Pentingnya menanamkan jiwa wirausaha sejak dini kepada para siswa sebagai bekal mereka dalam meraih kesuksesan mencapai masa depan yang lebih baik membutuhkan adanya peran aktif semua pihak, terutama sekolah sebagai wadah pengembangan potensi siswa.

 

Senin (13/02) dalam rangka melaksanakan ujian paktek kelas IX sekaligus membuat telur asin, SMP PGRI 6 mengajarkan kepada para siswanya bagaimana membuat telur asin sehingga kedepannya nanti dapat dijadikan sebuah bekal pengamalan untuk berwirausaha.

 

“Kegiatan ini sekaligus mengajarkan kepada siswa tentang berwirausaha”, tutur Banu Atmoko kepala SMP PGRI 6. Banu menambahkan agar kelak ketika para siswa telah lulus dari SMP PGRI 6 bisa menjadi pengusaha telur dan bisa mandiri.

 

Sementara itu,  Mei Ratna Susanti guru pembimbing IPA SMP PGRI 6 menjelaskan ada beberapa tahapan yang harus dilakukan oleh siswa dalam membuat telur asin. Pertama yakni menyiapkan bahan seperti menyiapkan telur bebek dan bahan-bahan lainnya yang dibutuhkan, kemudian membersihkan telur, menempatkan telur ke dalam wadah.

 

“Secara perlahan, masukkan telur ke dalam wadah yang sudah dibersihkan dengan air panas. Usahakan beri jarak 2,5 cm antara telur dan bagian atas wadah”, tutur Mei.

 

Mei melanjutkan tahap selanjutnya yakni membuat air rendaman.  Menurutnya secara bertahap masukkan garam ke dalam air mendidih. Aduk hingga rata dan garam larut. Angkat dan biarkan dingin sesuai suhu ruang. Sebab air rendaman panas bisa membuat cangkang telur retak.

 

Pada proses rendam, untuk  mencegah telur mengambang, tempatkan plastik berisi air yang tertutup rapat di atas telur. Ini berguna menambah berat. Bisa juga memakai piring kecil ringan sebagai pemberat di atas telur. Lalu tutup rapat wadahnya. 

 

Kemudian, diamkan telur selama lebih kurang 12 hari. Jika ingin rasa putih telur lebih asin, berminyak dan kuningnya masir, rendamlah telur dalam air garam lebih lama. Sampai 3-6 minggu, sesuai keinginan. Bisa disimpan di ruang sejuk dan jauhkan dari cahaya matahari. Tahap selanjutnya, yakni uji coba. Setelah waktu perendaman berlalu, coba lihat hasil telur asin mentah atau matang. Untuk telur mentah, pastikan kuning telur tidak mengalir. Jika masih encer, sisa telur masih perlu direndam air garam. Sementara untuk telur matang, coba rebus dulu sebelum telur asin dibuka. Bagian kuning telur harus punya warna pekat, berminyak dan terasa asin. Bila merasa kurang asin, rendam kembali sisa telur. Dan yang kemudian tahap terakhir yaitu proses pencucian.

 

Cuci bersih di air mengalir. Lalu keringkan dengan lap bersih dan tempatkan dalam wadah karton telur. Olah telur asin sesuai keinginan”. (Humas Dispendik Surabaya)

Sebanyak 760  proktor dan teknisi di tingkat SMP dan 711 proktor dan teknisi lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) kejar paket B dan C, hari ini Sabtu (11/02) mengikuti pelatihan dan sosialisasi aplikasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang digelar Dispendik Surabaya di Lt. 06 Graha Sawunggaling Pemkot Surabaya.

 

“Tahun ini tidak hanya tingkat SMP yang mengikuti UNBK namun UN untuk kejar paket B dan C di Surabaya juga menggunakan sistem UNBK”, tutur Ikhsan Kadispendik Surabaya.

 

Ikhsan mengungkapkan pada kesempatan ini pihaknya juga mengundang Puspendik Kemdikbud agar para proktor dan teknisi mengetahui update terbaru mengenai kebijakan dalam pelaksanaan UNBK 2017 sehingga dalam pelaksanannya berjalan lancar.

 

“Silahkan manfaatkan kesempatan ini untuk bertanya apa-apa yang kurang dipahami”.

 

Mantan Kepala Bapemas dan KB Kota Surabaya tersebut menyampaikan bahwa koordinasi dalam persiapan ataupun pelaksanaannya nanti Dispendik telah membuat tim guna melakukan koordinasi dengan perwakilan para proktor di setiap wilayah. Menurutnya, koordinasi tersebut sama seperti pada tahun lalu (2016,red) yakni menggunakan media sosial sebagai salah satu sarana dalam berkomunikasi.

 

Sementara itu, Handaru Catu Bagus Tim UNBK Puspendik mengapresisasi dengan terlaksanakannya UNBK 100 persen di Surabaya pada tahun 2016 sehingga mampu memotivasi daerah-daerah lain untuk menyelengggarakan UNBK pada tahun 2017.

 

“Tahun lalu ada sekitar 4.000 yang mengikuti UNBK, namun pada tahun 2017 ini jumlahnya naik menjadi 31.000 sekolah se-Indonesia yang mengikuti UNBK.

 

Secara teknis Handaru menjelaskan server (utama dan cadangan) yang di gunakan oleh lembaga tidak disarankan menggunakan laptop namun menggunakan PC/Tower/Desktop yang memiliki spesifikasi minimal diantaranya, processor dengan 4 core dan frekuensi clock 1,6 GHz 64 Bit, RAM 8 GB, Harddisk 250 GB, operating system (OS) 64 Bit Windows Server/Windows 7/Windows 8/Linux Ubuntu 14.04, UPS, dan 1 server cadangan.

 

Sedangkan untuk client  (utama dan cadangan) dapat menggunakan PC, laptop atau chrome book dengan monitor minimal 12 inch serta processor single core dengan frekuensi 400 MHz, RAM minimal 512 MB, Harddisk minimal tersedia 10 GB (free space), web browser exambro serta OS dapat Windows, Linux dan MacOS.

 

“Jaringan internet harus stabil dan LAN tidak disarankan menggunakan Wi-Fi”, pungkas Handaru. (Humas Dispendik Surabaya)

Puluhan karya portofolio guru hari ini, Jumat (10/02) menjalani penilaian oleh tim seleksi guru berprestasi tingkat kota. Setelah penilaian portofolio selanjutnya mereka yang lolos akan melewati seleksi tahap selanjutnya yakni tes tulis hingga tahap presentasi dan wawancara.

 

“Sebanyak 222 guru dan 130 kepala sekolah mengikuti seleksi guru dan kepala sekolah berprestasi”, tutur Mamik Suparmi, M. Pd Kabid. Guru dan Tenaga Kependidikan Dispendik Surabaya.

 

Mamik menambahkan penilaian portofolio terdiri dari mulai dari riwayat pendidikan, pendidikan dan pelatihan yang pernah diikuti, pengalaman mengajar, pelaksanaan dan perencanaan pembelajaran, penilaian dari atasan dan pengawas, karya yang dihasilkan (jurnal, penelitian, media pembelajaran, teknologi tepat guna), sampai prestasi akademik.

 

Sementara itu, Budi Hartono guru berpestasi dan kepala sekolah berprestasi tingkat provinsi tahun 2008 menuturkan dari tahun ke tahun portofolio yang dikumpulkan oleh guru dan kepala sekolah mengalami peningkatan, baik peningkatan kualitas ataupun peningkatan pada pengembangan profesinya. Hal tersebut disebabkan oleh banyaknya guru yang ingin maju meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Surabaya.

 

“Kemampuan kompetensi guru terus bertambah seiring dengan soalisasi dan pelatihan yang diikuti”, ungkap Budi Hartono yang saat ini juga menjabat sebagai kepala SMPN 3 Surabaya.

 

Senada dengan Budi Hartono, Sastro, S. Pd, M. Pd juara II guru berprestasi tingkat nasional mengungkapkan kompetensi guru-guru juga semakin meningkat hal tersebut ditunjukkan dengan banyaknya prestasi yang diraih di berbagai bidang serta didukung dengan pengembangan profesi dengn keikutsertaan pada forum-forum ilmiah mulai dari tingkat regional hingga forum-forum ilmiah internasional. (Humas Dispendik Surabaya)

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan