Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Lewat Kepengurusan Baru, HISPPI Siap Majukan Pendidikan Surabaya

'

     Tadi pagi (24/04) bertempat di Gedung Wanita Surabaya, Himpunan Seluruh Pendidik dan Penguji Indonesia Pendidikan Non Formal (HISPPI PNF) Kota Surabaya adakan pergantian dewan pengurus cabang daerah.

     Pergantian para pengurus baru tersebut, diharapkan membawa harapan baru dalam mengembangkan serta memajukan pendidikan di Surabaya. Pelantikan dewan pengurus cabang daerah HISPPI Kota Surabaya masa bakti 2014-2018 dilakukan oleh Ketua HISPPI Provinsi Jawa Timur Mohammad Aliwafa, S. Kom.

    Pada kesempatan ini, Aliwafa meyatakan melalui kepengurusan baru ini HISPPI Kota Surabaya siap bersinergi dengan Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya dalam mengembangkan serta memajukan pendidikan di Surabaya. "Kalau ada yang kurang benar, mereka siap untuk menerima arahan", ungkapnya.

   Sebanyak 32 dewan pengurus cabang daerah baru tersebut, juga dikukuhkan oleh Kepala Dispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM. Dalam sambutannya, Ikhsan berharap agar melalui kepengurusan yang baru ini, HISPPI dapat bersama-sama mengembangkan pendidikan di Surabaya.

   Ikhsan  berpesan agar melalui kegiatan ini, diharapkan HISPPI segera membuat pemetaan terhadap anggotanya. Dengan pemetaan ini  dapat diketahui kompetensi masing-masing lembaga.

    Hal tersebut bertujuan agar peningkatan mutu serta kualitas masing-masing lembaga dapat ditingkat secara bersama-sama dalam rangka mewujudkan Surabaya sebagai barometer pendidikan nasional. 

    Kemudahan dalam memberikan pelayanan terkait perijinan pendirian lembaga baru nanti, akan segera di wujudkan oleh Dispendik Surabaya melalui pelayanan satu pintu. Dengan demikan sinergitas bersama akan dapat berjalan dengan baik. (Humas Dispendik Surabaya)

Peringati Hari Bumi, Ratusan Siswa Olah Sampah Organik Bersama

(Sumber : Tunas Hijau)

Lebih dari 200 orang siswa SDN Klampis Ngasem I siang tadi peringati hari Bumi dengan menggelar aksi mengolah sampah organik bersama, Selasa (22/04). Fakta tersebut yang terjadi saat Tunas Hijau menggelar pembinaan lingkungan mobil edukasi lingkungan hidup keliling Eco Mobile PJB. Menurut penuturan Anggriyan Permana, aktivis Tunas Hijau, tujuan kegiatan ini adalah mengajak anak-anak untuk memperingati hari Bumi dan memperkenalkan kepada mereka hari-hari besar lingkungan termasuk hari Bumi yang jatuh setiap tanggal 22 April.

“Selain memperkenalkan nama-nama hari lingkungan kepada mereka, kami juga mengajak mereka untuk lebih peduli dan menyayangi Bumi dengan cara mengolah sampah organik dan tidak menggunakan kemasan plastik sekali pakai lagi,” ujar Anggriyan. Dengan memanfaatkan 6 keranjang komposter, Tunas Hijau mengajak lebih dari 200 orang siswa yang terbagi menjadi 6 kelompok sesuai dengan kelasnya. “Silahkan masing-masing kelas mengolah sampah organik sisa makanan dengan keranjang komposter,” ucap Anggriyan.

Dalam peringatan hari Bumi ini, masing-masing kelompok mempunyai strategi tersendiri dalam mengolah sampah sisa makanan menjadi kompos. Diantaranya ada kelompok yang mencari sisa makanan di tempat sampah, ada kelompok yang mencari sisa makanan dari sisa bekal makan mereka sampai ada kelompok yang mencari sisa makanan ke luar sekolah. Seperti yang dilakukan oleh Arif Ardiansyah, kader lingkungan kelas 5 yang mencari sisa makanan di tempat sampah, tanpa rasa jijik, dirinya bersama teman-teman yang lain mengorek-korek sampah mengumpulkan sisa makanan.

Strategi berbeda diterapkan oleh Duta Rizal Afif, kader lingkungan, dirinya bersama dengan teman-temannya menuju depan sekolah untuk mengumpulkan sampah sisa makanan yang ada di depot makanan depan sekolah, warung makanan sampai restoran. Tidak hanya sekedar mengumpulkan sisa makanan saja, mereka juga menyisipkan pesan untuk tidak menyia-nyiakan sampah sisa makanan atau disendirikan. “Bu, sisa makanannya jangan dibuang-buang sembarangan ya bu, daripada dibuang, kasihkan ke kami saja bu, biar kami olah jadi kompos,” ujar Duta Rizal, siswa kelas 5.

Dalam peringatan hari Bumi ini, Maridiningsih, kepala SDN Klampis Ngasem I berharap warga sekolahnya semakin mempunyai rasa kepedulian terhadap lingkungan. “Semoga dengan adanya peringatan hari Bumi ini, membuat anak-anak semakin peduli lingkungan, mengingat saat ini sekolahnya sudah di merger, jadi sudah tidak ada lagi SDN Klampis Ngasem IV. Semakin banyak warganya tantangan mengajak mereka peduli lingkungan semakin berat,” terang Mardiningsih. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information