Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.

 

Oleh karena itu dalam menghargai sebuah budaya SMP PGRI 6 berupaya menuangkannya dalam bentuk karya seni drama sekaligus melaksanakan ujian praktek Bahasa Indonesia bagi para siswa kelas IX dengan berbagai cerita legenda daerah seperti “Ande-Ande Lumut”, “Malin Kundang”, serta berbagai kisah rakyat lainnya.

 

Kepala SMP PGRI 6 Banu Atmoko  menuturkan bahwa penampilan siswa melalui karya seni drama bertujuan agar para generasi muda mengenal budaya bangsa melalui cerita cerita rakyat , sehingga diharapkan para  siswa menghargai budaya Indonesia.

 

Banu menambahkan melestarikan seni budaya tradisional bukan hanya semata-mata menjadi kepentingan dan tanggungjawab pemerintah, namun juga kewajiban semua lapisan masyarakat.

 

Generasi muda sebagai elemen yang sangat penting dan tidak bisa digantikan dengan apapun dalam melestarikan kebudayaan yang ada di Indonesia dan sekaligus berkontribusi sangat besar dalam pembangunan bangsa dan negara Indonesia.

 

“Agar tidak tergerus dengan kemajuan teknologi, budaya daerah harus dilestarikan sejak dini”, ujar Banu. (Humas Dispendik Surabaya)

Ratusan pelajar mulai dari jenjang SMP sampai SMA pagi tadi, Rabu (08/02) memadati lantai 2 Gedung Wanita Surabaya, mereka datang untuk mengikuti pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Kota Surabaya (DWP), Dinas Pendidikan (Dispendik) serta bekerjasama dengan BIOS TV.

 

Ketua DWP Kota Surabaya Chusnur Ismiati Hendro Gunawan mengungkapkan setelah beberapa waktu menggelar lomba film pendek guna lebih meningkatkan kreatifitas siswa Surabaya, DWP bersama Dispendik dan BIOS TV kembali menyelenggarakan lomba jurnalistik yang sebelumnya didahului dengan pelatihan/diklat jurnalistik terlebih dahulu.

 

Chusnur menambahkan, melalui pelatihan jurnalistik ini diharapkan para siswa membuat berita-betita yang berkualitas yang berguna tidak hanya bagi dirinya sendiri namun bisa untuk sekolah atauapun lingkungan sekitar.

 

“Semua anak Surabaya mempunyai hak yang sama untuk maju, selain pintar anak Surabaya juga harus berbakat sehingga bisa mengenalkan Surabaya di mata dunia”.

 

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM menuturkan banyak hal yang bisa dilakukan dengan membuat karya jurnalistik dan kemudian bisa dikembangkan ke mana-mana baik dari segi pengembangkan kemampuan jurnalistik ataupun entrepreneurship-nya.

 

Mantan Kepala Bapemas dan KB Kota Surabaya tersebut  berharap para siswa Surabaya dapat menjadi warga yang inofatif dan kreatif sehingga nantinya mampu bersaing ditengah-tengah era globlalisasi yang berkembang kian pesat.

 

“Kami ingin nantinya para siswa dapat menjadi warga kelas dunia dan mampu menjadi tuan dan nyonya di kotanya sendiri”.

 

Sementara itu, Mas’ud Adnan Direktur BIOS TV menjelaskan saat ini dunia jurnalistik semakin dipermudah dengan teknologi-teknologi modern yang berkembang pesat seperti penggunaan handphone yang dapat dipergunakan untuk kegiatan liputan.

 

“Kalau dulu masih menggunakan mesin ketik untuk membuat berita dengan proses yang cukup panjang, kini hanya dengan menggunakan HP juranalis bisa mengirimkan berita secara online”.

 

Mas’ud juga berujar kegiatan pelatihan jurnalistik seperti ini juga merupakan momentum dalam mendukung kreatifitas siswa. Menurutnya, beban pendidikan sangat luar biasa karena output-nya  lulusan sarjana banyak menangggur. Hal tersebut disebabkan karena banyak dari mereka yang tidak memiliki keterampilan  di berbagai bidang.

 

“Dengan membukan mindset anak diharapkan mereka mampu membuka lapangan pekerjaan ataupun menjadi para calon pemimpin bangsa”. (Humas Dispendik Surabaya)

Keberhasilan Surabaya dalam memajukan pendidikan menjadi sebuah daya tarik tidak hanya di tingkat nasional namun juga sampai ke internasional. Selasa (07/02) Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya menerima kunjungan Pluakdaengpittayakom School, Thailand. Rombongan diterima langsung oleh Kadispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM di ruang kerjanya. Pluakdaengpittayakom School merupakan sister school dari SMP Muhammadiyah 5 Surabaya.

 

Pada kesempatan ini, Direktur Pluakdaengpittayakom School Bamrung Cuprasert mengaku  pihaknya ingin belajar banyak hal terkait budaya dan pendidikan Surabaya yang menurutnya telah banyak prestasi yang diraih.

 

“Telah lama kami telah menjalin sister school dengan SMP Muhammdiyah 5, oleh karena itu kami ingin melihat secara langsung implementasi pendidikan di Surabaya”.

 

Sementara itu, Kadispendik Ikhsan menuturkan dibutuhkan adanya komitmen bersama dalam memajukan serta meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan, oleh karena itu peran aktif dari semua pihak sangat diperlukan bersama-sama menjadikan pendidikan Surabaya menjadi lebih baik.

 

Ikhsan menambahkan upaya Pemkot Surabaya dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan diwujudkan salah satunya dengan   menjalin sister city dengan berbagai kota-kota di dunia, seperti Busan, Korsel dan Jepang.

 

Program pertukaran pelajar ini merupakan bagian dari kerjasama sister city yang selama ini terjalin antara Surabaya dengan kota-kota lain di dunia. Kedua kota tersebut sudah seperti layaknya saudara.

 

 

Sister school sifatnya lebih mendalam dibanding pertukaran pelajar. Kita bisa saling belajar budaya, metode pembelajaran, sampai belajar meningkatkan  mutu pendidikan”. (Humas Dispendik Surabaya)

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan