Penyebaran serta pembangunan sekolah pada setiap wilayah terus dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya guna memenuhi kebutuhan hak dasar anak mengenai keterjaminan aksesbilitas pendidikan di Surabaya.

 

“Kita terus mendorong anak-anak SMP untuk mendapatkan akses pendidikan terbaik”, tutur Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ketika meresmikan SMPN 53 siang tadi, Senin (16/01) di Jalan Kendung.

 

Wali Kota juga menghimbau kepada para guru untuk mempersiapkan para siswa agar siap bertempur menghadapi segala tantangan. Masih menurut walikota, tidak semua anak memiliki kemampuan intelektual yang sama. Ia menghimbau para guru untuk mempersilakan anak-anak untuk berekspresi dan berprofesi sesuai bidangnya. Sekolah adalah bagian dari lingkungan sekitarnya. Semakin anak diajarkan bergaul dengan orang lain, anak-anak akan bisa survive dimana saja. 

 

“Saya berharap pendidikan anak anak jauh lebih baik dari pada kita”.

 

Orang nomer satu di jajaran Pemkot Surabaya tersebut juga berujar bahwa negara yang maju adalah negara yang memiliki sumberdaya yang kreatif, bukan sumberdaya yang pintar, menurutnya sumber daya manusia adalah aset yang paling penting.

 

Tentunya untuk mencetak SDM yang berkualitas dan memiliki daya saing tinggi maka harus diberian ruang positif sebanyak mungkin kepada siswa. Salah satu caranya yakni dengan mengajarkan anak berkomunikasi dengan lingkungan.

 

 Walikota juga  mendorong anak SMP mendapat fasilitas pendidikan yang baik. Ia berusaha memenuhi kebutuhan sekolah. Hal tersebut dilakukan agar para kepala sekolah tidak terganggu dengan operasional sekolah.

 

Pada kesempatan ini, Pemkot Surabaya juga memberikan bantuan seperangkat bola yang dapat digunakan para siswa untuk olahraga basket dan sepak bola. (Humas Dispendik Surabaya)

Pembangunan sekaligus pengembangan pendidikan di Surabaya benar-benar serius dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak hanya memberikan fasilitas kegiatan belajar mengajar yang lengkap namun juga memberikan ruang positif bagi pengembangan potensi siswa agar menjadi manusia yang memiliki keunggulan dan mampu bersaing di era persaingan global.

 

“Mari kita berikan ruang yang baik bagi pengembangan bakat siswa, siapa tahu mereka nanti menjadi orang-orang yang berhasil”, tutur Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ketika meresmikan SMPN 59, tadi pagi Senin (16/01) Jl. Wiyung Balasklumprik.

 

Risma -panggilan Wali Kota- mengungkapkan tidak boleh lagi anak yang putus sekolah, seberat apapun kondisi anak tersebut, pemkot Surabaya akan berupaya semampu mungkin, karena sekolah merupakan hak dasar anak.

 

Selain itu, Risma -panggilan Wali Kota- juga berharap pengetahuan-pengetahuan pengalaman hidup juga dapat dijarakan di sekolah. Semisal pada hari Sabtu anak-anak bisa diajarkan mengenai pelajaran baris-berbaris dengan tujuan agar nantinya mereka dapat survive dan menjadi anak yang tegas.

 

“Seperti Dishub nantinya bisa mengajarkan kepada anak-anak tentang tertib berlalu lintas, sehebat apapun kota jika lalu lintasnya amburadul tentunya budaya di kota tersebut akan buruk juga”.

 

Orang nomer satu di jajaran Pemkot Surabaya tersebut menambahkan selain membangun sekolah baru pemkot Surabaya juga akan membangun taman sekelas Taman Bungkul di wilayah Surabaya Selatan ini, tidak hanya itu Pemkot Surabaya juga akan membangun kolam renang guna memfasilitasi dan mengembangkan bakat siswa.

 

Untuk siswa-siswa yang memiliki keunggulan bakat di bidang tertentu, Wali Kota menghimbau agar dikumpulkan dan dikelompokkan kemudian dilatih di sekolah. Menurutnya, sekolah merupakan tempat terbaik untuk belajar dan mengasah kemampuan siswa. (Humas Dispendik Surabaya)

Upaya pencegahan terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue terus digalakkan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Pemkot Surabaya dengan menyelenggarakan Apel Gebyar Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang dilaksanakan hari Jumat (13/1) di lapangan Sememi Jaya, Kecamatan Benowo.

 

Apel Gebyar PSN yang juga turut melibatkan para 93 siswa dan 31 guru dari berbagai sekolah di sekitar wilayah tersebut, dipimpin langsung ole Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

 

Dalam sembutannyya Wali Kota perempuan pertama di Surabaya tersebut mengungkapkan Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang bisa dicegah, namun pencegahan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue melalui nyamuk Aedes Aegypti ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, melainkan harus ada komitmen bersama seluruh elemen masyarakat untuk melaksanakan pencegahan melalui PSN.

 

Risma -panggilan Wali Kota- menegaskan, biaya kesehatan semua sudah gratis oleh pemkot, namun jangan sampai hal tersebut menjadikan kita semua lengah. Pengawasan dan pemberantasan jentik nyamuk harus terus dilakukan.

 

Ia pun menghimbau untuk rutin memberantas sarang nyamuk, salah satunya seminggu sekali membersihkan air di tempat penampungan air, mengubur barang bekas dan juga rutin melakukan pemantauan jentik nyamuk baik di rumah, kantor maupun sekolah.

 

Febria Rachmanita, Kepala Dinas Kesehatan mengungkapkan bahwa wilayah Sememi dipilih sebagai lokasi PSN karena data terakhir menujukkan angka bebas jentik sebesar 56 persen dari standar 95 persen. Namun ia optimis dengan kerjasama semua pihak, dalam waktu singkat wilayah ini bisa mencapai standar bebas jentik.

 

Sementara itu, Muslich Hariadi, Camat Benowo mengatakan bahwa warga Sememi sudah rutin melakukan pengawasan dan pemberantasan jentik nyamuk. Dengan adanya PSN ini tentunya akan semakin memotivasi warga untuk lebih meningkatkan. Pihaknya juga akan melakukan penyisiran di titik-titik yang sekiranya menjadi tempat berkembang nyamuk aedes aegypti.

 

Usai apel Gebyar PSN, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama jajaran Pemkot langsung berkeliling ke perkampungan wilayah Sememi RT 6 RW I untuk melakukan pemantauan jentik nyamuk dan juga berdialog dengan warga terkait permasalahan publik.

 

Pada kesempatan ini, Wali Kota juga memberikan bola kepada para siswa yang turut hadir dalam gebyar PSN.  (Humas Dispendik Surabaya)

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan