Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

150 Siswa Ikuti Penyuluhan Penanggulan Narkoba dan HIV AIDS

    "Suroboyo...Suroboyo areke oke, Arek suroboyo anti tawuran, sifate cinta lingkungan, jiwane jiwa pahlawan, pokoké dadi panutan,  We are...We are Suroboyo!!!.

     Yel-yel pelajar Surabaya kembali terdengar di gedung Wanita Surabaya dalam rangka pembukaan penyuluhan penanggulangan narkoba dan penyakit seksual bagi anak dan remaja yang diadakan oleh Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Provinsi Jawa Timur.

     Pada kesempatan ini, Veri Rusli siswa dari SMA Bina Taruna tampak semangat mengomandoi para pelajar lainnya untuk mengumandangkan yel-yel pelajar Surabaya secara bersama-sama.

     Tak mau ketinggalan, Kepala Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM  yang turut membuka acara tersebut juga larut dalam alunan yel-yel pelajar Surabaya.

     Pada kesempatan ini, Ikhsan menuturkan bahwa dalam rangka melakukan penanggulangan terhadap bahaya narkoba dan pergaulan bebas yang banyak menjerumuskan para pelajar, Dispendik telah mengantasipasi hal tersbut melalui program konsleor sebaya. "Konsleor sebaya ini setiap tahunnya diikuti tidak kurang dari 15.000 lebih pelajar Surabaya".

     Mereka terdiri dari perwakilan ketua OSIS dan ketua kelas yang nantinya setelah dilatih oleh para konselor berpengalaman dapat menjadi konselor bagi temannya sendiri, sehingga penyimpangan perilaku para siswa dapat diantisipasi sedini mungkin. "Kalau mau curhat bisa ke temannya sendiri"

     Ikhsan menambahkan  konselor sebaya nantinya akan masuk dalam kegiatan ekstrakulikuler (ekskul) di sekolah. "Rencananya mulai  awal tahun ajaran baru ekskul konselor sebaya mulai di laksanakan dan modulnya tengah disiapkan".

     Ekskul konselor sebaya akan melibatkan para guru BK, wakasek kesiswaan, guru IPA, serta guru PPKN. Mereka nanti akan dilatih dalam ekskul konselor sebaya ini.

     Dalam modul ekskul konselor sebaya ini nanti terdapat materi tentang konselor, narkoba, penanggulangan HIV AIDS dan kesehatan reproduksi. "Semuanya sudah ada, tinggal pelaksanaannya".

     Ekskul konsleor sebaya merupakan sebuah program sinergi bersama yang meilbatkan instansi-intansi terkait. "BKKBN bisa masuk lewat PIKRR,  perlindungan anak lewat pemberdayaan masyakaratnya, dan untuk kesehatan reproduksi bisa lewat dinkes". (Humas Dispendik Surabaya)

Lewat Pelatihan Parenting, Tangkal Kejahatan Seksual Kepada Anak

     Berlangsung di dua tempat yang berbeda yakni  TK Santa Maria dan TK Santa Carolus. Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya selenggarakan pelatihan penanggulangan pelecehan  seksual anak kepada ratusan kepala TK se-Surabaya.

     Pelatihan  penanggulangan pelecehan  seksual anak merupakan program bersama yang bertujuan untuk melakukan tindak pencegahan sedini mungkin terhadap berbagai macam jenis kejahatan pelecehan seksual anak yang saat ini tengah merebak di masyarakat.

     Selain itu, pelatihan penanggulangan pelecehan  seksual anak akan diselenggarakan di setiap wilayah UPTD-BPS Surabaya dan melibatkan seluruh kepala TK se-Surabaya. "Setidaknya 1.347 kepala TK akan mengikuti kegiatan ini", ungkap Hari Joko Susilo Kasi PAUDNI Dispendik.

     Kepala Dispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM yang hadir di dua tempat tersebut menjelasakan terdapat tiga materi yang diberikan oleh para narasumber kepada para kepala TK ini. Materi tersebut meliputi perlindungan diri anak, pengasuhan yang cerdas (parenting), serta perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

     Ikhsan menghimbau agar para kepala TK menyimak betul materi-materi yang disampaikan para narasumber nantinya. Menurutnya, setelah pelatihan ini para kepala TK akan mengimbaskan pengetahuannya kepada guru-guru di sekolah, "Pahami betul konsepnya, kemudian tularkan kepada guru-guru".

     Tidak berhenti sampai di situ, diharapkan para guru-guru TK dapat mengajarkan tentang perlindungan anak sebaik mungkin kepada para siswanya, agar nantinya mereka dapat memahami dengan sebaik mungkin tentang bagian tubuhnya, mana yang boleh untuk di sentuh dan mana yang tidak serta sekaligus menerapkan PHBS baik dilingkungan keluarga, sekolah, ataupun masyarakat.

     Para kepala sekolah juga berkewajiban untuk menurlakan pengalamannya yang di dapat selama pelatihan kepada orang tua siswa. Dengan demikian secara menyeluruh tindak kejahatan pelecehan seksual dapat di antisipasi sedini mungkin, terutama pada anak-anak Surabaya.

     Pelatihan penanggulangan pelecehan  seksual anak juga melibatkan narasumber yang kompeten di bidangnya yakni, dari Bapemas KB, Dinkes, UKS, serta Genta Surabaya. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information