• 2

  • 4

Dinas Pendidikan Surabaya

GOPTKI Magelang Kunjungi Surabaya

Kemarin (22/05) Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-Kanak (GOPTKI) Kota Magelang kunjungi Surabaya. Salah satu tujuannya ialah melihat secara langsung kemajuan pendidikan TK yang telah berkembang pesat, baik dari segi kualitas sekolah, guru, maupun para siswanya.

 

Kunjungan GOPTKI Kota Magelang diterima langsung Ketua DWP Kota Surabaya Ny. Hendro Gunawan didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM di ruang aula atas kantor Dispendik.

 

Ketua GOPTKI Kota Magelang Demitri Tetty Sugiarto menjelaskan bahwa kunjungannya ke Surabaya selain melihat perkembangan pendidikan TK yang semakin maju, juga merupakan ajang untuk saling bertukar pengalaman dan wawasan guna memajukan pendidikan TK secara bersama-sama.

 

Ny. Hendro Gunawan menyampaikan kemajuan pendidikan TK di Surabaya tidak lepas atas dukungan Pemkot Surabaya dalam meningkatkan mutu serta kualitas pendidikan. Salah satunya yakni pemberian transport kepada para pendidik PAUD sebesar Rp. 150.000/bulannya.

 

Dalam sambutannya Kadispendik Ikhsan mengutarakan ada berbagai pelatihan yang telah diberikan kepada guru-guru TK yakni, pelatihan tingkat dasar, mahir, hingga lanjutan. Tujuannya ialah selain meningkatkan kompetensi para guru TK juga mempermudah mereka dalam melanjutkan jenjang pendidikan ke S-1.

 

“Diharapkan dua sampai tiga tahun kedepan guru-guru TK dapat menyelesaikan seluruh pelatihan”.

 

 Pada kesempatan ini, rombongan juga diajak langsung melihat pelaksanaan lomba HAN di kantor Dispendik. Ada lomba sepeda ceria dan lomba gerobak getar. Para siswa mengikuti lomba-lomba tersebut dengan penuh semangat serta merupakan wujud pengembangan bakat dan kemampuan mereka di bidang non akademik.

 

Kunjungan GOPTKI Kota Magelang berlanjut ke beberapa sekolah di Surabaya, diantaranya TK Agripina dan TK Al-Azhar. (Humas Dispendik Surabaya)

Kampanyekan Anti Narkoba Lewat Jalan Sehat

Usaha pencegahan penyalahgunaan narkotikapsikotropika, dan zat adiktif (narkoba) tidak hanya dilakukan oleh pemerintah saja, namun dewasa ini pelajar sebagai agen of change mencoba untuk turut serta dalam upaya pencegahan tersebut melalui berbagai cara. Seperti tadi (22/05) di SMPN 31 ratusan siswa dari berbagai kelas melakukan kampanye gerakan anti narkoba dengan melakukan kegiatan jalan sehat.

 

Acara jalan sehat diawali dengan yel-yel oleh duta anti narkoba SMPN 31, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan jalan sehat yang dilepas oleh Walikota Surabaya Dr (HC). Ir. Tri Rismaharini, MT. Dalam sambutannya Risma –panggilan akrab- Walikota menekankan agar para siswa tidak mudah tergiur oleh ajakan-ajakan oleh orang yang tidak dikenal, apalagi ajakan tersebut belum jelas tujuannya. Risma menghimbau agar para siswa focus terhadap sekolah, karena disekolahlah merupakan sebuah kunci keberhasilan dalam meraih cita-cita.

 

Sementara itu, Kepala Dispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM menyampaikan dalam pencegahan berbagai permasalahan anak di Surabaya, Dispendik telah melakukan berbagai upaya salah satunya melalui konselor sebaya yang kemudian menjadi ekstraurikuler konselor sebaya.

 

 

Para siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler konselor sebaya mendapatkan 10 modul pelatihan. Modul-modul tersebut secara garis besar berisi tentang upaya pencegahan berbagai persmasalahan anak di Surabaya.

 

Tidak hanya itu, dalam upaya mengatasi permasalahan anak  Pemkot Surabaya juga membuka layanan konsultasi langsung lewat Halo Anak Surabaya di 08001111000 dan 031-5462233 selain itu juga ada Rumah Sahabat Anak. (Humas Dispendik Surabaya).

Walikota Kembali Ajak Para Siswa Jauhi Narkoba

Pemerintah Kota Surabaya menggelar Bakti Sosial dengan Pelayanan Terintegrasi. Bertempat di  RW II Krembangan Bhakti, Kelurahan Kemayoran, Kamis (21/5). Melalui roadshow tersebut masyarakat mendapat pelayanan kesehatan gratis sekaligus pelayanan informasi dan administrasi yang menjangkau masyarakat di Surabaya.


 Tri Rismaharini, Walikota Surabaya dalam sambutannya mengatakan, berharap tidak ada lagi anak putus sekolah. Ia mengharap para LKMK melakukan pendataan tiap-tiap anak putus sekolah dan pengangguran agar diidentifikasi untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Ia juga berharap kepada para ibu untuk bekerja memenuhi kebutuhan sehari-hari.

 

Walikota menambahkan, warga diharapkan melakukan urban farming seperti menanam cabe untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Menurutnya dengan adanya urban farming, warga dapat memperoleh sayur yang bebas pestisida. Ia mengharap LKMK menyediakan lahan untuk penanaman urban farming.


Kepada anak-anak, Walikota berpesan agar selalu berusaha. Karena kelak mereka akan berkompetisi tidak hanya dengan anak-anak dalam negeri, tetapi juga anak-anak dari luar negeri. Walikota juga berpesan agar anak-anak menjauhi narkoba demi masa depan mereka.


Walikota mengunjungi satu persatu meja pelayanan kesehatan, pelayanan Satuan Kerja Perangkat Daerah dan meja Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Walikota menyarankan KSM untuk menghubungi dinas terkait untuk pelatihan dan pemasaran. 

Belajar Jurnalistik, Siswa SMP Taruna Jaya I Wawancari Kadispendik

Kian maraknya berbagai aktifitas jurnalistik yang sering dilakukan oleh pelajar Surabaya mendorong uaya dalam mengakomodasi bakat dan kemampuan para siswa di bidang pembuatan majalah sekolah.

 

 Jurnalistik sendiri adalah kegiatan menghimpun berita, mencari fakta dan melaporkan peristiwa melalui pengumpulan, penulisan, penafsiran, pemrosesan, dan penyebaran informasi, pendapat pemerhati secara sistematis dan dapat dipercaya untuk diterbitkan pada surat kabar, majalah, dan dipublikasikan di media massa. Dalam jurnalistik selalu harus ada unsur kesegaran waktu (timeliness atau aktualitas). Seorang jurnalis memiliki dua fungsi utama. Pertama, fungsi jurnalis adalah melaporkan berita. Kedua, membuat interpretasi dan memberikan pendapat yang didasarkan pada isi berita.

 

Kemarin (21/05), Kepala Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM kedatangan empat pelajar dari SMP Taruna Jaya I. Mereka datang untuk melakukan wawancara terkait permasalahan anak Surabaya. Wawancara tersebut bertujuan untuk pengisian conten terhadap majalah sekolah yang akan dibuatnya.

 

Fernan salah seorang pelajar menanyakan, bagaimana cara mengatasi permasalahan anak di Surabaya?. Ikhsan menerangkan bahwa upaya Dispendik dalam menekan kasus kenakalan anak salah satunya lewat konselor sebaya.

Sering kali ketika anak mengalami permasalahan disampaikan melalui medsos yang kerapkali membawa korban, melalui konselor sebaya mereka dapat menjadi pos curhat bagi temannya sendiri.

 

Tidak hanya itu, dalam upaya mengatasi permasalahan anak  Pemkot Surabaya juga membuka layanan konsultasi langsung lewat Halo Anak Surabaya di 08001111000 dan 031-5462233 selain itu juga ada Rumah Sahabat Anak.

 

Mantan Kepala Bapemas dan KB tersebut berpesan untuk meraih sebuah kesuksesan mulailah dengan membangun impian.

 

“Buat goal-goal kecil yang nantinya sedikit demi sedikit akan tercapai dan pada akhirnya menjadi sebuah keberhasilan yang luar biasa”. (Humas Dispendik Surabaya)

Asah Kreatifitas Anak, Lewat Lomba HAN

Selama tiga hari, yakni 20-22 Mei Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya selenggarakan lomba dalam memperingati Hari Anak Nasional (HAN). Berbagai kegiatan lomba mulai dari lomba menyanyi tunggal, 3M (melipat, menempel, dan menggunting), lomba bercerita, lomba sepeda ceria, sampai pada lomba gerobak tarik turut menyemarakkan peringatan HAN kali ini.

 

Kasi PAUDNI Hari Joko menerangkan, bahwa kegiatan lomba tidak hanya diperuntukkan kepada anak-anak saja, namun dalam upaya meningkatkan mutu dan kualitas pendidian PAUD di Surabaya lomba juga digelar bagi para pendidik PAUD.

 

Ada dua jenis lomba untuk pendidik PAUD, diantaranya lomba cipta alat peraga edukasi (APE) dari bahan anyaman dan menggambar pola dasar.

 

Kadispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM menyambut baik dengan adanya berbagai lomba kreatifitas anak, selain meningkatkan kemampuan anak pada masing-masing bakatnya juga merupakan sebuah upaya dalam peningkatan pendidikan non formal di Surabaya.

 

“Saat ini di Surabaya terdapat lebih dari 2.500 lembaga, 90 ribuan siswa dan dan 13 ribu pendidik”.

 

Pada kesempatan ini (21/05). Jessica Afrawardani dari TK Dharmawanita Dispendik mecoba bakatnya dibidang olah vocal dalam lomba menyanyi, pada peserta membawakan satu lagi wajib dan satu lagu bebas. Untuk lagu wajib tim juri menentukan yakni salah satunya lagu “Pemandangan”.

 

Uun, Kepala TK dari TK Dharmawanita Dispendik mengungkapkan bahwa tidak persiapan khusus untuk mengikuti lomba menyanyi, namun peran aktif serta dukungan orang tua menjadi sebuah penyemangat untuk mengikuti lomba.

 

Sementara itu, Aluna Audreynia Zara dari TK Al-Azhar 15 tampak serius mengikuti lomba 3M dengan cermat dan penuh ketilitian Aluna muali menggunting potongan-potongan kertas yang kemudian dirangkai menjadi sebuah bentuk pola lipatan.

 

Lomba HAN saat ini, diikuti oleh perwakilan dari 31 kecamatan se-Surabaya. Setiap kecamatan mengirimkan satu wakilnya untuk mengikuti setiap jenis lomba yang dilombakan. Pelaksanaan kegiatan lomba tersebut menempati berbagai ruang di kantor Dispendik, mulai dari ruang atas hingga bawah serta halaman tengah kantor Dispendik Surabaya.

 

Para pemenang di setiap masing-masing jenis lomba nantinya akan diikutkan dalam lomba HAN di tingkat provinsi. (Humas Dispendik Surabaya)

 

Subcategories

  • Sekretariat

    Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan

Copyright ©2015 dispendik.surabaya.go.id - Design by Hostingflow.com
f t g m

Dikembangkan Oleh :

Copyright © 2015 Dinas Pendidikan Kota Surabaya. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU General Public License.

Pencarian