Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Dispendik Bagi 36.135 Blanko Ijazah SMP

     Setelah kemarin (16/07) pembagian sebanyak 17.548 blanko ijazah tingkat SMA negeri/swasta berjalan dengan tertib dan lancar, siang tadi (17/07) bertempat di semua gedung aula kantor Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya. Dispendik kembali membagikan sebanyak 36.135 lembar blanko ijazah tingkat SMP negeri/swasta se-Surabaya.

     Kasi Kurikulum Pendidikan Dasar Dra. Munaiyah, M. Pd menerangkan sebanyak 37 boks yang berisi 36.135 lembar blanko ijazah telah diambil dari percetak PT. Jasuindo dan siap dibagikan kepada sekolah-sekolah.

      Munaiyah menambahkan 36.135 blanko ijazah SMP tersebut, terdiri dari 35.324 lembar blanko ijazah SMP, 33 lembar blanko ijazah SMPLB (ABDE), 35 lembar blanko ijazah SMPLB (CC1D1G) dan 743 lembar blanko ijazah paket B.

     Dalam kesempatan ini, sekolah yang mengambil blanko ijazah harus mengisi berita acara penyerahan blanko ijazah dan melakukan pengecekan jumlah balnko yang nantinya akan diisi dan dibagikan kepada para siswa.

     Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dra. Eko Prasetyoningsih, M. Pd menuturkan secara garis besar pengisian ijazah harus ditulis tangan dengan tulisan huruf KAPITAL yang baik, benar, jelas, rapi, mudah dibaca, dan bersih dengan menggunakan tinta warna hitam yang tidak mudah luntur dan tidak mudah dihapus. 

    Jika terjadi kesalahan dalam pengisian, ijazah tidak boleh dicoret, ditimpa, atau di tipe-ex dan harus diganti dengan blangko yang baru. Ijazah yang salah dalam pengisian sebelum dimusnahkan disilang dengan tinta warna hitam pada kedua sudut yang berlawanan pada halaman depan dan belakang serta dimusnakan dengan berita acara yang ditanda-tangani oleh kepala sekolah. "Secara teknis, sekolah sudah menguasai dalam pengisian ijazah ini", imbuhnya. (Humas Dispendik Surabaya)

Tumbuhkan Kreatifitas Lewat Barang Bekas

     Layanan orientasi sekolah (LOS) yang tengah berlangsung di sekolah-sekolah surabaya, tidak hanya memberikan pengenalan secara umum tentang kondisi tiap-tiap sekolah kepada para siswa barunya, tetapi melalui LOS ini juga dapat menumbuhkan daya kreatifitas kepada siswa baru.

     Hal tersebut, kemarin (17/07) ditunjukkan oleh para siswa baru yang tengah mengikuti LOS di SMPN 17 dengan mengumpulkan barang bekas, kemudian di daur ulang menjadi sebuah barang yang memiliki daya tarik yang tinggi sehingga dapat dimanfaatkan kembali fungsinya.

     Kepala SMPN 17 A. Syahroni menuturkan, ide dari pengumpulan barang bekas yang tidak terpakai ini merupakan ide murni dari para pengurus OSIS untuk menumbuhkan jiwa kreatifitas kepada siswa baru, sehingga dengan demikian siswa baru tersebut dapat menyadari tentang sebuah kebermanfaatan sebuah barang.

    Barang bekas yang sebagian besar terdiri dari bekas kaleng cat tersebut kemudian di sulap oleh para siswa menjadi sebuah tempat sampah yang cantik. Sebelum menjadi sebuah tempat sampah yang cantik tersebut, kaleng bekas cat dilukis oleh para siswa sesuai dengan ide dan kreatifitas tiap-tiap siswa.

    Setelah para siswa menuangkan ide mereka kedalam kaleng bekas cat menjadi sebuah pot cantik yang dipergunakan untuk menanam tanaman, para siswa di ajak oleh para guru ke dalam aula untuk mendengarkan pengarahan tentang pengenalan lingkungan sekolah.

     Kegiatan pengenalan lingkungan sekolah bertujuan agar para siswa memiliki kecintaan yang tinggi terhadap sekolah barunya. Dengan demikian para siswa dapat mencetak prestasi yang gemilang, baik di bidang akademik maupun non akademiknya ke depan nanti. (Humas Dispendik Surabaya)

    

 

Additional information