Upaya meningatkan kompetensi tenaga pendidik terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik). Setelah beberapa waktu lalu, para guru mengikuti seleksi portofolio selanjutnya mereka mengikuti seleksi tes tulis. Para tenaga pendidik tersebut berasal dari para guru, kepala sekolah, dan pengawas.

 

“Sebanyak 533 tenaga pendidik mengikuti seleksi tes tulis calon guru, kepala sekolah, dan pengawas berprestasi”, tutur Mamik Suparmi Kabid. Guru dan Tenaga Kependidikan Dispendik ketika membuka seleksi tes tulis di aula SMPN 12, pagi tadi Rabu (22/02).

 

Mamik mengungkapkan dari tes tulis ini akan diambil 10 besar untuk mengikuti seleksi selanjutnya yakni presentasi dan wawancara yang akan berlangsung para 24 Februari mendatang di SMPN 39. Dalam tes tulis ini para guru mengerjakan soal pilihan ganda serta esai selama 120 menit.

 

“Tes ini sebetulnya juga mengajari para guru untuk berlogika, sesulit apapun soal yang dikerjakan jika menggunakan logika dengan baik maka akan mudah dikerjakan”.

 

Mantan guru SMAN 18 tersebut berharap dengan semakin banyak lahirnya para guru berprestasi di Surabaya juga dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Menurutnya, jika gurunya berprestasi tentu akan menjadi motivasi bagi para siswa untuk lebih meningkatkan prestasi.

 

“Ada empat kompetensi wajib yang harus dikuasi oleh para guru yakni kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian”. (Humas Dispendik Surabaya)

Dinda Mellynia Shavira tampak sedikit ragu ketika mengajukan pertanyaan seputar rapor online kepada Kasi Kurikulum Sekolah Dasar Dispendik Surabaya Munaiyah, M. Pd, sementara M. Aris Oktavianto sang juru kamera tengah berkonsentrasi penuh memegangi video kameranya agar tidak goyang.

 

Kedua siswa kelas XI asal SMK Prapanca 2 tersebut tengah melaukan wawancara dan pengambilan gambar dalam rangakan lomba jurnalistik Teenizen Journalism dengan tema “ Sparkling Surabaya” yang diselenggarakan Dharma Wanita Persatua (DWP) Kota Surabaya bersama Dispendik Surabaya dan BIOS TV.

 

“Besok Rabu (22/02) merupakan hari terakhir penyerahan video, oleh karena itu kami mengejar deadline untuk liputan sehingga proses editing dapat segera dilakukan”, tutur Aris. Selasa (21/02).

 

Terkait rapor online Munaiyah menjelaskan bahwa sudah empat tahun sekolah-sekolah di Surabaya menerapkan rapor online, ide pembuatan rapor online didasari atas kebakaran di salah satu sekolah pada tahun 2013 lalu yang melenyapkan dokumen-dokumen penting, sehingga dibutuhkan sebuah sistem database siswa  ditambah lagi dengan munculnya kurikulum 2013 yang membutuhkan banyak penilaian pada setiap kompetensi dasar (KD) di setiap mata pelajaran.

 

“Rapor online meruapakan salah inovasi yang pernah mendapatkan penghargaan dari Kemdikbud dan kemudian di pusat dikembangkan menjadi E-Rapor”.

 

Mantan Pengawas SD tersebut menambahkan bahwa tidak hanya rapor online, hampir semua layanan pendidikan di Dispendik telah menggunakan rapor online, selama kurun waktu 4 terakhir ini Dispendik telah berhasil mengembangkan 19 inovasi program pendidikan yang berbasis online. Sembilan belas inovasi program pendidikan di Surabaya, diantaranya Profil Sekolah, Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Sekolah (SIPKS),  Seleksi Calon Kepala Sekolah, Jurnal Online, Surabaya Belajar, Multimedia Pembelajaran, Rapor Online, Try Out Online, PPDB Online, Sahabat Dispendik,  Klinik Kurikulum, Kenaikan Pangkat Online, Tantangan Membaca 2015, P2KGS, Profil LKP dan PKBM,  Aplikasi Gaji Online, JOSS (Jejaring Obrolan Siswa Surabaya), UNBK 100 persen, dan perijinan online. 

 

Sementara itu, Badarudin, S. Sos guru pembimbing broadcasting SMK Prapanca 2 yang turut mendampingi kedua siswa tersebut melakukan wawancara ke Dispendik berharap agar hasil karya siswanya dapat meraih prestasi dalam lomba jurnalisme, sehingga dapat memotivasi para siswa untuk terus berkarya dalam dunia perfilman, tidak hanya di Surabaya kalau perlu bahkan hingga ketingkat internasional. (Humas Dispendik Surabaya) 

Jalinan kerjasama yang  terjalin erat sejak tahun 2009 antara Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dengan pemerintah kota Busan, Korea Selatan sebagai sister city diwujudkan melalui pertukaran pelajar antara kedua belah kota tersebut. Mereka datang untuk belajar banyak hal seperti budaya, kesenian, adat isitiadat sampai kegiatan belajar mengajar.

 

Rombongan yang berjumlah sebanyak 10 pelajar SMP dan SMA asal negeri gingseng tersebut tadi pagi Senin (20/02) mendatangai kantor Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya. Kunjungan diterima langsung oleh Kepala Dispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM di ruang Kartini.

 

Hyunhoo Joo perwakilan dari Busan Foundation for International Cooperation mengatakan bahwa program pertukaran pelajar antara Busang dengan Surabaya sangatlah penting karena selain meningkatkan hubungan kerjasama antara kedua kota tersebut juga diharapkan juga mampu bersama-sama mencetak para generasi muda menjadi pemimpin dunia.

 

Sementara itu, Kadispendik Ikhsan menjelasan bahwa di Surabaya terdapat 1.570 sekolah mulai dari  tingkat SD hingga SMA dan siswanya mencapai 564.696 siswa. Ikhsan menhatakan bahwa di Surabaya tidak terdapat kurikulum khusus yang mengatur mengenai pendidikan, semuanya terpusat menggunakan kurikulum nasional dalam pembelajaran.

 

Mantan Kepala Bapemas dan KB Kota Surabaya menambahkan bahwa di Surabaya semua siswa diberi kesempatan untuk mengembangkan bakat dan minatnya baik di bidang akadamik maupun non akademik.

 

“Kalau yang suka main voley kita fasilitasi untuk menjadi atlit berprestasi, sedangkan yang suka science kita kembangkan menjadi peneliti muda yang banyak meraih prestasi di lomba-lomba internasional”.

 

Sementara itu, Kasi Peserta Didik Sekolah Menengah Sigit Priyosembodo mengungkapkan kunjungan delegasi pelajar Busan ke Surabaya berlangsung mulai tanggal 19-26 Februari, mereka juga akan mengunjungi beberapa sekolah di Surabaya diantaranya, SMPN 22, SMPN 3 dan SMPN 39.

 

“Selain mengunjungi sekolah, mereka juga akan mengunjungi tempat-tempat iconik di Surabaya”, pungkas Sigit. (Humas Dispendik Surabaya)

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan