Orang sering lupa dan mungkin melupakan bahwa setiap tanggal 1 Juni selalu diperingtai hari lahirnya Pancasila. Kata Pancasila pertama kali diucapkan Presiden RI pertama Ir. Sukarno dalam Pidato di depan Sidang BPUPKI. Oleh karena itu, pentingnya pendidikan karakter ditanamkan sejak dini kepada para siswa. Pendidikan karakter merupakan sebuah landasan para siswa untuk mewujudkan para generasi emas berakhlak mulai dan berbudi pekerti luhur.

Kemarin (01/06), bertempat di SDN Bulak Rukem I para siswa mempelajari sebuah pendidikan karakter dengan mendengarkan uraian sejarah lahirnya Pancasila dan mengucapkan yel-yel yang berbunyi, Pancasila…Yes, UUD 1945…Oke, NKRI…Mantap, Bhinneka Tunggal Ika Jaya…, dan Pendidikan Surabaya Inspirasi dan Barometer Nasional….

Kepala SDN Bulak Rukem I Rudy Praytino menjelaskan, melalui implementasi pendidikan karakter guru harus dapat menerjemahkan keinginan pendiri bangsa Indonesia yaitu Sukarno dan Hatta, untuk menjaga 4 Pilar Kebangsaan. Kedepannya nanti, siswa dituntut memiliki perilaku yang terkandung dalam nilai-nilai luhur Pancasila.

“Dewasa ini banyak para siswa tidak tahu tentang sejarah kepemimpinan bangsa dan sejarah lahirnya Pancasila, oleh karena itu pendidikan karakter ini menjadi penting”.

Rudy berharap melalui pendidikan karakter yang dipelajari para siswa di sekolah dapat bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar, dan para siswa menjadi tauludan bagi siswa-siswa lainnya. (Humas Dispendik Surabaya)

Lingkungan bersih merupakan dambaan semua orang. Namun tidak mudah untuk menciptakan lingkungan kita dapat terlihat bersih dan rapi sehingga nyaman untuk dihuni. Tidak jarang karena kesibukan dan berbagai alasan lain, kita kurang memperhatikan masalah kebersihan lingkungan di sekitar, terutama lingkungan sekolah. Seiring majunya tingkat pemikiran masyarakat serta kemajuan teknologi di segala bidang kehidupan, maka tingkat kesadaran untuk memiliki lingkungan dengan kondisi bersih seharusnya ditingkatkan dari sebelumnya. Perlu adanya gerakan pembiasaan sejak dini.

 

Tentu saja lingkungan dalam kondisi bersih serta sehat akan membuat para penghuninya nyaman dan kesehatan tubuhnya terjaga dengan baik. Kesehatan tubuh manusia berada pada posisi paling vital. Alasannya tentulah mengarah pada keberagaman kegiatan hidup manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Berkait dengan hal itu, SMPN 23 sadar akan pentingnya lingkungan bersih dan sehat, maka berbagai upaya dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut. Di antarannya, yaitu Program Toilet Bersih dan Kantin Sehat.

 

Dra. Cicillia Joeroelly, satu di antara Tim Pembina UKS SMPN 23, menuturkan bahwa melalui kerjasama yang baik dan saling mendukung, tentu upaya memunculkan kesadaran budaya hidup sehat dan bersih akan dapat diwujudkan. Program Toilet Bersih, mewajibkan bagi semua warga sekolah, baik siswa, guru, atau tenaga kependidikan, melepas sepatu kemudian mengenakan theklek (semacam sandal terbuat dari kayu) jika masuk ke dalam toilet. Di samping ada istilah SKS, yaitu Siram, Kencing, Siram. Jabarannya, siram satu gayung, terus kencing posisi jongkok di kloset tersu siram lima gayung.

 

Sedangkan program sehat, yaitu makanan yang dijual di kantin hanya menyediakan jenis kue-kue yang bebas 5P (pengenyal, perasa, pengawet, pewarna, penyedap). Para siswa membawa bekal makanan dan minuman dari rumah setiap hari, olahan orangtua. Sedangkan kue-kue dan air minum yang dijual kantin sekolah sifatnya hanya pelengkap, dan bebas dari penggunaan kemasan plastik, dalam hal ini turut mendukung program sekolah adiwiyata.

 

“Alhamdulillah, pada Upacara Peringatan Hari Jadi Kota Surabaya, Minggu pagi (31/5), di Taman Balai Kota Surabaya, SMPN 23 menerima penghargaan dari Walikota Surabaya sebagai Juara I Lomba Toilet Bersih dan Kantin Sehat Kategori SMP se-Kota Surabaya Tahun 2015. Sedangkan pada Tahun 2013 dan Tahun 2014 SMPN berturut-turut sebagai Juara II pada lomba yang sama.”, imbuh Cicillia.  (Humas Dispendik Surabaya)

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2015 Surabaya bakal diwarnai dengan beberapa sekolah baru, diantaranya SDN Sememi 2, SMPN 53 dan yang terakhir SMPN 54. Tadi siang (01/06) bertempat di SMPN 54 Bulak Surabaya, bersama jajaran Muspika dan para ketua RT dan RW Dinas Pendidikan (Dispendik) sosialisasikan keberadaan SMPN 54 sebagai sekolah baru.

 

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dra. Eko Prasetyoningsih, M. Pd mengemukakan sebagai lahan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah di plotting peruntukkannya sebagai sekolah, Dispendik berkewajiban untuk segera memenuhi kebutuhan belajar, seperti ketersediaan tenaga pengajar serta sarana dan prasaranan yang memadai. Khusus untuk bangunan fisik pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas PU Cipta Karya agar segera menyelesaikan sisa bangunan fisik.

 

Eko menambahkan, bahwa para guru-guru yang memiliki kelebihan jam (guru senior) akan dikirim ke sekolah tersebut agar pemerataan mutu  dan kualitas pendidikan di Surabaya semakin merata.

 

“Dispendik akan menjamin kualitas sekolah tersebut”, tuturnya.

 

Terkait PPDB, mantan Kepala SDN Wonokusumo 4 tersebut berujar bahwa pada tahap awal PPDB nanti SMPN 54 akan membuka empat rombongan belajar (rombel) atau empat kelas. Sisa bangunan diperuntukkan untuk membangun fasilitas lainnya, seperti laboratorium, kelas baru, ataupun pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan lainnya.

 

Pada sesi tanya jawab, Lutfi Wijaya Ketua RT 03/RW 05 Kelurahan Bulak berbicara adakah kesempatan bagi para peserta OSN untuk masuk jalur prestasi ?. Eko menjawab bahwa untuk jalur prestasi siswa tersebut harus dapat meraih juara baik, juara 1 sampai 3 tingkat provinsi, pungkasnya.

 

“Keberhasilan suatu pendidikan terletak pada tri pusat pendidikan yakni sinergitas antara pemerintah, sekolah dan masyarakat harus berjalan seirama”.

 

Camat Bulak Suprayitno menyampaikan, saat ini di wilayah Bulak hanya terdapat satu SMPN yakni SMPN 15, dengan bertambahnya SMPN 54 sebagai sekolah baru diharapkan mampu menampung layanan pendidikan di daerahnya terutama bagi warga yang ingin melanjutkan ke SMPN.

 

Disamping itu, pembukaan SMPN 54 mengakomodir kebutuhan masyarakat yang ingin menyekolahkan anakya dekat dengan rumah. Selama ini jarak yang ditempuh lumayan jauh dari SMPN terdekat yakni SMPN 15 makan dengan adanya SMPN 54 warga tidak perlu lagi khawatir tentang keselamatan para putera-puterinya ketika harus melanjutkan jenjang SMPN, karena jalur yang dilewati menuju SMPN 15 merupakan termasuk jalur cepat.

 

Sementara itu, Aiptu Ach. Faruq Babinkamtibas Polsek Bulak mengajak para warga untuk menjaga kemanan dan ketertiban lingkungan sekolah baru secara bersama-sama. Menurutnya keamanan dan ketertiban sekolah merupakan tanggung jawab bersama, oleh karena itu dibutuhkan adanya dukungan dari warga masyarakat sekitar untuk menciptakan suasana sekolah yang aman, nyaman dan mengashilkan para calon-calon pemimpin bangsa yang berkualitas. (Humas Dispendik Surabaya)

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan