Setelah meresmikan SMPN 57 pagi tadi, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini hari ini, Kamis (12/01) kembali meresmikan bangunan baru relokasi SMPN 46 yang sebelumnya jadi satu bangunan dengan SDN Pakis VIII yang terletak di Jalan Bintang Dwiponggi kemudian direlokasi ke Jalan Mayjend. Sungkono.

 

Dalam sambutannya, Risma -panggilan Wali Kota- mengungkapkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, pagi tadi (12/1) meresmikan gedung baru SMPN 46 di Jalan Mayjend Sungkono. Sebelumnya, SMPN 46 ini terletak satu area dengan SDN Pakis 8 Surabaya. Gedung yang terletak tepat di belakang gedung Park and Ride Mayjen Sungkono ini kini bisa dimanfaatkan untuk para pelajar di sekitar kawasan eks lokalisasi Dolly untuk menempuh pendidikan.

 

Dalam kesempatan tersebut, walikota berharap agar para guru dan kepala sekolah mampu mengikuti perkembangan teknologi dan memiliki inoviasi bagi para siswa.  Walikota ingin agar setelah lulus dari SMP pada siswa ini memiliki pandangan yang luas dan mampu berhasil di bidang apa saja yang mereka senangi.

 

“Monggo (silahkan) para guru dan kepala sekolah jika punya ide dan inovasi bisa dimajukan ke saya. Nanti akan saya seleksi dan analisa, anak-anak kita wajib diberikan wawasan yang luas karena ini merupakan tuntutan zaman. Ingat, untuk masa depan anak-anak uang bukan hambatan bagi sekolah untuk berhenti berekspresi,” tegas walikota.

 

Selain itu, walikota perempuan pertama di Pemkot Surabaya ini tak lupa mengucap terima kasih kepada guru-guru pengajar kelas inklusi. Melalui kelas inklusi di SMPN 46 ini, walikota berharap agar anak-anak kota Surabaya mendapatkan pendidikan setara.

 

Kepada kepala sekolah, walikota meminta agar ruangan yang kosong dapat digunakan oleh siswa sebagai penunjang minat dan bakat para siswa. “Kepala sekolah tolong ruangan yang kosong bisa dipakai untuk studio musik, tari atau gambar. Kalau ga ada gurunya, minta ke dinas pendidikan nanti akan disediakan. Saya ingin anak-anak surabaya bisa mendapatkan ilmu akademik dan non akademik sejak dini,” tegas walikota. (Humas Dispendik Surabaya)

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali meresmikan SMPN baru yang terletak di daerah Siwalankerto. SMPN baru yang diberi nama SMPN 57 tersebut tadi pagi, Kamis (12/01) diresmikan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

 

Dalam sambutannya, Risma -panggilan Wali Kota Surabaya- mengungkapkan bahwa lima tahun lalu Human Development Index (HDI) Surabaya kalah dengan kota-kota besar di pulau Jawa. Namun pada tahun 2015 Surabaya merupakan kota dengan nilai HDI tertinggi di pulau Jawa.

 

Risma mengatakan kenapa dirinya terus mendorong anak-anak untuk bersekolah, karena pendidikan merupakan tiang negara karena disitulah akan mencetak sumber daya manusia yang handal serta memiliki daya saing tinggi yang siap memajukan bangsa.

 

“Kedepan tidak hanya dibutuhkan anak yang pintar saja, namun juga harus kreatif karena anak yang kreatif nantinya akan memenangkan pertempuran”, ujar Risma.

 

Orang nomer satu di jajaran Pemkot Surabaya tersebut melanjutkan, bahwa anak-anak harus diajari untuk survive dan berani mengambil keputusan. Oleh karena itu, jika para guru dan orang tua menginginkan anak untuk berhasil jangan dimanjakan.

 

“Hidup itu tidak selalu mulus, namun juga harus mampu bertahan untuk hidup”.

 

Tantangan kedepan akan semakin berat, terutama dalam menyambut masyarakat ekonomi ASEAN (MEA). Risma tidak ingin para siswa Surabaya nantinya hanya menjadi penonton, namun juga harus mampu menjadi tuan dan nyonya di kotanya sendiri.

 

Menurutnya, Pemkot Surabaya akan terus berupaya dalam menyediakan fasilitas baik dari segi sarana dan prasarana maupun pengembangan SDM guru dan siswa, tinggal mau apa tidak untuk meraih keberhasilan.

 

Peresmian SMPN 57 ditandai dengan penandatanganan prasasti kemudian dilanjutkan dengan pengguntingan pita oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini disaksikan forpimda para kepala SKPD, kepala sekolah, serta warga sekolah. Acara kemudian dilanjutkan dengan meninjau fisik bangunan SMPN 57 dan ruang-ruang kelas. (Humas Dispendik Surabaya)

Guru-guru Surabaya kini memiliki wadah baru dalam mengembangkan kemampuan mengajarnya di sekolah. Melalui Pusat Inovasi Pembelajaran dan Pelatihan Guru (PIPPG) para guru dapat memanfaatkan layanan pengembangan sumber belajar dan media pembelajaran dalam rangka meningkatkan kompetensi guru secara berkelanjutan.

 

“Komitmen dan kepedulian di bidang pendidikan selama 14 tahun kami wujudkan melalui PIPPG”, tutur Rahmi Aprilawati owner CV. Wardhana.

 

Rahmi mengatakan pembangunan PIPPG ialah tidak lain untuk memfasilitasi para guru dalam mengembangkan kemampuan mengajarnya yakni dengan menggunakan media pembelajaran serta komitmen memajukan pendidikan di Surabaya.

 

Selain itu, PIPPG berfungsi mengembangkan kemampuan profesional guru dalam proses belajar-mengajar mendukung pengembangan peningkalatan kualitas pembelajaran di sekolah. Lembaga ini juga berfungsi sebagai lembaga yang memfasilitasi inovasi pengembangan media pembelajaran yang dibutuhkan dalam mendukung proses pembelajaran. Lembaga Pusat lnovasi Pembelajaran dan Pelatihan Guru ini memiliki 2 pusat: (1) Pusat Pengembangan lnovasi dan Media Pembelajaran, (2) Pusat Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Guru. Fasilitas yang tersedia Pusat Inovasi Pembelajaran dan Pelatihan Guru (PIPZG) meliputi (1) ruang workshop pengembangan media pembelajaran, (2) ruang produksi media pembelajaran, (3) ruang pelatihan, (4) showroom media dan sumber yang memadai, (5) dan (6) beberapa sekolah laboratorium yang menjadi tempat untuk praktik pembelajaran.

 

Kegiatan unggulan PIPPG antara lain: Pengembangan Media Pembelajaran lnovatif; Peningkatan Kemampuan Profesional Guru; Workshop Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Tematik; Pengembangan Bahan Ajar dan media pembelajaran berbasis Digital; Program Studi banding dengan beberapa sekolah mitra di luar negeri; Workshop Lesson Study bagi Guru.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM ketika membuka PIPPG siang tadi, Selasa (10/01) di Jalan Kalibutuh mengungkapkan konsentrasi saat ini ialah bagaimana menyiapkan para siswa meningkatkan kemampuannya terutama pada pelajaran matematika, kami berharap dengan di bukanya PIPPG mampu membawa pengaruh positif dalam dunia pendidikan di Surabaya terutama mendampingi para guru matematika memberikan wawasan tambahan tentang penggunaan media-media pembelajaran sehingga pembelajaran matematika menjadi menyenangkan dan meningkatkan prestasi para siswa.

 

“Di sini alat peraganya cukup lengkap serta diharapkan mampu meningkatkan kompentensi guru”.

 

Mantan Kepala Bapemas dan KB Kota Surabaya tersebut menambahkan, PIPPG  bisa  dipakai dalam pemahaman praktek dan pemahaman konsep. Sekolah juga bisa mengajukan jika alat peraga ipa,ips, matematika.

 

Pengembangan tidak akan pakai ruang khusus, langsung gurunya bertanggung jawab. Jadi praktek di laboratorium dan langsung di kelas. Makanya ruangan yang baru di sekolah ada lcd, komputer dan sound system.

 

“Memang dampaknya kedepan hasil pelatihan ini bisa digunakan untuk kenaikan pangkat”.

 

Pakar pendidikan Martadi menjelaskan kompetensi guru masih belum sesuai dengan harapan, padahal poin utama ialah kualitas sumber daya manusianya. Di Amerika 51 persen, Kanada 52 persen, dan di indonesia 54 persen.

 

Pemerintah tidak punya cukup anggaran untuk 30.000-an guru di Jatim dan 3 juta guru di Indonesia, makanya harus dibuka tempat pelatihan guru dengan kerja sama berbagai pihak. Pengembangan guru efektif itu menciptakan wadah agar sesama guru saling berinteraksi.

 

“Pusat inovasi ini adalah wadah agar KKG dan MGMP untuk terus berinovasi”.

 

Pada kesempatan ini juga diserahkan bantuan alat peraga matematika untuk siswa SD/MI kepada Dispendik Surabaya untuk membantu para guru meningkatkan kualitas pembelajaran matematika. (Humas Dispendik Surabaya)

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan