Dalam rangka menyiapkan para siswa untuk menjadi pemain voli yang handal serta memiliki daya saing tinggi, Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya lakukan seleksi kepada puluhan siswa SD dari berbagai sekolah di Surabaya. Mereka yang dikirim merupakan perwakilan dari setiap kecamatan.

 

Kasi Kesenian dan Olahraga Pendidikan Damaris Padmiasih mengutarakan bahwa selama beberapa hari ini, pihaknya akan menjaring para pemain/atlit voli berbakat untuk disiapkan di berbagai kejuaraan seperti POPDA, O2SN, FLS2N ataupun kegiatan lainnya.

 

“Setiap tahun Pemkot Surabaya melalui Dispendik terus mencari bibit-bibit para siswa berprestasi, oleh karena itu ini merupakan kesempatan bagi para siswa untuk mengembangkan bakatnya terutama pada olahraga voli”, tutur Damaris pagi tadi, Kamis (16/02).

 

Selain itu, kegiatan yang bersifat rekreatif tersebut juga mampu memelihara dan meningkatkan kesehatan dan kebugaran jasmani, memanfaatkan waktu luang, bersosialisasi. Bahkan saat ini ada sebagian pemain yang bertujuan untuk kepentingan ekonomi dan bisnis.Di lingkungan persekolahan permainan bolavoli digunakan sebagai salah satu sarana atau alat untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan. (Humas Dispendik Surabaya)

Memotivasi serta meningkatkan standar mutu dan kualitas Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) terus dilakukan Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya sebagai upaya optimalisasi pendidikan di Surabaya menjadi lebih baik.

 

Pagi tadi, Selasa (14/02) Dispendik menggelar pelatihan pengelola LKP se-Surabaya, pelatihan tersebut di fokuskan kepada tertib administrasi terutama dalam hal memperoleh dan meningkatkan akreditasi sebuah lembaga.

 

Kepala Dispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM mengajak kepada lemabaga yang belum memiliki akreditasi untuk segera mengurus dan yang masih memiliki akreditasi tipe B dan C dapat ditingkatkan ke A. Menurutnya dengan demikian standard mutu dan kualitas lembaga akan terus terjaga.

 

“Kita ingin lembaga tertib administrasi agar kedepannya lebih baik”.

 

Mantan Kepala Bapemas dan KB tersebut juga mengungkapkan nantinya perijinan sebuah lembaga masa berlaku akan diperpanjang. Jika sebuah lembaga memiliki akreditasi A masa berlakunya sampai 4 tahun, akreditasi B 3 tahun, akreditasi C 2 tahun, dan yang tidak memiliki akreditasi hanya sampai 1 tahun saja.

 

Sementara itu Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Masyarakat, Kesenian dan Olahraga Pendidikan Siti Asiyah Agustini, S.Psi mengungkapkan sebagai tindak lanjut akreditasi untuk lembaga, Dispendik akan melakukan pendampingan. Pendampingan tersebut dilakukan oleh Kelompok Kerja Kota Surabaya, BAP, dan Penilik wilayah masing – masing terkait kelengkapan, penyusunan berkas, dan lain-lain terkait akreditasi.

 

Siti Asiyah juga mengatakan, mulai Senin tanggal 13 Februari 2017 semua Perizinan sudah harus melalui website ssw.surabaya.go.id dan akan di link kan ke website perijinandispendik.or.id (berbasis online).

 

Sedangkan Mulai 06 Pebruari 2017 Pelayanan Perizinan Pendirian & perpanjangan Operasional Lembaga Pendidikan Jenjang Paud (TK, KB, PPT, TPA), SD Swasta, SMP Swasta, LKP dan PKBM dialihkan ke UPTSA Pusat Gedung Siola Lantai 1 Jl. Tunjungan. (Humas Dispendik Surabaya)

Sebanyak 145 siswa dari berbagai SD tadi sore, Senin (13/02) memadati lapangan tengah kantor Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya, mereka datang selepas pulang sekolah untuk latihan menari Remo guna menyambut kedatangan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2017 di Pantai Cumpat Kecamatan Bulak Surabaya pada tanggal 21 Februari mendatang.

 

Kasi Kesenian dan Olahraga Pendidikan Damaris Padmiasih mengatakan tidak hanya disambut dengan tari remo, kedatangan Presiden Jokowi ke Surabaya juga disambut dengan pagar betis siswa mengenakan pakaian daur ulang, mereka juga membawakan yel-yel mengenai bebas sampah.

 

“Sebanyak 630 siswa mulai dari tingkat SD dan SMP mengenakan pakaian daur ulang siap untuk menyambut pak Jokowi nantinya”.

 

Kadispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM berujar setidaknya ada 5.300 guru dan siswa yang siap menyambut Presiden Jokowi di pantai yang terkenal dengan Jembatan Kenjeran tersebut.

 

Sementara itu, Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Muhamad Fikser mengatakan ntuk menyukseskan kegiatan ini, berbagai persiapan teknis sudah dikoordinasikan dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. "Kita tidak bisa sendiri, tapi kita sesuaikan dengan kepresidenan dan kementerian, karena ini acara mereka dan Surabaya hanya dijadikan sebagai lokasi acara," imbuh Fikser.

 

Adapun bentuk kegiatan yang akan dilakukan diantaranya, bersih-bersih pantai di Surabaya dan seluruh wilayah Indonesia secara serentak, pelaksanaan less waste event sebagai tindak lanjut kegiatan bersih-bersih. Juga akan digelar tele conference presiden dengan Gubernur DKI Jakarta, Walikota Manado dan Walikota Balikpapan.

 

Selanjutnya, pemberian penghargaan kinerja produsen dalam pengurangan sampah, pemberian penghargaan Bank Sampah terbaik, penyerahan KUR kepada KUKM Bank Sampah. Kemudian Presiden RI bersama rombongan menuju lokasi Pusat Daur Ulang (PDU) Sampah berpakasitas 20 ton/hari di Jambangan Surabaya – dilanjutkan peninjauan lapangan dan meyaksikan peresmian PDU oleh Menteri LHK sekitar pukul 11.05-11.20. Sekitar pukul 11.20 presiden kembali menuju Bandara untuk istirahat dan makan siang. (Humas Dispendik Surabaya)

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan