Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

SKP Online, Dispendik Sosialisasikan Ke SMP

Sistem penilaian angka kredit  online melalui Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) merupakan sebuah sistem yang dirancangkan oleh Dinas Pendidian Kota (Dispendik) Surabaya  dalam mempermudah para guru untuk melakukan proses kenaikan pangkat secara terstruktur dan terukur.

Tadi siang (10/02), bertempat di aula kantor Dispendik Surabaya, Dispendik sosialisasikan tentang tata cara pengisian sistem penilaian angka kredit  online berbasis Sasaran Kinerja Pegawai (SKP). Acara tersebut diikuti oleh seluruh tenaga administrasi tingkat SMPN se-Surabaya.

Kepala Bidang Ketenagaan Ir. Yusuf Masruh menerangkan, ada beberapa tahap yang harus dialalui oleh guru dalam SKP. Tahap pertama yakni, guru terlebih dulu menyusun SKP, kemudian penilai yang berasal dari guru senior melakukan penilaian terhadap PKG, capaian SKP, dan perilaku kerja, dan kepala sekolah sebagai penilai prestasi kerja (PPK).

Dimana langkah-langkah penilaiannnya yakni, kepala sekolah mengatur penugasan dan guru senior,  kemudian guru mengisi sasaran kerja, penilai melakukan penilaian terhadap kinerja, perilaku dan capaian, dan yang terakhir kepala sekolah mencetak penilaian perilaku kerja lewa system online.

“Sistem penilaian tersebut dapat diakses melalui pak.dispendik.surabaya.go.id”.

Jenjang  jabatan fungsional guru sesuai Permenneg PAN & RB No.16/2009, pasal 17 meliputi, Guru Pertama Penata Muda III/a kebutuhan Angka Kredit Komulatif (AKK) sebesar 100, Penata Muda Tingkat I III/b AKK sebesar 150, Guru Muda Penata III/c AKK sebesar 200, Penata Tk. I III/d AKK sebesar 300, Guru Madya Pembina IV/a AKK sebesar 400, Pembina Tk. I IV/b AKK sebesar 550, Pembina Utama Muda IV/c AKK sebesar 700, dan Guru Utama Pembina Utama Madya IV/d AKK sebesar 850, Pembinan Utama IV/e AKK sebesar 1.050.

Terkait kenaikan pangkat online, guru dapat melakukan  Login ke sistem dengan menggunakan NIP sebagai identitas pengguna dan password masing-masing. Password awal diisikan NPSN dari sekolah masing-masing, selanjutnya dapat diganti sendiri. Jika menemukan masalah dengan password, silahkan menghubungi kepala sekolah masing-masing. Kepala sekolah diberikan fasilitas untuk Reset password guru-gurunya.  (Humas Dispendik Surabaya)

Lindungi Generasi Muda dari Narkoba Sejak Dini

     Potensi serta kemampuan para generasi muda dalam membangun sebuah bangsa jangan sampai terkontaminasi dengan penyalahgunaan narkoba (narkotika dan obat-obat berbahaya), karena hal tersebut dapat merusak masa depan yang gemilang. Pentingya upaya sejak dini dalam melindungi para siswa-siswi dari bahaya narkoba perlu segara dilakukan upaya pencegahan bersama.

     Oleh karena itu, tadi pagi (10/02) bertempat di ruang aula atas kantor Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya, Dispendik bersama BNN lakukan penyuluhan sekaligus pembinaan kepada perwakilan guru SD.

     Ketua BNN Kota Surabaya AKBP Suparti menjelaskan obat-obatan yang sering direkomendasikan untuk kesehatan dewasa ini sering disalahgunakan oleh para kalangan remaja untuk dikonsumsi sebagai salah satu pola gaya hidup masa kini (trandsetter).

      Suaparti menambahkan efek narkoba berdasarkan ilmu farmakologi meliputi, Depresan yakni efek dari narkoba yang dapat menekan sistem saraf pusat dan mengurangi aktifitas fungsional tubuh, sehingga pemakai merasa tenang bahkan bisa membuat pemakai tertidur atau tidak sadarkan diri.

      Kemudian efek yang kedua yakni, stimulan yaitu efek dari narkoba yang bisa mengakibatkan kerja organ tubuh seperti jantung dan otak lebih cepat dari kerja biasanya dan mengakibatkan seseorang lebih bertenaga senang serta gembira untuk sementara waktu.

      Ketiga yakni, Halusinogen dimana efek dari narkoba jika dikonsumsi dengan dosis tertentu, dapat mengakibatkan seseorang menjadi berhalusinasi. Contohnya dihasilkan dari jenis kokain serta LSD (Lysergic Acid Diethylamide).

      Dan kemudian efek yang terkahir yakni, Adiktif dimana rasa dan ingin terus mengkonsumsi zat tertentu karena zat dalam narkoba telah memutuskan syaraf-syararf dalam otak dan merusakan organ tubuh lainnya yang dapat berakibat pada kematian.

     "Oleh karena itu, melalui sosialisasi ini para guru dapat lebih berhati-hati dalam mengawasi para siswa di sekolah, bila terjadi sesuatu gejala yang mencurigakan tidak usah panik dan langsung berkoordinasi dengan BNN".

      Sementara itu, Kasi Penmas Thussy Apriliyandari SE, menyampaikan program sosialisasi penyuluhan narkoba kepada para guru SD ini merupakan program tindak lanjut dari sosialisasi-sosialisai sebelemnya yang dilakukan kepada guru SMP dan SMA.

      Pada kegiatan ini, para guru dapat membuat sebuah program bersama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba disekolah sekaligus sebagai upaya bersama dalam  menyelamatkan para generasi muda dari bahaya narkoba. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information