Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

HAN 2014 : Walikota Luncurkan Rumah Sahabat Anak dan Sematkan Pin Pelajar Penggerak Perubahan

Jangan buang waktu kalian dengan kegiatan tidak berguna. Keberhasilan dan kesuksesan tergantung dari diri sendiri bukan orang lain. Hal itu disampaikan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dihadapan ribuan anak-anak Surabaya pada puncak peringatan Hari Anak Nasional 2014, Jumat (26/9), di Empire Palace.
Dalam memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2014 yang diperingati setiap tanggal 23 Juli, Kota Surabaya telah melakukan berbagai kegiatan. Seperti lomba mencari bakat anak, MTQ, Puisi, dan sebagainya. Paling spesial pada puncak HAN 2014, yakni dilaunching Rumah Sahabat Anak yang bertempat di gedung balai pemuda.

Rumah sahabat anak ini didirikan untuk membantu anak-anak mengatasi permasalahan mereka. Misalnya, permasalahan pelajaran maupun masalah yang dihadapi di sekolah. Anak-anak bisa curhat melalui telepon dengan menelpon ke nomor halo anak Surabaya 08001111000 dan 031-5462233. Selain itu, juga dilakukan pembacaan deklarasi Pelajar Penggerak Perubahan Kota Surabaya. Mereka akan menjadi duta internet sehat dan konselor sebaya bagi teman-teman sekolah mereka.

Isi deklarasi tersebut diantaranya, mengajak menggunakan teknologi internet untuk mendorong kemajuan negeri, secara sehat, aman, dan berbudya. Berperan aktif mendampingi rekan sebaya dalam setiap permasalahan yang dihadapi. Menyatukan tekad dan tujuan demi kemajuan pemuda Surabaya. Berkepribadian luhur serta senantiasa menjaga integritas dalam berkehidupan bermasyarakat.

Setelah dilakukan launching, wali kota surabaya bersama Kepala Bapemas dan KB, Dinas Pendidikan, Asisten Kesejahteraan Rakyat, Bagian Humas, melakukan percobaan bersama-sama perwakilan anak-anak yang hadir diacara tersebut melakukan konsultasi melalui saluran telepon.

Banyak pertanyaan yang disampaikan anak-anak tersebut. Seperti mereka bosan dengan pelajaran matematika yang terlalu banyak hitungan. Kemudian disarankan psikolog yang bertugas pada saat itu untuk menggambar sesuai hati mereka utk menghilangkan kebosanan tersebut.

Sementara itu, Wali Kota dalam sambutannya mengatakan peringatan HAN ini sangat penting, karena baik buruknya sebuah bangsa tergantung dari keberhasilan anak-anak. Jika mereka salah arah, lanjut Risma maka Negara ini juga akan salah arah. Salah satu kunci keberhasilan sebuah Negara maju adalah pendidikan.

“Pendidikan adalah jalan menuju kesuksesan. Kenapa pendidikan menjadi penting. Negara ini bisa berhasil atau tidak, tergantung pada kalian semuanya. Saya juga ingin menyampaikan bahwa prestasi anak-anak kita adalah prestasi bangsa. Kenapa demikian karena negara ini bisa berjaya karena anak-anak kita,”imbuhnya.

Risma menambahkan menjadi manusia modern bukan menggunakan narkoba, merokok, pergaulkan bebas. Wali Kota perempuan Surabaya pertama ini berpesan kepada anak-anak menjadi manusia modern dengan berpikir untuk masa depan yang lebih baik. “Orang tua kalian dan bangsa ini sudah menunggu keberhasilan kalian semua. Arek-arek Surabaya harus mampu bersaing dengan anak-anak dari Negara lain. Ibu yakin kita mewarisi jiwa pejuang untuk bisa bertempur melebihi anak-anak di dunia,” pesannya.

Keberadaan rumah sahabat anak menurut Rima sangat penting untuk mengontrol tumbuh kembang anak-anak Surabaya. Karena mereka secara tidak sadar bahwa diluar ancaman dan gangguan sangat luar biasa, terkadang mereka bisa terjebak didalamnya. Untuk itu, melalui Rumah Sahabat Anak dan Halo Anak Surabaya ini mampu mengarahkan mereka agar tidak terjerumus ke hal-hal negatif.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (bapemas dan KB), Nanis Chairani menjelaskan bahwasanya keberadaan rumah sahabat anak ini untuk menguatkan psikologis anak. "Ketika anak-anak malu untuk menceritakan masalah pribadi mereka kepada guru atau orang tua. Mereka bisa curhat ke rumah sahabat anak bisa datang langsung atau via telepon," jelasnya.
Komitmen pemkot Surabaya terhadap anak tidak hanya dalam bentuk rumah sahabat anak. Melainkan atas kerjasama Dinas Pendidikan dan Dinas Komunikasi dan Informatika Surabaya berhasil membentuk kader pelopor pengerak perubahan. Mereka ini akan menjadi duta  internet sehat dan konselor sebaya.

"Kegiatan peringatan hari anak nasional. Kami terus melakukan inovasi untuk menjadikan kota surabaya layak dan nyaman bagi anak-anak. Bahwasanya kerjasama dengan stakeholder sudah berjalan dengan baik bersama-sama mewujudkan Kota Surabaya sebagai kota layak anak," pungkasnya. (Humas Dispendik Surabaya)

Tingkatkan Kualitas Mengajar, Yayasan KSF Akan Latih Guru SD

Sebanyak 200 guru sekolah dasar (SD) di Surabaya akan mendapatkan kesempatan langka yang jarang didapat guru-guru SD pada umumnya. Demi meningkatkan kompetensi profesi mereka yang tentunya akan berimbas positif pada kemampuan siswa-siswi, para guru tersebut akan mendapatkan pelatihan khusus metode mengajar yang interaktif.

Poin tersebut merupakan poin utama dari hasil pertemuan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, ketika menerima kunjungan Kartika Sari Dewi Soekarno (putri Presiden pertama RI Soekarno), pendiri yayasan Kartika Soekarno Foundation (KSF) bersama Dubes Selandia Baru, David Taylor dan Konsul Kehormatan Selandia Baru untuk Jawa Timur, Hari Soenogo di ruang kerja walikota, Jumat (26/9).

Ikut hadir dalam pertemuan tersebut, Asisten III Sekkota, M Taswin, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Ikhsan, Kepala Bagian Kerja Sama Kota Surabaya, Ifron Hady Susanto, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Surabaya, Widodo Suryantoro, Kepala Bagian Perekonomian Kota Surabaya, Chalid, serta Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Surabaya, Wiwiek Widayati.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 60 menit tersebut, Walikota Risma bersama Kartika Soekarno dan Dubes Selandia Baru, lebih banyak membahas perihal pendidikan di Surabaya. Utamanya terkait peningkatan kualitas tenaga pengajar di Kota Pahlawan.

Risma menyambut baik program pelatihan untuk guru-guru SD di Surabaya. “Guru-guru yang mengikuti pelatihan ini nantinya diharapkan akan menjadi pelopor. Harapan kita, setelah mengikuti training, mereka kelak juga bisa menjadi trainer bagi guru-guru lainnya,” terangnya. 

Dikatakan mantan Kepala Bappeko itu, guru memang harus mendapatkan pendidikan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi mereka. Utamanya guru sekolah dasar. Sebab, mereka harus menyiapkan anak-anak sejak dini untuk bisa bersaing di kancah global. Karena itu, di zaman yang serba digital seperti sekarang, seharusnya tidak ada lagi guru yang tidak memahami internet atau tidak paham cara mengoperasikan komputer.

“Banyak sekali anak-anak SD sekarang yang punya intelektualitas luar biasa tetapi tidak bisa menekuni secara intens karena dari awal karakter mereka tidak dilatih untuk menjadi pemenang tetapi hanya menerima saja. Saya ingin anak-anak Surabaya tidak mudah menyerah dan bisa mengaplikasi ilmunya. Sehingga kita tidak hanya menjadi user tetapi juga negara produsen,” jelas walikota.

Budyanto Soetanto selaku juru bicara Kartika Soekarno Foundation menyampaikan, pihaknya selama ini telah banyak mendengar tentang kerja keras Walikota Surabaya dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Surabaya. Karenanya, KSF antusias untuk ikut berperan memajukan pendidikan di Surabaya.

“Bu Risma selama ini sudah luar biasa melalui upaya-upayanya dalam meningkatkan kualitas SDM. Bu Risma concern untuk memastikan anak-anak Surabaya siap bersaing di level internasional. Apa yang telah dilakukan oleh Bu Risma itu sevisi dengan standar kami di KSF,” terang Budy Soetanto.

Dikatakan Budyanto, sejak didirikan pada tahun 1998 silam, KSF telah melakukan kerja sama dengan UNICEF (lembaga PBB yang concern mengurusi kemanusiaan dan anak-anak), termasuk juga bekerja sama dengan pemerintah Selandia Baru. Kerja sama itu diwujudkan tidak dengan membangun gedung-gedung sekolah baru, tetapi dengan memperbaiki kualitas pendidikannya.

“Karena itu, kedatangan kami ini selain untuk memperkenalkan diri, juga menyampaikan akan ada bantuan dari pemerintah Selandia baru untuk Surabaya di bidang pendidikan dan nanti juga kerja sama di bidang lainnya. Kita akan segera melakukan pelatihan untuk 200 guru sekolah dasar di Surabaya. Ini adalah tahap awal. Kita buat model pelatihan dulu,” sambung dia.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Ikhsan menambahkan, pihaknya sudah bertemu dengan beberapa perwakilan dari tim trainer tersebut. Dia berharap pelatihan untuk guru-guru SD di Surabaya tersebut bisa segera dimulai.

“Mereka juga berharap bisa secepatnya. Saya juga sudah bertemu dengan beberapa anggota timnya. Mereka memang berkompeten juga berpengalaman karena sudah melatih guru di beberapa tempat. Ini kita lagi menyusun beberapa programnya,” jelas Ikhsan. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information