Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

SMAN 19 Gelar ACIPRAJA 2015

Sabtu (14/02), puluhan siswa dari SMP dan SMA se-Jawa Timur berkumpul di SMAN 19. Mereka berkumpul tidak merayakan hari Valentine Day  melainkan membuat acara lomba ACIPRAJA tingkat Jawa Timur. Peserta membludak sekitar 1030 siswa dari tingkat SMA,SMP dan pemula yaitu SD.


ACIPRAJA 2015 dibuka  oleh Kepala Bidang Pendidian Menengah dan Kejuruan DIspendik Drs. Sudarminto,M.Pd. Dalam sambutannya beliau menitip pesan bahwa lomba ACIPRAJA ini adalah kegiatan yang sangat positif, di saat waktu yang sama banyak anak-anak mengisi kegiatan liburan dengan hura-hura yang cenderung bertentangan dengan budaya bangsa. SMA 19 bersama seluruh peserta lomba se Jawa Timur ini mengisi waktu kegiatan positif dalam kepalang merahan.


Tingkatkan kreativitas dan jaga sportifitas”.

 

Sudarminto menambahkan, bahwa banyaknya kegiatan positif di SMA 19 menunjukkan bahwa SMA 19 adalah sekolah yang baik, yakni pengelolaannya baik  dan sekolah menjadi kondusif.

 

Kepala Sekolah SMAN 19 Surabaya Drs.Moh.Zainuri menuturkan  kegiatan ACIPRAJA ini bertujuan untuk mewadahi apresiasi dan kreativitas siswa SMAN 19 Surabaya dalam kegiatan PMR.


Kami berharap siswa SMAN 19 bisa terus berkreasi, berprestasi dan mengasah kemampuan mereka sehingga nantinya menjadi manusia yang mandiri dan mampu bersaing sesuai tuntutan masyarakat”.

 

Sebagai  sekolah yang terletak di pintu gerbang kota Surabaya di wilayah Utara diharapkan mampu menjadi tauladan masyarakat sebagai sekolah yang baik, berprestasi dan dapat  disejajarkan dengan sekolah maju lainnya.


Jenis perlombaan dibagi dua kategori yakni Traveling dan Non Traveling. Lomba Traveling meliputi 5 bagian antara lain,  PP (Pertolongan Pertama),  Doras (donor darah sukarela), Sankes (sanitasi kesehatan),Kesra(Kesehatan remaja),  dan Leadership/kepemimpinan. Sedangkan lomba Non Traveling antara lain cerdas cermat, poster doras dan mading gerpal/gerakan kepalangmerahan.

 

Dari beberapa kategori yang dilombakan akhirnya keluar juara  ACIPRAJA 2015. Pemenang dalam lomba ACIPRAJA se Jawa Timur yani,  Juara I SMAN 5 Surabaya,  Juara II SMAN  16 Surabaya,  Juara III SMAN 1 Lamongan.  (Humas Dispendik Surabaya)

Belajar Literasi, IGI Aceh Timur Kunjungi Dispendik

Keberhasilan surabaya dalam mewujudkan kota literasi menarik perhatian bagi daerah lain untuk lebih dalam mengkaji implementasi di lapangan. Ketersediaan fasilitas yang lengkap dan memadai serta adanya sebuah upaya yang kuat dalam melakukan kegiatan keliterasian, mulai dari tingkat sekolah hingga masyarakat umum merupakan faktor tersendiri yang menjadikan Surabaya sebagai kota literasi.


Tadi pagi ( 16/02), sebanyak 17 guru yang berasal dari Ikatan Guru Indonesia (IGI) Aceh Timur melakukan kunjungan ke kantor Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya. Rombongan diterima langsung oleh Kepala Dispendik Dr. Ikhsan, S. Psi, MM didampingi Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dra. Eko Prasetyoningsih, M. Pd di ruang rapat lantai dua kantor Dispendik Surabaya.


Ketua IGI Aceh Timur Nurdin, S. Pd menyampaikan, tujuan kedatangannya ke Surabaya bersama para guru-guru ini ialah ingin belajar lebih dalam tentang gerakan literasi yang telah berhasil dikembangkan Surabaya hingga berhasil menjadi  kota literasi.


Pada kesempatan ini, Eko menyampaikan bahwa  budaya literasi telah dikenalkan kepada masyarakat melalui berbagai sarana, mulai dari taman bacaan masyarakat (TBM) yang tersedia di setiap kelurahan hingga pada perpustakaan sekolah. Salah satu upaya menarik minat para siswa dalam meningkatkan kegemaran membaca yakni melalui program tantangan membaca dan menulis cerpen.


Program tantangan membaca ini, mewajibkan para siswa membaca buku-buku sastra kurang lebih 15 menit sebelum kegiatan belajar mengajar di sekolah di mulai. Mereka diwajibkan membaca kurang lebih 6-7 buku karya satra dalam satu semester, kemudian membuat resumenya. Dari hasil resume karya sastra terbaik nantinya akan dilombakan dan diberi penghargaan.


Satria Dharma, salah seorang penggiat literasi mengungkapkan kemajuan pengembangan budaya literasi di Surabaya sudah cukup pesat. Semakin adanya beragam media, baik cetak maupun elektronik menuntut seseorang agar dapat meningkatkan keterampilan membaca, karena akses terhadap buku menjadi sesuatu hal yang penting.


Sementara itu, Kadispendik Ikhsan mengutarakan konsep pengembangan keliterasian bagi para siswa terutama untuk jenjang SMP, SMA dan SMK  akan bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi. Mahasiswa yang tengah menempuh tugas akhir dapat melakukan pengembangan penelitiannya dengan melakukan pendampingan keliterasiannya kepada para siswa, dengan demikian akan hubungan yang saling menguntungkan. Mahasiwa dapat menyelesaikan tugas akhir, dan siswa memperoleh tambahan pengetahuan.


Rombongan IGI Aceh Timur akan melakukan kunjungan di beberapa sekolah, diantaranya SDN Bubutan, SMPN 43, SMAN 5, TBM, serta perpustakaan kota Surabaya. (Humas Dispendik Surabaya). 

Additional information