Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Tumbuhkan Jiwa UKS Sejak Dini

     "Sehat dimulai dari saya..." itulah salah satu slogan UKS yang secara serentak dibacakan oleh ratusan guru yang tengah mendapatkan pelatihan UKS. Tadi siang (26/01) Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya selenggarakan pelatihan UKS kepada guru TK se-Surabaya. Acara tersebut sedikitnya diikuti sebanyak 124 guru TK di tiap-tiap wilayah Surabaya.

      Kasi Kesenian dan Olahraga Damaris Padmiasih menerangkan pelatihan kepada guru TK bertujuan untuk memberikan edukasi tentang pola hidup bersih dan sehat yang harus ditanamkan sejak dini kepada anak, khususnya pada TK.

      Damaris menambahkan kegiatan ini juga merupakan pelaksanaan melaksanan TRIAS UKS. TRIAS UKS yakni, melaksanakan pendidikan kesehatan di sekolah, menyelenggarakan pelayanan kesehatan di sekolah serta menciptakan lingkungan kehidupan sekolah yang sehat.

      Eyang Santo, salah satu pembina TP UKS tingkat Propinsi menerangkan dengan pola hidup bersih dan sehat serta bekal pengetahuan yang cukup tentang pentingnya memiliki rasa kepedulian terhadap lingkungan dapat menghindarkan anak dari berbagai penyakit.

      "Saat ini gejala demam berdarah telah menjangkiti masyarakat, oleh karena itu para guru perlu mendapatkan pembekalan akan pentingnya menjaga pola hidup bersih dan sehat".

      Ia menceritakan, agar anak tidak mendapatkan sengatan langsung terik sinar matahari ketika mereka di alam terbuka karena dapat pingsan nantinya. Untuk itu, mereka perlu dibekali seperti topi dan air minum agar kondisi tubuh menjadi baik. (Humas Dispendik Surabaya)

Jelang Pencairan Hibah BOPDA 2015, Dispendik Selenggarakan Sosialisasi

Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPDA) merupakan salah satu upaya Pemkot Surabaya dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan. Alokasi penggunaan danan BOPDA bagi sekolah yakni dipergunakan untuk biaya operasional sekolah yang dikinerjakan melalui rencana anggaran sekolah (RKAS). BOPDA tidak diperkenankan untuk biaya investasi, seperti membangun gedung. 


Bersama Kejaksaan Negeri Tanjung Perak dan Kepolisian, Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) sosialisasikan mekanisme pencairan  hibah BOPDA bagi sekolah-sekolah calon penerima bantuan. Acara tersebut berlangsung tadi (26/01), di gedung aula SMKN 6.


Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dra. Eko Prasetyoningsih, M. Pd mengungkapkan sekolah-sekolah penerima hibah BOPDA harus memenuhi beberapa persyaratan yang ditentukan, yakni mulai dari kelengkapan proposal, laporan LPJ, ke validan no. rek bank, hingga speciement dan tanda tangan kepala sekolah.


Eko menambahkan,  peruntukkan hibah bopda bagi sekolah sebagai biaya alat tulis sekolah        (ATS), biaya bahan dan alat habis pakai (BAHP), pemeliharaan dan perbaikan ringan, biaya transport, biaya konsumsi, biaya pembinaan siswa/ekstrakurikuler, biaya uji kompetensi, biaya praktek kerja industri, biaya pelaporan, biaya peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan, biaya pengembangan kurikulum, pembelian/pengadaan sarana dan prasaranapembelajaran, biaya daya dan jasa.


Terkait BOS Sekretaris Dispendik Drs. Aston Tambunan menyampaikan sekolah yang mendapatkan alokasi BOS adalah sekolah yang sudah tercantum dalam database Dapodik saat pengambilan data sebelum penyaluran dana BOS di awal triwulan.


Sementara itu, Kepada Dispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM menghimbau kepada sekolah-sekolah calon penerima hibah BOPDA untuk melakukan pengecekan administrasi secara teliti, agar hibah BOPDA yang disalurkan dapat diterima sesuai dengan yang diajukan melalui proposal.


“Sekolah harap mengecek mulai dari proposal yang diajukan,  foto copy rekening kepala sekolah, laporan LPJ, tanda tangan-tanda tangan sampai pada kelengkapan lainnya”. (Humas Dispendik Surabaya)

 

 

Additional information