Meski pelaksanaan ujian sekolah dan madrasah (US/M) masih akan berlangsung para bula Mei mendatang, namun berbagai persiapan telah dilakukan Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya terutama dalam melakukan pendataan para peserta didik yang akan mengikuti ujian.

 

“Tidak menutup kemungkinan kedepannya nanti US/M juga dilaksanakan melalui sistem online seperti pada tingkat SMP dan SMA”, tutur Kadispendik Ikhsan ketika memberikan arahan kepada 31 ketua sub rayon tadi pagi, Rabu (04/01).

 

Ikhsan menghimbau agar para siswa sering-sering latihan mengerjakan soal-soal try out online yang telah disediakan Dispendik, tujuannya agar mereka siap ketika pelaksanaan ujian berbasis komputer (CBT) benar-benar telah diterapkan oleh pemerintah pusat.

 

Menurutnya, dengan ujian berbasis online dianggap mampu melatih karakter siswa untuk jujur, tidak mencontek, serta melatih kedisiplinan agar mereka siap ketika harus bersaing di tengah-tengah masyarakat ekonomi ASEAN nantinya.

 

“Hal yang paling penting ialah menjaga anak-anak untuk melaksanakan ujian dengan jujur karena index integritas pelaksanaan UNBK di Surabaya mencapai 100 persen, tinggal tugas kita saat ini bagaimana meningkat prestasi para siswa”.

 

Mantan Kepala Bapemas dan KB Kota Surabaya tersebut mengemukakan bahwa sejak tahun lalu (2016,red) Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dan KKG/MGMP telah menyiapkan kisi-kisi soal latihan dengan demikian para siswa kelas VI dapat segera mengerjakan latihan soal-soal yang telah disusun.

 

Sementara itu, Kasi Kurikulum Pendidikan Dasar Munaiyah, M. Pd menuturkan para ketua sub rayon yang diundang bersama petugas operator telah mengumpulkan Daftar Nominasi Sementera (DNS) dari SD/M yang terdapat di 31 kecataman kemudian  dilakukan input data secara online ke Kemdikbud untuk selanjutnya dijadikan Daftar Nominasi Tetap (DNT) setelah data benar-benar valid.

 

“Jangan hanya melibatkan operator, ketua sub rayon juga dapat melibatkan tim agar pelaksanaan berjalan lancar”.

 

Pada kesempatan ini juga diterangkan bagaimana melakukan input DNS manual ke dalam sistem pendataan Kemdikbud oleh staf Dispendik Ganda Nur Cahyo, S. Pd. Menurutnya jika ada kesalahan entry data ke dalam sistem sekolah dapat merubahnya sendiri tanpa harus datang ke Dispendik.

 

“Semua entry dilakukan oleh sekolah, oleh karena itu jika terdapat kesalahan penulisan gelar atau nama kepala sekolah dapat dilakukan pembetulan dengan cepat”. (Humas Dispendik Surabaya)

Masa libur sekolah merupakan waktu yang tepat dipergunakan untuk mengisi dengan kegiatan yang bermanfaat terutama dalam meningkatkan kemampuan para siswa terutama bagi siswa kelas VI SD dan kelas IX SMP di Surabaya khususnya  mata pelajaran (mapel) yang sulit seperti Matematika. Apalagi, tidak lama lagi mereka juga menghadapi ujian.

 

Selama dua minggu mulai Senin (19/12) sampai Jumat (30/12), Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya membuka kelas Matematika di Balai Pemuda. Secara bergiliran perwakilan siswa kelas VI dan kelas IX akan mengikuti kelas terjadwal.

 

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas) Dispendik Surabaya, Eko Prasetyoningsih, mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk mendongkrak nilai siswa. Dalam sehari ada beberapa sesi. Yang mengajar belum tentu guru sekolahnya.

 

 Setiap kelompok belajar berisi 20 siswa. Kelas Matematika ini juga terbuka bagi siswa yang ingin menghabiskan liburan dengan belajar Matematika. Apalagi jika dalam 2 minggu ini sekolahnya belum mendapatkan giliran untuk mengikuti kelas. “Bisa langsung datang dan mengikuti sesi yang ada," katanya, Selasa (27/12).

 

Saat ini Dispendik juga sedang mengadakan pelatihan pada 118 guru Matematika SMPN kemudian dilanjutkan ke jenjang SD. Menurutnya, Pemkot Surabaya juga akan membuka ruang konsultasi bagi para siswa yang membutuhkan pemahaman lebih mengenai pelajaran Matematika.

 

Hal ini juga dilakukan Retno Hermawan, salah satu wali murid. Sejak mendengar ada kelas Matematika dirinya segera mencari informasi untuk mengikutkan anaknya. Apalagi anaknya yang saat ini kelas 6 di SDN Ujung 13 tidak mendapat giliran jadwal dari Dispendik untuk mengikuti kelas.

 

 “Anak saya juga les di dekat rumah saat sudah kelas 6 ini. Hanya saja kalau ada les tambahan lagi ya saya ikutkan. Kayak di kelas Matematika ini saya daftarkan on the spot, untungnya boleh,” jelasnya.

 

 Kebutuhan jam tambahan belajar, kata dia, sangat penting karena materi di sekolah saja pasti kurang. Apalagi kebiasaan anak saat ini ketika luang lebih cenderung bermain gadget. “Jadi bukan memaksa, tapi saya arahkan anaknya agar menghabiskan waktu belajar. Apalagi di sini lingkungannya baru, nggak monoton di sekolah,” ungkapnya.

 

Dispendik Surabaya tidak mendatangkan tentor khusus dalam kelas Matematika ini. Melainkan guru-guru yang selama ini juga mengajar di SD dan SMA. Ikhsan, guru SDN Jemursari 1, menjadi salah satu pengajar selama pekan liburan bergantian dengan guru lainnya.

 

 Bagi Ikhsan, kegiatan ini menjadi pengalaman baru mengajar di kelas kecil dengan siswa dari beragam sekolah. Namun, menurutnya, penyampaian materi Matematika akan sama saja di tiap sekolah. Intinya membuat siswa memahami konsep, menghafal perkalian dan pembagian dan penerapan ke soal-soal.

 

“Latihan soal ini harus dilakukan, agar bisa menganalisa pemahaman siswa pada konsep matematika. Jadi bisa dikumpas tuntas masalahnya,” ungkapnya. (Humas Dispendik Surabaya)

Pemerintah Kota Surabaya menggelar Puncak Peringatan Hari Ibu tahun 2016. Kesempatan tersebut dimanfaatkan guru dan perwakilan SKPD sebagai sarana rekreasi bersama keluarga. Berbagai lomba digelar untuk meningkatkan kerjasama seperti lomba cepat tepat tingkat SD, SMP dan SMA dan lomba masak mie antar SKPD.


      Momentum perayaan Hari Ibu 2016 diharapkan bisa menjadi penyemangat bagi keluarga di Kota Surabaya untuk semakin menjaga keutuhan keluarga. Sebab, keutuhan keluarga acapkali tergerus hanya karena egoisme dan kurangnya kemauan memahami pasangan. Imbasnya, salah satu pasangan suami/istri mengajukan cerai.

     Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini ketika menyampaikan sambutan di acara Puncak Peringatan Hari Ibu 2016 di halaman Taman Surya, Sabtu (24/12). Hadir dalam acara tersebut, jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kota Surabaya, SKPD Pemkot Surabaya, pengurus organisasi wanita seperti Darma Wanita, PKK dan juga Muslimat.

     Menurut wali kota, di tahun 2016 ini, cukup banyak pengajuan gugatan cerai yang masuk di ruang kerjanya. Terbanyak adalah dari kalangan guru perempuan. Penyebabnya bermacam-macam. Diantaranya karena gaji yang tidak sama dengan suami nya. “Ada cukup banyak yang mengajukan cerai. Sedih saya kalau tanda tangan pengajuan cerai. Masak ada yang mengajukan cerai hanya karena gaji suami nya lebih sedikit. Karenanya, di acara ini saya sengaja mengundang guru dan camat untuk mengajak serta keluarganya,” ujar wali kota.

     Disampaikan wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya, guru bukanlah ‘orang lain’. Tetapi merupakan bagian dari satu keluarga besar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Karenanya, bila ada masalah keluarga, wali kota berharap bisa diselesaikan bersama. Apalagi, perceraian akan membawa masalah besar pada kondisi psikologis anak-anak. Dari kasus kenakalan remaja yang muncul di Surabaya, pemicu nya kebanyakan karena broken home alias tidak betah di rumah dikarenakan perceraian kedua orang tuanya. 

     “Kalau ada masalah, selesaikan bersama. Bapak ibu jangan hanya mencari-cari kurangnya pasangan. Tapi, terima lah kekurangan suami atau istri. Karena nggak ada yang sempurna. Sempurna itu milik Tuhan,” sambung wali kota. 

     Pererat Keluarga dengan Lomba Cepat Tepat dan Memasak
Dalam puncak peringatan Hari Ibu 2016, Pemkot Surabaya menggelar lomba yang kental nuansa kekeluargaan dan keakraban. Seperti lomba cepat tepat (seperti cerdas cermat) yang pesertanya adalah para guru bersama keluarga dan anak-anaknya. Para keluarga tersebut bergantian menjawab materi pertanyaan seputar keluarga. Seperti menjaga keutuhan keluarga, penanganan masalah anak-anak semisal pemahaman bahaya narkoba, pergaulan dan kenakalan remaja, hingga bagaimana mengatasi kecanduan gadget di lingkungan kelarga. 

     Selain itu, juga ada lomba memasak yang pesertanya merupakan perwakilan kepada SKPD dan guru laki-laki. Menariknya, berbeda dengan tahun lalu, perwakilan kepala SKPD seperti kepala dinas, bagian, badan atau camat dan guru, kali ini tidak memasak bersama rekan kerjanya. Tetapi memasak beserta istri dan anak-anak nya.

 

“Untuk lomba memasak ini, penilaiannya bukan hanya pada rasa masakan nya. Tetapi juga bagaimana keakraban dan kedekatan suami istri saling berkomunikasi ketika memasak,” sambung wali kota.

 

Walikota menambahkan, ia mempersilakan warga untuk berlibur namun lebih berhati-hati dalam bepergian. Walikota mengajak para ibu-ibu menjalankan perannya tanpa memandang jabatan pekerjaan.  Walikota berpesan mari kita jaga kebersamaan bersama-sama. Menurutnya, dengan bersama-sama tidak ada yang tidak mungkin, semua bisa kita raih. Jika kita bercerai berai maka akan terjadi kehancuran dan yang menjadi korban adalah anak-anak. 

 

Sedangkan lomba cepat tepat diikuti oleh ibu guru, anak dan suami. Pada lomba cepat tepat terdiri dari dua yakni sesi cepat tepat dan analisa. Lomba tersebut ada tiga penilaian yakni keharmonisan keluarga, wawasan, dan kekompakan. Mereka memperebutkan TV 32 inch dan uang kulkas, mesin cuci, dan hadiah menarik lainnya. (Humas Dispendik Surabaya)

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan