Ijazah merupakan hal yang sangat berharga oleh para siswa karena ijazah dapat dipergunakan untuk melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi ataupun melamar lowongan pekerjaan,  oleh karena itu dalam penulisan ijazah dibutuhkan kehati-hatian serta ketelitian agar jangan sampai salah tulis.

 

Tadi pagi (08/04) bertempat di gedung aula SMKN 6 Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya sosialisasikan penulisan sekaligus pendistribusian blanko ijazah kepada para kepala sekolah dan wakasek kurikulum SMA se- Surabaya.

 

Dalam sambutannya, Kepala Dispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM menghimbau agar sekolah-sekolah dapat melakukan penulisan ijazah dengan benar, oleh karena itu dibutuhkan sebuah ketelitian serta kehati-hatian agar jangan sampai salah penulisan.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Dikmenjur Drs. Sudarminto, M. Pd menambahkan, bagi sekolah yang kepala sekolahnya mengalami pergantian setelah tanggal Kelulusan (15 Mei 2015), Ijazah ditandatangani oleh Kepala Sekolah Lama. Jika Kepala Sekolah Lama Mengalami Sakit Permanen sehingga tidak bisa tanda tangan/Meninggal Dunia, maka yang bertandatangan adalah kepala sekolah baru. Sedangkan, bagi sekolah yang masih bermasalah dengan kelembagaannya, maka kepala sekolah yang bertandatangan ditangguhkan sampai permasalahanya selesai.

 

“Jangan Sampai Menahan Ijazah”, tegas Sudarminto.

 

Terkait petunjuk teknis pengisian ijazah, Kasi Kurikulum Dikmenjur Dra. Mamik Suparmi menjelaskan  pengisian kepala sekolah adalah nama sekolah yang menerbitkan ijazah sesuai dengan nomenklatur.

 

Pengisian nama pemilik ijazah menggunakan HURUF KAPITAL serta sesuai dengan yang tercantum pada ijazah yang diperoleh dari jenjang pendidikan sebelumnya, atau sesuai akte kelahiran/dokumen kelahiran yang sah sesuai peraturan perundangan, apabila terdapat kekeliruan pengisian pada ijazah sebelumnya.

 

Pengisian tempat dan tanggal lahir pemilik ijazah  sama halnya dengan aturan penulisan nama pemilik ijazah yakni sesuai dengan akte kelahiran/dokumen kelahiran yang sah.

 

Sedangkan, pengisian nomor induk siswa nasional pemilik ijazah sesuai dengan nomor induk siswa nasional yang tercantum pada buku induk. Nomor induk siswa nasional terdiri atas 10 digit yaitu 3 (tiga) digit pertama tentang tahun lahir pemilik ijazah dan 7 (tujuh) digit akhir tentang nomor pemilik ijazah yang diacak oleh sistem di Kemdikbud.

 

Pengisian nomor peserta Ujian Nasional terdiri atas 14 (empat belas) digit sesuai dengan nomor peserta yang tertera pada kartu tanda peserta Ujian Nasional dan sama dengan yang tertera di Sertifikat Hasil Ujian Nasional (SHUN). 1(satu) digit berisi informasi jenjang pendidikan, 2(dua) digit berisi informasi tahun, 2(dua) digit berisi informasi kode provinsi, 2(dua) digit berisi informasi kode kabupaten/kota, 3(tiga) digit berisi informasi kode sekolah, 3(tiga) digit berisi informasi kode urut peserta, dan 1(satu) digit berisi informasi validasi. (Humas Dispendik Surabaya)

 

 

Meski sudah sekian kali diselenggarakan, Festival Tari Remo dan Yosakoi di Surabaya tidak kehilangan aura kemeriahannya. Ajang tahunan yang kali ini dihelat di Balai Pemuda, Minggu (2/8) itu mampu menarik animo masyarakat.

 

Sedikitnya 250 penari remo unjuk kebolehan menampilkan tarian khas Jawa Timur. Rentang usia peserta Tari Remo mulai anak umur 5 tahun hingga remaja 16 tahun. “Mulai siswa taman kanak-kanak (TK) sampai pelajar SMA, semua ambil bagian dalam festival ini,” terang Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Surabaya, Wiwiek Widayati.

 

Sedangkan Tari Yosakoi dibawakan oleh 1.000 orang yang terbagi dalam 40 grup. Masing-masing grup diberikan kesempatan secara bergiliran menampilkan tarian tradisional Jepang tersebut.

 

Wiwiek mengatakan, Pemerintah Kota Surabaya sudah menjadikan Festival Tari Remo dan Yosakoi sebagai agenda rutin tahunan. Kegiatan tersebut merupakan implementasi dari hubungan sister city antara Kota Surabaya dengan Kota Kochi di Jepang. Festival Tari Remo dan Yosakoi juga diintegrasikan sebagai bagian dari rangkaian acara Cross Culture Festival (CCF) atau Festival Seni Lintas Budaya yang juga dilaksanakan setiap tahun.

 

Konsul Jenderal Jepang di Surabaya Yoshiharu Kato yang turut hadir menyatakan, pihaknya sangat berterima kasih dan mengapresiasi Festival Tari Remo dan Yosakoi. Menurut dia, sejak pertama kali diselenggarakan di Surabaya pada 2003, festival ini bukan sekadar sebagai tontonan seni saja, melainkan sudah menjadi simbol persahabatan yang kental antar kedua kota, yakni Surabaya dan Kochi.

 

Kato menuturkan, di Jepang sendiri Festival Tari Yosakoi biasanya diadakan setiap bulan Juli. Sebab pada rentang waktu tersebut, Jepang sedang memasuki musim panas dimana sangat cocok untuk diselenggarakannya Festival Tari Yosakoi.

 

Secara keseluruhan, Kato mengaku terkesan dengan Festival Tari Remo dan Yosakoi yang ada di Surabaya. “Ini baru pertama kali saya menyaksikan festival ini di Surabaya. Saya sangat senang melihat respon masyarakat akan pentingnya kegiatan lintas budaya seperti ini,” ujar Kato yang resmi menggantikan Noboru Nomura per April 2015 ini. (Humas Dispendik Surabaya)

Pemerintah Kota Surabaya menggelar upacara Pembukaan Pelatihan dan Pembekalan Paskibraka Kota Surabaya tahun 2015. Bertempat di Graha Sawunggaling (3/8) upacara tersebut dihadiri oleh 100 siswa terpilih dari 57 SMA dan SMK di kota Surabaya. Dalam upacara tersebut, Sumarno Kepala Bakesbangpol dan Linmas bertindak sebagai inspektur upacara didampingi oleh Agus Purnomo, Kabid Perlindungan Masyarakat untuk membacakan laporan penyelenggara.

 

Upacara pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang diikuti oleh seluruh peserta upacara. Kemudian dilanjutkan dengan penyematan tanda peserta. Sebelum proses pemberian amanat, dilakukan pembacan laporan penyelenggara oleh Agus Purnomo.
Pada pembacaan laporan penyelenggara, Agus menjelaskan bahwa acara pelatihan dan pembekalan Paskibraka akan dilakukan selama 13 hari di balai kota Surabaya. Pelatihan tersebut dilakukan dalam tiga bentuk kegiatan, yakni Orientasi (3-9 Agustus), Pemantapan (10-12 Agustus) dan Karantina (13-17 Agustus).

 

Agus juga menegaskan bahwa tujuan pelatihan dan pembekalan Paskibraka Kota Surabaya ini adalah untuk melakukan pengibaran bendera merah putih pada hari Kemerdekaan Indonesia Raya di Taman Surya Kota Surabaya. Selain itu Agus menambahkan bahwa pelatihan tersebut adalah untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air pada diri siswa.

 

Setelah pembacaan laporan, dilanjutkan dengan pemberian amanat upacara oleh inspektur upacara. Dalam pemberian amanat tersebut Sumarno membacakan sambutan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini. Sumarno mengatakan kepada para siswa-siswi Paskibraka terpilih untuk saling mengenal dan menjalin ikatan satu sama lain. Selain memberikan semangat, Sumarno juga menegaskan kepada peserta paskibraka kota Surabaya agar tidak bersikap sombong dan saling mengingatkan.

 

Setelah memberikan amanat upacara, Sumarno melanjutkan dengan membacakan tantingan kepada peserta upacara diikuti oleh jawaban serentak para peserta upacara. Setelah proses tantingan, Feronika Nicken, salah satu petugas upacara yang berasal dari SMA Negeri 8 Surabaya membacakan Dharma Mulia Putra Indoenesia. Upacara yang berlangsung khidmat tersebut kemudian ditutup dengan pembacaan doa dan seremonial pemotongan tumpeng oleh inspektur upacara. (Humas Dispendik Surabaya)

 

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan