Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Peringati Hari Kemerdekaan Dengan Kampanye Lingkungan

      Puluhan siswa-siswi kader SMP PGRI 6 (Spegrinam), kemarin (15/08) memperingati detik-detik proklamasi kemerdekaan RI yang jatuh setiap tanggal 17 Agustus dengan adakan pawai menjaga kelestarian lingkungan.

       Mereka mengemas acara tersebut dengan kegiatan drum band serta pawai poster yang membawa pesan tentang menjaga lingkungan agar tetap terjaga kelestariannya.

       Banu Atmoko, kepala SMP PGRI 6 menuturkan kegiatan merupakan salah satu bentuk upaya dari para siswa dalam mengkampanyekan akan kesadaran masyarakat menjaga lingkungan, sekaligus juga merupakan bentuk rasa syukur atas kepada Tuhan YME atas kemerdekaan yang diperoleh selama 69 tahun ini.

        Selain  menjaga kelestarian lingkungan, para siswa ini juga melakukan kampanye tentang penghematan energi, seperti penghematan listrik, pengurangan sampah plastik,  serta pembuatan lubang biopori.

        Di Mrutu Kalianyar tim drumband Spegrinam mendapatkan penjelasan Banu Atmoko  tentang tumpukan sampah yang banyak berisi samapah plastik yang dapat didaur ulang menjadi bahan yang dapat dimanfaatkan kembali. (Humas Dispendik Surabaya)

Dalami Pendidikan Inklusi, Disdik Prov. Kalsel Kunjungi Dispendik

     Upaya Pemerintah Kota (pemkot) Surabaya dalam meningkatkan mutu serta kualitas pendidikan inklusi di Surabaya, terutama dalam memberikan pelayanan terbaiknya bagi para siswa-siswi inklusi  mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan yang tadi pagi (25/08) berkunjung ke Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya. Hal tersebut diutarakan oleh Dr. Hamka, M. Si Sekretaris Disdik Prov. Kalsel.

      Menurut Hamka, pengembangan pendidikan injklusi di Surabaya menjadi acuan bagi Disdik Prov. Kalsel dalam meningkatkan mutu pendidikan inklusi di Kalsel. Mulai dari penyediaan sarana belajar mengajar, peningkatkan kompetensi guru, hingga bea siswa bagi siswa inklusi telah dilakukan oleh pemkot Surabaya dalam memajukan pendidikan inklusi. "Ini patut kita contoh", tuturnya.

       Bersama dua puluh lima orang yang terdiri dari guru, pengawas, serta staf Disdik Prov. Kalsel, Hamka menyimak penjelasan langsung dari Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dra. Eko Prasetyoningsih, M. Pd yang memaparkan tentang pengembangan pendidikan inklusi di Surabaya.

       Menurut Eko, dalam memajukan pendidikan di semua lini dibutuhkan sebuah komitmen bersama yang diikuti dengan upaya dan kerja keras bersama meningkatkan mutu serta kualitas pendidikan di Surabaya, tak terkecuali pendidikan inklusi.

       Berbagai program telah dilakukan Dispendik Surabaya dalam meningkatkan pendidikan inklusi diantaranya adanya kelas layanan khusus yang tersedia hampir di seluruh kecamatan di Surabaya, penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, bea siswa siswa inklusi, sekolah terbuka di setiap jenjang, dsb.

      Kunjungan dari Disdik Prov. Kalsel kemudian dilanjutkan menuju SDN Klampis Ngasem I dan SMPN 29. Disana mereka melihat langsung penerapan pendidikan inklusi yang telah berhasil dikembangkan di Surabaya. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information