Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Tingkatkan Kualitas PKBM, Dispendik Beri Pembinaan

     Peningkatan mutu serta kualitas pendidikan di surabaya tidak hanya dilakukan kepada pendidikan formal saja, melainkan pendidikan non formal juga menjadi perhatian tersendiri bagi Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya untuk dapat mengembangkannya.

     Selama dua hari 13-14 Agustus, Dispendik melakukan pembinaan serta pelatihan kepada para penyelenggara pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) yang tersebar di surrabaya. Kasi Penmas PLS Thussy Apriliyandari, SE menyebutkan pelatihan ini dikuti sebanyak 36 PKBM yang terdapat di Surabaya.

     Kabid. Kesenian, Olaheaga dan PLS Drs. Dakah Wahyudi, M. Pd menjabarkan pembinaan dan pelatihan yang ditujukan kepada 36 PKBM ini bertujuan untuk meningkatkan mutu serta kualitas pendidikan non formal di surabaya, selain itu juga sebagai persiapan dalam menyambut era paasar bebas (AFTA) 2015.

      Goenarti, narasumber yang berasal dari UNESA menerangkan peningkatan mutu serta kualitas PKBM dapat ditingkatkan dengan adanya akreditiasi lembaga yang jelas. Khusus untuk akreditasi pendidikan nonformal dan informal dilakukan oleh Badan Akreditasi Pendidikan Non Formal (BAN PNF).

      BAN PNF ini merupakan badan  otonom yang berteanggungjawab langsung kepada Mendiknas. "Badan ini nanti yang akan menguji kelayakan program PKBM, apakah sudah memenuhi standar yang ditetapkan atau belum memenuhi".

      Goenarti menambahkan menurut pasal 60 ayat 1 dan 3 UU No.20/20013 Sisdiknas, standar kelayakan yang diuji oleh BSNP meliputi standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana/prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian. "Jadi PKBM harus memenuhi standar yang ditetapkan, sehingga kualitasnya dapat terjaga dengan baik". (Humas Dispendik Surabaya)

Peneliti Muda Surabaya Melaju Ke Taiwan

     Satu lagi, prestasi para pelajar surabaya patut untuk kita banggakan. Lewat seleksi yang cukup ketat serta prestasi yang luar biasa di berbagai lomba penelitian yang diadakan oleh Surya University. Tiga pelajar Surabaya akan mengikuti Asia Pacific Conference of Young Scientists (ICYS) yang di selenggarakan di Taiwan pada 17 Agustus mendatang.

      Tiga pelajar surabaya tersebut yakni Linus Nara (penemu helm berpendingin udara)  SMAN 16, Erika Rizki Sagita  SMPN 28, dan Ramly Myzhar SMAN 21 Surabaya.

       Di Asia Pacific Conference of Young Scientists, Nara akan memaparkan penelitiannya tentang Endothermal Helmet to Protect Our Brain (helm tahan benturan). Jika pada umumnya ketahanan benturan pada helm standar biasa mencapai 18 KPa, melaui sistem pendingin yang terdapat pada helm ciptaan Nara ini, mampu meredam benturan hingga 55,8 kPa. "Jadi cukup aman dipakainya".

       Tidak hanya Nara, Erika dari SMPN 28  akan memaparkan hasil penelitiannya  tentang "Soybean Soaking With Aloevera Juice Growth Rate of Soybean Seed". Begitu juga dengan Ramly, siswa SMAN 21 tersebut juga akan memaparkan hasl penelitiannya lewat "Benthic Macroinvertebrates to Determine Water Quality Simple Bioassessment for Kali Mas River Surabaya". 

        Ketiga pelajar berprestasi tersebut dilepas keberangkatannya ke Taiwan di kantor Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya oleh Kadispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM. Pada kesempatan ini, Ikhsan mengaku bangga akan prestasi ketiga pelajar ini mengikuti konferensi peniliti muda tingkat asia pasifik.

         Ikhsan, berpesan agar para pelajar menyiapkan dengan matang materi-materi hasil penelitian yang akan dipaparkan di sana, sehingga dapat tampil secara maksimal dan diharapkan dapat mengharumkan nama surabaya di dunia internasional. "Tetap semangat, dan jangan lupa jaga kesehatan. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information