Tampil penuh percaya diri, Siti Kirani Putri membawakan cerita “Pengalaman Berangkat ke Sekolah” dihadapan Kepala Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM dan para pemenang lomba lainnya dari berbagai jenis lomba Kompentensi Bina Kreatifitas Anak dan Guru/Kepala Sekolah tingkat Kota.

 

Siti bercerita ketika akan berangkat ke sekolah hujan deras menghadang, sambil menunggu hujan reda dirinya terlebih dahulu berpamitan kepada orang tua untuk meminta izin berangkat ke sekolah. Kemudian ia bercerita kembali bahwa ketika bertemu kolam ikan, ia bertanya dalam hati “Kenapa ikan itu memiliki insang?”. Jawabnya dalam hati ialah untuk berenang agar tetap hidup.

 

Juara pertama lomba bercerita itu kembali memulai perjalanan ke sekolah, sesampainya di sekolah ia merasa haus dan segera mengambil air minum, lalu langsung melihat sekililingnya dan bergumam, “Tanaman, binatang, dan manusia ternyata membutuhkan air untuk hidup”. Dari cerita Siti tersebut dapat kita simpulkan bahwa berbagai pengalaman yang kita alami dalam kehidupan dapat dituangkan ke dalam sebuah bentuk karya cerita.

 

Kasi PAUDNI Hari Joko Susilo sebanyak tujuh pemenang pada setiap jenis lomba Kompentensi Bina Kreatifitas Anak dan Guru/Kepala Sekolah dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN), hari ini (03/06) diberangkatkan menuju Asrama Haji untuk mengikuti lomba HAN tingkat Provinsi. Adapun jenis lomba yang mereka ikuti diantaranya, cipta alat peraga edukatif (APE) dalam bentuk anyaman (guru), membuat gambar dari pola dasar (guru), melipat, menggunting, dan menempel (3M), menyanyi tunggal, bercerita, bersepeda ceria, dan getar (gerobak tarik).

 

Sementara itu, Kadispendik Ikhsan berpesan agar para peserta lomba untuk tetap tampil percaya diri dihadapan para juri. Ikhsan menambahkan juara bukan hal yang utama namun peserta harus tetap semangat untuk mengikuti berbagai kegiatan lomba nantinya.

 

“Jangan mudah grogi, mudah-mudahan nanti semua jadi juara”, pungkasnya.

 

Pemenang lomba HAN tingkat kota tersebut ialah, Dinda Wirdayanti dari TK Santa Maria (Lomba Cipta APE), Tavip Warsijati, S. Pd dari TK Auditya (Lomba Membuat Gambar), Kenita Marsya Widyani dari TK Dharma Budha (Lomba 3M), Jesika Afra Wardani dari TK Dharma Wanita (Lomba Menyanyi Tunggal), Siti Kirani Putri dari TK ARROHMAH (Lomba Bercerita), Moch. Firmanda dari TK Dupak Baru (Lomba Bersepeda Ceria), dan Linggar Banyu dari TK Pancaran Mardi Siwi (Lomba Gerobak Tarik).  ( (Humas Dispendik Surabaya)

Orang sering lupa dan mungkin melupakan bahwa setiap tanggal 1 Juni selalu diperingtai hari lahirnya Pancasila. Kata Pancasila pertama kali diucapkan Presiden RI pertama Ir. Sukarno dalam Pidato di depan Sidang BPUPKI. Oleh karena itu, pentingnya pendidikan karakter ditanamkan sejak dini kepada para siswa. Pendidikan karakter merupakan sebuah landasan para siswa untuk mewujudkan para generasi emas berakhlak mulai dan berbudi pekerti luhur.

Kemarin (01/06), bertempat di SDN Bulak Rukem I para siswa mempelajari sebuah pendidikan karakter dengan mendengarkan uraian sejarah lahirnya Pancasila dan mengucapkan yel-yel yang berbunyi, Pancasila…Yes, UUD 1945…Oke, NKRI…Mantap, Bhinneka Tunggal Ika Jaya…, dan Pendidikan Surabaya Inspirasi dan Barometer Nasional….

Kepala SDN Bulak Rukem I Rudy Praytino menjelaskan, melalui implementasi pendidikan karakter guru harus dapat menerjemahkan keinginan pendiri bangsa Indonesia yaitu Sukarno dan Hatta, untuk menjaga 4 Pilar Kebangsaan. Kedepannya nanti, siswa dituntut memiliki perilaku yang terkandung dalam nilai-nilai luhur Pancasila.

“Dewasa ini banyak para siswa tidak tahu tentang sejarah kepemimpinan bangsa dan sejarah lahirnya Pancasila, oleh karena itu pendidikan karakter ini menjadi penting”.

Rudy berharap melalui pendidikan karakter yang dipelajari para siswa di sekolah dapat bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar, dan para siswa menjadi tauludan bagi siswa-siswa lainnya. (Humas Dispendik Surabaya)

Lingkungan bersih merupakan dambaan semua orang. Namun tidak mudah untuk menciptakan lingkungan kita dapat terlihat bersih dan rapi sehingga nyaman untuk dihuni. Tidak jarang karena kesibukan dan berbagai alasan lain, kita kurang memperhatikan masalah kebersihan lingkungan di sekitar, terutama lingkungan sekolah. Seiring majunya tingkat pemikiran masyarakat serta kemajuan teknologi di segala bidang kehidupan, maka tingkat kesadaran untuk memiliki lingkungan dengan kondisi bersih seharusnya ditingkatkan dari sebelumnya. Perlu adanya gerakan pembiasaan sejak dini.

 

Tentu saja lingkungan dalam kondisi bersih serta sehat akan membuat para penghuninya nyaman dan kesehatan tubuhnya terjaga dengan baik. Kesehatan tubuh manusia berada pada posisi paling vital. Alasannya tentulah mengarah pada keberagaman kegiatan hidup manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Berkait dengan hal itu, SMPN 23 sadar akan pentingnya lingkungan bersih dan sehat, maka berbagai upaya dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut. Di antarannya, yaitu Program Toilet Bersih dan Kantin Sehat.

 

Dra. Cicillia Joeroelly, satu di antara Tim Pembina UKS SMPN 23, menuturkan bahwa melalui kerjasama yang baik dan saling mendukung, tentu upaya memunculkan kesadaran budaya hidup sehat dan bersih akan dapat diwujudkan. Program Toilet Bersih, mewajibkan bagi semua warga sekolah, baik siswa, guru, atau tenaga kependidikan, melepas sepatu kemudian mengenakan theklek (semacam sandal terbuat dari kayu) jika masuk ke dalam toilet. Di samping ada istilah SKS, yaitu Siram, Kencing, Siram. Jabarannya, siram satu gayung, terus kencing posisi jongkok di kloset tersu siram lima gayung.

 

Sedangkan program sehat, yaitu makanan yang dijual di kantin hanya menyediakan jenis kue-kue yang bebas 5P (pengenyal, perasa, pengawet, pewarna, penyedap). Para siswa membawa bekal makanan dan minuman dari rumah setiap hari, olahan orangtua. Sedangkan kue-kue dan air minum yang dijual kantin sekolah sifatnya hanya pelengkap, dan bebas dari penggunaan kemasan plastik, dalam hal ini turut mendukung program sekolah adiwiyata.

 

“Alhamdulillah, pada Upacara Peringatan Hari Jadi Kota Surabaya, Minggu pagi (31/5), di Taman Balai Kota Surabaya, SMPN 23 menerima penghargaan dari Walikota Surabaya sebagai Juara I Lomba Toilet Bersih dan Kantin Sehat Kategori SMP se-Kota Surabaya Tahun 2015. Sedangkan pada Tahun 2013 dan Tahun 2014 SMPN berturut-turut sebagai Juara II pada lomba yang sama.”, imbuh Cicillia.  (Humas Dispendik Surabaya)

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan