Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Peringati Hari Kartini, DWP Dispendik Bagikan Hantaran Sembako Kepada Penjaga Pintu Air

     Tadi siang bertempat di SMKN 2, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya adakan peringatan Hari Kartini dengan mengusung tema "Dengan Semangat Kartini, Kita Kembali Kepada Fungsi Pancadarma Wanita".

     Pada peringatan Hari Kartini kali ini diisi dengan lomba rias wajah serta membuat hantaran sembako. Ketua pelaksanan kegiatan ini, Ny. Nurhasan menerangkan pada lomba rias wajah dan lomba membuat hantaran sembako diikuti tidak kurang dari 86 peserta.

    Masing-masing peserta terdiri dari dua orang, "Jadi total ada 256 ibu-ibu Dharma Wanita yang mengikuti kegiatan ini'". Hasil kreasi lomba hantaran sembako akan diserahkan kepada seluruh penjaga pintu air di kota Surabaya.

    Pada kesempatan ini , diserahakan pula hantaran sembako kepada perwakilan penjaga pintu air oleh Sekretaris Dispendik Surabaya Drs. Aston Tambunan, M. Si. Aston menghimbau kepada para ibu-ibu agar memaklumi para suaminya yang berprofesi sebagai guru ataupun kepala sekolah bila sering pulang tidak tepat waktu karena harus menyiapkan terselenggaranya unas di Surabaya.

    Sementara itu, Ketua Dharma Wanita Kota Surabaya Ny. Hendro Gunawan yang turut hadir dalam kegiatan ini, mengaku cukup terkesan terhadap acara yang diselenggarakan oleh DWP Dispendik Surabaya. "Selain mereka bisa berkreasi, juga sekaligus merupakan bentuk kepedulian sosial bagi masyarakat sekitar".

    Peringatan Hari Kartini di SMKN 2, ditutup dengan peragaan busana yang diperagakan oleh para ibu-ibu setelah mereka mengikuti lomba merias wajah. Melalui, peringatan Hari Kartini kali ini,  diharapkan para ibu-ibu dapat memaknai tentang pancadarma wanita, yakni wanita sebagai istri pendamping suami, wanita sebagai ibu rumah tangga, wanita sebagai penerus keturunan dan pendidik anak, wanita sebagai pencari nafkah tambahan, serta wanita sebagai warga negaradan anggota masyarakat. (Humas Dispendik Surabaya)

Dukung Program From Learning to Living, Guru Surabaya Siap Sukseskan

Sekitar 70 orang  guru SD yang tergabung dalam UPTD Bina Pengelolaan Sekolah Surabaya II, yang meliputi wilayah kerja Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Mulyorejo, Sukolilo, Rungkut, Gunung Anyar dan Tambaksari antusias mengikuti workshop program From Learning to Living yang dimotori oleh Tunas Hijau, di Ruang Pertemuan Lt. 2 SMPN 23 Surabaya, Kamis siang (10/4).

Bram Azzaino, aktivis Tunas Hijau, di sela-sela workshop mengatakan bahwa program From Learning to Living ini akan berjalan selama 6 bulan ke depan di Surabaya, dimulai sejak diresmikan  oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama Kementerian Lingkungan Hidup pada 22 Maret 2014. Bersamaan dengan peluncuran program tersebut, Kota Surabaya resmi menjadi kota menuju Sustainble Consumption & Production (SCP), tambah Bram.

From Learning to Living dan Kota SCP berisi program-program pola konsumsi hijau, yaitu kegiatan untuk mendukung terimplementasinya kebiasaan berpola hidup hijau di masyarakat. Salah satunya adalah kampanye di sekolah-sekolah untuk meningkatkan pemahaman warga sekolah mengenai produk-produk ramah lingkungan (hijau) serta mendorong tersedianya lebih banyak produk hijau. Memilih produk yang ramah lingkungan adalah langkah pertama dalam konsumsi hijau.

Program penghematan energi terukur dan penerapan pola konsumsi berkelanjutan tidak hanya dijalankan di sekolah saja dengan melibatkan seluruh warga sekolah untuk berpola hidup ramah lingkungan. Tetapi program lingkungan ini juga melibatkan keluarga-keluarga di Surabaya, melalui keterlibatan anak-anak di sekolahnya. Keluarga-keluarga yang terpilih akan dibimbing untuk menjadi Green Family berdasarkan indikator-indikator sederhana konsumsi hijau terkait penggunaan energi, penggunaan produk-produk hijau, serta pengolahan sampah di rumah tangga. 

Di samping itu, keluarga-keluarga tersebut juga didorong untuk dapat menyosialisasikan implementasi pola konsumsi hijau di lingkungan sekitarnya, melalui kegiatan road show yang dilaksanakan secara bergiliran setiap bulan. Kegiatan road show akan dikemas lebih menarik dan bersifat hiburan (entertaining campaign) dalam bentuk cerita-cerita dan foto-foto menarik.

Pada bulan November 2014, akan dilaksanakan pemberian penghargaan bagi 3 sekolah terbaik, 3 keluarga terbaik, 3 cerita dan foto terbaik, serta penghargaan-penghargaan kategori khusus lainnya. Penghargaan akan diserahkan oleh Wali Kota Surabaya. Juga akan dilaksanakan serah-terima program/strategi lengkap pelaksanaan From Learning to Living: Kota SCP dari Kementerian Lingkungan Hidup kepada Pemerintah Kota Surabaya. 

Ismarwanto, guru SDN Penjaringan Sari I, satu di antara peserta workshop From Learning to Living, mengatakan bahwa program ini sangat bagus. Kami dapat menambah wawasan bagaimana seharusnya menggunakan energi listrik di sekolah. Jika selama ini penggunaan listrik di sekolah hanya diserahkan kepada penjaga sekolah tanpa adanya pengawasan, maka setelah ini kami akan melibatkan seluruh warga sekolah. Dimulai dari keterlibatan guru, siswa, dan tenaga kependidikan lainnya untuk memulai berpola hidup ramah lingkungan, tambahnya. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information