Suatu kehormatan bagi SMPN 3 Surabaya yang dalam satu minggu ini mendapat kunjungan 2 negara yaitu kunjungan dari kegiatan Yout Exchange Program dari Busan Foundation International Cooperation dan kunjungan dari Negara Jerman . Sebanyak sepuluh peserta didik terdiri dari delapan sekolah setingkat SMP dan dua setingkat SMA dua orang manager dari Busan Foundation International Cooperation.

 

Aktifitas yang luar biasa energik dari para peserta didik dari Korea tersebut ada yang mencoba bermain Egrang alat permainan tradional Indonesia, ada yang bermain Tlompah secara bersama-sama tentu membuat suasana sekolah menjadi gempita saat peserta didik dari SMPN 3 Surabaya  adu permainan Tlompah dengan peserta didik Korea.

 

 Tak kalah dengan sambutan tari Semanggi Suroboyo ,campur sari dan karawitan serta kuliner jemblem sinom peserta didik Korea juga menampilkan baju tradionalnya dan pertunjukan Taekwondo dan konser serta Dance ala korea.

 

Dua hari berikutnya SMPN 3 Surabaya kedatangan Tamu dari Jerman tampaknya tamu dari Jermanpun mengatakan "wonderfull"  melihat proses pembelajaran diluar kelas misalnya dengan dengan Majo Junior pelajaran PKN yang menitik beratkan pada diskusi dan simulasi Anti Korupsi.

 

Harald Ploss bangga melihat lorong kebangsaan karena ada orang Indonesia yang pernah berkarya di Jerman terpampang sebagai tokoh yang di idolakan peserta didik yaitu BJ.Habibi,tak kalah menariknya saat Harald Ploss melihat foto Ibu Walikota dan Bapak kepala dinas pendidikan Kota Surabaya ikut terpampang sebagai tokoh idola peserta didik berlama-lama untuk memotret dengan kameranya. (Humas Dispendik Surabaya)

Sebagai salah satu kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta, tentunya Surabaya banyak memiliki tujuan wisata yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana rekreasi dan edukasi terutama dalam mengenalkan dunia nyata kepada siswa untuk dijadikan obyek pembelajaran.

 

Bersama Dinas Pariwisata, pagi tadi Kamis (23/02) Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya bahas edu wisata dengan Forum Komunikasi Pengelola Obyek Wisata Surabaya (Forkom). Acara yang berlangsung di Lt.2 Gedung Siola tersebut dihadiri tidak dari 43 pengelola obyek wisata se-Surabaya.

 

Fauzi M. Yos Kepala Bidang Industri Pariwisata mengungkapkan Surabaya memiliki banyak destinasi edu wisata yang bagus-bagus sehingga dapat dimanfaatkan oleh siswa tanpa harus melakukan liburan ke luar kota yang memiliki banyak resiko.

 

“Banyak tempat-tempat wisata yang belum diketahui, oleh karena itu kami mendorong memanfaatkan edu wisata yang ada di Surabaya dengan sebaik mungkin”.

 

Pada kesempatan ini, Kasi Kelambagaan Sarana dan Prasarana Sekolah Dasar Achmad Zamroni, ST mengungkapkan momentum ini sangat tepat apalagi ketika kegiatan tengah semester (KTS) para siswa dapat diarahkan untuk memanfaatkan sarana edu wisata yang ada di Surabaya sebagai kegiatan pembelajaran yang positif sehingga tidak perlu lagi untuk belajar ke luar kota, padahal di kota sendirinya ada.

 

“Pembelajaran kurikulum 2013 yang komprehensif acapkali menuntut para guru dan siswa untuk belajar di luar kelas agar mereka lebih memahami keadaan yang sebenarnya namun tetap mempertimbangkan linkungan sekitar”.

 

Achmad Zamroni menambahkan tidak hanya itu visi pendidikan di Surabaya sebagai barometer pendidikan nasional sehingga akan terus berupaya dalam melakukan perbaikan dan peningkatan mutu dan kualitas pendidikan yang sudah ada.

 

“Saat ini di Surabaya banyak sekolah yang sudah bagus serta berbagai kegiatan pelatihan untuk meningkatkan SDM para guru”.

 

Sementara itu, Ivan Hari salah satu pengelola obyek wisata yang ada di Surabaya mengatakan bahwa Surabaya jangan sebagai tempat transit namun juga harus mampu menyedot para wisatawan yang berkunjung ke Surabaya oleh karena itu diperlukan destinasi wisata yang berkualitas. (Humas Dispendik Surabaya)

Ratusan pelajar SD dan SMP dari berbagai sekolah, siang tadi Rabu (22/02) mendatangi Balai Pemuda Surabaya, mereka dating guna mengikuti seleksi Pekan Seni Pelajar 2017 tingkat kota yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya.

 

Kasi Kesenian dan Olaharaga Pendidikan Damaris Padmiasih mengungkapkan sebelum dilakukan seleksi tingkat kota, Dispendik menyelenggarakan seleksi tingkat kecamatan. Menurutnya lomba PSP ini nantinya akan berjenjang mulai dari tingkat kota hingga nasional. Juara tingkat kota akan mengikuti seleksi tingkat provinsi dan bila lolos mewakili Jawa Timur dalam lomba PSP tingkat nasional.

 

“Hari ini sebanyak 1.390 siswa turut serta dalam menyemarakkan lomba PSP di Balai Pemuda”.

 

Damaris menjelaskan bahwa pengembangan bakat dan potensi siswa terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dispendik, tidak hanya kemampuan di bidang akadamik namun, kemampuan non akademik juga menjadi sebuah perhatian tersendiri.

 

“Keberhasilan seseorang tidak ditentukan melalui satu pintu saja, oleh karena itu kita terus bekali para siswa dengan kemampuan-kemampuan tambahan seperti ini”.

 

Sementara itu, Bryan Nicholas Natalie begitu semangat membuat karya patung yang ia kerjakan sendiri. Siswa asal SD Santa Clara tersebut mengaku bahwa PSP ini merupakan sebuah wadah untuk menyalurkan bakatnya dalam membuat seni patung.

 

Dalam gelaran PSP yang berlangsung di Balai Pemuda mulai tanggal 22-23 Februari ada beberapa jenis lomba yang dilombakan diantaranya, lukis, tari, paduan suara, patung, samroh, cipta dan baca puisi, serta poster. (Humas Dispendik Surabaya)

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan