Masih adanya beberapa lembaga kursus dan pelatihan yang belum mempunyai ijin serta belum maksimalnya pelayanan pembinaan dan peningktan mutu pendidik dan tenaga kependidikan pada LKP yang disebabkan terbatasnya tenaga lapangan menuntut Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya membentuk sebuah forum komunikasi lembaga kursus dan pelatihan per rumpun.

 

Kasi Pendidikan Masyarakat (Penmas) Thussy Aprilliyandari, SE menuturkan forum per rumpun ini bertujuan membantu program Dispendik dalam peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan kursus dan pelatihan seklaigus sebagai mediasi fasilitasi dalam info - info terkini tentang kursus dan pelatihan.

 

Thussy menambahkan, terdapat antara forum komunikasi dengan orgnisasi mitra (Ormit) forum komunikasi rumpun kursus. Jika Ormit ORMIT dibentuk dan bertanggung jawab secara terstruktur kepada Level Organisasi di Atasanya, maka pada forum komunikasi per rumpun ini  dibentuk oleh Dispendik dan bertanggungjawab kepada Dispendik sesuai dengan kebutuhan.

 

Tidak hanya itu, dalam waktu dekat ini Dispendik akan menggelar Apresiasi LKP dan PKBM 2015.

 

“Selama empat hari yakni 27-31 Juli para pengurus LKP akan dilatih melalui forum ini”, tutur Thussy tadi siang (27/07) di ruang Dr. Wahidin Sudirohusodo.

 

Sementara itu, Ketua HISPPI jatim Ali Wafa S. Kom mengungkapkan  sementara ini ada sembilan rumpun yang akan dibentuk Dispendik diantaranya, rumpun teknik dan rekayasa, pembelajaran, kesenian dan kerajinan, jasa, kerumahtanggaan, pertanian, bahasa, pariwisatan dan kesehatan.

 

“Keanggotaan secara otomatis mutlak wajib dan keanggotaan yang dikelompok-kelompokan per rumpun”.

 

Ali Wafa menambahkan, FKR – LKP juga  membantu anggota per rumpun ataupun masyarakat dalam mempermudah pengurusan perijinan baik prinsip maupun operasional sekaligus sebagai evaluasi keaktifan pelaksanaan program kegiatan serta mendorong kolaborasi antar anggota dalam rumpun ataupun lintas rumpun.

 

“ Namun yang paling penting ialah menyiapkan Lembaga Kursus dan Pelatihan sesuai dengan 8 Standar Nasional Pendidikan untuk menyambut MEA Desember 2015”, pungkasnya. (Humas Dispendik Surabaya)

Senin (27/07) merupakan hari pertama bagi ribuan siswa baru memasuki sebuah lingkungan sekolah yang baru. Penegenalan lingkungan sekolah baru tersebut dikemas dalam bentuk Layanan Orientasi Siswa (LOS). Selema tiga hari yakni 27-29 Juli para siswa baru tersebut mengikuti kegiatan LOS di sekolah masing-masing.

 

Berbagai kegiatan guna menarik minat siswa agar lebih mencintai sekolah barunya tersebut di gelar, mulai dari parade ekskul sekolah sampai dengan penyuluhan narkoba oleh BNN Kota Surabaya warnai LOS hari pertama ini.

 

Anggota Dewan Pendidikan Surabaya (DPS) Didik YRP menuturkan ada beberapa faktor gangguan yang perlu diwasapadai para siswa dalam meraih prestasi serta kesuksesan mencapai cita-cita. Faktor tersebut ialah kegiatan-kegiatan yang tidak ada gunanya, seperti pacaran kelewat batas, kecanduan game online, serta narkoba.

 

“Oleh karena itu, siswa baru tersebut harus diberiakan sebuah edukasi yang tepat tentang faktor gangguan-gangguan tersbut agar mereka tidak sampai tidak terjeremus ke hal-hal negatif”, tutur Didik ketika memberikan sosialisasi di SMPN 35.

 

Kepala SMPN 35 Sumarli, M. Ag menjelaskan dalam LOS hari pertama ini para siswa baru dikenalkan dengan visi dan misi sekolah, tujuannya ialah agar mereka lebih bangga dan mampu meningkatkan prestasi di sekolah baru.

 

Tidak hanya penyuluhan, parade ektrakurikuler sekolah (Ekskul) juga turut menghiasi pelaksanaan LOS di SMAN 17. Parade tersebut diawali dengan ekskul cheerleader, kemudian atraksi silat Perisai Diri dan ditutup dengan atraksi Paskibraka.

 

Sementara itu, di SMPN 23 pelaksanaan LOS diawali dengan upacara bendera yang dipimpin langsung oleh Kepala  SMPN 23 Dra. Ellu Dwi Pudjiastuti. Acara selanjutnya dilanjutkan dengan penyematan tanda pengenal kepada perwakilan siswa baru.

 

Kegiatan LOS hari pertama di SMPN 23 juga diisi dengan penyuluhan narkoba oleh BNN Kota Surabaya. Pada kesempatan ini, Kepala BNN Kota Surabaya AKBP Suparti, mengemukakan bahwa saat ini banyak generasi muda khususnya para pelajar yang mengkonsumsi narkoba. Oleh karena itu, melalui penyuluhan ini mereka dapat mengetahui bahaya serta dampak negatif ketika menggunakan narkoba.

 

Kepala Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM menegaskan agar dalam pelaksanaan LOS nanti tidak lagi ajang perploncoan apalagi untuk ajang balas dendam. Materi yang diberikan dalam LOS ialah seputar kegiatan-kegiatan yang positif di sekolah.

 

“Para siswa baru nantinya akan mendapatkan tiga hal dalam LOS yakni pembekalan tentang tiga hal, yakni pengenalan lingkungan baru, proses adaptasi, dan memberikan kegiatan yang positif”.

 

Ikhsan menambahkan, selama tiga tahun terakhir ini tidak ada laporan LOS menjadi ajang perploncoan. Tujuan LOS ialah memberikan kesan positif bagi siswa baru ketika masuk sekolah. (Humas Dispendik Surabaya)

Awal masuk sekolah merupakan sebuah hal yang menyenangkan bagi ribuan siswa baru Surabaya, hal tersebut tentunya akan menjadi sebuah momentum yang tidak terlupakan begitu saja selama menempuh sebuah jenjang pendidikan yang tinggi. Oleh karena itu, melalui Layanan Orientasi Siswa (LOS) atau yang dulu disebut MOS dapat memberikan sebuah insipirasi bagi siswa baru sehingga lebih betah belajar disekolah dan mampu menjadi calon-calon pemimpin bangsa di masa mendatang.

 

Selama dua hari, yakni 24-25 Juli puluhan bahkan ratusan sekolah di Surabaya mengawali LOS dengan kegiatan Pra LOS. Kegiatan Pra LOS sendiri bertujuan untuk memberikan bekal wawasan tentang pengenalan siswa baru terhadap lingkungan sekolah yang baru.

 

Kepala Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM menegaskan agar dalam pelaksanaan LOS nanti tidak lagi ajang perploncoan apalagi untuk ajang balas dendam. Materi yang diberikan dalam LOS ialah seputar kegiatan-kegiatan yang positif di sekolah.

 

“Para siswa baru nantinya akan mendapatkan tiga hal dalam LOS yakni pembekalan tentang tiga hal, yakni pengenalan lingkungan baru, proses adaptasi, dan memberikan kegiatan yang positif”.

 

Ikhsan menambahkan, selama tiga tahun terakhir ini tidak ada laporan LOS menjadi ajang perploncoan. Tujuan LOS ialah memberikan kesan positif bagi siswa baru ketika masuk sekolah.

 

 

Sementara itu, pelaksanaan Pra LOS disemua sekolah berjalan dengan lancar, seperti halnya di SMPN 2 puluhan siswa baru yang masih mengenakan seragam putih merah mendapatkan pengarahan langsung dari ketua pelaksana LOS dan kepala sekolah.

 

Sunyoto pembina LOS SMPN 2 menghimbau kepada para siswa untuk mengenakan tanda pengenal yang akan dibagikan oleh sekolah, tanda pengenal tersebut bertujuan agar para siswa dapat dapat saling berinteraksi seara positif dengan siswa lainnya sehingga terjalin persaudaraan diantara pelajar.  

 

Kepala SMPN 2 Drs. Suparno MM menghimbau kepada para siswa baru agar selalu waspada dan selalu berhati-hati terhadap orang asing yang belum dikenal terutama di luar lingkungan sekolah, karena dewasa ini marak kasus penculikan anak dengan motif yang beragam. Suparno juga menambahkan para siswa yang letak sekolah dengan rumah cukup jauh agar selalu berhati-hati di jalan raya.

 

“Kegiatan LOS ini merupakan kegiatan yang menyenangkan oleh karena itu harus kita suksesan bersama”.

 

Masih berkaitan dengan kegiatan Pra LOS, di SMAN 1 puluhan siswa dengan mengenakan seragam putih biru mengikuti pengarahan dari sekolah di halaman sekolah  terkait kegiatan LOS yang berlangsung secara serentak selama tiga hari yakni, 27-29 Juli 2015. Pembekalan LOS di halaman sekolah juga berlangsung di SMPN 43.

 

Materi LOS nantinya berupa pengenalan lingkungan baru nantinya seperti, pengenalan kota Surabaya : Historis, Sosio cultural (karakter masyarakat, kesenian, makanan,dll), pemerintahan, visimisi,  mengenalkan sekolah, tujuan sekolah dan kebijakan sekolah pengajar, struktur sekolah,  OSIS, ekskul, lingkunganprestasi dan Kebanggaan Sekolah (Siswa, Ekskul, dan Sekolah). Sedangkan proses adaptasi lebih menekankan kepada Konsep Diri  - Kelebihan dan kekurangan (untuk diantisipasi) sekolah dan dirinya untuk membentengi dari hal yang kurang baik. (Humas Dispendik Surabaya)

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan