Mulai pukul 00.00 WIB dini hari (01/07) Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya membuka PPDB Online Jalur Sekolah Kawasan.  Pembukaan pendafataran Jalur Sekolah Kawasan tersebut berlangsung tiga hari, yakni sejak tanggal 1 Juli dan ditutup pada tanggal 3 Juli pukul 23.59 WIB.

 

Ketua PPDB Surabaya Ir. Yusuf Masruh menjelaskan calon peserta didik baru jalur sekolah kawasan dapat memilih 1 (satu) pilihan sekolah yang dituju sesuai wilayah sekolah asal dan 1 (satu) sekolah di dalam atau di luar wilayah sekolah asal.

 

Calon peserta didik baru jalur sekolah kawasan selain harus memenuhi persyaratan umum juga harus memenuhi persyaratan khusus sebagai berikut, memenuhi standar nilai total US/UN minimal untuk jenjang: SMP 255,00 (rata-rata 85,00) dengan bobot penilaian 40%. SMA 320,00 (rata-rata 80,00) dengan bobot penilaian 40% dan mengikuti Test Potensi Akademik dengan bobot penilaian 60%.

 

Yusuf menambahkan penerimaan peserta didik baru untuk SMPN dan SMAN jalur sekolah kawasan dilakukan dengan menyusun peringkat nilai total dari NUS/NUN dengan bobot 40% dan Nilai Test Potensi Akademik dengan bobot 60%.

 

Calon peserta didik baru SMPN dan SMAN dari Luar Kota Surabaya, yang dinyatakan diterima di sekolah Surabaya, harus melampirkan rekomendasi keluar dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota asal pada saat daftar ulang.

 

“Tes potensi akademik (TPA) berlangsung pada 5-6 Juli”, pungkas Yusuf.

 

Sementara itu, pendaftaran jalur sekolah kawasan di SMAN 16 tampak begitu ramai. Para pendafatar kebanyakan mereka yang memiliki KK Surabaya namun berasal dari sekolah dari luar daerah.

 

Wakasek Humas SMAN 16 Sulistyono menerangkan para pendafatar tersebut datang ke SMAN 16 untuk melakukan verifikasi berkas, kemudian selanjutnya dipergunakan untuk mendaftar karena verifikasi berkas dapat dilakukan pada sekolah terdekat. (Humas Dispendik Surabaya)

Mampu  membaca partitur-partitur not balok dan not angka secara baik merupakan salah satu syarat bagi para peserta ketika mengikuti seleksi atau audisi Gita Bahana Nusantara.

 

Gita Bahana Nusantara mmeruapakan sebuah tim paduan suara yang dipersiapkan untuk menyambut momentum bersejarah setiap tahunnya yakni upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI yang jatuh setiap tanggal 17 Agustus di Istana Merdeka, Jakarta.

 

Tadi pagi (01/07) bertempat di ruang Dr. Wahidin Sudirohusodo kantor Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya, Dispendik lakukan seleksi/audisi terhadap 115 siswa yang telah mendaftar untuk mengikuti seleksi ini.

 

Kasi Kesenian dan Olahraga Damaris Padmiasih menerangkan bahwa dari 115 peserta nantinya akan dipilih sebanyak 20 orang untuk mengikuti seleksi tingkat provinsi dan selanjutnya dipilih lagi pada seleksi tingkat nasional.

 

“Para peserta audisi berasal dari siswa SMA/SMK/MA yang masih aktif”.

 

Peserta menyanyikan lagu wajib “Hari Merdeka” cipta  H. Mutahar dan menyanyikan salah satu lagu nusantara pilihan yang telah ditetapkan. Lagu-lagu pilihan tersebut diantaranya, Sepasang Mata Bola ciptaan Ismail Marzuki, Hymne Kemerdekaan ciptaan Ibu Sud, Pantang Mundur ciptaan Titik Puspa, dsb.

 

Materi yang akan diaudisikan adalah memainkan tangga nada mayor, minor, dan arpeggio, memainkan Concerto/Sonata/Pieces yang teknik keterampilannya setingkat dengan Concerto, kemudian juga memainkan 'primavista'.

 

Peserta juga harus bisa membaca not balok atau angka, memiliki musikalitas yang baik dan suara sopran, alto, tenor dan bass.

 

 Khusus untuk instrumen etnis, Bass Elektrik, Keyboard memainkan salah satu karya standar yang memiliki tingkat kesulitan tinggi. Materi terakhir adalah memainkan lagu nasional atau daerah yang bertempo lambat dari salah satu provinsi di Indonesia. 

 

Sementara itu, Alfa Dio salah satu peserta dari SMAN 14 tampak serius mendengarkan arahan juri untuk menyanyikan lagu wajib. Menurutnya tingkat kesulitan yang tinggi itu menjadkan sebuah tantangan dan motivasi agar menjadi yang terbaik dari peserta audisi lainnya. (Humas Dispendik Surabaya)

Kepedulian terhadap keberlangsungan lingkungan hidup perlu disadari sejak usia dini. Diantara para generasi muda peduli lingkungan tersebut memliki kontribusi yang tinggi terhadap lingkungan. Bertempat di Graha Sawunggaling Gedung Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, digelar pemilihan Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2015, Sabtu (27/6).

Selain 30 finalis Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup terpilih, suasana semakin meriah karena setiap finalis didampingi oleh suporter  yang tampil membawakan yel-yel dan kostum unik. Walikota Surabaya, Tri Rismaharini mengangkapkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan penting ditanamkan sejak dini. Karena jika kelak para generasi muda menjadi seorang pemimpin maka tentunya akan menjadi pemimpin yang peduli tentang lingkungan..

 

Walikota perempuan pertama Surabaya ini memberikan apresiasi kepada para generasi muda bukan hanya kepada para finalis yang hadir namun juga kepada para generasi  muda yang peduli dengan kondisi lingkungan. Dengan adanya anak-anak tersebut mereka telah membantu menjaga kualitas lingkungan agar lebih baik. Bagi Walikota Risma, anak-anak ini bukan hanya pahlawan namun juga pejuang lingkungan. Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup adalah kegiatan yang digelar atas kerjasama Pemkot Surabaya dan Tunas Hijau.

 

Dalam penganugerahan ini, Tunas Hijau akan membagikan 20 slempang  finalis Pangeran dan Puteri LH 2015 dan 10 slempang untuk pemenang Pangeran dan Puteri LH 2015, seperti gelar Pangeran dan Puteri LH 2015, Runner Up 1, Runner Up 2, Runner Up 3 dan Runner Up IV.  (Humas Dispendik Surabaya)

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan