Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Kemeriahan Berbagai Lomba Sambut Peringatan Hari Guru

     Setiap menjelang sore suasana kantor Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya mendadak berubah menjadi ramai. Keramaian tersebut berasal dari para guru-guru yang mengikuti berbagai lomba dalam rangka memperingati Hari Guru pada tanggal 23 November mendatang.

      Ketua pelaksana lomba peringatan Hari Guru Ir. Yusuf Masruh, MM menjelaskan pelaksanaan lomba yang di gelar di kantor Dispendik ini merupakan tindak lanjut dari pada lomba-lomba yang telah di gelar di berbagai wilayah surabaya.

       Dari perwakilan para pemenang setiap jenis lomba di setiap wilayah tersebut, maka mengikuti semifinal lomba di kantor Dispendik ini. Mulai dari lomba hadang, balap bakiak, bola voley, campursari, karawitan, hingga vocal group turut menyemarakkan jalannya kegiatan lomba peringatan Hari Guru.

       Kepala Dispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM menjelaskan  kegiatan lomba ini merupakan alat pemersatu bagi-bagi para guru di Surabaya. Selain sebagai ajang memperat tali silaturahmi antar para guru, kegiatan ini juga berfungsi sebagai pengembangan bakat dan minat guru yang selama ini terpendam.

      "Banyak penampilan guru yang mengesankan dalam berbagai lomba, ini akan menjadi kenangan terindah bagi para guru bersama teman-temannya seprofesi", ungkap Ikhsan ketika melihat penampilan salah satu vocal group dari UPTD tadi sore di ruang aula atas kantor Dispendik Surabaya. (Humas Dispendik Surabaya)

 

Dua Pelajar Surabaya, Juarai Lomba Matematika Tingkat Internasional

     Bertambah lagi, prestasi pelajar Surabaya dalam kejuaraan-kejuaraan tingkat internasional. Melalui ajang Wizard at Mathematics Internasional Competition (Wizmic) yang digelar pada tanggal 18 -21 Oktober 2014 di RDSO, Campus, Lucknow, UP, India. Dua pelajar surabaya berhasil meraih Gold Medal dan Silver Medal sekaligus.

      Mereka ialah Ignatius Kent Hastu (Gold Medal) dari SMPN 26 dan Vania Rizky Juliana Wahid (Silver Medal) dari SMPN 1 Surabaya. Sebelum mengikuti kejuaraan internasional matematika di India kedua pelajar tersebut harus bersaing menyisihkan 200 anak yang mengikuti seleksi. Seleksi tersebut diadakan oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM).

      Menurut Kent -panggilan Ignatius- setelah lolos seleksi tingkat Jatim, bersama Vania mereka mendapatkan pembekalang terlebih dahulu selama 1 minggu di Bogor, baru setelah itu berangkat ke India. "Dari Indonesia dikirim 16 orang mengikuti Wizmic".

     Sementara itu, Vania menuturkan sebelum mengikuti Wizmic di India ia bersama Kent mendapatkan pembinaan sendiri selama kurang lebih 1 bulan oleh orang tua Kent yang berprofesi sebagai pengajar. "Saingan terberat kami, ialah para pelajar dari Thailand dan Filiphina, namun kami tetap optimis untuk dapat menjadi juara".

      Selama di India kedua pelajar tersebut mengikuti berbagai aktifitas, seperti bermain voley bersama teman-teman dari negara lain, serta mengunjungi tempat-tempat pariwisata di India. 

     Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dispendik Dra. Eko Prasetyoningsih, M. Pd mengaku bangga akan prestasi yang telah diraih oleh kedua pelajar tersebut. Ia berharap agar prestasi-prestasi pelajar surabaya dapat terus ditingkatkan, baik di bidang akademik maupun non akademiknya.

     "Kedua pelajar ini dapat menjadi contoh pelajar lainnya untuk terus dapat berprestasi", tutur Eko ketika menerima kedatangan kedua pelajar tersebut, tadi pagi (30/10) di ruang kerjanya. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information