Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Sambut Juri Adiwiyata, Puluhan Siswa Kenakan Daur Ulang

     Salam bumi...pasti lestari, Adiwiyata...bisa, Adiwiyata Mandiri...pasti bisa, Surabaya...bersih, hijau..yes, Jawa Timur...Jaya...Jaya...Jaya...Luar  Biasa, SMPN 11 Surabaya...Spenxi, Spenxi, Spenxi, Yes....

      Itulah yel-yel adiwiyata yang dilontarkan oleh para siswa-siswi SMPN 11 ketika menyambut juri Adiwiyata Nasional tadi pagi (22/10) di sekolah mereka. Kedatangan para juri ini bertujuan untuk melakukan penilaian adiwiyta di sekolah yang terletak di sebelah utara Surabaya tersebut.

      Kepala SMPN 11, M . Masykhur menerangkan para juri yang berasal dari Kementrian Lingkungan Hidup (LH), BLH Propinsi Jawa Timur dan BLH Kota Surabaya langsung melakukan peninjauan di beberapa tempat, mulai dari ruang kelas hingga berbagai macam jenis kegiatan penghijauan tak luput dari peniliaian.

      Masykhur menambahkan dalam rangka mewujudkan sekolah berwawasan lingkungan pihaknya telah mebuat berbagai macam prgroam kerja, yakni Komposing (merubah sampah daun dan sisa makanan menjadi pupuk kompos melalui rumah kompos dan kerang takakura), Bipori (membuat lubang resapan air), Eco toilet menggunakan air bersih dengan bijaksana), Greening (meningkatkan jumlah penanaman pohon dan tanaman lainnya), dan Radio sekolah (sebagai sarana publikasi terhadap program lingkungan kepada masyarakat sekitar).

      Jhon Purba, juri Kementrian LH mengungkapkan penjurian ini bertujuan untuk melihat langsung kondisi sekolah yang nantinya hasil dari kunjungan ini akan dijadikan kajian-kajian dalam melakukan penilaian sekolah adiwiyata nasional. (Humas Dispendik Surabaya)

50 Siswa Ikuti Tes Tulis Seleksi Pelajar Pelopor 2014

Sejarah bangsa membuktikan bahwa pemuda senantiasa berada pada lini terdepan pada setiap babak sejarah perjuangan bangsa. Paradigma pemuda sebagai kategori sosial mengindikasikan adanya pengakuan /penghargaan terhadap potensi pemuda baik secara kuantitatif dan kualitatif, secara kualitatif, pemuda dalam aspek pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), dapat diakui bahwa pemuda memiliki aneka talenta dalam kaitannya dengan kepeloporan kewirausahaan, pendidikan, teknologi tepat guna, seni budaya dan pariwisata serta kebaharian.

Kepemimpinan dan kepeloporan pada pelajar dilakukan melalui proses penanaman nilai-nilai kepempimpinan dan kepeloporan , internalisasi nilai-nilai luhur, pengenalan tentang sejarah perjuangan dan kepahlawanan bangsa,  berdisiplin , bersikap tanggung jawab, berjiwa ksatria,  memiliki rasa nasionalisme, melatih kejujuran, berperilaku sopan dan santun.

Untuk menggali pemahaman pelajar muda Surabaya terhadap sejarahnya dan diproyeksikan dengan kemajuan saat ini, dan upaya kongkrit membuat perubahan yang inovatif di lingkungannya, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pendidikan mengadakan  ” Pemilihan Pelajar Pelopor Surabaya ” tahun 2014.

Tadi siang (22/10) tepat pukul 10.00 WIB, sekitar 50 pelajar dari berbagai sekolah mengikuti tes tulis pemilihan Pelajar Pelopor 2014 di gedung aula SMPN 39 Surabaya. Mereka yang mengikuti tes tulis sebelumnya telah mengirimkan  PORTOFOLIO yang berisi tentang pengalaman pribadinya dan  menulis ide/karya/aksi kreatif dan inovatif yang telah dilakukan dan melakukan transformasi di masyarakat kota Surabaya melalui website http.//www.dispendik.surabaya.go.id.

Materi yang diujikan dalam tes tulis ini meliputi pengetahuan tentang sejarah dan perkembangan kota Surabaya, keorganisasian pelajar, kepeloporan dan kepemimpinan, isu permasalahan pelajar dan perlindungan anak, dan perubahan dan globalisasi masyarakat ekonomi ASEAN. ”Ada sekitar 45 soal yang diujikan, terdiri dari 40 soal pilihan ganda dan 5 soal esay”, tutur Sofi staf Dispendik yang menjaga ruang tes tulis Pelajar Pelopor 2014.

Kasubag Umum dan Kepegawaian Dispendik Retnowati, S. Sos menerangkan Seleksi Pelajar Pelopor Surabaya (PPS) 2014 merupakan kegiatan keduasetelah sebelumnya dilaksanakan Tahun 2013, dimana pada pelaksanakan pelajar pelopor Tahun 2013 ditetapkan Nabila Yasmindira Falyauri Hilmi siswi SMPN 36 sebagai pemenang Pelajar Pelopor Surabaya 2013, sekaligus meraih Juara I Pelajar Pemuda Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementrian Pemberdayaan Perempuan beberapa waktu lalu.

Aldo peserta tes tulis dari SMAN 5 menuturkan bahwa ada beberapa soal yang kurang ia bias kerjakan, terutama soal sejarah. Menurutnya, pengetahuan sejarah tentang kota Surabaya jarang ia dapatkan dalam pelajaran sejarah di sekolah.

Lain lagi dengan Axel Eka  S, dari SMA Citra Berkat, pelajar yang mengenakan jaket tempo doeloe tersebut merupakan salah satu aktifis pecinta sejarah. Menurutnya, banyak tempat-tempat sejarah di Surabaya yang masih belum banyak diketahui oleh para pelajar Surabaya, seperti benteng Van den Berg di daerah utara Surabaya, dsb.

Penjurian langsung dilakukan oleh para dewan juri hari ini (22/10) juga, untuk selanjutnya mereka yang telah lolos tes tulis akan  mengikuti FGD/tes wawancara. Para dewan juri terdiri dari NGO, Dewan Pendidikan, dan Media Pelajar. (Humas Dispendik Surabaya) 

 

Additional information