly.

Masih menurut Elly, untuk mendukung Surabaya Sebagai Kota Literasi,  sarana dan prasarana perpustakaan dilengkapi dengan sistem Sipus, Ruang Sirkulasi Buku, Ruang Baca, Ruang IT. Di samping itu, perluasan ruang baca diperbanyak seperti di Ruang Baca di Taman Toga, Ruang Baca di Di Bawah Pohon Rindang, dan di Ruang Baca di Di Bawah Pohon Sapu Tangan.

Sedangkan untuk tambahan koleksi buku atau sarana perpustakaan, SMP Negeri 23 menjalin kerjasama dengan berbagai pihak dari luar. Di antaranya dengan Balai Bahasa Jawa Timur, para Alumni, Program Satu Guru Satu Buku untuk periode tertentu, dan sumbangan buku dari anggota DPRD, Kecamatan, Kelurahan, atau Muspika setempat, serta dari Kantor Pertamina Jawa Timur berupa sarana laptop dan LCD, imbuhnya. (Humas Dispendik Surabaya)

Bersama Kejari dan Kepolisian, Dispendik Sosialisasi Hibah BOPDA 2014

      Selama beberapa hari, Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya bersama pihak Kejaksaan dan Kepolisian sosialisasikan hibah BOPDA 2014 kepada sekolah-sekolah penerima bopda 2014. Acara tersebut berlangsung di empat titik yang berbeda yakni di SMP Angelous Custos, SMP Xing Zhong, SMPN 1 dan SMPN 28.

      Sekretaris Dispendik Drs. Aston Tambunan, M. Si menerangkan salah satu tujuan diberikannya BOPDA kepada sekolah ialah menghapuskan biaya operasional sekolah dan meringankan biaya pendidikan bagi masyarakat.

      Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dra. Eko Prasetyoningsih, M. Pd ketika menutup sosialiasi hibah BOPDA 2014 di SMPN 28 menerangkan, peruntukkan hibah bopda bagi sekolah sebagai biaya alat tulis sekolah (ATS), biaya bahan dan alat habis pakai (BAHP), pemeliharaan dan perbaikan ringan, biaya transport, biaya konsumsi, biaya pembinaan siswa/ekstrakurikuler, biaya uji kompetensi, biaya praktek kerja industri, biaya pelaporan, biaya peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan, biaya pengembangan kurikulum, pembelian/pengadaan sarana dan prasaranapembelajaran, biaya daya dan jasa.

        Eko menambahkan besaran BOPDA yang diberikan untuk siswa SD yakni Rp. 174.000,-/siswa/semester, untuk siswa SMP sebesar Rp. 423.000,-/siswa/semester, dan untuk siswa SMA/SMK sebesar Rp. 912.000,-/siswa/semester.

       Sedangkan Wissang Willatno  Satreskrim Tanjung Perak menuturkan sesuai  UU no. 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, bahwa setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri/orang lain/korporasi sehingga merugikan keuangan negara dapat dipidana seumur hidup dan tidak menutup kemungkinan untuk pidana mati serta denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp. 1 Milyar, ungkapnya. (Humas Dispendik Surabaya)

 

Additional information