Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Sekolah Bebas Narkoba, Remaja Harapan Bangsa

Makin tingginya angka pengguna narkoba (narkotika dan obat-obatan berbahaya)  dikalangan remaja,  dewasa ini  menuntut kepedulian bersama untuk segera melakukan pencegahan. Dari data BNN Pusat yang bekerjasama dengan Universitas Indonesia, pengguna narkoba tahun 2015 mencapai 5 juta orang lebih. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BNN Kota Surabaya AKBP Suparti dalam sosialisasi penanggulangan narkoba kepada puluhan guru BK SMPN  se-Surabaya di ruang aula bawah kantor Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya, tadi (22/01).

 

Suparti menambahkan sesuai dengan dengan UU Narkotika No.  35 Tahun 2009 pasal 54, korban pecandu atau pengguna narkotika dapat direhabilitasi. Secara teknis, penyidik dari kepolisian yang telah memeriksa selama kurang lebih tiga hari dan dinyatakan korban sebagai pengguna dapat mengajukan surat kepada BNN untuk segera dilakukan asessmen. Sebelum mendapatkan rehabilitasi korban pecandu narkoba tersebut terlebih dahulu dilakukan asessmen, setelah itu BNN akan memberikan pendampingan kepada korban pecandu narkotika tersebut.

 

Lebih lanjut Suparti menerangkan, saat ini BNN memiliki sebuah institusi yang bertugas melakukan rehabilitasi kepada para pencandu narkoba yakni Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL). Masyarakat yang mengetahui orang terdekat ataupun saudaranya sebagai korban penyalahgunaan narkotika diharapakan melapor melalui IPWL ini. Suparti menjamin akan merahasiakan data diri korban tersebut untuk selanjutnya dilakukan rehabilitasi.

 

“Saya harap pengetahuan ini dapat disampaikan kepada para siswa dan orang tua sebagai upaya penyelamatan  generasi muda penerus bangsa dari bahaya narkotika”, ungkapnya.

 

AKBP Firmansyah dari BNN Propinsi mengungkapkan program penanggulangan bahaya narkotika dikalangan pelajar merupakan tanggungjawab bersama, oleh karena itu nantinya dalam kegiatan penyuluhan bahaya narkotika di sekolah-sekolah akan diisi beberapa kegiatan. Kegiatan tersebut diantaranya FGD, pembentukan satgas anti narkoba, kemudian pembinaan satgas tersebut.  Dalam penyuluhan ke sekolah-sekolah, selain sosialisasi juga akan di lakukan tes urin kepada para siswa.

 

“Saat ini paling marak peredaran narkoba di kalangan para siswa, yakni pil koplo. Untuk itu kami siap melakukan penyuluhan kapan saja, sekolah dapat menghubungi saya langsung di  no. 081333599959”, tuturnya.

 

Badi, narasumber BNN Kota Surabaya menguraikan, peran guru dalam hal ini ialah memperhatikan perilaku siswa yang dianggap telah menyimpang, dapat melakukan razia jika ada yang dicurigai menggunakan narkoba, serta memberikan pembinaan kepada siswa terhadap bahaya narkotika.

 

Sementara itu, Kepala Dispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM menyampaikan para guru BK yang mendapatkan penyuluhan ini berasal dari pembina ekstrakurikuler konselor sebaya yang telah dilatih. Dengan demikian, mereka akan mendapatkan wawasan yang luas tentang penanganan pencegahan penyalahgunaan narkotika di sekolah masing-masing.

 

Acara penyuluhan penanggulangan narkotika  ini ditandai dengan penyematan pin yang dilakukan oleh Kasi Penmas Thussy Apriliyandari, SE kepada salah satu guru BK.  (Humas Dispendik Surabaya)

Peran Pengawas Dalam Mengawal Kemajuan Pendidikan Ke Depan

     Tanpa disadari peran penting pengawas dalam mengembangkan serta memajukan mutu dan kualitas pendidikan di Surabaya telah berjalan baik sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Hal tersebut, juga tidak lepas karena adanya dukungan semua pihak yang memiliki kepdulian menjadikan pendidikan surabaya menjadi lebih baik.

     Guna mengoptimalkan kinerja pengawas dalam rangka menjadikan Surabaya sebagai barometer pendidikan nasional, Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya tadi pagi (21/01) menggelar pembinaan kepada 115 pengawas TK/SD dan Dikmenjur di gedung aula SMKN 6.

     Koordinator Pengawas (Korwas) Drs. Bambang Soegijanto, MBA menerangkan pembinaan ini merupakan salah satu kegiatan dalam menambah wawasan ketika melakukan monitoring dan evaluasi program pendidikan yang telah berjalan di lapangan. Sehingga nantinya dapat sebagai masukan dalam menjadikan pendidikan surabaya menjadi lebih baik.

    "Mereka yang mengikuti kegiatan ini terdiri dari 91 pengawas TK/SD dan 24 pengawas Dikmenjur".

     Sekretaris Dispendik Drs. Aston Tambunan, M. Si menjelaskan terkait monitoring dan evaluasi (monev) tanggung jawab pengawas dalam mengawal kemajuan pendidikan surabaya ke depan meliputi, monev administrasi sekolah, monev. pelaksanaan/fisik, monev. keuangan, dan monev pertanggungjawaban.

     Selain itu mereka juga melakukan pembinaan dan pemantauan sekolah dalam pengelolaan dan pelaporan dana BOS dan BOPDA, melakukan pemantauan dalam penyaluran TPP, serta melakukan pembinaan dan pemantauan pada proses penggunaan DAK.

     Ir. Yusuf Masruh, Kepala Bidang Ketenagaan menambahkan pelaksanaan kegiatan pengawas pada tahun ini meliputi, pelaksanaan program tahunan, pelaksanaan dan pembinaan PBM, pelaksanaan SKPBM, pelaksanaan EDS, pelaksanaan program sekolah, penyusunan anggaran, serta pelaksanaan BOS/BOPDA, TPP, PKG, PKB dan SKP.

    Sementara itu terkait program pendidikan ke depan, Kepala Dispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM memaparkan program Surabaya Inspiring School 2015 merupakan sebuah konsep pengembangan program dari program-program pendidikan yang telah selama ini dilakukan.

     Melalui program ini para siswa, guru, dan sekolah berkompetesi untuk menjadi yang terbaik sesuai dengan kompetensi pada masing-masing bidang dalam rangka mewujudkan pendidikan surabaya menjadi lebih baik dan menjadi barometer pendidikan nasional.

“Ada enam aspek yang dikembangkan, yakni pembelajaran guru, MBS, lingkungan sekolah sehat, talenta siswa, perpustakaan, serta edupreneurship. Olah karena itu dibutuhkan sebuah kolaborasi semua pihak untuk mendukung terselenggaranya kegiatan ini agar berjalan dengan lancar”.

Dalam konsep pembelajaran guru, guru diarahkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui inovasi media pembelajaran, pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, efisien serta menyenangkan (PAIKEM). Tidak hanya itu, guna mengapresiasi hasil pembelajaran guru juga dikembangkan pameran karya guru dan PTK.

Sedangkan peningkatan mutu dan kualitas sekolah dan siswa Surabaya dilakukan melalui lingkungan sekolah sehat, pengembangan talenta siswa, perpustakaan serta edupreneurship.

“Tidak hanya kemampuan di bidang akademik saja, namun para siswa juga harus dibekali dengan kemampuan non akademik melalui pengembangan talenta siswa serta penanaman jiwa kewirausahaan sejak dini melalui edupreneurship yang dapat dilakukan dengan mengembangkan koperasi siswa”.

Keterlibatan masyarakat juga tak kalah pentingnya guna mewujudkan manejemen berbasis sekolah (MBS) yang berkualitas, melalui pengelolaan yang akuntabel dan transparansi serta penyediaan sarana dan prasarana yang memadai diharapkan membawa dampak positif dalam  meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Surabaya. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information