Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Ratusan Kepala SMP, SMA dan SMK Sederajat Ikuti Sosialisasi UN

Ujian nasioal (UN) merupakan aman undang-undang, yakni UU No 20 Tahun 2003. Fungsi ujian nasional yang semula sebagai syarat ketentuan kelulusan bergeser menjadi pemetaan bertujuan untuk membuat anak menjadi nyaman serta memotivasi anak dalam meningkatkan kualitas pembelajaran membutuhkan adanya dukungan oleh semua pihak.


Menyambut pelaksanaan ujian nasional yang akan dimulai pada pertengahan bulan April mendatang, Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya melakukan sosialisasi prosedur operasional standar (POS) dan Permendikbud No. 5 Tahun 2015. Acara tersebut berlangsung tadi  (23/03) di gedung aula SMKN 6 Surabaya dan diikuti oleh Kepala SMP, SMA dan SMK Sederajat Se-Surabaya. Pelaksanaan UN pada tahun ini akan diikuti 44.223 peserta SMP Sederajat dan 39.512 peserta untuk jenjang SMA dan SMK Sederajat.


Kepala Dispendik Surabaya, mengungkapkan walaupun UN hanya sebagai pemetaan, namun harus dipersiapkan dengan benar-benar serius, karena nantinya akan berdampak kepada hasil pemetaan terhadap suatu sekolah. Ikhsan menekankan bahwa pelaksanaan UN harus mengedepankan kejujuran. Kejujuran merupakan kunci dalam meraih sebuah keberhasilan yang sesungguhnya.


Sosialisasi yang juga melibatkan para anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya mendapatkan sambutan hangat dari para kepala sekolah. Reni, anggota Komisi D menyampaikan UN 2015 merupakan sebagai bagian dari uji integritas sekolah. Menurutnya, UN tidak hanya saja menghasilkan suatu penilaian namun juga diharapkan dapat memotivasi siswa untuk menghasilkan keberhasilan lainnya.


Terkait pendataan UN, Kasi Kurikulum Pendidikan Dasar Munaiyah menerangkan pendataan UN kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, jika tahun lalui menggunakan Bio UN, namun saat ini sudah terintegrasi dengan system dapodik. Data siswa harus dinayatakan benar-benar valid per 31 Desember 2014 lalu, sebelum dicetak DNS dan DNT.


“Salah satu kriteria kelulusan yakni mengikuti program pembelajaran yang dibuktikkan dengan nilai rapor”.


Pengaturan jenis ampol soal juga berbeda pada tahun ini, untuk amplop besar berisi 21 soal, ampol kecil A berisi 15 soal, amplop kecil B berisi 10 dan amplop kecil C berisi 5 soal.


Masduki Toha, Wakil DPRD Kota Surabaya menghimbau agar pelaksanaan UN di Surabaya harus mengedepankan kejujuran, hindari seperti contek-mencontek.


“Jangan  kasus UN di India terjadi di Surabaya”, tuturnya. (Humas Dispendik Surabaya)

Dorong Teknopreneurs, Lewat Start Surabaya Mission 2

Kreatifitas serta potensi para pelajar Surabaya sebagai agen perubahan di zaman modern yang serba digital membutuhkan sebuah ruang untuk dapat mengekspresikan karya-karya cemerlang yang inovatif serta  dan dapat menjadi modal sebagai bekal menyongsong masa depan gemilang.


Minggu (22/03), sekitar 1.050 pelajar SMA dan SMK menuangkan ide-ide kreatif mereka melalui Start Surabaya Mission 2 yang berlangsung di beberapa tempat gedung SPAZIO. Fokus materi dalam kegiatan ini ialah workshop tentang visual creative, game programming, dan video making. Start Surabaya Mission 2 merupakan program lanjutan dari Start Surabaya Mission 1 hasil kerjasama antara Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dengan Google Indonesia.


Yansen Kamto, seorang pembicara sekaligus teknopreneurs dalam kegiatan mengemukakan, anak muda dan teknologi merupakan agen perubahan masa depan yang dapat mewujudkan Indonesia lebih baik melalui industri kreatif. Peranan teknologi dalam kehidupan masa depan memiliki andil yang cukup besar, oleh karena itu kreatifitas dan karya-karya inovatif para generasi muda sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan zaman yang semakin modern. Ada 95 tim yang berhasil dikumpulkan dalam 10 hari untuk mengikuti Start Surabaya Mission 2.


“Kami ingin Surabaya sebagai Incubator pertama di Indonesia”.


Walikota Surabaya Tri Rismaharini berupaya memotivasi para peserta untuk tidak mudah putus asa dalam meraih keberhasilan. Sesuatu yang besar di mulai dari kecil terlebih dahulu. Risma –panggilan akrab Walikota Surabaya- menambahkan dimanapun di dunia ini jia mendapatkan sesuatu dengan mudah, maka hilangnya juga mudah pula, karena tidak melalui sebuah proses pembelajaran.


“Tantangan ke depan tidaklah mudah, oleh karena itu dibutuhkan semangat pantang menyerah dan terus berupaya dalam meraih keberhasilan”.


Sementara itu, Kepala Bidang Dikmenjur Dispendik Surabaya Drs. Sudarminto mengutarakan kegiatan ini merupakan wadah untuk mendorong dan mengarahkan para calon innovator-inovator muda Surabaya untuk menuangkan ide-ide kreatif dalam meningkatakan  kemajuan di bidang teknologi informasi dan audio video kreatif. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information