Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Seleksi HAN, Tingkatkan Kualitas Pendidikan Non Formal

Layanan pendidikan nonformal dan informal bertujuan untuk mendapatkan layanan pendidikan yang tidak diperoleh dari pendidikan formal, mengatasi dari kemunduran pendidikan sebelumnya, untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru, meningkatkan keahlian, mengembangkan kepribadian atau untuk beberapa tujuan lainnya (Cropley, 1972).


Dengan pemaknaan seperti itu maka keberadaan pendidikan nonformal dan informal dapat memainkan peran sebagai pengganti (substitute), pelengkap (complement), dan/atau penambah (suplement), dan yang diselenggarakan pendidikan formal. Pendidikan informal merupakan pendidikan dikeluarga dan di lingkungan yang berbentuk kegiatan belajar secara mandiri.


Filosofi tersebut di atas, telah menempatkan PAUDNI pada posisi strategis dalam keseluruhan sistem pendidikan nasional. Filosofi tersebut menjadikan PAUD memiliki karakteristik tersendiri yang unik dan spesifik sehingga sangat berbeda dengan karakteristik pendidikan formal.


Semarak sekaligus meriah, hal tersebut merupakan gambaran seleksi lomba Hari Anak Nasional ( HAN) tingkat kota yang diikuti oleh perwakilan lembaga PAUD di setiap kecamatan. Acara seleksi lomba HAN berlansung, Sabtu (11/04) di kantor Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya.


Kasi PAUDNI Hari Joko S, mengungkapkan bahwa lomba dalam rangka seleksi HAN tingkat kota tidak hanya sekedar lomba saja, namun juga sebagai upaya peningkatan mutu dan kualitas pendidikan non formal di Surabaya.


Hari menambahkan, lomba yang diikuti oleh para pendidik PAUD ini meliputi lomba alat peraga edukasi (APE), cipta senam ceria, gambar berseri, penulisan karya nyata bagi penilik, dan implementasi mutan pembelajaran K13.


Berbagai senam modifikasi yang turut memeriahkan lomba HAN tersebut, mendapat sambutan yang luar biasa tidak hanya dari para peserta namun juga pengunjung yang berasal dari masyarakat sekitar.


Sementara itu, Kepala Bidang Kesenian, Olahraga, dan PLS Dakah Wahyudi mengutarakan para pemenang seleksi lomba HAN tingkat kota akan diikutkan dalam seleksi HAN tingkat propinsi, dan apabila terus berprestasi sampai pada puncaknya yakni mengikuti seleksi HAN tingkat Nasional. (Humas Dispendik Surabaya)

25 Siswa Internasional Ikuti UNPK

 Sebanyak 25 siswa dari sekolah internasional yang juga ikut Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK). Kehadiran mereka cukup menyita perhatian. Sebab, penampilannya tidak seperti pada umumnya peserta ujian paket yang berasal dari PKBM murni. “Sebagian besar keturunan Tionghoa, ada pula yang berasal dari Korea, Singapur dan India,” kata Tutik pengelola PKBM.


Tutik mengatakan, beberapa siswa yang murni warga negara asing membutuhkan ijazah ujian kejar paket ini untuk dapat mendaftar kuliah di Indonesia. Sebab, ijazah sekolah dari negara asal tidak berlaku di sini. “Mereka sebenarnya sudah lulus tingkat SMA, tapi harus ikut ujian lagi untuk dapat ijazah negara,” tutur dia.


Peserta ujian dari negara asing ini, lanjut Tutik, umumnya merupakan anak dari tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia. Mereka lantas mengikuti orang tuanya sekaligus kuliah di Indonesia. Sebagai prasyarat mengikuti ujian, para siswa ini harus memiliki paspor belajar sekaligus izin dari kedutaan besar masing-masing untuk belajar.


Sementara itu, Kepala Dindik Jatim Dr Saiful Rahman merespon positif minat mereka. Hal ini membuktikan, ujian kejar paket juga memiliki gengsi yang tinggi dan tidak bisa dipandang sebelah mata. Tidak hanya siswa asing yang ingin kuliah ke Indonesia, siswa dari internasional juga membutuhkan ijazah ini jika ingin melanjutkan kuliah ke luar negeri.


“Kalau tidak menggunakan ijazah negara, di luar negeri sulit dapat kampus negeri yang berkualitas,” tutur dia ketika melakukan sidak di SMPN 26. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information