Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Walikota Harapkan Dewan Pendidikan Lebih Perhatikan Siswa

     Kemarin (02/10), sebanyak sebelas orang anggota dewan pendidikan kota surabaya yang baru dilantik melakukan pertemuan dengan Walikota Surabaya Ir. Tri Rismaharini, kunjungan ke sebelas orang tersebut didampingi langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM.

     Kadispendik Ikhsan mengemukakan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk meminta arahan Walikota  guna secara bersama-sama mengembangkan serta meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Surabaya yang selama ini sebagai barometer pendidikan nasional. "Kita ingin pendidikan di Surabaya jadi lebih baik dengan keberadaan dewan pendidikan yang baru ini".

     Pada kesempatan ini, Walikota Ir. Tri Rismaharini menekankan agar dalam merancang program pengembangan pendidikan ke depan, dewan pendidikan lebih mengutamakan pada program pengembangan peningkatan mutu dan kualitas pendidikan siswa Surabaya.

      Risma mengatakan, problem pendidikan di Surabaya sangat kompleks. Karena itulah, dia banyak terjun untuk menemukan dan menangani berbagai bentuk permasalahan yang terjadi pada anak Surabaya. Risma juga kerap berinteraksi dengan siswa. Betapa rentan sekali remaja terjerat berbagai masalah. Mulai dari seks bebas, pornografi, hingga pada trafficking.

      Oleh karena itu, peran dewan pendidikan sangat dibutuhkan untuk ambil bagian dalam mengontrol pendidikan karakter siswa. "Namun itu tidak cukup, harus diimbangi dengan motivasi supaya mereka memiliki daya juang yang tinggi, siswa diharapkan tidak gampang mudah menyerah dan menyesuaikan diri di mana pun berada", ucap Walikota yang pernah dinobatkan sebagai salah satu walikota terbaik se dunia ini.

       Pemerintah Kota (pemkot) Surabaya dalam hal ini juga telah memfasilitasi berbagai macam kebutuhan para siswa, mulai dari sekolah gratis hingga pada penyediaan penyaluran bakat serta kreatifitas para siswa. Seperti penyediaan sarana kegiatan belajar mengajar yang memadai sampai pada penyediaan sarana bermain (taman skate park, taman bungkul, lapangan bola) serta berbagai fasilitas umum lainnya yang dapat dipergunakan dalam mengasah potensi anak, baik di bidang akademik maupun non akademik.

     Sementara itu, Ketua Dewan Pendidian Martadi menyampaikan menyadari akan tanggung jawab yang besar dalam mengawal pendidikan di Surabaya, dirinya bersama tim telah menyusun dua program dewan pendidikan yang akan dikerjakan. Dua program dewan pendidikan yakni program jangka pendek dan program jangka menengah.

     Program jangka pendek yang akan dikerjakan mulai bulan Okoteber-Desember 2014 ialah melakukan konsolidasi internal pengurus, penataan kesekretariatan, meninjau kembali AD/ART, menyusun program kerja (RPJP&RPJM), melakukan sosialisasi ke masyarakat, baik melalui media cetak, siaran maupun web, memperkuat jaringan komunikasi dengan komite sekolah (1500 Sekolah), membuka hot line pendidikan (menampung aspirasi masyarakat), audensi dan diskusi mengenai kebijakan pendidikan, audensi dengan stakeholder terkait (DPRD, DP Provinsi, dan DP kab/kotalain), Berpartisipasi aktif dalam berbagai event pendidikan.

     Sedangkan, salah satu program jangka menengah yang akan dilakukan oleh dewan pendidikan kota Surabaya yakni, mendorong tumbuhnya komitmen dan partisipasi orang tua, masyarakat terhadap pendidikan yang bermutu guna mewujudkan "Surabaya Learning Society". (Humas Dispendik Surabaya)

Bahas Pendampingan Guru, Tim KSF Kunjungi Dispendik

     Menindaklanjuti pertemuan dengan Walikota Surabaya beberapa waktu lalu, tim yayasan Kartika Soekarno Foundation (KSF,) tadi siang (02/10) menandatangi kantor Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya.

     Kunjungan rombongan tim KSF diterima langsung oleh Kepala Dispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM di ruang rapat kantor Dispendik. Budi Sutanto salah satu tim KSF menerangkan, pendampingan kepada guru nanti akan di fokuskan kepada para guru-guru yang belum pernah ataupun yang masih kurang mendapatkan pelatihan, khusunya dalam menggunakan metode mengajar yang interaktif, untuk itu pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Dispendik terutama dalam pembagian kluster nantinya.

     "Pelatihan dan pendampingan ini nantinya bertujuan meningkatkan profesi para guru yang tentunya akan berdampak positif terhadap peningkatan kemampuan siswa terutama dalam kegiatan belajar mengajar mereka di sekolah", tambah Budi ketika berdialog langsung dengan Kadispendik.

     Sementara itu, terkait pendampingan kepada para guru, Kepala Dispendik Surabaya Ikhsan menguraikan ada delapan tahapan yang telah dilakukan oleh Dispendik dalam meningkatkan mutu serta kualitas mengajar guru.

      Delapan tahapan tersebut meliputi, perubahan paradigma mengajar, penerapan 20 strategi mengajar, pendampingan pembuatan RPP, silabus dan PTK, penerapan 20 strategi mengajar, pendampingan MGMP/KKG, pendampingan mahasiswa dalam membuat bahan ajar multimedia, pelatihan karya tulis ilmiah guru, serta jurnal dan multimedia online.

      Ikhsan menambahkan melalui pendampingan dan pelatihan yang telah dilakukan, diharapkan tim KSF dapat menyempurnakan pendampingan dan pelatihan tersebut, sehingga ke depan pendidikan di Surabaya akan lebih maju sebagai barometer pendidikan nasional. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information