Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Tata Perpus Sekolah, Sekaligus Tanamkan Budaya Literasi

     Menumbuh kembangkan minat baca seorang anak tidak hanya melalui sebuah gerakan membaca, namun dapat dilakukan dengan cara lain. Hal tersebut dilakukan oleh SMP PGRI 6 (Spegrinam) Surabaya dengan menanamkan budaya literasi ke siswa melalui kegiatan bersih-bersih perpus sekolah.

     Kepala Spegrinam Banu Atmoko menuturkan kegiatan membersihkan sekaligus menata buku di pepustakaan sekolah merupakan salah satu upaya dalam merangsang minat baca anak yang diawali dengan menumbuhkan suasana nyaman di perpustaakan. 

    "Lebih dari 1.000 buku koleksi yang terdapat di perpus, untuk itu kita mengajak para siswa mencintai lingkungan perpusnya terlebih dahulu".

     Banu menambahkan dengan gemar membaca maka segala pengetahuan akan dapat di pelajari dan dikembangkan bersama. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (27/02), diawali dengan penataan buku-buku ke rak-rak yang telah disediakan kemudian setelah tertata rapi, para guru mengajak untuk membaca buku-buku bacaan tersebut.

     Lutfia Turfa, siswi Spegrinam mengaku senang melakukan kegiatan membersihkan perpus sekolah. Bersama teman sebayanya ia tampak bersemangat menata tumupukan buku yang sedang berserakan.

     "Dengan kegiatan ini, kami sadar akan pentingya merawat buku-buku bacaan perpus". (Humas Dispendik Surabaya)

Bersama Bapemas NGO Terkait, Bahas Materi Perlindungan Anak

     Jumat (30/01), bersama Badan Pemberdayaan Masyakarat dan Keluarga Berencana (Bapemas dan KB) serta NGO terkait, Dispendik Surabaya bahas materi rencana sosialisasi program perlindungan anak.

     Dalam materi yang rencananya disampaikan selama beberapa hari tersebut membahas tentang bagian pribadi kita, tempat berbahaya, mengenali orang berbahaya, teknik perlindungan diri, serta bentuk-bentuk pencegahannya.

     Kasubag Umum dan Kepegawaian Retnowati, S. Sos menyampaiakan dalam kegiatan sosialisasi tentang perlindungan anak, Dispendik akan memfasilitasi terselenggaranya acara tersebut.

     "Mulai dari tempat, perlengkapan LCD hingga laptop akan kami upayakan", tuturnya.

     Sementara itu, terkait teknik perlindungan ada dua hal yang harus diperhatikan yakni, penampilan diri dan sadar situasi. Para siswa dalam berpakaian hendaknya menggunakan pakaian yang tertutup dan sopan, serta perlu memperhatikan juga tempat dan situasi, hindari tempat-tempat sepi yang sering mengundang tindak kejahatan.

     Risdiana dari Bapemas menyampaikan bila ada sebuah kejadian kekerasan, tindak kriminal yang dapat membahayakan diri anak dapat disampaikan melalui PPT P2A di no. 08113345303 dan 082232421000, atau TESA di 129 dan Rumah Sahabat Anak di no. 031-5642233. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information