Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Walikota : Jangan Boleh Seorangpun Menyakiti Badanmu...

     "Halo..., Apa kabar...!!!" sapa Tri Risma -panggilan akrab Walikota Surabaya- kepada puluhan siswa SD YPPI ketika melakukan kegiatan sosialisasi tentang pencegahan bahaya pelecehan kekerasan seksual pada anak.

      Didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Dr. Ikhsan, S. Psi, MM dan Kepala Bapemas KB Dra. Nanis Chairani, MM, Tri Risma meyampaikan betapa pentingnya para siswa  menjaga tubuhnya dari hal-hal yang tidak diinginkan, terutama terkait tindak pelecehan seksual yang akhir-akhir marak berkembang di masyarakat luas.

     "Jangan boleh seorangpun menyakiti badanmu, kalian harus berani menolak ataupun berteriak serta bercerita kepada guru", seru Risma dihadapan para siswa. Walikota perempuan pertama di Surabaya tersebut juga menghimbau para siswa agar tidak menyalahgunakan alat komunikasi (HP) untuk menyimpan hal-hal yang tidak bermanfaat. "Kalian belum saatnya untuk itu, nanti suatu saat pasti ada waktunya", cetusnya. 

      Pentingya memupuk jalinan persahabatan antar pelajar merupakan suatu hal penting dalam mengembangkan bakat dan potensi serta kreatifitas para siswa. Untuk itu para siwa diharapkan menjalin sebuah kekompakan antar teman di sekolah, karena akan bermanfaat dikemudian hari kelak.

      Risma juga menghimbau agar para siswa agar menjauhkan diri dari ajakan-ajakan yang bersifat negatif, terutama kepada orang yang tidak kenal yang saat ini banyak beredar di berbagai media sosial.

      Selain itu, Risma juga berpesan agar  anak Surabaya mempunyai semangat yang tingggi untuk mengukir sebuah prestasi, kesuksesan dan keberhasilan di berbagai bidang. "Anak Surabaya tidak boleh takut, anak Surabaya harus berani", imbuhnya. (Humas Dispendik Surabaya)

       

Peringati Harkitnas, Siswa SD Kunjungi Tempat Sejarah

     Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang jatuh setiap tanggal 20 Mei, dimaknai berbeda oleh puluhan siswa dari SDN Bulak Rukem 1. Mereka memperingati dengan mengunjungi beberapa tempat sejarah yang berada di kota Surabaya. Salah satunya makam Dr. Soetomo yang terletak di Jalan Bubutan.

      Kepala SDN Bulak Rukem I Ruddy Prayitno menuturkan selain mereka dapat mempelajari sejarah tentang para pahlawan, kegiatan ini sekaligus sebagai bentuk implementasi pembelajaran berbasis karakter yang diterapkan di sekolah tersebut.

     Selain itu, para siswa juga dapat mengetahui tentang perbedaan pahlawan nasional yang berasal dari Surabaya, yakni Dr. Soetomo yang terkenal sebagai pendiri organisasi modern kali itu, yang bernama Budi Utomo serta Bung Tomo  yang berhasil mempertahankan kemerdekaan Indonesia di Surabaya melalui pertempuran sengit pada 10 November 1945.

      Ruddy menambahkan para siswa yang ikut dalam kunjungan ke beberapa tempat bersejarah tersebut merupakan siswa berprestasi yang berasal dari sekolahnya. "Kegiatan ini juga merupakan sebuah bentuk apresiasi para siswa berprestasi di sekolah kami", tuturnya.

      Dengan didampingi para guru, para siswa tampak antusias menyimak penjelasan dari keturunan Dr. Soetomo yang menjelaskan tentang sejarah Dr. Soetomo dalam melakukan pergerakan perhimpunan para pemuda Indonesia  sehingga terbentuknya kongres pemuda untuk yang pertama kali pada 1908.

       Dari kongres pemuda tersebut, maka lahirlah hari sumpah pemuda yang merupakan cikal bakal kemerdekaan bangsa Indonsesia. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information