Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Lewat Kerja Keras, Cerdas, Tuntas dan Ikhlas Wujudkan Surabaya Sebagai Barometer Pendidikan Nasional

     Selama beberapa hari, Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya telah melakukan kegiatan pembinaan UPTD BPS di beberapa wilayah Surabaya. Kegiatan tersebut diakhiri dengan pembinaan UPTD di UPTD BPS wilayah Surabaya 4.

     Tadi pagi, bertempat aula gedung SMPN 26 pembinaan UPTD BPS wilayah Surabaya 4 telah berlangsung. Kepala UPTD BPS wilayah Surabaya 4 Drs. Haryono, MM mengungkapkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 19 pengawas TK/SD, 87 kepala SDN, 6 penilik, serta 15 staf UPTD BPS wilayah Surabaya 4.

    Haryono menambahkan bahwa dalam mewujudkan Surabaya sebagai barometer pendidikan nasional, pihaknya tengah menerapkan prinsip empat kartu As (kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas) kepada seluruh jajarannya di UPTD BPS wilayah Surabaya 4.

    Sementara itu, Kepala Dispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S.Psi, MM ketika memberikan pengarahan mengungkapkan bahwa pihaknya kini tengah  melakukan peningkatan pelayanan kedinasan Dispendik Surabaya  melalui pola kerja terstruktur dan efisien yang kedepannya nanti mempercepat kinerja para guru di Surabaya guna melayani kebutuhan masyarakat, terutama dalam hal memberikan layanan pendidikan yang bermutu dan berkualitas di Surabaya.

 Saat ini, UPTD BPS telah membentuk lima koordinator. Koordinator tersebut, meliputi koordinator kurikulum, koordinator umum, koordinator sarana dan prasarana, koordinator keuangan, dan koordinator pendidikan luar sekolah (PLS).

    Tugas para koordinator ini, selain memberikan pelayanan kepada para guru di setiap bidangnya, juga  memberikan laporan langsung ke Dispendik. Pada kesempatan ini, Ikhsan, juga memperkenalkan para koordinator UPTD, staf Dispendik yang menangani masing-masing wilayah, pengawas, serta penilik kepada para kepala SDN se-wilayah Surabaya 4.

     Lebih lanjut, bahwa saat ini rapor online telah dapat di akses oleh para orang tua, untuk mengetahui perkembangan nilai hasil belajar siswa di sekolah.  Rapor online tersebut dapat diakses oleh para orang tua melalui raporku.net. (Humas Dispendik Surabaya)

MPKW dan BAMAG Akan Bantu Perlengkapan Sekolah Siswa Tidak Mampu

Menyambut Tahun Baru 2014 pada 3 januari lalu, Kepala Dinas Pendidikan Surabaya  Dr. Ikhsan, S.Psi, MM, menghadiri acara dengar pendapat yang diadakan oleh Majelis Pendidikan Kristen Wilayah Jawa Timur di Jalan Keputran nomer 67 Surabaya. Diawali oleh pengantar yang di sampaikan Dr.Ikhsan, S.Psi,MM. Ada  dua hal yang menjadi pokok bahasan dalam acara ini, yaitu tentang Kualitas pendidikan kota Surabaya yang memiliki visi menjadi barometer pendidikan nasional (Indonesia) serta akan ada sekitar 50ribu murid dari tingkat SD-SMA dengan tingkat ekonomi tak mampu (Mitra Warga) yang membutuhkan bantuan perlengkapan untuk sekolah.   

Acara yang berlangsung sejak pukul 2 siang ini diikuti oleh beberapa sekolah, universitas dan lembaga-lembaga pendidikan Kristen, diantaranya YBPK Surabaya, UKPetra, YPK Gloria, Cita Hati East Campus, Elyon, Voice of Life, dan Bamag (Badan Musyawarah Antar Gereja Surabaya).  Diharapkan melalui acara ini Sekolah, Universitas dan lembaga-lembaga pendidikan Kristen di surabaya bisa bersinergi dan bekerja sama untuk peningkatan kualitas pendidikan di Surabaya.  

Kurikulum 2013, juga sempat disinggung dalam dengar pendapat ini, Dr.Iksan, S.Psi, MM menyampaikan masih banyak guru yang belum memahami konsep kurikulum ini, diantaranya tentang raport online, padahal tujuan raport online ini bertujuan untuk memudahkan dan mengurangi resiko kerusakan fisik raport biasa. “Maka dari itu , perlu kerjasama sekolah-sekolah untuk mengadakan pelatihan-pelatihan bagi guru, agar bisa mentrasform diri dari pola lama, menjadi pola baru, dengan begitu,harapan Surabaya menjadi Barometer Pendidikan Nasional bisa terwujud” Tambahnya.

Drs.Kresnayana Yahya.Msc selaku pengamat pendidikan,juga menghadiri acara ini, dan menyatakan ada Pekerjaan Rumah Besar dalam dunia pendidikan saat ini, apalagi pada tahun 2015 akan terlaksana AEC (Asean Economic Community) di mana bukan hanya kebebasan barang dagangan seluruh Asean masuk Indonesia, tetapi Orang-orang Asean baik tenaga ahli dan tenaga kerja bisa bebas bekerja dan berprofesi di Indonesia, ini yang membuat tingkat persaingan Global makin tinggi, jika element sekolah dan pendidikan tidak meningkatkan wawasansan sistem yang benar, maka murid dan siswa bisa jadi korban, di mana hanya akan menjadi penonton di negeri sendiri. Guru menjadi ujung tombak utama pendidikan, diharapkan dengan sistem yang benar guru bisa lebih bersemangat untuk mentrasfer ilmu dan terus belajar untuk mengembangkan kapasitas dan wawasan, agar dapat meningkatkan kemampuan dan pendidikan siswa.

Diakhir sesi acara, Dr.Iksan, S.Psi, MM menginformasikan ada wadah bagi guru untuk berkumpul dan berbagi wawasan, seperti adanya MGMP di jalan Pawiyatan yang bisa dimanfaatkan semua guru untuk melakukan rembuk atau mengadakan training-training singkat dalam rangka meningkatkan kualitas diri, yang nantinya juga akan meningkatkan kualitas pendidikan di Surabaya. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information