Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Bahas UU 23 Tahun 2014, Dispendik Beri Penjelasan

     Kerisauan sekolah-sekolah, khususnya jenjang SMA dan SMK di Surabaya tentang peralihan pengelolaan manajemen sekolah yang nantinya akan dikelola oleh Provinsi terjawab sudah.

     Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Kejuruan Drs. Sudarminto, M. Pd menjelaskan pengalokasian dana pendidikan kepada SMA dan SMK se-Surabaya merupakan jawaban atas kerisauan banyak pihak tentang penyelenggaraan pendidikan gratis yang selama ini telah diterapkan di Surabaya terutama pada tingkat SMA dan SMK.

     Pemerintah Kota (pemkot) Surabaya tetap akan mengalokasikan dana Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPDA) kepada SMA dan SMK Surabaya meskipun nantinya pengelolaan manajemen sekolah di serahkan kepada provinsi sesuai dengan UU no. 23 Tahun 2014.

     "Pengalokasian dana pendidikan tersebut merupakan salah satu upaya pemkot Surabaya dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Surabaya, sekaligus menunggu masa persiapan peralihan ke provinsi", ungkap Sudarminto dalam pertemuan bersama MKKS SMA Swasta di SMA Mater Amabilis, Sabtu (10/01),

     Sudarminto menambahkan terkait kurikulum 2013, Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya telah menyerahkan dokumen usulan sekolah yang menerapkan KTSP ataupun Kurilukulum 2013 ke Kemendikbud.

     Sementara itu, terkait pelaksanaan Unas 2015 Sudarminto menerangkan kelulusan sepenuhnya ditentukan oleh siswa, Unas tidak untuk kelulusan namun sebagai sebagai mengukur capaian kompetensi pada bidang mata pelajaran yang diujikan. 

      "Data ujian nasional mengacu kepada data Dapodik yang ditutup sejak 31 Desember 2014".

       Ujian nasional yang berbasis komputer (Computer Based Test) di Jawa Timur berlaku kepada seluruh SMK di Surabaya yang telah ditunjuk oleh Kemendikbud. (Humas Dispendik Surabaya)

SMAN 8 Kini Miliki Pusat Sumber Belajar

Pemanfaatan pusat sumber belajar (PSB) sebagai fasilitas dalam meningkat mutu dan pendidikan di sebuah sekolah menjadi penting, hal tersebut  sekaligus menjawab  perkembangan arus teknologi dan informasi yang semakin pesat dewasa ini. Melalui PSB memberikan sebuah wadah dalam memanfaatkan berbagai sumber belajar baik cetak maupun eletronik yang bertujuan menambah wawasan serta ilmu pengetahuan siswa.  

 

Sabtu (10/01), bertempat di SMAN 8 Kepala Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM meresmikan PSB SMAN 8, selain meresmikan PSB Kadispendik juga melakukan kegiatan dialog bersama guru-guru SMAN 8.

 

Kepala SMAN 8 Dra. Ligawati menuturkan guna memfasilitasi para guru dan siswa dalam mengembangkan kompetensi di berbagai bidang dibutuhkan adanya sebuah PSB yang dapat memberikan layanan informasi serta ilmu pengetahuan yang dibutuhkan.

 

Melalui PSB para siswa dapat menggunakan fasilitas seperti komputer dan jaringan internetnya, membaca buku-buku pengetahuan, melakukan kegiatan presentasi serta PSB juga berfungsi sebagai salah satu tempat yang dapat digunakan dalam menunjang kegiatan belajar mengajar para guru dan siswa di sekolah.

 

“PSB dapat dipergunakan para guru dan siswa dalam menggali informasi sebanyak mungkin guna mengembangkan kompetensinya”.

 

Liga menambahkan selain kegiatan dialogis dan peresmian PSB, kegiatan ini juga diisi dengan workshop pembelajaran dengan pendekatan scientific dan peniliaian otentik yang bertujuan meningkatkan pemahaman guru terhadap implementasi kurikulum 2013.

 

Sementara itu dalam sambutannya Kadispendik Ikhsan mengungkapkan kegiatan dialogis bersama para guru ini bertujuan untuk menangkap berbagai aspirasi para guru yang nantinya sebagai masukan guna mewujudkan Surabaya sebagai barometer pendidikan nasional.

 

“Melalui tekad bersama menjadi sebuah kekuatan dalam mewujudkan impian-impian tersebut”. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information