Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

25 Siswa Berprestasi Ikuti Wisata Bahari

     Sebagai bentuk nyata sinergitas antara  PT. Pelindo III dengan pemerintah kota (pemkot) Surabaya diwujudkan dengan pemberian bantuan pendidikan berupa bantuan perlengkapan sekolah kepada para siswa SD berprestasi.

     Pemberian bantuan kepada dua puluh lima siswa berprestasi binaan pemkot Surabaya dengan PT. Pelindo III berlangsung di Lt . 4 Gedung PT Pelindo III, Minggu (31/08). Melalui koperasi peduli pendidikan, PT. Pelindo III memberikan bantuan sebanyak 154 siswa yang berasal dari anggota koperasi dan 25 siswa binaan pemkot Surabaya dengan PT. Pelindo.

     Direktur ESDM dan Bagian Umum PT. Pelindo III Kokok Heriyanto menuturkan, pemberian bantuan ini  setiap tahunya diberikan kepada para siswa berprestasi, serta merupakan wujudkan kepedulian PT. Pelindo III terhadap pengembangan pendidikan di Surabaya.

      Kepala Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM yang turut hadir dalam acara tersebut menuturkan, pendidikan merupakan tanggung jawab bersama semua pihak, untuk itu dibutuhkan sinergitas antara para stakeholder terkait dengan pihak pemerintah. Hadir juga dalam acara tersebut Kepala Dinkop & UMKM Kota Surabaya Hadi Mulyono.

      Selain melakukan pemberian bantuan, para siswa juga diajak berkeliling mengarungi perairan suramadu dengan menggunakan kapal pesiar Artama III milik anak perusahaan PT. Pelindo III. Disana mereka diajak untuk lebih dekat mengenal laut.

     Perjalanan dimulai dari dermaga gapura surya, kemudian melewati bawah jembatan suramadu serta para siswa dapat lebih dekat melihat patung Jalasveva Jayamahe. Tidak hanya itu didalam kapal mereka juga dihibur oleh pertunjukkan sulap  dan dikenalkan tentang pengetahuan navigasi kapal. 

     M. Gilang P siswa kelas V dari SDN Semampir mengaku senang mengikuti kegiatan wisata bahari, bersama guru dan teman-temannya ia dapat mendapatkan pengetahuan lebih diatas kapal yang kurang lebih 1,5 jam mengelilingi perairan suramadu. Ia dapat dapat juga berfoto bersama serta mendapatkan pengetahuan tentang alat-alat navigasi kapal yang ditunjukkan oleh para ABK. (Humas Dispendik Surabaya)

120 Lembaga Dapatkan Pembinaan BAN-PNF

     Peningkatan kompetensi para lembaga penyelenggara pendidikan terus dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya. Selama tiga hari, mulai dari hari ini (29/08) sampai (31/08) Dispendik selenggarakan sosialisasi dan kegiatan lokakarya bersama Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Non Formal (BAN-PNF).

     Kepala Bidang Kesenian, Olahraga, dan PLS Drs. Dakah Wahyudi, M. Pd menerangkan sebanyak 120 lembaga yang terdiri dari 60 PAUD, 36 Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) dan 24 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) mengikuti sosialisasi dan lokakarya ini.

     Dakah menambahan nantinya semua lembaga pendidikan akan harus terkareditasi. Dengan akreditasi para penyelenggara pendidikan mendapatkan penilaian berdasarkan delapan standar nasional pendidikan. "Nantinya dalam mengurus perijinan, lembaga harus sudah terakreditasi".

     Acara yang berlangsung di aula belakang kantor Dispendik Surabaya menghadirkan dua orang narasumber dari BAN-PNF. Mereka ialah Prof. Dr. Yatim Riyanto, M. Pd serta Ir. H. Ilyas.

     Menurut Ilyas, Akreditasi dilakukan untuk menentukan KELAYAKAN program dan satuan pendidikan pada jalur pendidikan formal dan nonformal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan.

      Selain itu, akreditasi PNF merupakan pengakuan formal dalam pembentuk pemberian status kelayakan oleh BAN-PNF yang menyatakan bahwa program dan satuan PNF tertentu telah memenuhi persyaratan sesuai dengan SNP.

     Salah satu manfaat adanya akreditisai ialah mendorong satuan PNF untuk selalu berupaya dalam meningkatkan mutu program dan lembaganya secara bertahap, terencana, dan kompetitif.

      Sementara itu, menurut Yatim akreditasi PNF berdasarkan permendiknas no. 69/2009 tentang sistem penjamin mutu dan permendikbud no. 59/2012 BAN. Melalui kegiatan sosialisasi dan lokakarya ini para lembaga akan menyusun dokumen akreditasi sebagai bentuk penilaian yang disusun berdasarkan instrumen yang telah ditentukan.

      Penyusunan dokumen akreditasi berdasarkan delapan standar nasional yang meliputi, standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar pendidik dan tenaga pendidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, standar penilaian pendidikan. "Dengan demikian mutu serta kualitas lembaga penyelenggara pendidikan non formal akan lebih berkualitas". (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information