Setelah kemarin Kamis (05/01) Walikota Surabaya Tri Rismaharini meresmikan SMPN 55 dan Rumah Matematika, Hari Ini Jumat (06/01) Wali Kota Surabaya meresmikan SMPN 58 dan SDN Sidotopo Wetan V yang terletak di Jalan Platuk Donomulyo.

 

Dalam sambutannya, Risma -panggilan Wali Kota Surabaya- menyampaikan bahwa ide gagasan mendirikan sekolah baru tersebut dilandasi karena kebutuhan masyarakat akan fasilitas pendidikan yang semakin meningkat.

 

“Kita ini sudah merdeka lebih dari 70 Tahun jangan sampai cari sekolah aja rebutan”.

 

Menurutnya, pendidikan saat ini merupakan tiang negara yang akan mencetak sumber daya manusia yang berkualitas, terampil, dan memiliki daya saing tinggi. Oleh karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya dalam menyediakan fasilitas dan berbagai upaya dalam memajukan pendidikan, baik dari segi sarana prasarananya, kualitas guru, sampai dengan kualitas para siswa.

 

Risma juga menekankan adanya peningkatan Index Pembangunan Manusia di kawasan Surabaya utara. Berdasarkan data 2010, kawasan Surabaya utara memiliki index paling rendah dibandingkan dengan wilayah Surabaya lainnya. Namun, kata Risma saat ini Index Pembangunan Manusia di kawasan ini sama dengan wilayah lainnya.


      "Dalam diskusi bersama pengamat terkait masalah pendidikan, peningkatan itu karena adanya sekolah baru membuat anak-anak mempunyai akses buat sekolah dan gratis," ujar Wali Kota.

Risma juga berharap untuk setiap anak diberikan kesempatan yang sama dan mempunyai tantangan, sehingga anak-anak harus bisa berhasil dan sukses.

 

“Kalau anak-anak tidak kita bekali mulai sekarang, mereka nantinya akan hanya menajadi penonton di kotanya sendiri”.

 

Orang nomor satu di jajaran Pemkot Surabaya tersebut kembali mengemukakan bahwa setiap anak memiliki kemampuan intelektual yang berbeda untuk itu harus diterima sekaligus diarahkan dan dikembangkan sesuai potensinya masing-masing sehingga ke depan dapat meraih kesuksesan.

 

Walikota berharap setiap kelas dilengkapi pc dan lcd projector. Setiap sekolah juga diharapkan dapat dilengkapi dengan laboratorium ipa, ips, matematika, dan bahasa. Walikota juga berpesan agar kegiatan ekstrakurikuler didukung penuh oleh sekolah.

 

Usai sambutan dilakukan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita oleh walikota didampingi dengan forpimda. Walikota melakukan peninjauan langsung bangunan dan fasilitas yang tersedia pada SMPN 58 dan SDN Sidotopo Wetan V Surabaya. (Humas Dispendik Surabaya)

Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam berupaya meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Surabaya diwujudkan dengan penyediaan fasilitas berupa Rumah Matematika yang terletak di Balai Pemuda Surabaya.

 

“Ide Rumah Matematika karena melihat keprihatinan banyak anak yang mendapatkan nilai matematika kurang baik, padahal matematika banyak dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari”, tutur Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ketika meresmikan Rumah Matematika tadi siang, Kamis (05/01).

 

Risma -panggilan Wali Kota Surabaya- menuturkan sebenarnya matematika ialah sebuah hal yang menyenangkan namun acapkali sering menjadi momok bagi para siswa. Oleh karena itu melalui Rumah Matematika ini nanti pembelajaran akan diubah menjadi menyenangkan sehingga siswa termotivasi untuk belajar lebih giat.

 

Masih menurut walikota, dengan mempelajari matematika kita akan mengetahui alam semesta. Jika anak-anak Surabaya tertarik dengan matematika, maka akan menjadi lebih rasional. Dalam kesempatan tersebut, walikota mengajak untuk bergandeng tangan untuk membangun kota Surabaya. Karena ke depan penjajahan yang terjadi adalah penjajahan ekonomi. Walikota berpesan kepada anak-anak untuk tidak minder dengan warga asing.

 

Usai sambutan dilakukan pemotongan pita sebagai simbolisasi peresmian Rumah Matematika. Dilanjutkan dengan peninjauan Rumah Matematika. Dalam kesempatan tersebut, walikota mencoba alat peraga yang diperagakan langsung oleh salah satu peserta Rumah Matematika.

 

Sementara itu, Kadispendik Ikhsan mengungkapkan bahwa sebelum diresmikan, Rumah Matematika ini banyak dimanfaatkan oleh para siswa  memperdalam matematika ketika libur sekolah. Kegiatan ini dilakukan untuk memotivasi para siswa dalam meraih prestasi. Dalam sehari ada beberapa sesi. Yang mengajar belum tentu guru sekolahnya.

 

Setiap kelompok belajar berisi 20 siswa. Kelas Matematika ini juga terbuka bagi siswa yang ingin menghabiskan liburan dengan belajar Matematika. Apalagi jika dalam 2 minggu ini sekolahnya belum mendapatkan giliran untuk mengikuti kelas. (Humas Dispendik Surabaya)

Keberhasilan Surabaya dalam meningkatkan pelayanan pendidikan terutama dalam hal memberikan pendidikan gratis, menjadi daya tarik bagi daerah lain untuk mengkaji dan mempelajari hal tersebut.

 

Tadi pagi, Kamis (05/01) sebanyak enam orang dari DPRD Komisi D dan Dinas Pendidikan Kab. Sidoarjo mengunjungi Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya. Rombongan diterima langsung oleh Sekretaris Dispendik Drs. Aston Tambunan, M. Si didampingi Kabid Pendidikan Sekolah Menengah Drs. Sudarminto di ruang Kartini.

 

Pada kesempatan ini, Aston mengatakan keberhasilan program pendidikan gratis di surabaya pada  semua jenjang mulai dari tingkat SD hingga SMA telah di-cover melalui anggaran pendidikan yang mencapai hampir 31 % dari APBD kota Surabaya.

 

“Selain BOS dari pusat Surabaya juga memiliki BOPDA untuk kegiatan operasional sekolah”.

 

Bantuan pendidikan tersebut diwujudkan melalui pemberian BOPDA serta penyediaan sarana dan prasarana kebutuhan siswa yang memadai. Selain itu, peningkatan mutu guru juga menjadi perhatian tersendiri dari Pemkot Surabaya, mulai dari berbagai pelatihan, pengiriman guru ke luar negeri, beasiswa, hingga tunjangan kinerja telah menjadi salah satu program peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di Surabaya.

 

“Besaran BOPDA yang  diberikan, yakni untuk siswa SD sebesar Rp. 29.000,-/siswa/bulan, siswa SMP Rp. 70.864-/siswa/bulan, dan siswa SMA/SMK sebesar Rp. 152.000/siswa/bulan”.

 

 Mantan Kepala Bapemas dan KB Kota Surabaya tersebut juga berujar bahwa selama kurun waktu empat tahun Dispendik telah menghasilkan beragam inovasi pendidikan. Menurutnya,  ada 19 inovasi program pendidikan melalui aplikasi online.

 

 Tujuh belas inovasi program pendidikan di Surabaya, diantaranya Profil Sekolah, Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Sekolah (SIPKS),  Seleksi Calon Kepala Sekolah, Jurnal Online, Surabaya Belajar, Multimedia Pembelajaran, Rapor Online, Try Out Online, PPDB Online, Sahabat Dispendik,  Klinik Kurikulum, Kenaikan Pangkat Online, Tantangan Membaca 2015, P2KGS, Profil LKP dan PKBM,   Aplikasi Gaji Online, JOSS (Jejaring Obrolan Siswa Surabaya), Perijinan Online dan UNBK 100 persen. (Humas Dispendik Surabaya)

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan