Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Jalin Sinergitas Tingkatkan Layanan

Tadi siang (27/03), bertempat di gedung aula atas kantor Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya Forum Pemangku Kebijakan (FPK) yang difasilitasi Jaringan Advokasi untuk Transparansi (Java Sutra) dihadiri oleh Komisi Pelayanan Publik (KPP) Jatim, Ombudsman Jatim, Dinkes Kota Surabaya, Dispendik, serta koalisi CSO membahas tentang upaya mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik yang prima terutama dalam bidang pendidikan dan kesehatan.

 

Novi salah satu NGO yang turut hadir dalam kesempatan ini, mengungkapkan bahwa berbagai layanan pemerintah kota (Pemkot) Surabaya dalam memberikan kemudahan masyarakat untuk mendapatkan informasi, terutama di bidang pendidikan dan kesehatan sudah semakin baik. Jika di Dinas Kesehatan terdapat e-Helath, sedangkan di Dinas Pendidikan terdapat media center yang menampung pengaduan masyarakat.

 

Novi menambahkan salah satu tujuan diadakannya forum ini ialah memberikan mekanisme tentang bagaimana masyarakat nantinya dapat menyampaikan informasi serta keluhannya kepada pemerintah, sehingga permasalahan dapat cepat tertangani.

 

Martadi, Ketua Dewan Pendidikan Kota Surabaya (DPS) menyampaikan, selama ini DPS juga menjadi mitra dalam memberikan sebuah layanan pendidikan kepada masyarakat. Menurutnya berbagai persoalan yang sering timbul di masyarakat tidak bias diselesaikan sendiri, dibutuhkan sinergitas dengan berbagai elemen, terutama penanganan masalah yang bersifat lintas sektoral. Tidak hanya itu melalui forum ini dapat saling berbabagi peran, pengalaman, serta mencari solusi bersama memecakan suatu masalah ketika hal tersebut timbul di masyarakat.

 

Keleluasaan akses informasi dan komunikasi dewasa ini sangat membantu masyarakat dalam menyampaikan aspirasinya, namun juga dapat menjadi suatu keterbatasan bilamana masyarakat tidak tahu bagaimana cara menyampaikannya.

 

Didik YRP dari LSM Genta, mengutarakan bentuk pengaduan nantinya harus disesuaikan dengan budaya masyarakat serta disosialisasikan lewat berbagai media tentang mekanisme pengaduan tersebut. (Humas Dispendik Surabaya)

Belimbing Wuluh Bahan Alternatif Pembuatan Selai Nanas

Belimbing wuluh atau Averhoa Bilimbi L. merupakan tumbuhan yang berasal dari Malaysia, tetapi sekarang sudah dibudidayakan di Indonesia dan daerah-daerah di kawasan iklim tropis lainnya. Di Indonesia belimbing wuluh banyak dibudidayakan di Pulau Jawa. Tumbuhan ini dapat tumbuh di daerah dataran rendah sampai daerah pada ketinggian 750 meter diatas permukaan laut. Belimbing wuluh dapat ditemukan tumbuh liar di semak belukar muda.  Tumbuhan ini berkembang biak secara generatif dan vegetatif.


Reproduksi generatif pada tumbuhan didahului dengan penyerbukan kemudian diikuti dengan peleburan antara sperma dan ovum atau sel telur yang selanjutnya berkembang menjadi individu baru. Sedangkan reproduksi vegetatif pada tumbuhan dilakukan melalui pembentukan individu baru dari bagian tubuh induknya yang kemudian memisahkan diri dari induknya dan menjadi individu baru. Secara generatif tumbuhan ini berkembang biak dengan menggunakan biji. Secara vegetatif tumbuhan ini berkembang biak dengan cara mencangkok (goote).


Mencangkok adalah cara perkembangbiakan dengan membuang sebagian kulit dan kambium secara melingkar pada cabang batang, lalu ditutup dengan tanah yang kemudian dibalut dengan sabut atau plastik dan disiram secara teratur. Setelah akar tumbuh, batang dibawah tempat cangkokan dipotong kemudian ditanam. Perkembangbiakan belimbing wuluh dengan cara mencangkok lebih cepat menghasilkan buah daripada menanam bijinya. Semai tanaman ini sering mengalami searangan cacing yang mengakibatkan busuknya akar pada tanaman ini. Pada umumnya belimbing wuluh dibudidayakan sebagai tanaman pekarangan saja dan tidak pernah dilakukan perawatan guna mendapatkan hasil yang baik.


Manfaat belimbing wuluh ternyata tak hanya sebatas itu. Tanaman ini memiliki berbagai khasiat obat yang bisa sangat membantu. Bunga belimbing wuluh selain sebagai obat batuk, juga bisa digunakan sebagai obat pegal linu, gondongan, rematik, sariawan, jerawat, panu, darah tinggi, dan sakit gigi. Selain itu tanaman ini juga dapat menyembuhkan sakit perut, diare, gangguan pencernaan, radang rectum.

 

Banyaknya manfaat yang ada, belimbing wuluh ternyata juga bisa menjadi bahan alternatif pengganti pembuatan selai nanas. Melihat hal tersebur tim kader lingkungan SMP PGRI 6 (Spegrinam) mencoba mengolah belimbing wuluh menjadi es dan selai roti.


Mereka kemudian menjualnya kepada para siswa lingkungan sekitar sekolah dengan harga yang miring sekaligus sebagai bentuk penanaman jiwa wirausaha sejak dini. Kepala Spegrinam, Banu Atmoko sangat mendukung kegiatan ini bahkan beliau juga berpesan agar tetap menjaga dan mengolah bahan – bahan alami. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information