Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Temu Para Relawan, Siap Berbagi Inspirasi

"Bagi Anda hanya satu hari cuti bekerja, namun bagi murid-murid itu bisa menjadi hari yang menginspirasi mereka seumur hidup. Berbagi cerita, pengetahuan, dan pengalaman untuk menjadi cita-cita dan mimpi mereka."

 

Demikian sebaris kalimat penyemangat bagi calon relawan, baik relawan profesional pengajar, relawan fotografer dan videografer  yang akan turun tangan pada Hari Inspirasi Kelas Inspirasi Surabaya Ke-3 pada Senin, 29 September 2014 mendatang. Temu Relawan  bertempat di Aula SMK Negeri 6 Surabaya, Sabtu pagi (13/9). dimaksud dalam rangka memberikan pembekalan materi berupa petunjuk teknis bagi para relawan sebelum pelaksanaan berlangsung. Tujuannya adalah untuk menyamakan persepsi sehingga pelaksanaan berjalan sesuai dengan harapan.


 Kelas Inspirasi ini menjadi solusi bagi para profesional Indonesia yang ingin berkontribusi dengan mengajar di lingkungannya. Hal ini membuka pintu interaksi positif antara kaum profesional dengan dunia sekolah. Partisipasi para profesional tersebut untuk mengambil cuti sehari dan berbagi pengalamannya bersama anak-anak SD, merupakan partisipasi berbasiskan individu, bukan institusi. Ini menunjukkan bahwa kepedulian dan kesadaran pribadi terhadap pendidikan masih tinggi. Ke depannya, Kelas Inspirasi ini diharapkan mampu mendorong kalangan profesional untuk berperan aktif dalam pendidikan melalui kegiatan serupa.

Denny Hidayat, S.H., salah satu penggiat Kelas Inspirasi Surabaya dan Kelas Inspirasi Jawa Timur, di sela-sela briefing mengemukakan bahwa peran media dan dokumentasi yang dihasilkan para fotografer dan para videografer tidak kalah penting dengan peran para relawan pengajar. Jika para relawan pengajar dengan berbagi cerita, pengetahuan, dan pengalaman tentang perjalanan meraih dan menjalankan profesinya diharapkan mampu memberikan inspirasi dan gambaran nyata bagi para siswa akan keragaman profesi untuk menjadi cita-cita dan mimpi anak-anak bangsa ini di masa depan.


Masih menurut Denny, bahwa peran para fotografer dan para videografer adalah mengabadikan moment interaksi antara relawan pengajar dengan para siswa di dalam maupun luar kelas, dan komunikasi dengan seluruh warga sekolah. Dokumen berupa foto atau video tersebut kelak di kemudian hari diharapkan akan dapat memberikan virus bagi para profesional yang lain untuk turut serta turun tangan, ambil bagian porsi kepedulian terhadap pendidikan anak-anak generasi emas mendatang.

Selain memberikan petunjuk teknis tentang pelaksanaan Hari Inspirasi, acara briefing tersebut  dimanfaatkan oleh para fasilitator untuk mempertemukan para kepala sekolah, para relawan pengajar, dan para relawan fotografer /videografer untuk saling mengenal dari dekat. Di samping saling mengenal, melalui pertemuan ini diharapkan akan terbangun sebuah kesepakatan bersama antar mereka mengenai rencana pelaksanaan Hari Inspirasi di sekolah masing-masing.

 

Hari Inspirasi Kelas Inspirasi Surabaya Ke-3, Senin (29/9) mendatang juga berbarengan dengan Hari Inspirasi Jawa Timur Ke-2, serentak dilaksanakan pada tanggal tersebut oleh Kelas Inspirasi yang berada di 27 Kab./Kota se Jawa Timur. (Humas Dispendik Surabaya)

Berteman Buku Kita Banyak Tahu

 

Ayo kita buka buku ... buku

Ayo kita baca buku ... buku

Buku cakrawala ilmu ... ilmu

Buku adalah guru bijaksana

                                                     .............................................

Demikian cuplikan bait awal dari Mars Baca Buku yang dibawakan dengan merdu dan penuh semangat oleh tim Paduan Suara SMP Negeri 23 Surabaya pada saat menyambut kehadiran  Tim  Juri Lomba Perpustakaan Tingkat SLTP se Jawa Timur 2014 yang diselenggarakan oleh Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur. Berbagai atraksi turut pula memeriahkan acara penyambutan, di antaranya atraksi tim Pencak Silat, tim Yel-yel Baca Buku, Kader Perpustakaan, Kader UKS, dan Gugus Pramuka. Mereka tampak masih tetap semangat walaupun harus menunggu sejak pagi hari. Rombongan tim juri yang terdiri atas  3 (tiga) orang semula dijadwalkan hadir  di SMP Negeri 23 pada pukul 08.00, namum tim juri baru hadir pada pukul 17.00, hari Jumat (12/9).

Drs. Ramlan Manampak Purba, Kasubid SDM Perpustakaan Provinsi Jawa Timur, selaku Ketua Tim Juri, dalam sambutanya mengemukakan bahwa dengan lomba ini dimaksudkan sebagai bahan pembinaan dan evaluasi terhadap pengelolaan dan pemanfaatan perpustakaan di sekolah. Dengan demikian mutu penyelenggaraan perpustakaan dapat dimanfaatkan untuk mendorong dalam meningkatkan budaya membaca dan menulis bagi setiap warga sekolah. Sesuai dengan motto “Perpustakaan Sebagai Jantung Pendidikan”, maka keberadaannya diharapkan dapat mendukung mata pelajaran, sebagai pusat studi atau telaah ilmiah, sebagai pusat informasi, dan bahkan sebagai tempat rekreasi, tambah Purba.

Beberapa jajaran pejabat setempat yang terkait turut pula hadir menyambut Tim Juri Lomba, di antaranya Kepala Barpus Kota Surabaya, Dra. Arini Pakistyaningsih, S.H., M.M.; Kasubid Pembinaan Perpustakaan Kota Surabaya, Drs. Elok Susilo W., M.M.; Kabid PLS Dispendik Kota Surabaya, Drs. Dakah Wahyudi, M.Pd.; Pengurus Komite Sekolah, Drs. Ec. Erwin Tjahyuadi, M.Si., yang sekaligus sebagai anggota DPRD Kota Surabaya; Muspika Kecamatan Rungkut; dan Lurah Kedung Baruk, Rully Prasetya Negara, S.STP, M.Si.

Drs. Elok Susilo W., M.M., Kasubid Pembinaan Perpustakaan Kota Surabaya, mengememukakan harapannya dengan optimis bahwa SMP Negeri 23 sebagai wakil dari Kota Surabaya akan mampu meraih gelar Juara I. Komitmen untuk maju sudah kuat, jalin semua lini untuk bergerak, Standar Nasional Perpustakaan sudah terpenuhi, bahkan anggaran 15% telah mampu terlewati. Tahun 2013 lalu SMA Petra II sebagai Juara II, dan SMP Al Hikmah sebagai Juara II, sedangkan tahun 2014 ini SMA 5 meraih Juara Harapan I, dan semoga SMP Negeri 23 mampu meraih Juara I. Berupaya maksimal sudah kita lakukan, maka tinggal berdoa saja, tambah Elok.

Sebelum penilaian secara fisik dilakukan oleh tim juri, Dra. Elly Dwi Pudjiastuti, M.Pd., selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 23, memaparkan bahwa sejak tahun Pelajaran 2012/2013 SMP Negeri 23 telah mengadakan kegiatan “Jumat Bersih, Sehat, dan Cerdas”. Yang dimaksud dengan Jumat Cerdas yaitu para siswa secara bergiliran tingkat kelas diwajibkan membaca buku dan membuat resume dari apa yang telah mereka baca. Ketika Walikota Surabaya meluncurkan Program Kota Surabaya Sebagai Kota Literasi pada Hardiknas 2 Mei 2014, dilanjutkan dengan Kebijakan Kadispendik Kota Surabaya agar setelah berdoa pada awal pelajaran diteruskan dengan kegiatan membaca Al Quran selama 10 menit dan membaca buku selama 15 menit. SMP Negeri 23 dengan menambah waktu untuk membaca literasi dan menulis resume selama 20 menit, tambah Elly.

Masih menurut Elly, untuk mendukung Surabaya Sebagai Kota Literasi,  sarana dan prasarana perpustakaan dilengkapi dengan sistem Sipus, Ruang Sirkulasi Buku, Ruang Baca, Ruang IT. Di samping itu, perluasan ruang baca diperbanyak seperti di Ruang Baca di Taman Toga, Ruang Baca di Di Bawah Pohon Rindang, dan di Ruang Baca di Di Bawah Pohon Sapu Tangan.

Sedangkan untuk tambahan koleksi buku atau sarana perpustakaan, SMP Negeri 23 menjalin kerjasama dengan berbagai pihak dari luar. Di antaranya dengan Balai Bahasa Jawa Timur, para Alumni, Program Satu Guru Satu Buku untuk periode tertentu, dan sumbangan buku dari anggota DPRD, Kecamatan, Kelurahan, atau Muspika setempat, serta dari Kantor Pertamina Jawa Timur berupa sarana laptop dan LCD, imbuhnya. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information