Kemarin (01/07) bertempat ruang aula Bung Tomo, Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya lakukan verifikasi data calon peserta didik baru melalui jalur Mitra Warga. Jalur Mitra Warga ini diperuntukkan bagi warga Surabaya yang kurang mampu yang mendapatkan hak pendidikan di sekolah-sekolah negeri Surabaya.

 

Ketua PPDB Surabaya Ir. Yusuf Masruh menerangkan verifikasi ini bertujuan untuk mencocokkan data antara hasil survey yang dilakukan oleh tim dari sekolah ataupun oleh Pemerintah Kota Surbaya dengan sistem database PPDB online Surabaya.

 

Yusuf menambahkan, persyaratan calon peserta didik mitra warga selain harus memenuhi persyaratan umum calon peserta didik, juga harus melampirkan fotocopy Data Keluarga Miskin Pemerintah Kota Surabaya / Surat Keterangan Miskin (SKM) yang masih berlaku dengan menunjukkan aslinya, fotocopy Kartu Keluarga Penduduk Kota Surabaya dengan menunjukkan aslinya, kemudian data dalam poin a dan b selanjutnya akan diverifikasi dengan data yang tercatat dalam database Pemerintah Kota Surabaya dan atau dilakukan verifikasi lapangan oleh pihak sekolah atau Tim Verifikasi Pemerintah Kota Surabaya.

 

“Pengumuman Jalur Mitra Warga telah diumumkan mulai kemarin sore (01/07) melalui website ppdbsurabaya.net”

 

Calon peserta didik baru Mitra Warga dinyatakan dapat diterima sebagai peserta didik baru apabila telah dinyatakan diterima melalui pengumuman di masing-masing sekolah negeri dimana yang bersangkutan mendaftar dan telah disahkan oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya dan telah melakukan daftar ulang sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

 

Yusuf menegasan, pendaftaran dan daftar ulang bagi peserta didik baru jalur khusus mitra warga di sekolah yang dituju tanpa dibebani biaya apapun. (Humas Dispendik Surabaya)

Pengalaman-pengalaman berharga akan lebih bermanfaat jika dituangkan kedalam sebuah bentuk tulisan.   Melalui cerpen (cerita pendek) kumpulan pengalaman-pengalaman tersebut menjadi sebuah karya sastra yang bernilai tinggi.

 

Hal tersebut kemudian menginspirasi Annisa Putri, Diah Ayu Lestari, Ellys Seftian, Hany Ray Prianika, dan Intan Kusuma untuk menuangkan pengalaman mereka kedalam bentuk cerpen. Cerpen yang berjudul “Ginjal Untuk Unas” tersebut merupakan sebuah karya sastra dari para siswa-siswi SMK Satya Widya.

 

Kemarin (01/07) dengan Kepala Sekolah dan Guru pembimbing para siswa SMK Satya Widya tersebut menyerahkan kumpulan Cerpen yang telah dicetak menjadi buku kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya Dr. IKhsan, S. Psi, MM di ruang kerja beliau.

 

Kepala SMK Satya Widya Yusuf M. Pd menjelaskan, karya sastra dalam bentuk cerpen itu merupakan murni ide dari para siswa-siswi, sekaligus sebagai upaya mensukseskan program Tantangan Membaca Surabaya (TMS) 2015 yang kini tengah berlangsung.

 

Menurutnya, impian mendongkrak minat baca masyarakat bukanlah perkara yang mudah, hal tersebut juga tidak hanya bergantung pada program-program pemerintah saja. Dengan mendorong guru untuk cinta menulis dan membaca maka lambat laun budaya kelitarasian akan tertanam dalam diri guru dan siswa.

 

Sementara itu, Kadispendik Ikhsan mengapresiasi hasil karya siswa dalam bentuk buku cerpen tersebut. Ikhsan berujar, bahwa proses mewujudkan gerakan keliterasian di surabaya tidaklah mudah hal tesebut dapat diawali dengan kemauan dan para siswa untuk terus meningkatkan budaya membaca dan menulis sekolah, oleh karena itu dalam mendukung keliterasian tersebut Dispendik menyiapkan program TMS 2015.

 

“Target yang diharapkan sampai akhir Desember yakni siswa Surabaya telah membaca 1.000.000 buku”.

 

Mantan Kepala Bapemas dan KB tersebut menambahkan mekanisme program TMS ini ialah siswa bisa meminjam buku yang dipilihnya untuk dibaca selama TMS 2015 baik di perpustakaan kelas, perpustakaan sekolah,perpustakaan daerah, taman-taman bacaan, atau pun membeli sendiri di toko buku.Siswa bisa membaca buku yang telah dipilihnya di sekolah mau pun di rumah.Siswa melaporkan rencana daftar bacaannya, dan hasil membacanya  pada Tim Penyelenggara TMS  di sekolah masing-masing. Siswa melaporkan kapan ia mulai membaca dan akan melaporkan kapan ia menyelesaikan membaca buku tersebut.

 

Ada pun target yang hendak dicapai oleh program Tantangan Membaca  Surabaya 2015, jumlah sekolah peserta Tantangan Membaca Surabaya 2015 sebanyak 400 (empat ratus) sekolah/madrasah yang terdiri dari, SD/MI sebanyak 200 sekolah ,SMP/MTs sebanyak 125 sekolahSMA/SMK/MA sebanyak 75 sekolah. Jumlah siswa peserta TMS diharapkan mencapai lebih dari 100.000 (seratus ribu) siswa. (Humas Dispendik Surabaya)

Mulai pukul 00.00 WIB dini hari (01/07) Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya membuka PPDB Online Jalur Sekolah Kawasan.  Pembukaan pendafataran Jalur Sekolah Kawasan tersebut berlangsung tiga hari, yakni sejak tanggal 1 Juli dan ditutup pada tanggal 3 Juli pukul 23.59 WIB.

 

Ketua PPDB Surabaya Ir. Yusuf Masruh menjelaskan calon peserta didik baru jalur sekolah kawasan dapat memilih 1 (satu) pilihan sekolah yang dituju sesuai wilayah sekolah asal dan 1 (satu) sekolah di dalam atau di luar wilayah sekolah asal.

 

Calon peserta didik baru jalur sekolah kawasan selain harus memenuhi persyaratan umum juga harus memenuhi persyaratan khusus sebagai berikut, memenuhi standar nilai total US/UN minimal untuk jenjang: SMP 255,00 (rata-rata 85,00) dengan bobot penilaian 40%. SMA 320,00 (rata-rata 80,00) dengan bobot penilaian 40% dan mengikuti Test Potensi Akademik dengan bobot penilaian 60%.

 

Yusuf menambahkan penerimaan peserta didik baru untuk SMPN dan SMAN jalur sekolah kawasan dilakukan dengan menyusun peringkat nilai total dari NUS/NUN dengan bobot 40% dan Nilai Test Potensi Akademik dengan bobot 60%.

 

Calon peserta didik baru SMPN dan SMAN dari Luar Kota Surabaya, yang dinyatakan diterima di sekolah Surabaya, harus melampirkan rekomendasi keluar dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota asal pada saat daftar ulang.

 

“Tes potensi akademik (TPA) berlangsung pada 5-6 Juli”, pungkas Yusuf.

 

Sementara itu, pendaftaran jalur sekolah kawasan di SMAN 16 tampak begitu ramai. Para pendafatar kebanyakan mereka yang memiliki KK Surabaya namun berasal dari sekolah dari luar daerah.

 

Wakasek Humas SMAN 16 Sulistyono menerangkan para pendafatar tersebut datang ke SMAN 16 untuk melakukan verifikasi berkas, kemudian selanjutnya dipergunakan untuk mendaftar karena verifikasi berkas dapat dilakukan pada sekolah terdekat. (Humas Dispendik Surabaya)

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan