Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Peneliti Muda Surabaya Melaju Ke Taiwan

     Satu lagi, prestasi para pelajar surabaya patut untuk kita banggakan. Lewat seleksi yang cukup ketat serta prestasi yang luar biasa di berbagai lomba penelitian yang diadakan oleh Surya University. Tiga pelajar Surabaya akan mengikuti Asia Pacific Conference of Young Scientists (ICYS) yang di selenggarakan di Taiwan pada 17 Agustus mendatang.

      Tiga pelajar surabaya tersebut yakni Linus Nara (penemu helm berpendingin udara)  SMAN 16, Erika Rizki Sagita  SMPN 28, dan Ramly Myzhar SMAN 21 Surabaya.

       Di Asia Pacific Conference of Young Scientists, Nara akan memaparkan penelitiannya tentang Endothermal Helmet to Protect Our Brain (helm tahan benturan). Jika pada umumnya ketahanan benturan pada helm standar biasa mencapai 18 KPa, melaui sistem pendingin yang terdapat pada helm ciptaan Nara ini, mampu meredam benturan hingga 55,8 kPa. "Jadi cukup aman dipakainya".

       Tidak hanya Nara, Erika dari SMPN 28  akan memaparkan hasil penelitiannya  tentang "Soybean Soaking With Aloevera Juice Growth Rate of Soybean Seed". Begitu juga dengan Ramly, siswa SMAN 21 tersebut juga akan memaparkan hasl penelitiannya lewat "Benthic Macroinvertebrates to Determine Water Quality Simple Bioassessment for Kali Mas River Surabaya". 

        Ketiga pelajar berprestasi tersebut dilepas keberangkatannya ke Taiwan di kantor Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya oleh Kadispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM. Pada kesempatan ini, Ikhsan mengaku bangga akan prestasi ketiga pelajar ini mengikuti konferensi peniliti muda tingkat asia pasifik.

         Ikhsan, berpesan agar para pelajar menyiapkan dengan matang materi-materi hasil penelitian yang akan dipaparkan di sana, sehingga dapat tampil secara maksimal dan diharapkan dapat mengharumkan nama surabaya di dunia internasional. "Tetap semangat, dan jangan lupa jaga kesehatan. (Humas Dispendik Surabaya)

Kadikbud Jatim Apresiasi Implementasi K 13 Surabaya

     Usaha, kerja keras dan semangat para guru surabaya dalam mensukseskan implementasi kurikulum 2013 membuahkan hasil. Melalui pelatihan dan pembinaan yang diikuti dari Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya, P4TK atupun LPMP para guru dapat mengimplementasikan K 13 di Surabaya dengan baik.

     Hal tersebut mendapat apresiasi yang luar biasa oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadikbud) Propinsi Jawa Timur Dr. Harun, M. Si, ketika meninjau langsung pembinaan dan pelatihan yang diselenggarakan atas kerjasama P4TK Kemdikbud dengan Dispendik Surabaya di tiga titik tempat pelatihan kurikulum (TPK) yang berbeda. 

     Dengan didampingi Kadispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM beserta Kabid. Dikmenjur Drs. Sudarminto, M. Pd. Harun mengunjungi TPK di SMAN 16, SMAN 9 dan SMAN 7. Menurut Harun, Surabaya dianggap salah satu kota yang telah berhasil melakukan implementasi K 13 di Jawa Timur.

      Selain itu, ia juga mengapresiasi kerja keras para guru dalam mensukseskan implemtasi K 13 di Surbaya. "Keberhasilan ini, merupakan kerja keras dari para guru pengawas, serta instruktur yang terlibat di berbagai pelatihan", tuturnya.

       Ikhsan Kadispendik Surabaya yang turut mendampingi mengutarakan sasaran program pembinaan dan pelatihan K 13 dibagi atas kementrian, provinsi, dan kabupaten/kota. Pengawas ataupun guru yang belum dilatih, akan menjadi sasaran pelatihan dispendik.

        Ruddy Prayitno, salah satu kepala SDN Bulak Rukem I yang mengikuti pelatihan ini mngungkapkan pelatihan K 13 untuk kepala sekolah diutamakan dalam hal manajemen K 13, sebab terjadi pemampatan standar pendidikan nasional. Jika sebelumnya ada delapan standar, kini menjadi empat.

        Selain itu, para kepala sekolah juga diberikan materi tentang implementasi K 13. Ruddy menambahkan pelatihan setiap harinya dimulai pukul 07.30 - 17.00 WIB. Materi yang diberikan cukup padat, sehingga kami lebih mengerti tentang K 13 sesungguhnya. (Humas Dispendiki Surabaya)

Additional information