Meski pelaksanaan Pekan Seni Pelajar (PSP) tingkat kota masih akan berlangsung pada tanggal 22 Februari – 9 Maret mendatang namun Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) terus melakukan persiapan guna menyiapkan para siswa agar meraih prestasi di beberapa jenis materi yang dilombakan salah satunya yani dengan melakukan seleksi terlebih dahulu.

 

Tadi siang (10/02) bertempat di ruang aula Dr.  Wahidin Sudirohusodo puluhan guru dan pelatih mengikuti technical meeting (TM) agar mereka ketika mengetahui persyaratan teknis yang diterapkan baik pada waktu seleksi maupun nantinya ketika lolos mengikuti ke jenjang selanjutnya.

 

Kasi Kesenian dan Olahraga Pendidikan Damaris Padmiasih menuturukan, bakat dan potensi siswa di dibidang non akademik terus digali dan dikembangkan salah satunya yakni melalui wadah PSP seperti ini. Untuk  materi yang akan dilombakan meliputi musik tradisonal, teater tradisi, lukis, patung, paduan suara, samrah, serta  cipta dan baca puisi.

 

“TM ini bertujuan memberikan pemahaman teknis mengenai pelaksanaan seleksi PSP sehingga kegiatan dapat berjalan lancar”.

 

Damaris menambahkan, PSP juga bertujuan membekali anak-anak sebegai generasi penerus bangsa berkemampuan tinggi, berkepribadian luhur, dan berkarakter. Disamping itu, juga untuk mengembangkan bakat, kreatifitas, dan keterampilan di bidang seni, serta memupuk rasa cinta terhadap khasanah budaya bangsa sebagai jati diri dan filter terhadap pengaruh negatif budaya luar. (Humas Dispendik Surabaya)

 

 

Hari ini, Kamis (09/02) sebanyak 15.434 siswa SD/MI dari berbagai lembaga se- Surabaya mengikuti seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya pada setiap sekolah.

 

“Dari 15.343 peserta nanti akan diambil 2.222 siswa untuk melaju ke tingkat kecamatan kemudian baru seleksi tingkat kota”, tutur Tri Aji Nugroho Kasi Peserta Didik Sekolah Dasar.

 

Tri Aji menuturkan OSN ini merupakan sebuah kegiatan tahunan yang bertujuan bertujuan meningkatkan mutu pendidikan matematika dan IPA di SD/MI secara komprehensif melalui penumbuhkembangan budaya belajar, kreatifitas dan motivasi meraih prestasi terbaik dengan kompetisi yang sehat serta menjunjung nilai -nilai sportivitas.

 

“Pemkot Surabaya melalui Dispendik terus berupaya meningkatkan kemampuan intelektual para siswa di berbagai kegiatan salah satunya melalui OSN ini”.

 

Sementara itu, Plt. Kepala Bidang Sekolah Dasar Drs. Sudarminto, M. Pd mengungkapkan OSN merupakan  wahana bagi siswa SD / MI untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang matematika dan IPA sehingga dapat berkreasi dan berinofasi sesuai dengan kemampuannya.

 

Selain itu, OSN dianggap mampu untuk memotifasi siswa SD / MI agar selalu meningkatkan kemampuan intelektual, emosional dan spiritual berdasarkan norma-norma yang sehat sehingga dapat memacu kemampuan berfikir nalar dan yang terakhir OSN diharapkan mampu untuk menjaring bibit unggul dan berprestasi sebagai calon peserta Internasional Mathematic and Science Olympiad (IMSO). (Humas Dispendik Surabaya)

Berbagai inovasi dan program pendidikan yang telah berhasil dikembangkan serta terus ditingkatkan oleh Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) menjadi sebuah daya tarik bagi daerah lain, tidak hanya daerah-daerah  yang ada di Indonesia namun sampai juga ke negeri tetangga Malaysia.

 

Tadi pagi Kamis (09/02) Pejabat Pendidikan Daerah Kota Tinggi Johor Malaysia mengunjungi kantor Dispendik. Rombongan yang berjumlah sebanyak 32 orang tersebut diterima langsung oleh Kadispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM di ruang Kartini.


MD Din Bin Hussein Ketua Pegawai Pendidikan Daerah Kota Tinggi, Johor Malaysia mengungkapkan kedatangannya ke Surabaya ialah selain menjalin tali silaturahmi antar kedua bangsa juga bersama-sama meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan menghadapi abad 21 ini.

 

“Dengan melakukan transformasi ilmu pengetahuan diharapkan mampu memajukan dunia pendidikan”, ungkap Din Bin Husein.

 

Sementara itu, pada kesemapatan ini Kadispendik Ikhsan memaparkan beberapa program yakni berawal dari pengembangan system data base profil sekolah kemudian sampai menjadi 19 inovasi program pendidikan yang telah berhasil dikembangkan dispendik. Ke-19 Inovasi program tersebut diantaranya Profil Sekolah, Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Sekolah (SIPKS),  Seleksi Calon Kepala Sekolah, Jurnal Online, Surabaya Belajar, Multimedia Pembelajaran, Rapor Online, Try Out Online, PPDB Online, Sahabat Dispendik,  Klinik Kurikulum, Kenaikan Pangkat Online, Tantangan Membaca 2015, P2KGS, Profil LKP dan PKBM,  Aplikasi Gaji Online, JOSS (Jejaring Obrolan Siswa Surabaya), UNBK 100 persen, dan perijinan online.

 

Mantan Kepala Bapemas dan KB Kota Surabaya tersebut menjelaskan bahwa kepala sekolah dalam melakukan penganggaran berdasarkan evaluasi diri sekolah (EDS) dari EDS tersebut akan terlihat mana-mana delapan standar pendidikan yang akan ditingkatkan, kemudian anggaran disusun melalui SIPKS.

 

Tidak hanya inovasi program pendidikan, namun berbagai upaya untuk menggali kemampuan bakat dan potensi siswa juga dilakukan seperti melalui berbagai kegiatan siwa seperti, pramuka, organisasi pelajar Surabaya, kongres pelajar bahkan sampai kongres pelajar nusantara yang berlangsung pada 2014 lalu.

 

“Di Surabaya tidak hanya dikembangkan kemampuan intelektual siswa saja, tapi  pengembangan pendidikan karakter menjadi sebuah hal yang penting”. (Humas Dispendik Surabaya)

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan